
Pemimpin itu melayang terbang di udara melewati rombongan perampok, yang ingin menghalanginya, dengan menjejak kepala mereka.
Terus terbang mendekati ketiga pimpinan perampok bersenjata pedang gigi serigala.
Sebelum dirinya tiba dari jarak tiga meter pimpinan pengawal itu sudah menebaskan pedangnya kearah tiga pimpinan rampok itu.
Seberkas cahaya putih bergerak melengkung mengejar kearah tiga pimpinan rampok, yang masing-masing baru menghabisi seorang pengawal expedisi bangau putih.
Ketiga perampok itu langsung memalangkan pedang mereka, untuk menangkis energi tebasan pedang tersebut.
"Tranggg,..!!"
Ketiga pimpinan perampok itu terdorong mundur,.mereka segera mengatur kuda kuda.
Setelah itu mereka bertiga kembali melesat kedepan, untuk menyambut kedatangan pimpinan pasukan kerajaan itu.
Pimpinan pasukan kerajaan kembali melesat menyerang ketiga orang lawannya, dengan menggetarkan pedangnya menjadi tiga cahaya yang menusuk kearah tenggorokan ketiga orang itu.
Tapi ketiga pimpinan itu juga tidak lemah, mereka dengan cepat bergerak menangkis dan membalas menyerang balik dengan pedang gigi serigala mereka dari 3 arah.
"Trang,...Trang,...Trang,..!"
"Sing,..Sing,..Sing,..!'
Pimpinan pasukan kerajaan itu, terpaksa menarik kembali pedang pelanginya untuk menangkis serangan dari tiga arah, bunga api berpijar saat keempat pedang bertemu di udara.
"Trang,...Trang,...Trang,..!"
Pimpinan pasukan kerajaan setelah berhasil mementalkan tiga pedang lawannya, dengan gerakan secepat kilat.
Pedang ditangan kanan di tusukkan kearah tenggorakan lawan pertama, kaki kiri menendang kearah dada lawan kedua.
Tangan kiri melepaskan pukulan jarak jauh kearah.wajah lawan ketiga.
"Sing,..!"
"Dess,..!"
"Plak,..!"
kepala rampok pertama membuang diri kebelakang menghindari tusukan pedang.
Kepala rampok kedua menangkis dengan tangan kirinya kearah serangan kaki kiri kepala pimpinan pasukan kerajaan.
Kepala rampok ketiga juga menyambut serangan telapak tangan beradu dengan telapak tangan.
"Wudd,..!'
"Dess,..!"
"Plak,..!"
Setelah masing masing terpental mundur, mereka kembali maju saling bergebrak, jurus demi jurus di lepaskan, untuk saling serang.
__ADS_1
Jurus terbaik terkuat masing masing dilepaskan untuk berusaha menekan dan mengalahkan lawan.
Tapi masing masing masih sama kuat, belum terlihat adanya tanda-tanda siapa yang menang siapa yang kalah.
Jelasnya pimpinan pasukan kerajaan lebih kuat dan gesit,.tapi berhubung lawannya adalah tiga orang.
Dia kesulitan memanfaatkan keunggulan nya menahlukkan ketiga lawannya.
Situasi berbeda terjadi pada ketiga bawahannya yang juga mengenakan seragam pasukan kerajaan.
Ketiga bawahannya kini telah tewas terkapar diatas tanah bersimbah darah.
Begitu pula dengan para pengawal ekspedisi bangau putih, mereka semua juga sudah tewas dengan jasad malang melintang diatas tanah.
Kini para perampok sedang bergerak mengepung kereta.
Sedangkan puluhan perampok yang bersenjatakan tombak bermata gigi serigala, kini mereka maju membantu pimpinan mereka.
Mengepung kepala pimpinan pasukan kerajaan yang bertahan sendirian.
Di bawah kepungan itu konsentrasinya pecah, paha punggung dan bahunya mulai terluka oleh serangan tombak bermata serigala.
Meski dia berhasil menendang 4 orang perampok bersenjata tombak bermata gigi.serigala.
Tapi itu tidak cukup membantunya mengurangi tingkat serangan para pengepungnya.
Di saat kritis itu, didepan kereta muncul Yue Feng yang mengerahkan tenaga sakti Qian Kun Im Yang Sen Kung memukul mundur para perampok yang sedang berusaha mendekat kearah kereta.
Sebuah bayangan Pat Kwa raksasa muncul mementalkan para perampok hingga jatuh tumpang tindih.
Dia menotok roboh puluhan perampok dengan totokan 1 jari warisan keluarganya.
Beberapa saat kemudian hampir seratus perampok berdiri mematung ditempat tidak bisa bergerak semua terkena totokan Yue Feng
Para perampok sisanya yang tinggal puluhan orang, langsung melarikan diri ketakutan kedalam hutan.
Kini di tempat itu hanya tersisa si pimpinan kepala pasukan sedang menghadapi keroyokan lawan lawannya.
Yue Feng segera terbang ke arena kedua, untuk membantu pimpinan pasukan kerajaan itu.
Kedatangan Yue Feng langsung di sambut tusukan tombak gigi serigala.
Kini arena pun terpecah dua, pimpinan pasukan, kembali menghadapi 3 pemimpin perampok gunung.
Sedangkan Yue Feng, kini berhadapan dengan puluhan perampok bersenjata tombak gigi serigala, yang mengepungnya.
Puluhan perampok itu sambil berteriak keras, mulai menyerang Yue Feng dengan tusukan tombak mereka.
"Hyaattt,... Wuss,.. Wuss,.. Wuss,... Wuss,...!
Tapi Yue Feng dengan gesit berseliweran disekitar mereka, sambil memberikan totokan jari kearah para penyerangnya.
Dalam sekejab mata puluhan orang itu kini berdiri mematung.
__ADS_1
Melihat situasi tidak menguntungkan dengan kehadiran Yue Feng yang sakti.
Ketiga pimpinan rampok memberikan serangan bertubi tubi kearah kepala pimpinan pasukan, memaksanya melompat mundur menjauh.
Lalu mereka bertiga melarikan diri kedalam hutan.
Tapi gerakan mereka bertiga terhenti, tubuh mereka tumbang keatas tanah bagaikan batang pisang roboh.
Saat seberkas sinar merah melesat mengenai kepala ketiga orang kepala rampok tersebut.
Serangan itu berasal dari Ye Hong Yi yang dari tadi berdiri.tenang di sebelah Fei Yang mengamati situasi pertempuran.
Atas saran Fei Yang dia dan Hong Yi sengaja tidak turun tangan membantu, mereka memberikan kesempatan ini buat Yue Feng berlatih.
Saat melihat ketiga kepala rampok yang menjadi sumber masalah hendak kabur.
Yue Feng tidak keburu mencegahnya, Hong Yi baru bergerak menyelesaikan mereka.
Setelah melihat situasi sudah kondusif, kepala pimpinan pasukan itu buru buru memberi hormat kearah Yue Feng dan berkata,
"Aku Zhan Chau mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya atas pertolongan Sauw Sia."
"Bila hari ini tidak ada Sauw Sia, takutnya aku dan tuan ku beserta keluarganya, akan tertimpa petaka ditempat ini.."
Yue Feng membalas penghormatan Zhan Chau dan berkata,
"Kakak Zhan jangan panggil aku Sauw Sia aku tidak berani menanggungnya.."
"Nama ku Yue Feng, kakak Zhan boleh panggil apa saja bukan masalah.."
ucap Yue Feng membalas penghormatan Zhan Chau.
Zhan Chau menatap Yue Feng dengan kaget dan berkata,
"Marga mu Yue nama mu Feng,..jangan,.. jangan,.. kamu adalah Cucu panglima Yue Fei Yang mulia.."
Yue Feng menghela nafas panjang menatap kearah langit dengan sedih dan berkata,
"Dahulu mulia dalam sesaat berubah menjadi penghianat negara,..sungguh patut di benci dan sangat menyedihkan."
Fei Yang menoleh kearah Zhan Chau dan berkata,
"Sebagai abdi negara, bila kamu ingin menangkap ku, itu adalah wajar, karena itu tugas mu.."
"Aku tidak akan memungkirinya, aku memang cucu Yue Fei.."
Yue Feng bersiaga menghadapi segala kemungkinan sambil menatap tajam kearah Zhan Chau.
Tapi Zhan Chau tidak bereaksi, dia hanya menatap Yue Feng dengan sepasang mata berkaca-kaca .
Tiba tiba Zhan Chau menjatuhkan diri berlutut di hadapan Yue Feng dan berkata,
"Aku Zhan Chau pernah beruntung mendampingi panglima Yue, bertempur bersama beberapa tahun.."
__ADS_1
"Panglima Yue punya kesetiaan, sampai mati pun Zhan Chau tidak akan pernah ragu."