PENDEKAR API DAN ES

PENDEKAR API DAN ES
BERENCANA KEMBALI KE XI XIA


__ADS_3

Fei Yang membuka kembali matanya, Perlahan-lahan dia melepaskan diri dari ciuman Xue Lian.


Di menatap sepasang mata Xue Lian lekat lekat dan berkata pelan,


"Terimakasih istri ku, aku sudah ingat kembali sekarang.."


"Maafkan sikap ku tadi, kamulah istri ku, kamu juga adalah wanita yang paling ku cintai di dunia ini.."


"Perasaan ku tidak salah, pantas saja selama ini aku selalu merasa kita punya keterikatan perasaan yang kuat ."


"Kamu selalu hadir dalam mimpi mimpi ku, dan kedua benda ini adalah bukti cinta kita."


ucap Fei Yang sambil mengeluarkan patung dan kantung wewangian dari saku bajunya.


Xue Lian mengangguk dengan gembira, saking bahagianya dia sulit menahan air matanya yang jatuh bergulir di pipinya.


Fei Yang dengan gerakan lembut menggunakan jari jempolnya untuk menghapus sisa airmata yang menggantung di pipi istrinya.


Lalu dengan penuh perasaan, dia kembali mendaratkan ciuman nya, untuk meluapkan perasaan nya.


Kedua orang tua Xue Lian berdiri agak jauh dari sana, mereka ikut tersenyum bahagia, sambil saling berangkulan tidak mau kalah mesra dengan istri dan menantunya.


Fei Hsia tidak melakukan apapun, selain berdiri diam di sana, sambil menahan Isak tertahan dengan sepasang mata terpejam.


Fei Yang setelah puas melepaskan perasaan nya, dia berkata,


"Istri ku,..dalam hal ini anggap lah aku yang salah.."


"Maukah kamu memaafkan dia dan tidak memperpanjang masalah ini lagi..?"


"Bagaimana pun selama aku terluka dan amnesia, dia lah yang merawat dan menjaga ku.."


"Tidak ada jasa Budi, setidaknya juga ada jasa kerja pahitnya.."


Xue Lian menatap Fei Yang dan berkata,


"Suami ku jujurlah, apa di antara kalian telah terjadi sesuatu..?"


"Bila terjadi kamu harus bertanggung jawab padanya.."


Fei Yang sambil tersenyum lembut menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Bayangan mu selalu muncul dalam pikiran ku, bagaimana mungkin aku dan dia bisa melakukan hal yang menyalahi mu..?"


"Tidak sayang di antara kami benar benar tidak ada apa-apa.."


Xue Lian menghela nafas lega dan berkata,


"Aku percaya padamu, baiklah aku tidak akan memperpanjang masalah ini lagi.."


"Kamu pergilah bicarakan baik baik dengan nya, sebelum kita berangkat meninggalkan pulau ini.."


Fei Yang menarik Xue Lian kedalam pelukannya memeluknya dengan erat dan berkata,

__ADS_1


"Kamu adalah yang terbaik dalam hidupku, bisa bertemu dengan mu adalah keberuntungan terbesar dalam hidupku.."


Fei Yang mencium kening istrinya dengan lembut, sebelum dia melepaskan pelukannya.


Fei Yang menoleh kearah Fei Hsia dan berkata,


"Fei Hsia,.. aku menunggu mu di pondok, ada yang perlu kita bicarakan.."


Fei Yang selesai berkata, dia langsung melayang ringan menuju pondok tempat tinggal nya bersama Fei Hsia, selama beberapa waktu ini.


Fei Hsia menatap Fei Yang dengan tatapan mata pilu di penuhi rasa bersalah.


Dia mengangguk kecil, tanpa berani melihat kearah Xue Lian.


Dia langsung terbang menghilang dari sana menyusul Fei Yang.


Fei Yang berdiri di depan pintu pondok menunggu kedatangan Fei Hsia.


Setelah Fei Hsia tiba di sana, mendarat ringan di hadapannya.


Fei Yang pun berkata Hsia Mei, mari kita duduk dan berbicara dengan pikiran tenang.


Fei Hsia menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Kakak Yang, tidak ada yang perlu di bicarakan lagi.."


"Dalam hal ini dari awal hingga akhir aku lah yang bersalah.."


"Aku mencintai seorang yang tidak boleh dan tidak seharusnya ku cintai.."


"Aku sudah siap menerima segala resiko dan konsekuensinya.."


"Aku mengerti kakak Yang pasti merasa tidak enak hati dengan apa yang pernah terjadi di antara kita.."


"Saat ini kakak Yang pasti ingin membahas hal itu.."


"Kakak Yang tak perlu khawatir, sekalipun malam itu terjadi sesuatu di antara kita, aku juga tidak akan menuntut apapun dari kakak Yang.."


"Sekarang kakak Yang boleh pergi, aku doa kan dan ucap kan selamat untuk kalian berdua.."


ucap Fei Hsia sambil menatap Fei Yang dengan perasaan campur aduk.


Fei Yang berdiri diam mendengarkan semua yang di katakan oleh Fei Hsia dengan penuh simpati.


Dia merasa kasihan dan bersimpati dengan Fei Hsia, tapi dia tidak mungkin bisa membalas perasaan Fei Hsia.


Karena yang dia cintai jelas bukan Fei Hsia, perasaannya yang terikat kuat oleh Xue Lian, selama nya tidak akan pernah bisa tergantikan oleh siapapun juga.


Sambil mengeraskan hati nya Fei Yang berkata,


"Baiklah jaga diri mu baik baik."


"Meski kita tidak bisa bersama, aku dengan tulus sungguh berharap kita tetap bisa menjadi sahabat baik. "

__ADS_1


"Sampai jumpa.."


Setelah berkata, tanpa menunggu jawaban dari Fei Hsia.


Fei Yang sudah melayang meninggalkan pondok unik yang di bangun diatas pohon tersebut.


Fei Yang melayang pergi meninggalkan semua kenangan kebersamaan bersama Fei Hsia, yang pernah dia kira adalah istrinya.


Begitu Fei Yang pergi, Fei Hsia langsung terjatuh duduk bersimpuh didepan pondok.


Dia hanya bisa menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangannya, sambil menangis seorang diri di sana.


Dia juga sadar cintanya adalah suatu kesalahan, yang akan membawa penderitaan dan kesedihan untuk nya.


Dia sudah lama mempersiapkan diri untuk menerima dengan pasrah segala konsekwensinya.


Tapi saat kenyataan itu datang, dia tetap sulit menangani perasaan sakit dan sedih di hatinya.


Kini mungkin hanya waktu yang bisa menyembuhkan kesedihan nya.


Tapi untuk menghilangkan perasaan terhadap Fei Yang dan membuka hatinya menerima yang lain rasanya agak sulit.


Fei Yang melayang ringan, langsung menuju kapal yang siap berangkat meninggalkan pulau tersebut.


Kapal tersebut kebocorannya sudah di tambal dan di perbaiki, siap menempuh perjalanan kembali ke daratan tengah.


Fei Yang mendarat ringan di sisi Xue Lian yang sedang berdiri di anjungan kapal, menatap kearah lautan luas, bermandikan cahaya mentari pagi yang hangat.


Fei Yang mengulurkan tangannya merangkul pundak istrinya, sedangkan Xue Lian melingkarkan tangannya di pinggang Fei Yang.


"Kakak Yang kemana tujuan kita selanjutnya ?"


tanya Xue Lian sambil menoleh kearah Fei Yang.


Fei Yang menatap kearah lautan luas dan berkata,


"Ke Xi Xia, aku sudah lama meninggalkan tempat itu.."


"Sudah saatnya aku membawa mu kembali kesana, menemui kedua orang tua ku, sekaligus melangsungkan acara pernikahan kita di sana."


Xue Lian menatap Fei Yang dengan serius dan berkata,


"Kakak Yang aku sejak kecil jarang bergaul dengan orang lain."


"Berbagai adat dan sopan santun istana..aku sama sekali tidak paham, aku agak takut tidak bisa menyesuaikan diri.."


ucap Xue Lian gugup.


Fei Yang tersenyum dan berkata, "Kamu tenang saja, kita cuma kesana melangsungkan pernikahan saja, tidak akan lama di sana.."


"Kalaupun kamu betah, aku yang tidak betah ."


"Aku lebih suka hidup bebas seperti ini, berpetualang dan berkelana kemanapun hati kita suka.."

__ADS_1


"


__ADS_2