
"Hyaahh,..!!"
Fei Yang mengeluarkan teriakan keras sambil menghentakkan seluruh kekuatannya.
Tubuh Fei Yang bergetar hebat, sepasang matanya menyala sebelah merah, sebelah biru.
Rambutnya juga menjadi berdiri dan berubah merah biru.
Inilah kekuatan sejati dari Huo Lung dan Ping Feng yang hampir tidak pernah Fei Yang gunakan.
Dua gelombang panas dan dingin meluncur dahsyat menyapu bersih seluruh arena pertempuran.
Baik energi pedang merah biru maupun energi pedang pelangi semuanya tersapu bersih.
"Arghhhh,.."
pemuda itu terpental oleh gelombang kekuatan dahsyat Ping Feng dan Huo Lung.
Selama ini Fei Yang hampir tidak pernah menggunakan kedua kekuatan dahsyat ini.
Dia lebih suka menggunakan tenaga sakti dari kitab tanpa tanding, di padu dengan kekuatan Yi Han Tao Se.
Sedangkan kekuatan Huo Lung dan Bing Feng yang ganas dan memiliki daya rusak alam tingkat tinggi.
Fei Yang sengaja hanya menggunakannya 5 sampai 10% nya saja.
Tapi kini karena tidak punya pilihan lagi, Fei Yang terpaksa melepaskannya, hampir 80% kekuatan tersebut.
Tubuh pemuda itu terbanting keras keatas tanah memunculkan sebuah lubang besar sebelah beku sebelah lagi hangus terbakar.
Pemuda itu sendiri terbaring dengan tubuh sebelah hangus sebelah beku.
Sepasang matanya terpejam rapat seolah-olah sudah tewas.
Fei Yang sendiri diudara sedang berusaha mengendalikan kedua kekuatan itu dengan tehnik pengendalian Api dan es semesta.
Akhirnya kedua tenaga yang bergolak hebat itu, berhasil Fei Yang kuasai dan kendalikan.
Lalu Fei Yang simpan kembali kedalam Dan Tian nya.
Di saat Fei Yang sedang sibuk mengendalikan kekuatannya,.
Pemuda yang terbaring di dalam lubang besar itu, tiba-tiba menyunggingkan senyum.
Dia perlahan-lahan bangkit berdiri dari dalam lubang, kemudian dia berkata,
"Tenaga raksasa mu ini,.sangat nikmat coba di ulangi lagi."
Tubuh pemuda itu tiba-tiba menerjang kearah Fei Yang, dengan tenaga api dan es di kedua telapak tangannya.
"Hah,..bangsat sungguh berbahaya..dia malah menyedot dan memanfaatkan kedua kekuatan dahsyat ku.."
batin Fei Yang kaget.
__ADS_1
Fei Yang ogah menggunakan tenaga Huo Lung dan Ping Feng lagi untuk melawannya.
Fei Yang kini berkonsentrasi dengan Qian Kun Im Yang Sen Kung, untuk menyambut serangan kedua telapak tangan api dan es pemuda itu.
Begitu keempat telapak tangan mereka bertemu di udara, pemuda itu sedikit kaget, kedua kekuatan.nya seolah olah tenggelam kedalam.air.
Tenaganya terus membanjir keluar tersedot kedalam pusaran Im Yang tanpa batas.
Semakin dia meronta, kekuatannya yang tersedot semakin besar.
Bukan hanya kekuatan api dan es yang dia dapatkan dari hasil netralisir saja, yang tersedot bahkan tenaga pelangi sekalipun,.
Kini ikut tersedot tanpa ampun, Pemuda itu kini wajahnya menjadi pucat.
Sikap garangnya sebelumnya, kini hilang. Tergantikan dengan wajah yang pucat dan menatap Fei Yang dengan penuh ketakutan.
Fei Yang tanpa ampun terus menyedot tenaga pelangi nya hingga hampir habis.
Melihat pemuda itu kini sudah tidak berdaya lagi, Fei Yang baru melepaskan sedotan tenaga dalamnya.
Ilmu ini Fei Yang dapatkan secara kebetulan akibat ulah Ping Feng dan Huo Lung kepada dirinya.
Kemudian setelah menguasai pengendalian tenaga sakti semesta, dan Qian Kun Im Yang Sen Kung.
Fei Yang pun berhasil memperdalam dan menguasai, tehnik rahasia ini dengan lancar.
Pemuda itu kini jatuh berlutut lunglai di hadapan Fei Yang dengan kondisi lemas tak berdaya.
"Ehh Fei Hsia, kakek Wu, kenapa kalian kemari ? bukankah kalian harusnya sudah kembali ke pulau pelangi..?'
Pemuda itu sempat tersentak, tapi kemudian dia tersenyum sinis dan berkata,
"Aku sudah seperti ini, buat apa kamu buang waktu menakut nakuti ku,.?"
"Saat ini meski mereka benar datang, aku juga sudah tidak perduli.."
"Benarkah,..? tapi aku justru sangat perduli."
"Tahukah kamu ? berapa waktu yang ku habiskan dan terbuang di rumah bordir."
"Hanya karena ingin melacak manusia rendah tidak tahu balas Budi seperti mu..!"
Mendengar suara jawaban di belakangnya, seluruh tubuh pemuda itu gemetaran.
Dengan buru-buru dia memutar badannya sambil berlutut, dia menyembah hingga dahinya menempel di atas tanah dan berkata,
"Kakek guru maafkan Lang er, Lang er sudah tahu salah.."
Kakek Wu menghela nafas panjang dan berkata,
"Sudah tahu akan seperti ini,.kenapa dulu saat melakukannya kamu tidak berpikir baik baik..?"
"Kamu mencuri pedang pelangi dan kitab cahaya pelangi, aku masih bisa memakluminya.."
__ADS_1
"Tapi mengapa kamu tega menghabisi guru dan ibu guru yang sudah merawat mu sejak bayi hingga besar..?"
ucap kakek Wu dengan nada duka.
Sambil menghela nafas panjang,.kakek Wu menoleh kearah Fei Yang dan berkata,
"Anak muda terimakasih, kamu sudah membantu kami menemukan dan menundukkan murid durhaka perguruan kami."
"Tapi tenaga sakti pelangi, tidak boleh diwariskan keluar dari garis keluarga kami.."
"Jadikan maafkan sikap ku yang sedikit kelewatan.."
Habis berkata tubuh kakek Wu tiba-tiba menghilang dan muncul lagi kedua tangannya sudah mencengkram bahu Fei Yang.
Fei Yang tentu tidak ingin mandah di cengkram bahunya oleh kakek Wu tanpa perlawanan.
Fei Yang sudah sempat mencoba berusaha menghilang dengan tehnik mengendarai awan.
Tapi tetap saja tidak berhasil melepaskan diri dari kejaran kakek Wu yang kecepatannya sulit di nalar.
Fei Yang langsung berusaha meronta sambil menghentakkan keempat macam kekuatannya, memukul kearah dada kakek Wu.
Fei Yang tahu kemampuan kakek Wu sangat tinggi, hingga sulit di ukur, sehingga begitu menyerang, Fei Yang tidak mau tanggung tanggung.
Dia langsung mengerahkan semua kekuatannya hingga titik paling puncak.
Tapi anehnya serangan Fei Yang saat mendarat di dada kakek Wu, Fei Yang merasa seluruh kekuatannya tenggelam tak berbekas, hilang entah kemana.
Seperti tenggelam ke dasar sungai yang tak berdasar, semua kekuatan nya lenyap tanpa bekas.
"Kakek jangan lukai dia..!!"
teriak Fei Hsia kaget, melihat tindakan kakeknya ke Fei Yang.
Tubuh Fei Yang tiba-tiba diterjang tiga kekuatan nya sendiri dan terlontar mundur menjauh dari kakek Wu.
Fei Yang terdorong mundur terhuyung-huyung kebelakang, tapi Fei Yang merasa tubuhnya tidak cedera sedikitpun.
Semuanya baik-baik saja, hanya tenaga sakti pelangi yang diserapnya dari pemuda itu, kini telah lenyap tak berbekas dari tubuhnya.
Kakek Wu sambil tertawa berkata,
"Kakek tidak bermaksud melukainya, kenapa kamu begitu panik ?"
"Kakek cuma menarik kembali pusaka pulau pelangi, yang tidak boleh jatuh ketangan orang luar.."
Kakek Wu kemudian menoleh kearah Fei Yang, sambil tersenyum lembut kakek itu berkata,
"Fei Yang bila kamu tertarik dengan ilmu itu, ikutlah dengan kami ke pulau pelangi, jadilah cucu mantu ku.."
"Aku berjanji akan mewariskan seluruh ilmu keluarga kami pada mu, tenaga sakti cahaya pelangi hanya sebagian kecil saja.."
"Lagipula murid durhaka itu baru menguasai 30% rahasia kitab itu.."
__ADS_1