
Tiba-tiba sebuah bayangan besar menutupi mereka dari atas, sehingga cuaca yang tadinya cerah tiba-tiba jadi mendung dan gelap.
Saat Fei Yang melihat keatas, dia sangat terkejut melihat hewan terbang aneh, yang sangat besar.sedang terbang di atas mereka.
Hewan apa pula ini,? Naga gak mirip Naga, burung gak mirip burung, bangau pun gak mirip.
Ini seperti burung langka jaman kuno, bagaimana bisa tiba-tiba ada di tempat ini.?
Batin Fei Yang dalam hati, dipenuhi oleh rasa heran.
"Ha..ha...ha..ha...!!"
"Nyali mu sungguh besar, berani membunuh hewan peliharaan ku..!
"Lekas bayar ganti rugi dan kembalikan mutiara emas kodok ku, atau jangan harap bisa pergi dari sini..!"
ucap sebuah suara.dari atas punggung burung aneh itu.
Fei Yang sangat kaget, dengan keberadaan orang yang berada diatas burung aneh itu.
Rajawali emas memekik marah kemudian menerjang ke atas,. berusaha mencakar dan mematuk mahluk di atasnya.
Mahluk itu melayani serangan rajawali emas, dengan memuntahkan semburan api merah, untuk menghalau serangan rajawali emas.
Rajawali emas, sangat terkejut, dia terpaksa bergerak bermanuver kesamping kanan.
Sehingga semburan api merah lewat di samping badan nya.
Melihat Rajawali Emas nya dalam kesulitan, menghadapi burung aneh.
Fei Yang membantu menghalau serangan burung aneh dengan melepaskan pukulan es semesta.
Pukulan yang Fei Yang lepaskan tiba tiba tepat menghantam moncong burung aneh, yang sedang menyemburkan api.
Moncong burung aneh itupun tersegel oleh lapisan es tebal, hingga apinya padam, burung aneh itu terkejut dan panik.
Sehingga gerakannya menjadi liar dan oleng, tapi tuan yang ada di punggungnya, bergerak sigap dengan satu kibasan tangan nya, yang mengeluarkan cahaya hijau.
Paruh burung aneh itupun pulih kembali ke asal.
Pria yang duduk di punggung burung aneh sangat marah dan berkata,
"Anak muda besar sekali nyali mu, berani membunuh hewan peliharaan ku, sekaligus melukai burung kesayangan ku.."
__ADS_1
"Lihat ini,... rasakan..!"
Pria itu langsung membentuk sebuah perisai kuno berwarna kehijauan.
Lalu dia mendorong perisai berwana kehijauan kearah Fei Yang sambil berkata,
"Ini rasakan...!!"
Diagram kuno itu bergerak cepat mengurung, dan menekan pergerakan Fei Yang dan Rajawali Emas.
Diagram mengeluarkan sinar hijau itu menyinari sekitar tempat Fei Yang dan Rajawali Emas berada.
Pergerakan Rajawali Emas, menjadi lemah dan lambat, tubuh mereka, kini merosot turun kebawah tak terkendali.
Melihat hal ini Fei Yang pun kembali beraksi, dengan mengerahkan tenaga api dan es semesta ke sepasang pedang di kedua tangan nya.
Fei Yang melepaskan Tebasan silang kearah, Diagram bercahaya kehijauan itu, menghancurkannya sebelum kemudian melesat menyerang tubuh burung aneh, dari bawah keatas, sekaligus mengincar penunggang burung aneh, yang berada diatas punggung burung itu.
Tentu saja penunggang burung itu tidak bisa tinggal diam, dia mengeluarkan sebuah tongkat bermata kapak, lalu di putar putar untuk menangkis, serangan pedang Fei Yang.
Benturan pedang dan kapak terjadi di udara beberapa kali terjadi, menimbulkan angin kejut yang membentuk cakrawala merah biru hijau, yang membias membentuk sebuah lingkaran seperti cincin yang melebar.
Kini baik Fei Yang dan pria yang menghadang perjalanan nya, sama sama melayang di udara.
Mereka memutuskan meninggalkan hewan tunggangan mereka masing-masing.
Rajawali Emas dan burung aneh itu saling terjang saling kejar, mereka berdua terlibat perkelahian di tempat terpisah.
Tapi lawannya burung aneh itu, menang tenaga, terutama semburan api yang di lepaskan nya.
Sangat mengganggu Rajawali Emas, yang takut bulu bulunya yang indah hangus rontok terbakar.
Sedangkan di tempat Fei Yang dan pria itu, sebelum kembali saling menyerang.
Mereka berdua sama sama bersikap hati hati saling mengukur kekuatan lawan.
Dari beberapa benturan pertama tadi, masing masing bisa menilai kemampuan lawan dan diri mereka masing-masing.
"Paman katakan saja berapa harga kodok emas dan mutiara siluman'nya, aku akan membayarnya dengan harga layak."
"Kedua benda itu, tidak bisa ku kembalikan, karena aku sangat membutuhkan kedua benda itu, untuk menolong nyawa sahabat ku.."
ucap Fei Yang mengemukakan alasannya.
"Persetan..! hari ini bila kamu tidak mengembalikan nya padaku, aku Ouwyang Li tidak akan membiarkan mu pergi dengan mudah..."
ucap pria paruh baya itu sambil tersenyum sinis.
Fei Yang tersenyum pahit dan berkata,
__ADS_1
"Kalau begitu terserahlah, berhati-hati lah karena pedang kaki dan tangan ku tidak punya mata."
Fei Yang menyilangkan sepasang pedang api dan es nya di depan dada.
Siap menyambut serangan tongkat bermata Kampak milik Ouwyang Li.
Ouwyang Li tertawa dan berkata,
"Bagus cukup bernyali dan bertanggungjawab.."
"Lihat serangan..!'
ucap Ouwyang Li.
Sambil memutar-mutar tongkatnya yang berwana kehijauan di sekitar badannya.
Dia mulai melepaskan serangannya kearah Fei Yang, energi cahaya hijau yang berbentuk bayangan Kampak, mulai melesat kearah Fei Yang
Fei Yang menyambut nya dengan tarian pedang Naga es Phoenix api.
Seluruh tubuh Fei Yang di kelilingi oleh cahaya merah biru, yang membentuk perisai pelindung, melindungi seluruh tubuh Fei Yang
Sedangkan sepasang pedang api dan es berubah menjadi bayangan Naga biru dan Phoenix merah.
Bergerak menyambut titik terlemah dari serangan bayangan Kampak hijau.
Setiap energi Kampak hijau terkena tusukan dari pedang api dan es, cahaya Kampak hijau akan langsung lenyap.
Setelah serangan cahaya energi Kampak hijau lenyap, Fei Yang mulai bergerak menyerang Ouwyang Li, dengan sepasang pedang nya yang membentuk bayangan Naga dan Phoenix.
Dari pertempuran jarak jauh, perlahan-lahan, kini berubah menjadi pertempuran jarak dekat.
Suara senjata beradu berdentangan, setiap pedang dan tongkat bermata Kampak beradu diudara.
Tranggg...Tranggg...tranggg...!!"
Pertempuran diudara, kini di lanjutkan kembali di darat, Fei Yang dan Ouwyang Li tetap saling serang.
Masing masing memiliki pergerakan yang unik dan sulit ditebak.
Tapi setelah seratus jurus berlalu, Ouwyang Li mulai terdesak dan terpaksa main mundur, karena Fei Yang telah menemukan titik lemah jurus tongkat bermata Kampak yang diselimuti cahaya hijau itu.
Jurus tongkat pengaduk dunianya, tak berkutik di hadapan Fei Yang, baju di bagian dada dan punggungnya mulai robek, kulit tubuhnya juga mulai banyak terkena goresan pedang Fei Yang.
Tapi kakek itu belum mau menyerah, dia masih tetap berusaha mati matian mempertahankan diri.
Dalam keadaan terdesak hebat, tiba-tiba Ouwyang Li merubah cara bertempur nya.
Tongkat bermata kampak Ouwyang Li bergerak tanpa di pegang, dia bergerak mengikuti pergerakan kedua tangan Ouwyang Li.
__ADS_1
Berputar-putar mengincar seluruh tubuh Fei Yang, setiap di tangkis tongkat itu akan kembali membalas, dengan kekuatan dua kali lipat.
Sementara itu sepasang tangan Ouwyang Li, yang mengeluarkan cahaya kehijauan, terus bergerak menyerang Fei Yang dari delapan penjuru mata angin.