
Fei Yang tidak banyak bantah, dia langsung terbang menuju puncak gunung yang lain.
Ternyata si Topeng besi menunjuk kearah gunung itu bukan tanpa maksud.
Karena dari tepi tebing sebelah sini, untuk menuju tepi tebing gunung di sebarang sana, telah di sediakan seutas tali rantai baja.
Fei Yang melesat terbang ke seberang tebing sana, tanpa menyentuh tali rantai di bawahnya, tubuhnya melayang ringan mendarat di tebing gunung di seberang sana.
Fei Yang sambil menunggu kedatangan si Topeng besi, dia berkeliling melihat lihat area di sekitarnya.
Di puncak sini tempatnya jauh lebih luas dan lapang, ketimbang puncak tempat tinggal si topeng besi.
Fei Yang mengambil tempat duduk di bawah sebatang pohon besar yang tidak memiliki daun.
Dahan dan cabang-cabang pohon itu, hanya di hiasi oleh bunga bunga salju saja.
Fei Yang mengambil posisi duduk bersila, mengatur pernafasan, menyerap hawa Chi murni di sekitar tempat itu, untuk meningkatkan kekuatan nya.
Beberapa waktu berlalu, hingga menjelang malam, saat seluruh puncak hanya di terangi oleh cahaya rembulan.
Fei Yang membuka sepasang matanya mengakhiri latihan nya, menatap kearah sosok pria topeng besi yang tidak tahu dari kapan sudah hadir di sana.
Pendengaran Fei Yang yang tajam sama sekali tidak mendeteksi suara langkah pria bertopeng besi, yang hadir di depan nya.
Ini menunjukkan betapa tingginya kemampuan ilmu meringankan tubuh, si topeng besi yang sulit di ukur.
Hanya insting Fei Yang yang merasakan adanya kehadiran seseorang di dekatnya.
Fei Yang memberi hormat kearah pria itu dan berkata,
"Selamat datang senior, apa sekarang kita sudah boleh memulainya..?"
"Silahkan saja,."
ucap Yang Jian dengan suara datar.
Dia tidak terlihat memasang kuda-kuda, hanya berdiri santai sambil menggendong kedua tangannya di belakang.
"Maaf junior terpaksa menyinggung anda, lihat serangan..!"
teriak Fei Yang sambil melesat kedepan dengan sepasang pedang merah biru di tangannya.
Fei Yang tidak berani meremehkan lawan di hadapannya, begitu bergerak dia langsung memainkan tarian pedang Naga es Phoenix api.
Untuk menyerang Yang Jian, yang tetap bersikap tenang, meski dua berkas cahaya merah biru telah sangat dekat dengannya.
__ADS_1
Saat serangan Fei Yang hanya tinggal beberapa inci dari lehernya, dia baru menotolkan kakinya dengan ringan melayang mundur.
Ketika sinar merah biru yang berbentuk Naga Es dan Phoenix Api terus mengejarnya.
Sambil tersenyum Yang Jian, memiringkan sedikit tubuh nya, kemudian dia dari samping menebaskan seberkas cahaya pelangi seperti cahaya bianglala.
Untuk menangkis kedua sinar merah biru yang melintas lewat di sampingnya itu.
Tangkisan itu otomatis langsung mematahkan serangan pertama dari Fei Yang.
Fei Yang sedikit terkejut dengan pergerakan Yang Jian, yang begitu cepat dan tepat, seolah olah dapat membaca arah perkembangan jurus nya dan langsung menghancurkan nya.
Cahaya pelangi itu kembali mengingatkan Fei Yang akan ilmu dari pulau pelangi, apa jangan jangan Yang Jian juga termasuk berasal dari pulau pelangi.
"Sebentar senior,... apa hubungan senior dengan kakek Wu pemilik pulau pelangi itu..?"
tanya Fei Yang penasaran.
Yang Jian memiringkan kepalanya dan berkata,
"Apa kamu pernah bertemu dengan pemilik pulau pelangi ?"
"Siapa yang kamu temui, pria atau wanita ?"
"Apa kamu bertemu Wu Song atau bertemu Lu Ping, ? ahh tapi rasanya tidak mungkin."
ucap Yang Jian bertanya sekaligus membantahnya sendiri.
Fei Yang menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Aku tidak tahu siapa nama mereka, aku hanya tahu kakek itu di panggil kakek Wu sedangkan nenek itu istrinya aku tidak tahu namanya."
Yang Jian tersenyum dan berkata,
"Kakek nenek, berati itu bukan mereka, itu bukan orang yang ku maksud."
"Orang yang ku. kenal tidak bisa tua, wajahnya selamanya akan selalu muda seperti diri ku.."
"Mereka mungkin keturunannya.."
"Ayo kita mulai lagi.."
ucap Yang Jian sambil memunculkan sebilah pedang pelangi di tangannya.
Tapi ada perbedaan dengan lawan Fei Yang sebelumnya, lawan Fei Yang sebelumnya selalu menggunakan pedang pelangi, untuk memunculkan energi pedangnya.
__ADS_1
Tapi Yang Jian berbeda,.dia justru menggunakan energinya menciptakan sebatang pedang energi bercahaya pelangi.
Ini berarti Yang Jian telah mencapai tingkatan tidak memerlukan pedang mengalahkan yang berpedang.
Tanpa banyak pikir Fei Yang langsung mengerahkan kekuatan nya hingga titik puncak melepaskan serangan jurus kedua kearah Yang Jian
Naga es dan Phoenix Api membelah laut,.dua berkas cahaya biru merah yang membentuk Naga Es dan Phoenix Api membelah apapun, yang dilewatinya terus melesat kearah Yang Jian.
Yang Jian dengan sikap tenang, menunggu hingga serangan Fei Yang mendekat,.dia baru memutar mutar pedang di tangannya.
Membentuk pusaran yang menggulung kedua serangan merah dan biru, hingga lenyap tak berbekas.
Melihat cara si topeng besi menetralisir serangannya yang dahsyat dengan begitu mudah, Fei Yang benar benar di buat kaget, dan terbuka matanya.
Sambil berteriak keras Fei Yang melepaskan jurus ketiga.
Naga Es dan Phoenix Api mengacau langit dan bumi.
Dua sinar bergerak terpisah sinar biru menyerang dari atas membentuk Naga Es,.sinar merah menyerang dari bawah membentuk Phoenix Api.
Yang Jian masih berdiri tenang di posisinya, dari bagian atas tubuhnya muncul perisai Pat Kwa hitam putih yang berputar cepat memiliki tenaga hisap yang sangat kuat, begitu pula dengan bagian bawahnya.
Sedangkan tubuhnya melayang di tengah tengah.
Seluruh kekuatan serangan Fei Yang di sedot oleh kedua bayangan Pat Kwa itu hingga habis.
Melihat kejadian itu, Fei Yang kembali melanjutkan dengan Naga es membelah langit,. Phoenix api membelah bumi, ini adalah jurus keempat.
Langit terbelah seberkas sinar biru muncul dari langit membentuk naga es meluncur deras dari atas kebawah.
Sebaliknya dari arah bawah tanah yang merekah muncul seekor Phoenix api menerjang dari bawah.keatas.
Yang Jian sambil mengambang ditengah udara, mengangkat satu tangannya menunjuk langit
Satu tangan lagi menunjuk bumi.
Dengan ajaibnya langit yang terbuka menutup tanah yang merekah juga merapat.
Kedua energi dari atas bawah tersedot kedalam kedua ujung jari tangannya menghilang begitu saja.
Fei Yang meski kaget tapi dia tidak mengendorkan serangannya.
Jurus ke 5 Naga es dan Phoenix Api mengacaukan 3 alam dan jurus ke 6 Naga Es dan Phoenix Api memusnahkan 3 alam di lepaskan oleh Fei Yang secara serempak
Dua cahaya merah biru yang jauh lebih besar dan kuat melesat menembus angkasa, membuat cahaya langit yang gelap berubah menjadi cahaya biru merah.
__ADS_1
Kemudian melesat kearah bawah dua berkas sinar merah biru menerjang kearah Yang Jian.
Begitu pula dari bagian bawah juga tiba tiba melesat keluar dua berkas sinar biru merah menerjang kearah Yang Jian.