
Penumpang pria yang merasa punya kemampuan silat, mereka bersiap di sana dengan senjata di tangan.
Mereka membentuk kelompok berbaur dengan pemilik kapal dan semua anak buah kapal.
Mereka semua berjaga jaga dengan senjata di tangan, dengan wajah tegang siap menghadapi segala kemungkinan buruk yang akan di bawa kelompok perompak itu ke mereka.
Mereka yang berasal dari dunia persilatan, hampir tidak ada yang tidak pernah mendengar tentang perompak tengkorak putih.
Kelompok perompak ini terkenal sadis, mereka bukan hanya menghendaki harta.
Tapi termasuk orang nya mereka juga mau, yang pria sehat muda akan mereka jual ke pihak kerajaan Mongol sebagai budak.
Sedangkan yang perempuan akan mereka jual kerumah pelesiran.
Sisanya yang tidak laku, akan dijual murah ke rumah budak.
Nantinya akan di bawa ke perbatasan barat, Yue Men Kuan.
Yue Men Kuan merupakan pintu jalur masuk jalur sutra, yang menghubungkan daratan tengah dengan dunia luar.
Di sana semua budak akan di lelang, di koordinir oleh pejabat kerajaan Mongol.
Jadi kelompok perompak ini, selain berprofesi sebagai perompak yang berasal dari dunia hitam.
Mereka juga punya kaitan erat dengan pemerintah Mongolia, sehingga posisi mereka sangat kuat di daerah Utara khususnya.
Sedangkan di daerah Selatan, mereka tidak berani beroperasi.
Karena rakyat Song, maupun pihak kerajaan Song sendiri, mengambil sikap tidak ingin berkompromi dengan mereka.
Tapi sampai sejauh ini, belum ada pendekar dari golongan putih, baik dari Utara maupun selatan.
Berani mengusik dan bertentangan secara berterang dengan kelompok ini.
Selain karena, mereka memilki anggota yang mencapai ribuan orang.
Kelompok perampok tengkorak putih ini juga di pimpin oleh 3 orang ketua mereka, yang memilki kesaktian tinggi.
Ketiga orang itu adalah Huang Ho San Gui ( Tiga Hantu Sungai Kuning ).
Sudah banyak pendekar aliran putih yang tumbang di tangan mereka bertiga.
Terakhir bahkan 5 Tosu dari Thian San juga tumbang di tangan mereka.
Dengan reputasi seperti itu, pantas saja semua orang dunia persilatan dan pemilik kapal terlihat tegang.
Mereka sudah bersiap menghadapi kemungkinan terburuk.
Mereka semua sudah siap melayani perompak yang tidak mengenal negosiasi itu hingga titik darah Terakhir.
Nan Thian pernah dengar cerita, tapi dia sendiri belum pernah berurusan dengan kelompok ini.
Misi dari partainya, belum mengutus dirinya melakukan perjalanan jauh.
Hanya sekitar wilayah wilayah Qing Hal saja..
Siau Hei yang merasakan bahaya semakin mendekat, dia sudah merubah dirinya menjadi seekor serigala hitam sebesar kerbau jantan dewasa.
__ADS_1
Berdiri diam di samping Nan Thian dengan sikap siaga.
Orang orang di sekitar sedikit kaget, mereka tanpa sadar sedikit demi sedikit bergeser menjauh dari Nan Thian.
Tapi karena mereka semua sedang tegang, menunggu kapal kapal perompak yang semakin dekat.
Mereka tidak punya banyak waktu untuk memperhatikan anjing raksasa itu.
"Kakak, kemaren 3 penghadang sudah kakak tangani sendiri dan berakhir kabur."
"Bagaimana bila sekali ini, biarkan Kim Kim bermain main..?"
ucap Kim Kim dalam pikiran Nan Thian.
"Kita lihat saja nanti.."
ucap Nan Thian singkat lewat pikirannya.
Kim Kim langsung mendengus cemberut.
Kim Kim setelah mengalami dua kali pertempuran.
Dia kini penampilannya sedikit berubah, bagian wajahnya berubah menjadi wajah seorang gadis imut dengan rambut di kepang dua, hanya bagian leher kebawah, dia tetap adalah tubuh Naga Emas.
Perkembangan inilah, yang membuat Nan Thian bersikap hati hati.
Dalam memanfaatkan bantuan dari Kim Kim, karena Nan Thian sendiri tidak pernah tahu.
Apa di masa mendatang, Naga Emas ini adalah suatu berkah atau musibah bagi manusia.
Jadi sebisa mungkin, sebelum dia mampu mengontrol dan menghadapi Naga Emas ini.
Begitu kapal perompak dan kapal yang di tumpangi oleh Nan Thian saling merapat.
Tanpa banyak cerita, begitu para anggota perompak yang mengenakan topeng tengkorak, melompat keatas kapal penumpang penyeberangan.
Bentrokan pun pecah antara penghuni kapal dengan anggota perompak tengkorak putih.
Nan Thian dan Siau Hei, belum bergerak.
Mereka hanya mengamati situasi perkelahian campur aduk antara penghuni kapal melawan anggota perompak.
Sejauh ini semua berjalan cukup normal dan seimbang.
Dari kapal pihak perompak, di sana terlihat berdiri 5 orang yang tidak mengenakan topeng.
Mereka terlihat sedang mengamati situasi pertempuran, sesekali mereka memberi perintah agar anak buah perompak.
Maju memberikan bantuan untuk menekan pihak penghuni perahu.
Dari gerak gerik mereka Nan Thian menebak mereka pasti pemimpin dari kelompok perompak tersebut.
Melihat yang hadir adalah berlima, Nan Thian menebak 3 hantu tidak ikut dalam misi ini.
Mereka berlima hanya anak buah atau mungkin wakil operasional mereka saja.
Nan Thian menjadi lebih santai, mengamati situasi yang sedang terjadi.
__ADS_1
Siau Hei mulai menggereng sambil memamerkan taringnya, saat melihat pihak perompak anggota nya semakin banyak mendarat di atas kapal.
Nan Thian juga mulai menyaksikan pertempuran mulai tidak imbang.
Sebelum pihaknya jatuh korban, Nan Thian pun berkata,
"Siau Hei sekarang..!"
"Grrrrrr...!"
Siau Hei mengeluarkan gerengan kerasnya, sebelum dia melesat dengan kecepatan tinggi.
Siau Hei begitu melesat menerkam kedepan suara teriakan ngeri mulai terdengar dari anggota perompak tengkorak putih itu.
"Ahhhh...!"
"Arggghh..!"
"Heiii,.. ! lepas..! Hei..! aduh.. Arggggghhh...!"
Siau Hei dengan gerakan sangat cepat sudah menghabisi tiga anggota perompak.
Ketiga perompak sial itu, berusaha menebaskan golok mereka menghalau serangan Siau Hei.
Tapi mereka harus mendapatkan kenyataan, seluruh tubuh Siau Hei kebal senjata tajam.
Sebaliknya mereka lah yang menjadi korban empuk Siau Hei.
Siau Hei menyerang bagian tengkuk, dan mematahkan tulang leher belakang mereka dengan gerakan sangat cepat
Dalam sekejap mata puluhan perompak terlihat tergeletak tewas kehilangan nyawa.
Kedatangan Siau Hei membuat semangat tempur pihak penumpang kapal kembali meningkat.
Mereka kembali melakukan perlawanan dengan lebih bersemangat
Sementara pihak perompak topeng tengkorak, mulai ngeri dan gentar menghadapi keganasan Siau Hei.
Mesin pembunuh yang sangat efektif dan terlihat sangat menyeramkan.
Melihat situasi itu salah satu dari kelima orang itu berkata,
"Adik keempat, Adik kelima,.. kalian majulah,.."
"Hati hati dengan anjing Siluman itu.."
ucap orang yang berbicara tadi.
Mereka berlima adalah Lima buaya sungai kuning, di dalam kelompok perompak tengkorak putih.
Mereka menempati posisi pimpinan pelaksana lapangan, atau terkenal dengan 5 Tang Cu
Orang yang berbicara adalah saudara tertua dari Lima buaya sungai kuning.
Bernama Kongsun Liang dengan julukan buaya putih.
Kongsun Liang mengenakan baju putih, bertubuh sedang, berwajah cukup tampan rambut jenggot tercukur rapi, tapi sepasang matanya menyorot kan kelicikan dan kekejaman.
__ADS_1
Usianya sekitar 40an, sikapnya tenang dan halus, selalu tersenyum ramah.
Orang yang tidak mengenal nya, dan sekilas bertemu, tentu akan tertipu oleh penampilannya yang tenang ramah tapi menghanyutkan.