
Li Dan adalah orang terakhir yang memasuki benteng pertahanan, sebelum benteng pertahanan di tutup dengan rapat rapat dari dalam.
Setelah kepulan debu dan asap menghilang, kesepuluh jendral topeng besi.
Hanya melihat bayangan punggung Li Dan menghilang kedalam pintu gerbang yang sedang menutup.
Kesepuluh jendral itu segera kembali ke sisi Agoda, dan salah satu dari mereka yang melukai ratu Sabrina berkata,
"Musuh sudah berhasil mundur kedalam benteng,.Apa yang akan kita lakukan selanjutnya pangeran..?"
Agoda tidak menjawab, dia menoleh kearah Li Yuan Hao dan berkata,
"Kakak ipar,. sebenarnya apa yang terjadi ?"
"Kenapa benteng yang sudah di kuasai Shamoke,.bisa jatuh kembali ketangan mereka..?"
Li Yuan Hao yang berdiri di sebelah Agoda,.menghela nafas panjang dan berkata dengan kecewa,
"Ini yang di katakan, sepandai pandainya manusia berhitung."
"Masih kalah pandai perhitungan nya dengan langit, siapa akan menyangka.."
"Tiba tiba akan muncul seorang gadis nekat, mati matian berjuang sendirian melawan 5000 pasukan topeng iblis ku yang terlatih."
"Yang lebih menyebalkan lagi, gadis itu malah berhasil membunuh ke 4 wakil Shamoke, sebelum akhirnya.dia menghabisi shamoke.."
"Siapa gadis itu,? mengapa dia bisa punya kemampuan setinggi itu."
"Aku tahu persis kemampuan Shamoke dan keempat wakilnya itu.."
ucap Agoda heran.
Li Yuan Hao menghela nafas panjang dan berkata,
"Kemungkinan dia dan Li Dan yang tiba tiba jadi sakti,. ada hubungannya dengan Ping Huo Ta Sia, Li Fei Yang."
"Lagi lagi orang menyebalkan itu, mudah mudahan,Tuan muda Sie Men, Ouwyang Li dan Vipasana lhama, berhasil mencegahnya untuk datang kemari.."
ucap Agoda sedikit termenung.
Sesaat kemudian Agoda menatap kearah 10 orang itu dan berkata,
"Benahi pasukan mundur 3 Li dari benteng.."
"Bikin kemah dan pertahanan dengan baik, gunakan sandi sebagai tanda pengenal."
"Jaga dengan baik, bagian perbekalan jangan sampai ada penyusup yang mengacau di sana.."
"Kita berkemah 3 hari di sini, sambil menunggu 600.000 pasukan ayah ku datang.."
__ADS_1
"Siap pangeran.."
ucap ke sepuluh jendral topeng besi itu sambil memberi hormat dan mundur.
Sementara itu setelah Li Dan masuk kedalam benteng, karena Ratu Sabrina terluka parah,.belum siuman.
Kini wewenang pertahanan jatuh kedalam tangan nya.
Li Dan terlihat sibuk mengatur barisan pertahanan, baik di balik gerbang pintu kota Yin Chuan maupun di atas tembok kota.
Saat Li Dan sedang melakukan pemeriksaan kesiapan pasukan yang berjaga di balik pintu gerbang.
Salah satu ajudannya datang menghampirinya dan berkata,
"Jendral sebaiknya anda luangkan waktu sejenak, untuk menjenguk, gadis pendekar..yang telah berjasa besar, membantu kita merebut kembali, benteng kota Yin Chuan.."
Li Dan menatap kearah ajudannya dan berkata,
"Siapa gadis pendekar itu ? di mana dia sekarang..?"
Ajudannya menghela nafas panjang dan berkata,
"Tidak ada yang mengenalnya, dia terluka parah belum siuman, sekarang sedang di rawat di barak kesehatan.."
"Tapi herannya, menurut tabib Cai Ying, dia selalu tidak berhenti memanggil nama jendral.."
Mendengar ucapan ajudannya, hati Li Dan langsung tercekat, dia langsung buru-buru berlari kearah barak kesehatan.
Tapi Li Dan berusaha membantah dan berharap jangan Lan Yi.
Li Dan juga menghibur diri dengan membantah pikiran itu, bahwa Lan Yi saat ini ada di kediaman nya sedang merawat ibunya.
Jadi gadis pendekar yang terluka parah itu pasti bukan Lan Yi.
Saat Li Dan sampai di barak kesehatan khusus, yang memang sengaja di pisahkan oleh tabib Cai Ying, karena pasiennya adalah wanita.
Tabib Cai Ying adalah cucu dari kepala tabib istana.
Kepala Tabib istana sendiri dan teamnya, kini sedang berusaha menolong Ratu Sabrina yang nyawanya juga sedang diujung tanduk.
Untuk itu Cai Ying lah yang di utus kakeknya untuk membantu, perawatan dan pengobatan pasukan yang terluka.
Li Dan setelah masuk kedalam barak itu, melihat siapa yang sedang terbaring dalam keadaan mengenaskan dengan posisi tertelungkup dimana wajahnya terlihat pucat pasi.
Li Dan sepasang matanya langsung bercucuran air mata, dia sesaat hanya bisa berdiri bengong tidak tahu mau berkata apa.
Melihat beberapa baskom yang berisi handuk dan air penuh darah.
Li Dan pun tahu seberapa berat luka yang di alami calon istrinya itu.
__ADS_1
Li Dan akhirnya menoleh kearah Cai Ying dan berkata pelan,
Cai Ying seberapa parah kondisi istri ku ? aku mohon tolong selamatkan dia.."
Cai Ying tidak menyangka, ternyata gadis yang sangat cantik dan terbaring lemah di depannya adalah istri Li Dan.
Cai Ying menatap Li Dan dengan kaget, dan penuh tanda tanya.
"Kak,..kalian kapan...?"
Cai Ying tidak bisa menyelesaikan pertanyaannya, dia hanya sebentar melihat kearah Lan Yi sebentar menatap ke arah Li Dan dengan tatapan tak percaya.
Li Dan menghela nafas panjang dan berkata,
"Hal lain kita boleh bicarakan belakangan, nanti aku janji akan berikan penjelasan untuk mu.."
"Tapi untuk saat ini, yang terpenting adalah keselamatannya.."
ucap Li Dan serius.
Cai Ying menghela nafas panjang menahan guncangan perasaan di dalam hatinya.
Dahulu dia tahu hubungan Li Dan dan Sian Sian, dia masih menyimpan sedikit harapan.
Di mana dia yakin bila Fei Yang pulang, Li Dan pasti akan menjauhi Sian Sian demi tali persahabatan nya dengan Fei Yang.
Karena Sian Sian masih terikat tali perjodohan dengan Fei Yang.
Saat dia mendengar Fei Yang sudah kembali, hatinya pun sangat senang.
Tapi kini tiba tiba nongol gadis ini, yang di akui Li Dan sebagai istrinya.
Hatinya benar benar kaget sedih dan kecewa semua bercampur aduk.
Li Dan sendiri bukannya tidak tahu perasaan Cai Ying padanya, tapi saat ini dia tidak bisa punya waktu berpikir banyak.
Saat ini yang penting adalah menyelamatkan Lan Yi, yang telah mengorbankan segalanya,.demi menolong dirinya.
Sekarang Li Dan pun jadi jelas, mengapa gerbang kota, yang di kuasai oleh Pasukan Topeng Iblis, tiba tiba gerbangnya bisa terbuka sendiri..
Di mana saat mereka memasuki benteng kota, tidak lagi terlihat ada satu pun pasukan topeng iblis yang menghadang langkah mereka.
Bila bukan Lan Yi seorang diri maju berkorban hingga terluka hingga seperti ini..
Mungkin mereka semua sudah menjadi mayat tanpa kubur di depan benteng Yin Chuan.
Berpikir sampai di situ, Li Dan sudah tidak sanggup menahan diri nya, dia langsung menjatuhkan diri berlutut di depan Cai Ying dan berkata,
"Cai Ying seumur hidup kakak tidak pernah memohon kepada siapapun, sekali ini anggaplah kakak mohon pada mu, tolong selamatkan lah dia.."
__ADS_1
Li Dan menundukkan kepalanya dalam dalam, dengan airmata bercucuran jatuh menetes keatas lantai di hadapannya.
Melihat yang di lakukan oleh Li Dan , Cai Ying sangat terkejut , tapi di samping itu, dia juga merasa sedikit iri dengan keberuntungan Lan Yi