PENDEKAR API DAN ES

PENDEKAR API DAN ES
TEBASAN PEDANG TANPA KEINGINAN


__ADS_3

Fei Yang dan Xue Lian masing masing membelah diri menjadi 8 bayangan.


Setiap bayangan menempati pintu pintu formasi 8 diagram.


Mereka terus berputar-putar melepaskan serangan energi tanpa Wujud mencecar Zee.


Zee pada awalnya tidak masalah, dia selalu berhasil membekukan serangan tanpa wujud yang menyerang nya.


Tapi beberapa saat kemudian Zee mulai merasa ada yang tidak beres ke 16 bayangan Xue Lian dan Fei Yang.


Bukan hanya menutupi jalan keluar dirinya saja, tapi yang paling mengerikan adalah, mereka berdua dan bayangan mereka.


Mereka juga menutupi hawa untuk keluar masuk, sehingga Zee kesulitan mencari hawa murni.


Untuk mengisi kekuatan pertahanan dan serangan baliknya.


Merasa ada masalah, Zee berulang kali selalu mencoba untuk keluar dari kepungan formasi 8 pintu.


Tapi sialnya, dia tidak mampu untuk keluar dari sana.


Setiap dia mencoba untuk menerobos dengan gerakan secepat apapun.


Selalu saja di buat terpental mundur kembali.


Dia sangat sulit, hampir tidak ada hawa yang bisa dia kumpulkan untuk mengisi kekuatan nya yang hilang dalam pertarungan tersebut.


Tapi hal yang berbeda justru terjadi pada Fei Yang dan Xue Lian.


Mereka berdua dengan kompak dan bebas, seolah olah energi mereka mengalir tanpa batas.


Mereka terus menyerang Zee dengan energi tanpa Wujud.


Melihat Zee semakin terdesak, tapi masih saja sulit di kalahkan, karena selalu terlindung tembok tembok es tebal yang dia ciptakan.


Fei Yang memberi kode ke Xue Lian, Xue Lian paham maksud kode dari suaminya.


Xue Lian dan ke tujuh bayangan nya membuat gerakan, yang membuat semua senjata logam yang tidak jauh darinya.


Semuanya terbang keangkasa, semuanya melayang di belakang tubuh Xue Lian.


Xue Lian melakukan kontrol unsur logam, semua unsur logam terhisap kearahnya, bergerak mengikuti arahan pikiran Xue Lian.


Tombak pedang panah hingga tameng pasukan Mongolia yang berada di sekitar sana.


Semuanya satu persatu terbang keangkasa terhisap kearah belakang Xue Lian dan ketujuh bayangan nya.


Bahkan pedang dan golok di dalam sarung pedang tanpa tertahankan semua nya terbang ke angkasa.


Senjata di tangan mereka pun bergerak sendiri melepaskan diri dari pegangan tangan mereka.


Xue Lian dan bayangannya seperti Medan magnet besar, yang bisa menghisap semua benda logam mendekat kearah mereka.

__ADS_1


Semua benda logam yang berterbangan di udara, kemudian di arahkan oleh Xue Lian.


Untuk menerjang kearah Zee, yang belum berhasil melepaskan diri dari kepungan formasi 8 diagram yang di ciptakan oleh Fei Yang dan Xue Lian.


Disaat Xue Lian melepaskan serangannya, Fei Yang yang juga sudah membentuk puluhan ribu pedang, yang terbentuk dari energi api.


Juga ikut melepaskan serangannya menghujani Zee.


Di tempat lain Dewa Pedang Selatan Kam Hong, Musashi,.Thian Tu, mereka bertiga yang sedang mengamati jalannya pertandingan .


Begitu melihat keadaan Zee yang kurang beres, ditambah dengan Fei Yang dan Xue Lian mulai menghimpun kekuatan untuk melepaskan serangan yang jauh lebih dahsyat dan serius.


Mereka bertiga tidak berani berayal, sebelum Zee menghadapi serangan dari Fei Yang dan Xue Lian.


Mereka bertiga sudah melesat ke udara.


Kam Hong yang di kelilingi puluhan ribu bayangan pedang, semuanya melesat menerjang kearah Fei Yang.


"Wan Cien Cu Tung.."


( Puluhan ribu pedang keluar dari sarang )


Fei Yang yang merasa ada energi dahsyat sedang bergerak dari arah belakang.


Tanpa perlu melihat, sambil masih terus melepaskan serangan kearah Zee dengan energi pedang api semestanya.


Fei Yang berteriak,


Qian Kun Im Yang Sen Kung Hu Ti..( Kekuatan Im Yang Semesta Pelindung Tubuh )


Pat Kwa tersebut berputaran cepat di tengah tengah diagram.


Menghisap semua energi pedang Kam Hong yang datang.


Kemudian di retur kembali dengan kekuatan 2 kali lipat, di balikkan kembali ke Kam Hong.


Kam Hong yang sedang meluncur kearah Fei Yang sangat kaget menghadapi serangan balik dari Fei Yang.


Dia langsung membentak,


"Pedang Manusia Dewa Menembus Batas..!"


Di belakang tubuh Kam Hong, muncul sesosok bayangan Dewa, berkepala tiga memiliki 6 lengan, yang masing masing tangannya memegang sebatang pedang, dengan bentuk dan warna berbeda beda.


Kam Hong melesat menjadi satu dengan bayangan tersebut, dengan pedang tangan.


Semua bayangan pedangnya yang di retur kembali, di tangkis oleh bayangan Dewa berkepala tiga bertangan enam itu.


Kam Hong sendiri terus meluncur menabrak kearah perisai yang di ciptakan oleh Fei Yang.


"Blaaaarrr..!"

__ADS_1


Perisai itu berhasil di hancurkan oleh serangan pedang di tangan Kam Hong.


Setelah menghancurkan perisai, Kam Hong dengan pedang ditangan meluncur menusuk punggung Fei Yang.


"Trangggg...!"


Sebelum pedang Kam Hong berhasil menyentuh tubuh Sun Er yang di gendong di punggung Fei Yang.


Pedang di tangan Kam Hong tertangkis oleh pedang Mestika Panca Warna di tangan Fei Yang.


"Tebasan Pedang Tanpa Wujud Bentuk dan Rupa.."


Sebelum Kam Hong menyadari apa yang terjadi, tubuhnya telah terkena serangan tebasan pedang tanpa wujud.


Bayangan Dewa berkepala tiga sirna, tubuh Kam Hong terpental kebawah menabrak tanah hingga membentuk sebuah lubang besar seperti sebuah sumur.


"Boooom...!"


Terdengar suara ledakan dahsyat saat tubuh Kam Hong menabrak keatas tanah.


Debu batu pasir memenuhi udara menghalangi pandangan, selain Kam Hong sendiri tidak ada yang terjadi di balik kepulan asap tebal yang menghalangi pandangan mata.


Di dalam lubang tersebut, Kam Hong berusaha untuk bangkit duduk, tapi dia batuk batuk, dan memuntahkan darah segar cukup banyak.


Sebelum akhirnya dia roboh terguling dengan posisi tubuh miring kesamping, di topang oleh siku tangan nya.


Di sisi lain secara bersamaan dengan Kam Hong menyerang Fei Yang.


Musashi, yang melesat keudara melepaskan tiga kali tebasan di udara.


Tiga garis sinar merah melengkung tebasan pertama membentuk garis lurus atas kebawah, tebasan kedua dan ketiga menyilang membentuk huru X.


Tiga Tebasan itu semua diarahkan ke tubuh asli Xue Lian.


Thian Tu juga melepaskan dua buah bayangan telapak tangan, yang mengeluarkan panca warna menyusul serangan dari Musashi.


Kedua bayangan itu adalah Tapak beracun panca warna yang sangat beracun.


Baru uapnya saja sudah mampu membunuh semua mahluk hidup sekuat apapun, apalagi bila sampai terkena pukulan tersebut.


Pasti tidak akan ada yang bisa selamat bila terkena serangan beracun yang tidak ada obatnya tersebut.


Xue Lian yang merasakan datangnya bahaya, yang menyerang dari belakang.


Setelah dia melepaskan serangan yang menerjang kearah Zee.


Tubuhnya bergerak cepat menghilang dari sana.


Sehingga serangan dari Thian Tu dan Musashi menemui tempat kosong.


Xue Lian yang muncul di tempat lain langsung memberikan serangan balasan,

__ADS_1


"Tebasan Pedang Tanpa Keinginan.."


Dua berkas cahaya sinar emas, melesat mengejar cepat kearah Thian Tu dan Musashi.


__ADS_2