
Sedang menatap kearah nya dengan tubuh gemetaran menahan Isak, sepasang matanya yang indah berlinang air mata.
Wajah cantik yang pernah mengisi hatinya, pernah mengalami suka duka bersama, tak mungkin bisa Fei Yang lupakan begitu saja.
Meski kini masing masing berubah penampilannya.
Tapi mereka tidak mungkin sampai saling tidak mengenal satu sama lainnya.
Melihat Wen Wen dari seorang putri kaisar kini berubah menjadi seorang Biksuni.
Rasa penyesalan dan bersalah memenuhi perasaan Fei Yang.
Meski hubungan mereka telah berakhir, Fei Yang juga tidak tega melihat gadis yang masih muda itu, menyia nyia kan masa mudanya seperti ini.
Walaupun akhirnya mereka tidak bisa bersama, Fei Yang tetap berharap gadis itu bisa hidup dengan bahagia.
Fei Yang menoleh kearah Xue Lian, untuk memastikan reaksi istrinya.
Walau bagaimanapun Fei Yang tetap lebih mementingkan perasaan istrinya.
Tanpa persetujuan Xue Lian dia tidak bakal berani mendekati dan berbicara dengan Wen Wen.
Dengan Wen Wen itu sudah menjadi masa lalu, dengan Xue Lian lah masa depannya saat ini.
"Apa dia putri Wei Wen..? mantan mu itu ?"
tanya Xue Lian setengah berbisik, sambil menatap Fei Yang.
Fei Yang mengangguk pelan tanpa berkata apa-apa, dia hanya menatap mata Xue Lian dalam dalam.
Seolah ingin mencari tahu isi hati istrinya.
Xue Lian tersenyum lembut, dia memutar tubuh suaminya menghadap kearah Wei Wen, lalu mendorongnya maju.
"Pergilah,..aku percaya padamu.."
"Aku menunggumu bersama Kim Tiaw di atas sana.."
Setelah berkata pelan di samping telinga Fei Yang.
Xue Lian menjejakkan pelan kakinya, tubuhnya terbang keangkasa.
Dengan ringan Xue Lian sudah mendarat di punggung Kim Tiaw dan berbisik.
"Tiaw Siung, bawa aku berkeliling melihat pemandangan.."
Kim Tiaw mengangguk kecil, dia segera melakukan manuver, lalu terbang menjauhi tempat tersebut.
Fei Yang hanya bisa melepas kepergian istrinya dengan tatapan mata penuh terimakasih.
Melihat Xue Lian pergi dengan cara seperti itu, semua yang hadir di sana, menatap kagum kepada gadis cantik luar biasa itu.
__ADS_1
Wei Wen di dalam hati juga kagum luar dalam terhadap pasangan baru Fei Yang.
Dia tidak tahu sampai di mana hubungan Fei Yang dengan gadis itu.
Tapi dia harus akui, di banding dirinya, gadis itu lebih segala gala nya.
Bicara kemampuan dia jelas tidak mungkin bisa di bandingkan, bicara kecantikan dia juga kalah jauh.
Kebesaran hati, pengertian dan rasa percaya terhadap Fei Yang dalam hal inipun dia kalah.
Mau di tinjau dari sisi manapun, dia tetap tidak bisa menandingi gadis itu.
Wei Wen sadar sepenuhnya, gadis itu memang paling tepat untuk mendampingi pria sehebat Fei Yang.
Bersama dirinya, selamanya dia hanya akan menjadi beban bagi Fei Yang.
Wei Wen melompat turun dari kereta nya di bantu kusir kereta.
Dia berjalan dengan anggun menghampiri Fei Yang sambil berusaha tersenyum lembut.
Meski hati dan perasaan nya hancur, tapi di hadapan Fei Yang, Wei Wen tidak ingin menunjukkan nya.
Hubungan mereka berdua bisa sampai berada di tahap seperti sekarang ini, semua ini murni kesalahannya sendiri.
Dalam hal ini Fei Yang sedikitpun tidak bersalah padanya, Fei Yang sudah berusaha bertanggung jawab dan memenuhi semua janjinya.
Adalah dia sendiri yang telah menyia nyia kan perasaan tulus Fei Yang.
Setelah berdiri di hadapan Fei Yang Wei Wen berkata pelan,
Dia tidak berani melanjutkan bertanya, di dalam hati Wei Wen sedikit khawatir dirinya lah yang membuat Fei Yang seperti ini.
Fei Yang menggelengkan kepalanya dan berkata pelan,
"Tidak apa-apa, hanya kesalahan latihan saja.."
Mendengar jawaban Fei Yang Wei Wen pun merasa lega, tapi di saat bersamaan dia jadi khawatir.
Tanpa sadar Wei Wen maju setindak menunjukkan perhatiannya yang tidak terkontrol
"Kesalahan latihan,? apa kakak rasakan saat ini,? apakah ada yang terluka atau ada cedera di dalam sana..?"
tanya Wei Wen cemas, sambil mengulurkan tangannya menyentuh dada Fei Yang yang bidang.
Fei Yang tersenyum dan menggelengkan kepalanya,
"Aku tidak apa-apa, kamu tenang saja, tidak ada yang perlu di cemaskan.."
Fei Yang perlahan-lahan mundur satu tindak menjauh dari sentuhan lembut tangan Wei Wen.
Wei Wen jadi tersadar dari sikapnya yang tidak wajar barusan.
__ADS_1
"Maaf.."
ucap Wei Wen sambil menundukkan kepalanya merasa tidak enak hati.
Fei Yang terlalu hapal dengan sikap dan tingkah laku Wei Wen, bagaimana pun mereka pernah sangat dekat.
Jadi ikatan pertalian perasaan itu tidak mungkin hilang begitu saja.
Tapi saat ini dirinya sudah tidak bisa sebebas dulu lagi.
Dia harus menjaga dan bertanggungjawab atas kepercayaan yang Xue Lian berikan untuk nya.
Untuk menutupi rasa canggung antara mereka berdua, Fei Yang sambil menghela nafas panjang berkata,
"Mari kita jalan jalan ke. tepi sungai sana sambil ngobrol-ngobrol.."
Tanpa menunggu jawaban dari respon dari Wei Wen, Fei Yang langsung melangkah ke tepi sungai.
Wei Wen tanpa menjawab mengikuti langkah Fei Yang dari belakang dengan kepala sedikit tertunduk.
Fei Yang berdiri di bawah sebatang pohon yang besar dan rindang, sambil menatap kearah sungai, dia berkata,
"Wen Wen mengapa kamu harus pilih jalan ini ? mengapa kamu tidak mencoba untuk membuka lembaran hidup mu yang baru ?"
Wei Wen memalingkan wajahnya menatap kearah lain sungai, sedikit memunggungi Fei Yang.
Dia tidak ingin Fei Yang melihat wajahnya yang kembali basah airmata.
"Tidak apa-apa kak, jalan ini sangat baik, bisa menjauhkan ku dari perasaan cinta fana, yang lebih banyak membawa derita di banding kebahagiaan.."
"Membuka lembaran baru hanya akan menjerumuskan diri ku ke penderitaan dan kebahagiaan semu yang tiada akhirnya..'
ucap Wei Wen mengcopy paste, buku buku kitab agama yang pernah di bacanya.
Mudah di ucapkan sulit di laksanakan.
Alasan sebenarnya tentu saja dia tidak pernah bisa melupakan Fei Yang, baik sampai saat ini, maupun mungkin sampai akhir hidupnya nanti.
Dia melukai Fei Yang dulu secara fisik, tapi sebenarnya dia melukai hati dan perasaannya sendiri secara batin.
Luka fisik tentu bisa sembuh, berbeda dengan luka batin yang terkadang membutuhkan waktu yang jauh lebih lama untuk bisa sembuh.
Tapi semua itu hanya bisa Wei Wen simpan tidak mungkin dia ucapkan.
Kini Fei Yang sudah hidup berbahagia dengan gadis yang sangat sempurna dan tepat untuk nya.
Dia harus mendukung nya, mendukung kebahagiaan Fei Yang, mencintai bukan berarti harus memiliki.
Bisa melihat Fei Yang hidup bahagia, dia sudah harus cukup puas.
Setidaknya rasa bersalah di masa lalunya bisa sedikit berkurang.
__ADS_1
Dia tidak boleh egois, membuat Fei Yang bersedih hati dan merasa menyesal atas nasib dan masa depan nya.
Intinya dia tidak ingin menjadi beban buat Fei Yang lagi.