
Lan Yi langsung lenyap dari hadapan Ibu Li Dan, dan muncul di hadapan Bibi Ciu.
Lan Yi yang panik dan cemas langsung maju mencengkram kedua bahu bibi Ciu, dan berkata dengan wajah cemas.
"Li Dan,..dia...dia kenapa ? katakan dengan jelas .!"
"Aduh,..aduh,..ampun..sakit,.. nyonya,...sakit...!"
jerit Bibi Ciu kesakitan
Lan Yi segera melepaskan cengkeramannya dan berkata,
"Bibi Ciu maaf, sekarang cepat katakan Li Dan kenapa ?"
"Tuan muda,.. tuan muda,.. dia dan pasukannya tertahan di luar kota..."
"Pintu gerbang kota telah diambil alih oleh pasukan khusus, bawahan mantan Raja Li Yuan Hao.."
ucap bibi Ciu terputus putus, tapi masih cukup jelas.
Mendengar ucapan Bibi Ciu, Lan Yi langsung menoleh kearah mertua nya dan berkata,
"Ibu aku harus pergi menolong Li Dan,.. ibu aku pergi dulu..!"
Selesai berkata, Lan Yi langsung melesat menjejak pucuk pohon ditaman, lalu disambung dengan menjejak tembok pembatas taman dan menghilang dari tempat tersebut.
Ibu Li Dan dan Melani terbelalak bengong melihat kemampuan yang di tunjukkan oleh Lan Yi.
Sesaat kemudian setelah hatinya lebih tenang, Ibu Li Dan pun bergunaan sendiri.
"Pantas saja Dan er menyukainya,.dia bukan hanya seorang tabib wanita, tapi dia ternyata juga seorang pendekar wanita berkepandaian tinggi."
"Sekali ini keselamatan Dan er, harus bergantung padanya.."
"Semoga mereka berdua kembali dengan selamat.."
gumam nyonya itu sendiri.
Lan Yi bergerak berterbangan cepat dari genteng ke genteng, berusaha secepatnya tiba di gerbang kota.
Dari kejauhan dia melihat gerbang kota kini di jaga ketat oleh pasukan bertopeng iblis.
Sedangkan bawahan suaminya, mayatnya terlihat bergelimpangan di sana sini.
Hal ini menandakan pasukan bertopeng ini datang dengan niat tidak baik, dan telah menguasai benteng kota dengan jalan kekerasan.
Lan Yi tanpa banyak pikir, langsung melesat kearah gerbang kota, dia mendarat dengan ringan di sana.
Tanpa banyak cakap, Lan Yi langsung mengeluarkan sepasang belatinya, bersiap menyerang pasukan topeng iblis yang sedang berjaga di sana.
__ADS_1
Pasukan topeng iblis sangat kaget, melihat kedatangan Lan Yi yang muncul tiba-tiba di hadapan mereka.
Melihat Lan Yi mencabut senjata, mereka semua juga langsung mencabut pedang bulan sabit mereka.
5 orang yang berdiri paling depan langsung melemparkan pedang bulan sabit mereka berputar-putar menyerang Lan Yi.
Sepuluh orang lagi yang ada di belakang ke 5 pelempar golok terbang, mereka meloncat melewati atas kepala 5 orang pelempar golok itu.
Mereka langsung menerjang dan menebaskan golok bulan sabit mereka kearah Lan Yi.
Tapi sebelum serangan mereka tiba, Lan Yi sudah berkelebatan cepat seperti bayangan hantu, berseliweran menghindari golok terbang.
Lalu bergerak menyusup dengan sangat cepat, sehingga sepuluh orang itu saat menyentuh lantai nyawa mereka sudah melayang.
Masing masing dari mereka terlihat sebuah luka di leher memanjang dan terbuka lebar.
Mereka semua tewas kehabisan darah, akibat luka menga nga di bagian leher mereka yang menyemburkan seperti air mancur.
Belum sempat ke 5 orang yang melemparkan golok bulan sabit untuk menyerang Lan Yi, menerima kembali golok mereka.
Lagi lagi kelima orang itu sudah jatuh tengkurap di atas lantai, dengan luka yang sama persis dengan 10 orang yang penyerang Lan Yi tadi.
Melihat hal ini, sisa pasukan penjaga gerbang yang masih ada 30.orang langsung mengepung Lan Yi.
Mereka satu persatu mulai bergerak maju menyerang Lan Yi, dengan golok bulan sabit di tangan mereka secara berganti gantian.
Pasukan topeng iblis yang lain dari segala arah, terus berdatangan mengepung Lan Yi.
Meski gerakan Lan Yi sangat cepat dengan sepasang belati yang berterbangan di sekitar tubuhnya,
Mengikuti arahan kedua tangannya, untuk membantu menghabisi para pengepungnya.
Tapi karena jumlah lawannya semakin lama semakin banyak, Lan Yi yang sendirian mulai terdesak.
Bukannya berhasil mendekati gerbang, dia malah di paksa mundur menjauhi gerbang oleh para pengepungnya.
Ribuan pasukan pengepung dengan kemampuan yang tidak rendah, terus mengepung dan menyerangnya tanpa henti.
Akhirnya mereka mulai berhasil melukai Lan Yi di bagian punggung, lengan dan paha dan goresan kecil di pipinya.
Tiba tiba tanah tempat mereka bertempur bergetar hebat,.di Sertai suara teriakan membahana.dari luar sana.
Samar samar Lan Yi bisa mendengar suara derap langkah kaki kuda yang sangat banyak.
Hatinya menjadi semakin cemas dengan kondisi Li Dan, tanpa pikir panjang lagi, Lan Yi mulai melepaskan tebasan pedang naga es dan Phoenix api yang dia pelajari dari Fei Yang.
Efeknya langsung terlihat, setiap pasukan bertopeng, yang di lewati oleh sinar biru akan mati membeku.
Sedangkan yang di lewati oleh sinar merah langsung terbakar.
__ADS_1
Serangan Lan Yi yang mengerikan, dengan cepat mengurangi jumlah pengepungnya secara signifikan.
Tai seiring dengan hal itu, kekuatan tenaga dan kelincahan Lan Yi mulai menurun drastis.
Mayat pasukan bertopeng yang bergelimpangan sudah mencapai ribuan orang.
Para pasukan bertopeng, sedikit gentar mendekati Lan Yi,.tapi kedatangan teman mereka yang terus menerus.
Ditambah dengan mereka melihat Lan Yi mulai lelah, serangannya tidak sekuat dan seganas sebelumnya.
Mereka akhirnya dengan nekad kembali menerjang kearah Lan Yi.
Lan Yi yang sudah tidak punya pilihan, dia mengigit bibirnya sendiri hingga berdarah, untuk meningkatkan semangat juangnya
Sambil berteriak nyaring,. dia kembali melepaskan tebasan biru dan merah secara bergantian, kearah pasukan topeng iblis yang sedang menerjang kearahnya.
Tebasan Lan Yi kembali memakan korban, ratusan jiwa para pengepungnya kembali melayang.
"Kalian semua mundur,..!!"
terdengar sebuah suara yang muncul dari atas tembok.
Para pasukan bertopeng yang sebenarnya sudah gentar, mereka segera bergerak mundur.
Tiba tiba dari atas benteng kota melayang turun 4 sosok manusia bertopeng iblis merah, biru, kuning dan hijau.
Di susul dengan orang terakhir yang mengenakan topeng emas.
Sosok yang mengenakan topeng emas ini adalah orang yang mengeluarkan suara tawa untuk menyerang Li Dan dan pasukannya.
"Mari kita maju bersama habisi sundal betina ini.."
ucap si topeng emas dengan suara datar.
Si topeng merah biru kuning hijau, mengangguk kepala mereka.
Mereka segera mengepung Lan Yi dari 4 sisi, dengan pedang bulan sabit yang menjadi ciri khas mereka.
Si topeng emas juga tidak tinggal diam, dia juga mengeluarkan pedang bulan sabit nya.
Begitu keempat bawahannya bergerak menyerang Lan Yi, dia pun melayang keatas, kemudian dia menyerang Lan Yi dari atas kebawah
Tebasan pedang golok bulan sabit emasnya sangat kuat dan cepat.
Cahaya keemasan berseliweran di atas kepala Lan Yi.
Lan Yi yang mulai kelelahan, masih harus menghadapi tekanan serangan dahsyat dari ke 5 orang ini.
Sambil berteriak nyaring, dia terpaksa mengempos semangatnya melepaskan jurus ketiganya.
__ADS_1