
Sedangkan gadis baju putih terpental berjumplitan ke belakang, berusaha membuang daya dorong Ming Wang yang sangat kuat.
Hanya dengan cara ini, dia bisa menetralisir kekuatan tenaga pukulan Ming Wang, agar dirinya tidak terluka.
Saat gadis baju putih berhasil mendarat ringan di atas tanah, kedua lengan bajunya sudah hangus terbakar.
Sehingga menampilkan sepasang lengannya yang berkulit putih seperti salju.
Ming Wang dengan sekali hentak, lapisan es yang membungkus kedua lengannya pecah berantakan.
Ming Wang kembali melayang keudara menyerap tenaga sekitarnya, sambil tangannya membentuk beberapa mudra aneh.
Seluruh tubuhnya di kelilingi oleh api yang menjilat jilat.
Sambil berteriak keras, Ming Wang, lalu mendorongkan sepasang tapak terbuka nya kearah gadis baju putih itu.
Kini sebuah bola matahari yang di lingkari 5 garis lingkaran elektron. melesat kearah gadis itu dengan kekuatan 3 kali lipat kekuatan tadi.
Gadis baju putih mengerutkan sepasang alisnya yang lentik, dia sangat terkejut.
Ternyata lawannya memiliki kekuatan seperti itu, kelihatannya orang ini bahkan memiliki kekuatan yang lebih kuat dari Yi Han Tao Se sendiri
Batin gadis baju putih itu kaget.
Gadis baju putih segera membentuk mudra, air kolam tersedot kearah nya, lalu dia membuat sebuah perisai dengan tulisan kuno di dalamnya..
Dia lalu mendorong nya kedepan, untuk menyambut serangan bola matahari Ming Wang.
Benturan kembali terjadi, menimbulkan ledakan di udara dengan lingkaran bias sinar yang beberapa kali lebih dahsyat.
bias sinar yang melewati bagian luar hutan bambu, saat bertemu dengan formasi perisai hutan bambu itu, bias tenaga itu berhasil di redam.
Bila tidak di pasangi formasi pelindung, hutan bambu tersebut pasti akan bertumbangan pohon pohonnya.
Perisai air ciptaan gadis baju putih tidak kuat meredam serangan Ming Wang.
Perisai air hancur berantakan,.bola cahaya matahari itu mengunci pergerakan Si gadis baju putih, yang ingin melompat menghindari serangan dahsyat tersebut.
Si gadis baju putih itu terpaksa mengangkat kedua tangannya kedepan, berusaha sekuat tenaga menangkis serangan Ming Wang.
"Duaarr....!!"
Si gadis baju putih terpental bergulingan di atas rumput, dengan baju dan sebagian rambutnya hangus terbakar.
"Aihh..!!"
jerit gadis itu kaget, saat menyadari tubuhnya hampir setengah telanj*ng, pakaian sebelah atasnya terbuka tanpa penutup.
Dia terpaksa menggunakan sepasang tangannya menutupi bagian dadanya yang terbuka.
Sedangkan bagian bokongnya yang bulat putih mulus, dia tutupi dengan cara duduk berjongkok dengan sepasang paha di rapatkan.
Sebelum rasa kagetnya hilang, pukulan susulan dari Ming Wang sudah tiba di dekatnya.
__ADS_1
Gadis itu hanya bisa mengigit bibir nya sendiri, sambil menatap kearah tapak api Ming Wang dengan tatapan putus asa.
Gadis itu sadar betul, dirinya sudah terluka parah di dalam.
Dia tidak miliki kekuatan lagi untuk menghadapi serangan Ming Wang.
Meski dia membiarkan dadanya terbuka,.dan menggunakan sepasang tangannya, pergi menyambut serangan Ming Wang yang datang, itu juga akan percuma.
Di saat kritis sebuah cahaya Pat Kwa merah biru, melesat dari arah samping Ming Wang.
Ming Wang terpaksa harus menghentikan serangannya, bila tidak ingin di lukai secara konyol oleh serangan dadakan itu.
Ming Wang mengalihkan serangan nya, untuk menyambut cahaya Pat Kwa merah biru.
"Blarrr...!!"
Karena tidak siap tubuh Ming Wang terpental jauh bagaikan layang layang putus..
Separuh tubuhnya beku, separuh lagi hangus terbakar.
Sebuah bayangan berkelebat cepat menghampiri si gadis baju putih, ketika tubuh Ming Wang terpental.
Sebelum gadis itu sadar apa yang terjadi, sebuah jubah luar sederhana telah menyelimuti diri nya.
Lalu tubuhnya di gendong terbang masuk kedalam hutan bambu.
Gadis itu sangat terkejut saat melihat siapa penyelamat, yang sedang menggendong dirinya.
teriak si gadis baju putih kaget.
"Sabar nona saat ini bukan waktunya kita bertengkar.."
"Musuh terlalu kuat, kita harus segera cari tempat sembunyi.."
ucap Fei Yang cepat.
Gadis baju putih yang ingin marah, terpaksa menelan kembali kemarahan nya.
Ucapan Fei Yang sangat masuk akal, bila saat ini dia meributkan hal itu, ada kemungkinan mereka akan tertangkap oleh musuh.
Hal ini siapapun tidak akan bisa menarik keuntungan dari sana.
Dia dan Fei Yang pasti akan celaka di tangan si rambut merah.
Dengan wajah merah menahan malu, si gadis baju putih pun berkata,
"Jangan sembarangan lari, ikuti petunjuk ku..5 langkah kedepan belok kanan..!"
"Sepuluh langkah kedepan belok kiri..!"
3 langkah kedepan mundur kebelakang lima langkah belok kiri..!"
Perintah gadis baju putih itu memberi petunjuk ke Fei Yang.
__ADS_1
Fei Yang mengikuti petunjuk gadis itu tanpa banyak pikir.
Setiap dia membelok mundur atau pun maju.
Dengan ajaib pohon bambu yang tumbuh rapat itu, akan bergeser memberi jalan untuknya lewat.
Dengan mudah berdasarkan petunjuk gadis itu, Fei Yang akhirnya berhasil keluar dari hutan bambu menyesatkan, yang bambunya bisa bergerak gerak sendiri.
Sedangkan di belakang mereka sana, Ming Wang yang berhasil menstabilkan kuda kudanya.
Dia dan Xu Da langsung melesat kearah Fei Yang, yang telah menghilang kedalam hutan bambu.
Tapi saat mereka tiba di tepi hutan bambu Xu Da yang ingin melangkah masuk kedalam hutan tersebut.
Bahunya di tahan oleh Ming Wang.
"Tunggu Xu Da..!"
"Hutan ini mencurigakan, jangan masuk dulu kedalam..."
ucap Ming Wang mengingatkannya dengan perasaan curiga.
"Kamu lihat hutan ini, selain bunyi gemerisik suara pergesekan dedaunan."
"Tidak ada pergerakan binatang apapun di dalam sana, baik suara burung maupun suara binatang lainnya, tidak ada yang terdengar sama sekali.."
"Ini hanya menunjukkan satu hal, yaitu hutan ini sangat berbahaya, sehingga tidak ada mahluk yang bersedia tinggal di dalam sana..."
"Tapi bocah itu masuk kedalam kak..bila tidak segera kita temukan, dia kelak bisa menjadi ancaman besar buat kita...."
ucap Xu Da tidak rela melepaskan Fei Yang.
"Xu Da coba kamu lihat ini.."
ucap Ming Wang sambil melepaskan sebuah pukulan kearah pohon pohon bambu di pinggir hutan.
Sebuah bola api melesat kearah hutan bambu, pohon bambu di pinggir hutan langsung bergerak kesamping kiri dan kanan.
Memberi jalan agar cahaya bola api itu lewat, setelah bola api itu lewat, pohon bambu di sana langsung kembali merapat.
Di sana pun kembali seperti semula, tidak terlihat lagi ada jalan, sepanjang mata memandang hanya ada hamparan pohon bambu .
Ming Wang terbang ke udara menangkap seekor burung yang sedang terbang melintas diatas nya.
Lalu dia melempar burung tersebut masuk.kedalam hutan bambu.
Setelah burung itu terlempar masuk kedalam hutan bambu tersebut.
Di tunggu hingga beberapa saat burung itu seolah olah lenyap di telan hutan bambu itu.
Tidak pernah muncul kembali dari dalam hutan, padahal burung adalah hewan yang bisa terbang.
Dalam kendaraan normal, dia Pasti akan terbang keluar dari dalam hutan itu
__ADS_1