
Ucapan si jenggot kambing, mendapatkan sambutan suara tertawa dari rekan nya yang lain.
Si wajah berbulu, tentu tidak terima, dia segera berkata,
"Kamu ini paling bisa aja menyela, dan mencela.."
"Dengar dulu cerita orang sampai habis, baru melontarkan kritikan juga belum terlambat.."
"Dasar petualang 5 kaki.."
ucap nya membalas sambil tertawa.
"Apa itu petualang 5 kaki ?"
tanya seorang yang paling muda, diantara mereka.
Sambil tertawa salah satu dari kelima orang itu, yang berbadan kurus kecil, mukanya lancip mirip tikus, berkata,
"Petualang 5 kaki, maksudnya adalah, dia cuma pergi meninggalkan rumah tak lebih dari 5 kaki jaraknya..Ha...ha...ha..ha..!"
Suara tertawa mereka pun memenuhi kedai, diantara mereka ber 5 hanya si jenggot kambing yang mati kutu gak bersuara lagi.
"Kok bisa ?"
tanya orang paling muda itu heran.
"Ha...ha..ha..!"
si wajah berbulu sambil tertawa keras, lalu berkata.
"Kalau itu kamu harus tanya pada istrinya yang perkasa itu,.."
ucap si wajah berbulu sambil tertawa.
Yang lainnya kembali ikut tertawa, si jenggot kambing semakin kesal.
Dia lalu memukul meja dan berkata,
"Ya sudah kalau kalian mau dengerin bualan si muka monyet.."
"Kalau aku sih lebih baik pulang tidur.."
ucap si jenggot kambing kesal.
"Ha..ha..ha.. pura-pura kesal dan banyak alasan, bilang aja mau pulang nyiumin ketek bini mu.."
ucap si muka bulu makin jadi jadi.
Tapi si jenggot kambing tidak menghiraukannya, dengan hati mangkel dia pun langsung meninggalkan kedai, dan rekannya yang masih ngobrol di sana.
Fei Yang masih terus mendengarkan sambil memakan masakan pesanan nya yang sudah datang.
__ADS_1
Si wajah berbulu kembali melanjutkan ceritanya, dan berkata,
"Sudah jangan hiraukan si jenggot kambing yang takut bini itu.."
"Yang ku katakan tadi benar adanya, aku memang menemukan kodok emas Padang gurun Takelamagan."
"Aku berhasil lolos bukan karena aku hebat, itu karena kodok itu sedang berhadapan dengan seekor rajawali raksasa berbulu merah."
"Makanya aku berhasil menyelamatkan diri.."
ucap si wajah berbulu, dengan wajah penuh rasa syukur.
"Lalu, kodok emas melawan Rajawali merah siapa yang menang ?"
tanya pria paling muda itu penasaran.
Si wajah berbulu menjitak kepala orang paling muda itu dan berkata,
"Dasar bloon, kalau sampai mereka selesai bertarung, apa aku masih bisa bercerita di sini..?"
"Kalau kamu ingin tahu, pergi aja sendiri kearah tenggara sana.."
Berbeda dengan respon ketiga rekannya, Fei Yang yang mendengar hal itu, langsung meletakkan uangnya di atas meja.
Lalu dia pun keluar dari kedai tersebut terus berjalan menuju kearah tenggara.
Begitu berada di tempat sepi,.Fei Yang langsung melesat keudara, mengendarai awan menuju arah tenggara.
Fei Yang mempercepat terbangnya menuju tempat tersebut, Fei Yang memperkirakan di situlah lokasi kodok Mas itu sedang berkelahi melawan Rajawali merah.
Setelah agak dekat jaraknya, suara pekik kemarahan rajawali mulai terdengar.
Selain itu juga ada suara kodok yang tidak mau kalah saing dengan pekik kemarahan rajawali.
Fei Yang dari ketinggian menatap kagum terhadap pertempuran dahsyat kedua hewan darat dan udara itu.
Kodok emas seluruh tubuhnya di lindungi oleh cahaya keemasan.
Dia memilih bertahan dan melakukan serangan balik, setiap Rajawali merah habis menyerang nya.
Sebaliknya rajawali merah selalu tanpa henti, berusaha menyerang dengan kedua cakar, paruh, hingga tamparan sayap dan ekornya.
Fei Yang dari atas sana melihat si rajawali merah, meski terus melakukan serangan.
Sebenarnya serangannya semakin lama semakin lemah. Fei Yang memperkirakan Si Rajawali merah itu ada kemungkinan terpengaruh oleh kabut beracun, yang terus di tiup kan oleh kodok emas itu.
Fei Yang sudah memperhatikan pergerakan kodok emas, dari tadi dia sudah menemukan kelemahan dari hewan berbahaya itu.
Dalam satu kesempatan, di mana rajawali merah yang terlihat mabuk, kurang waspada.
Sehabis menyerang dengan kedua cakarnya, yang tidak berhasil menembus kekebalan tubuh kodok emas.
__ADS_1
Kodok mas menggunakan lidahnya yang seperti karet,
bisa memanjang dan memendek, untuk melilit dan menarik leher Rajawali merah kebawah.
Lalu Rajawali merah di banting kekiri kanan ber kali kali, sambil terus di semburkan kabut beracun kearah kepala Rajawali itu.
Akhirnya Rajawali merah pun tergolek lemas, dengan lidah terjulur keluar, karena lehernya dicekik erat oleh lidah si Kodok emas.
Sebelum Kodok emas sempat berbuat lebih jauh, tiba-tiba lidah kodok emas yang membelit leher rajawali merah tersambar putus.
Kodok emas buru buru menarik kembali sisa lidahnya yang putus.
Kodok emas mengeluarkan suara,
"Krokkk...krokkk...Krokkk..!!!"
yang sangat nyaring, sambil terus melihat keatas.
Kodok emas sangat marah ada yang berani menyerang nya, dari angkasa.
Fei Yang melayang turun dari balik awan, dialah yang tadi melepaskan pedang es, menggunakan serangan pengendalian pedang jarak jauh.
Yang pernah dia pelajari dari perpustakaan di puncak Naga biru, sewaktu dia magang disana.
Pedang es sudah kembali kedalam genggaman tangan Fei Yang.
Melihat kemunculan Fei Yang, kodok emas dengan sangat marah langsung menerjang kearah Fei Yang.
Dia mementangkan mulutnya lebar lebar, siap menyemburkan asap keemasan kearah Fei Yang, sambil berusaha ingin mencaplok Fei Yang yang bertubuh jauh lebih kecil dari nya.
Tapi kodok emas menemukan tempat kosong, Fei Yang sudah menghilang dari sana.
Fei Yang sudah muncul ditempat lain, hanya ada pedang api yang menembus sebuah titik di bawah leher Kodok emas, yang mengeluarkan cahaya keemasan yang sangat pekat.
Tempat itu adalah tempat proses dan penyimpanan uap beracun, yang selalu di semburkan oleh kodok emas, untuk melumpuhkan lawan nya.
Begitu tempat tersebut di tembus oleh Fei Yang, otomatis semua uap beracun yang terkumpul di sana bocor keluar.
Tidak bisa di gunakan dan diproses lagi, oleh si kodok emas untuk menyerang lawannya.
Cahaya keemasan pelindung tubuh kodok emas dan kulitnya yang tebal, tidak sanggup menahan pedang api yang didukung oleh energi api semesta.
Fei Yang terbang menjauh, membiarkan kabut beracun di sekitar kodok emas menghilang dulu terbawa angin.
Fei Yang hanya menggunakan seragam kontrol pedang api dan es dari jarak jauh, untuk membombardir tubuh kodok emas, yang diselimuti oleh kabut beracun.
Kodok emas berusaha bertahan dari serangan, yang di lancarkan oleh Fei Yang.
Tapi kecepatan pergerakan Pedang api dan es sangat tinggi, dan sangat sulit ditebak arah serangan nya.
Akhirnya kodok emas, memutar tubuhnya, lalu masuk kedalam pasir, mencoba untuk melarikan diri.
__ADS_1
Tapi begitu dia mencoba meninggal kan kabut beracun, dan pergerakan nya terlihat oleh Fei Yang.