PENDEKAR API DAN ES

PENDEKAR API DAN ES
MENG YU JENDRAL PERKASA PENJAGA ISTANA


__ADS_3

Selesai berkata tanpa menunggu reaksi dari si monyet besar, yang terlihat sangat marah dan emosi, tapi di saat bersamaan juga tidak berdaya.


Fei Yang langsung menaiki undakan tangga, tapi baru berjalan 3 langkah, menaiki undakan tangga.


rombongan monyet emas dengan cepat berkumpul menghadangnya.


Mereka semua pada memamerkan taring mereka kearah Fei Yang, sikap mereka terlihat mengancam dan setiap saat akan menerjang kearah Fei Yang.


Fei Yang kembali mengeluarkan sepasang pedang api dan es, bersiap membuka pembantaian.


Tiba-tiba monyet besar, mengeluarkan suara gerengan keras dan mengeluarkan suara sahutan monyet tinggi rendah dengan ribut.


Begitu mendengar suara tersebut, kawanan monyet berbulu emas itu, satu persatu langsung meninggalkan tempat mereka.


Mereka semua membubarkan diri menjauhi Fei Yang, kembali naik keatas pohon tempat mereka bergelantungan sebelumnya.


Fei Yang menyimpan kembali kedua pedang di tangannya, dan melanjutkan langkahnya, melayang ringan menuju ujung tangga, yang langsung berhadapan dengan gerbang pintu menuju belairung istana.


Baru saja Fei Yang mendarat ringan di ujung undakan tangga, di hadapan nya muncul dua orang prajurit berseragam militer perwira kerajaan Chin menghadang langkahnya.


"Berhenti,..! kamu tidak di terima di sini pergilah jangan mengacau di sini..!"


Bentak salah satu penjaga pintu di depan belairung istana.


Fei Yang memberi hormat dan berkata,


"Aku kemari untuk memastikan apakah teman ku putri Wei Wen, sedang berada di dalam atau tidak."


"Harap senior berdua tidak menghalangi jalan ku..'


"Pergilah di sini tidak ada orang yang kamu cari, cukup keributan di bawah sana yang kamu buat.."


tegur salah satu penjaga itu dengan suara dingin.


Fei Yang tersenyum dingin dan berkata,


"Kalian berdua tidak memberi ku pilihan.."


Fei Yang langsung melepaskan dua pukulan merah dan biru melesat kearah kedua penjaga, yang menghadang langkahnya.


Kedua penjaga itu dengan sikap tenang mengibaskan tangan mereka.


Dua cahaya putih muncul dari kibasan tangan mereka, menyambut serangan Fei Yang.


Dua energi bertemu di udara kosong.


"Blarrr,..! Blarrr,..!"


Terjadi ledakan dahsyat, saat kedua energi bertemu di udara.

__ADS_1


Kedua pengawal itu terdorong mundur 3 langkah kebelakang, sedangkan Fei Yang tetap berdiri tenang di tempatnya.


"Kalian berdua bukan lawan ku, jadi minggirlah jangan menghalangi jalan ku."


Kedua pengawal itu saling pandang dan mereka berdua saling mengangguk dan berkata,


"Langkahi mayat kami bila ingin masuk.."


"Baiklah bila itu mau kalian,.."


ucap Fei Yang singkat.


Dia langsung melepaskan pukulan Naga api dan es melesat kearah kedua pengawal itu.


Seekor Naga biru dan seekor Naga merah meraung keras, menerjang kearah kedua pengawal itu dengan sepasang cakar depan dan mulut terpentang lebar siap menerkam kearah kedua pengawal itu.


Kedua pengawal itu mengerahkan seluruh kekuatan mereka, untuk menyambut naga merah dan naga biru, yang sedang menerjang kearah mereka.


"Blarrr,..! Blarrr,..!"


Energi cahaya putih dan kedua naga merah dan biru saling berbenturan di udara.


Sekali ini kedua pengawal itu terpental masuk kedalam ruangan sidang istana.


Setelah mendarat di atas lantai istana pun, mereka masing terhuyung huyung mundur kebelakang.


Kedua pengawal itu terlihat memegangi dada mereka menahan rasa nyeri, luka dalam yang baru saja mereka terima dari Fei Yang.


Fei Yang sudah melayang kedalam istana mengejar kedua orang itu dengan melepaskan pukulan ketiganya yang jauh lebih kuat lagi.


Dua naga biru dan merah menyatu membentuk seekor naga ungu meluncur kearah kedua orang itu sambil mengeluarkan raungan yang menggetarkan seluruh istana .


Di tengah jalan nafa ungu itu membelah diri menjadi dua, dan terus melanjutkan terjangannya.


Tiba-tiba dari balik singgasana raja, melayang keluar seorang pria berpakaian jendral perang pasukan Chin.


"Lao er, Lao San kalian berdua mundurlah..!"


ucap sosok itu sebelum maju menggantikan kedua orang itu, menyambut serangan Fei Yang.


Bola cahaya emas meluncur keluar dari kedua tapak nya, melesat kearah depan menyambut terjangan dua ekor naga ungu yang di lepaskan oleh Fei Yang.


"Blarrr,..! Blarrr,..!"


Kembali terjadi ledakan yang jauh lebih dahsyat, hingga seluruh Istana berguncang hebat, ada beberapa tiang penyangga atap yang jatuh ke bawah, pilar pilar besar di dalam istana juga pada retak retak.


Sekali ini Fei Yang lah yang terlempar keluar dari dalam ruangan istana.


Fei Yang membuang tenaga dorongan itu dengan bersalto satu kali, baru mendarat ringan tepat di ujung undakan tangga, halaman istana bagian atas.

__ADS_1


Sosok jendral itu juga ikut mendarat ringan di depan pintu masuk ke belairung istana.


Sambil tersenyum dingin, dia berkata,


"Anak muda, ku tebak usia mu belum 25 tahun, tapi tubuh mu menyimpan energi 700 sampai 800 tahun orang berlatih."


"Nasib mu cukup baik, bisa mewarisi tenaga sakti sekuat itu.."


"Tapi kukatakan padamu, bila kamu ingin mengacau di sini, kamu masih jauh.."


"Kembalilah ke tempat asal mu, mungkin 20 atau 30 tahun lagi."


"Setelah kamu berlatih mengontrol kekuatan mu hingga titik puncak, kamu boleh kembali lagi kemari mencoba peruntungan mu."


Fei Yang memberi hormat dan berkata,


"Terimakasih atas petunjuknya, tapi kedatangan ku bukan bertujuan seperti yang jendral pikirkan."


"Aku hanya ingin mencari teman ku, yang di bawa oleh monyet besar di bawah sana itu kemari.."


"Asalkan teman ku di kembalikan dalam keadaan baik baik saja, saya pasti akan meninggalkan tempat ini dengan segera..'


ucap Fei Yang memberikan penjelasan dengan jujur.


"Anak muda percaya atau tidak terserah pada mu, tapi di istana ini hanya ada kami bertiga, yang menjalankan tugas dari Chin Si Huang Di, Ying Zheng."


"Aku Meng Yu seumur hidup tidak pernah bicara dusta, dan selalu setia menjalankan tugas dari Yang Mulia Ying Zheng.."


"Tempat ini selain keturunan kaisar Chin, Ying Zheng, orang lain di larang masuk.."


"Yang melanggar penggal, yang tidak nurut penggal, yang melanggar peraturan juga penggal."


"Ini adalah aturan baku yang tidak bisa di tawar.."


ucap Jendral itu tegas.


Fei Yang menjadi tambah ragu, setelah mendengar ucapan dari jendral Meng Yu, yang tidak terlihat sedang berbohong.


Bila tidak ada di sini, lalu kemana sebenarnya Wei Wen, pikir Fei Yang dalam hati.


Monyet emas penculiknya sudah ketemu, dia sampai matipun tidak bersedia mengaku.


Kini Jendral Meng Yu juga berkata demikian dan kelihatannya tidak sedang berbohong.


Tapi dari keterangan Shanti Dewi dan Zhao Heng, Wei Wen jelas jelas di bawa oleh monyet emas kemari.


Tak mungkin mereka berbohong,. terutama Zhao Heng, Fei Yang cukup mengenali karakternya, juga Wei Wen adalah adik kandungnya sendiri.


Ditengah keraguannya, sudut mata Fei Yang menangkap, ada sesosok bayangan wanita melintas lewat, di balik tirai di belakang kursi singgasana raja.

__ADS_1


__ADS_2