PENDEKAR API DAN ES

PENDEKAR API DAN ES
MENINGGALKAN XU SAN


__ADS_3

"Kakak Yang kamu sudah lama di sini ?"


tanya sebuah suara lembut di samping Fei Yang.


Fei Yang menghembuskan nafas menyelesaikan latihan tenaga sakti nya.


Membuka matanya, sambil menoleh kearah samping.


Begitu melihat wajah cantik yang sudah sangat di rindukannya.


Fei Yang langsung menarik gadis cantik itu kedalam pelukannya dan berusaha mencium nya.


Tapi gadis itu sambil tertawa menahan wajah Fei Yang dan berkata,


"Gak mau,.. geli... kakak Yang,.. cukur dulu lihat itunya sudah panjang panjang."


"Ayo kita keluar dulu dari sini, nanti aku bantu bersihkan.."


ucap Xue Lian sambil memegangi wajah Fei Yang, yang kini penuh bulu jenggot dan brewok tak terurus.


Fei Yang pun mengangguk cepat, dia tahu Xue Lian paling tidak suka jenggotnya yang berantakan dan menusuk nusuk itu.


Jadi dia tidak memaksanya, Fei Yang menahan diri.


Xue Lian mengeluarkan cermin Pat Kwa nya, membentuk portal dimensi.


Setelah itu mereka berdua keluar dari tempat itu sambil bergandengan tangan.


Beberapa saat kemudian, terlihat Fei Yang dan Xue Lian sedang tertawa bersenda gurau sambil bermain air, di aliran sungai jernih, yang terletak di belakang pondok tempat tinggal mereka.


Tadi nya Xue Lian dengan serius membantu mencukur bulu bulu yang tumbuh liar di atas bibir dagu pipi hingga ke dekat rahang Fei Yang.


Fei Yang hanya diam memperhatikan wajah Xue Lian yang sedang serius membersihkan bulu bulu di wajahnya.


Melihat istrinya begitu serius dan terlihat sangat mempesona, timbul niat nakal Fei Yang untuk mengganggunya.


Fei Yang tiba-tiba menciptakan air kewajah istrinya, hingga pakaian dan wajah Xue Lian menjadi basah.


"Sayang,..!"


tegur Xue Lian kaget dan gemas mempelototi suaminya yang sedang senyum senyum.


"Awas ya,.. dasar nakal.."


tegur Xue Lian sambil menatap gemas kearah Fei Yang.


Fei Yang hanya tersenyum senyum menanggapi sikap istrinya yang menegurnya.


Saat Xue Lian kembali larut dalam keseriusan nya melanjutkan pekerjaannya yang belum tuntas.


Fei Yang lagi lagi menyipratkan air kewajah istrinya.


"Kakak Yang dasar ya,..!"


"Hentikan kataku..!"


tegur Xue Lian dengan wajah galak.


Tapi Fei Yang tidak ambil perduli, dia malah sengaja menyipratkan air dan menyembur wajah Xue Lian dengan air di mulutnya.


Setelah itu dia sambil tertawa mundur menjauh.


"Kakak Yang awas kamu ya,..!"

__ADS_1


teriak Xue Lian kesal, sambil membalas menyipratkan air, akhirnya kedua insan itu malah jadi bermain air basah basahan.


Tiba-tiba Fei Yang menghilang dari hadapan Xue Lian.


"Kakak Yang,..! Kakak Yang..! kamu di mana !?"


teriak Xue Lian maju mencari Fei Yang kebagian yang lebih dalam dari sungai tersebut.


Bagian paling tengah dan dalam air nya hanya sedada, mustahil Fei Yang tenggelam, pikir Xue Lian.


Tapi dia tetap saja khawatir dan cemas akan suaminya yang tiba-tiba hilang.


"Aihhhh,..!"


teriak Xue Lian kaget.


Saat tubuhnya tiba-tiba terangkat keatas secara reflek dia langsung menangkap apapun yang bisa di cengkram nya.


Saat di lihat ternyata itu adalah suaminya yang sedang tersenyum menggendongnya.


Xue Lian pun tersenyum lega, sambil melakukan gerakan ringan memukul dada Fei Yang, dia berkata.


"Dasar ngagetin aja.."


Sambil tersenyum nakal, Fei Yang menggendong Xue Lian ke pinggiran sungai, mereka berdua berendam dengan pakaian basah kuyup.


"Sayang aku ingin.."


ucap Fei Yang sambil tersenyum penuh arti.


Xue Lian sambil pura pura cemberut, untuk menutupi rasa malunya.


Dia berkata,


"Dasar memalukan,.."


Melihat sikap istrinya yang tidak menolak, Fei Yang dengan buru buru juga melepaskan pakaiannya.


Lalu dia segera melepaskan perasaan rindunya, yang hampir tidak tertahankan.


Beberapa waktu berlalu, setelah mereka saling melepaskan rindu.


Kini ditepi sungai di balik sebuah batu besar, terlihat Xue Lian duduk santai bersandaran di dada Fei Yang yang bidang.


"Kakak Yang bagaimana hasil latihan mu,? sudah rampung semuanya,? kapan kita bisa berangkat ke Lembah kebahagiaan..?"


ucap Xue Lian sambil menoleh kesamping menatap wajah suaminya.


"Belum rampung semuanya, tinggal jurus keempat, inti dan caranya sudah ku pahami, tapi prakteknya belum.."


"Aku khawatir belum mampu mengontrol kekuatan itu.."


"Efek yang di timbulkan nya terlalu berbahaya dan beresiko..jadi aku tidak berani mempraktekkan jurus tersebut.."


ucap Fei Yang pelan.


"Apa efeknya sayang,? kamu sampai terlihat ragu begini."


"Ini agak tidak sesuai dengan sifat mu, yang biasanya haus ilmu dan selalu penasaran.."


ucap Xue Lian heran.


Fei Yang menghela nafas panjang dan berkata,

__ADS_1


"Dalam analisa kasar ku, aku melihat jurus ini mampu menghancurkan semuanya."


"Baik itu dunia kita, dunia luar, hingga bulan dan matahari pun, ada kemungkinan akan ikut hancur semuanya.."


"Termasuk diri ku tak terkecuali..'


"Jadi maksud kakak Yang, jurus itu adalah jurus bunuh diri bersama lawan..?"


tanya Xue Lian sambil membalikkan badannya menatap fei yang dengan serius.


Fei Yang menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Itu tergantung kemampuan orang yang menguasai ilmu itu."


"Bila mampu mengendalikannya, maka kerusakan itu bisa di minimalisir."


"Tapi bila tidak, hasil akhirnya sulit di bayangkan.."


ucap Fei Yang serius.


"Bukankah kakak berlatihnya didalam portal dimensi, yang berlapis lapis ?"


"Apa itu tidak bisa meredamnya ?"


tanya Xue Lian penasaran.


Fei Yang menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Sulit di katakan aku tidak yakin, aku juga tidak berani ambil resiko itu.."


"Buat apa berhasil, bila harus kehilangan segalanya..?"


ucap Fei Yang sambil menggelengkan kepalanya.


Xue Lian mengerti kekhawatiran Fei Yang, dia pun menganggukkan kepalanya dan berkata,


"Semoga saja, kita tak perlu menggunakan jurus jurus berbahaya itu.."


"Fei Yang mengangguk dan berkata "Semoga saja,.."


"Sayang kamu lapar tidak, ? aku masakan sesuatu ya, ? sebelum kita berangkat.."


Xue Lian mengangguk cepat, setelah berganti pakaian kering.


Fei Yang dan Xue Lian langsung menuju dapur.


Fei Yang hanya menyiapkan beberapa masakan sederhana yang praktis.


Selesai makan bersama mereka berdua pun berangkat meninggalkan lembah tempat tinggal rahasia mereka.


Setelah keluar dari hutan bambu sesat, Fei Yang dan Xue Lian pun menunggangi Kim Tiaw meninggalkan Xu San.


"Tiaw Siung kita ambil jalur timur menuju kota Tai Yuan."


bisik Fei Yang pelan.


Kim Tiaw mengangguk kecil lalu dia memekik nyaring, mengepakkan sayapnya, mempercepat laju terbangnya menuju arah matahari terbit.


Setelah melakukan perjalanan selama beberapa hari.


Dimana Fei Yang banyak melihat rombongan rakyat Han, dari arah Utara, mengungsi ke daerah selatan.


Di dalam hati Fei Yang jadi bertanya tanya, ada apa yang sebenarnya sedang terjadi.?

__ADS_1


Saat melewati wilayah perbatasan kota Xiang Yang, tidak jauh dari pinggiran sungai kuning.


Fei Yang melihat sebuah kereta kuda, sedang di kepung oleh sekelompok pasukan berkuda.


__ADS_2