PENDEKAR API DAN ES

PENDEKAR API DAN ES
MIMPI ANEH


__ADS_3

Di tengah ruang sidang istana terlihat seluruh keluarga Li Yuan Hao sedang berlutut dengan kedua tangan terikat.


Mereka tidak berkutik karena di kelilingi oleh todongan tombak pasukan Li Dan.


Sedangkan Li Dan sendiri terlihat sedang memberikan pengarahan kepada beberapa perwira, yang ada di hadapannya.


Saat melihat Fei Yang datang di temani Lan Yi, Li Dan pun tertawa gembira dan segera membubarkan perwira di hadapannya.


Lalu dia berjalan dengan terburu-buru maju memeluk Fei Yang sambil berkata,


"Adik,.. kamu datang juga,.. Ha,..ha,..ha..!"


"Bagus,.. bagus,.. akhirnya kita bisa berkumpul lagi dengan bebas.."


Fei Yang balas memeluk Li Dan dan berkata,


"Berkat rencana dari kakak, semua berjalan dengan sangat lancar.."


Li Dan pun tertawa dan berkata,


"Kamu salah Adikku, bila gak ada bantuan dari nona Yi Lan, tentu tidak akan selancar ini.."


"Nona Yi Lan terimakasih banyak, ayo silahkan duduk jangan sungkan.."


"Jangan perdulikan keluarga binatang itu, mereka layak merasakan nya.."


ucap Li Dan sambil melirik jengkel kearah keluarga Li Yuan Hao, yang sedang berlutut sambil menangis dan memohon ampun.


Fei Yang mengerti kebencian Li Dan terhadap Li Yuan Hao, jadi dia pun tidak banyak berkata, mencobanya menasehati Li Dan.


Tapi Fei Yang tetap tidak tega melihat ada wanita dan anak kecil yang hadir di sana sambil menangis ketakutan di bawah todongan senjata.


Jadi Fei Yang segera berkata,


"Kakak sebaiknya mereka di kirim ke penjara saja, sambil menanti kedatangan rombongan ayah Ibu dan nenek, baru di putuskan nasib mereka..'


Fei Yang mencoba memberi usul, agar tidak usah melihat pemandangan yang kurang dia sukai itu.


Kejadian di depan mata nya ini, meski punya alasan kuat,.tapi hati nurani Fei Yang yang sudah biasa terdidik menolong yang lemah melawan yang kuat.


Dia sedikit tidak biasa, dan tidak sampai hati melihat orang orang yang di tawan itu.


Dimana sebagian besar dari mereka adalah wanita dan anak kecil.


Li Dan mengangguk, menyetujui permintaan Fei Yang.


Li Dan menoleh kearah anak buahnya dan berkata,


"Kirim mereka semua ke penjara, untuk menunggu keputusan."


"Adik Yang apa rencana mu selanjutnya ?"

__ADS_1


tanya Li Dan sambil melihat kearah Fei Yang.


"Kakak hari ini aku rencananya akan mencoba memilihkan kemampuan kakak Lan Yi, setelah dia pulih, nanti dia bisa membantu mu.."


"Besok aku akan mengajar 3 jurus pada kalian berdua, bila kalian berhasil melatihnya dengan baik, kalian akan mampu mengimbangi pendekar kelas satu.."


"Sisanya nanti, aku percayakan kepada kakak, untuk melakukan penyambutan terhadap Rombongan ayah ibu dan nenek.."


"Sedangkan aku harus langsung bergerak menuju perbatasan barat menahlukkan Agoda."


ucap Fei Yang serius.


"Apa Adik Yang sudah punya rencana terhadap Agoda.."


tanya Li Dan yang sedikit mencemaskan Fei Yang.


Fei Yang menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Belum ada, semua nanti di lihat berdasarkan situasi di sana.."


Li Dan menepuk pundak Fei Yang dan berkata,


"Bila tidak ada pilihan jangan ragu habisi saja, siapapun yang berani menghalangi mu."


Fei Yang mengangguk kecil, sambil tersenyum.


"Adik Yang kamu dan Lan Yi silahkan saja, aku mau permisi dulu pergi mengatur segala sesuatu."


kedatangan Yang Mulia Raja Dan Ratu.."


ucap Li Dan memberi hormat kearah Fei Yang, setelah itu dia pun mundur dari hadapan Fei Yang.


Setelah Li Dan pergi, Fei Yang pun berkata,


"Ayo kak ikut dengan ku, kita cari tempat yang sepi dan tenang untuk memulihkan keadaan kakak.."


Lan Yi mengangguk, Kemudian mengikuti langkah Fei Yang yang membawanya kesebuah taman yang sepi.


Mereka berdua duduk bersila berhadapan di sebuah pondok peristirahatan, yang bawahnya di kelilingi oleh kolam ikan.


Fei Yang pertama tama, melakukan pemeriksaan dengan teliti, dengan mengalirkan tenaga sakti nya kedalam tubuh Lan Yi, yang duduk bersila sambil menempelkan telapak tangan nya, dengan telapak tangan Fei Yang.


Setelah melakukan pemeriksaan beberapa waktu, Fei Yang mulai menempelkan sepasang telapak tangannya di pundak Lan Yi.


Fei Yang tadi saat mengalirkan tenaga saktinya keseluruh tubuh Lan Yi.


Fei Yang mendeteksi kerusakan di tubuh Lan Yi, terjadi di sambungan bahu siku lutut dan mata kaki.


Keempat hal itulah yang membuat Lan Yi kehilangan kemampuan nya,. selain itu juga ada kekuatan aneh yang menyegel Dan Tian nya.


Dengan kekuatan tenaga dalam Fei Yang yang sudah mencapai taraf hampir sempurna, Fei Yang mampu memulihkan satu persatu nadi syaraf tulang dan otot yang cedera di tubuh Lan Yi.

__ADS_1


Setelah memulihkan bagian tubuh Lan Yi yang cedera.


Fei Yang melanjutkan dengan membuka dan memusnahkan hawa yang menyegel dan mengunci tenaga dalam Lan Yi.


Saat hawa itu di musnahkan oleh Fei Yang, dari ubun ubun kepala Lan Yi muncul asap tipis kehijauan.


Setelah membersihkan hawa yang menyegel tenaga dalam Lan Yi.


Fei Yang pun berkata,


"Lan Yi Sekarang coba kerahkan tenaga dalam mu untuk berlatih Qian Kun Im Yang Sen Kung."


"Rasakan perubahannya, aku akan bantu memancing tenaga dalam mu, yang lama terkunci, bereaksi kembali.."


Lan Yi mengangguk kecil, dia mengikuti arahan Fei Yang mulai merapal Qian Kun Im Yang Sen Kung, untuk menggerakkan tenaga dalamnya mengikuti arahan tenaga dalam bantuan dari Fei Yang.


Dengan girang Pai Lan Yi mulai bisa merasakan tenaga dalam nya sedikit demi sedikit mulai bisa di salurkan dengan bebas mengitari seluruh tubuh nya.


Perlahan-lahan Fei Yang menarik kembali sepasang telapak tangannya dan berkata,


"Kakak teruslah berlatih di sini dengan santai memulihkan kekuatan mu.."


"Sampai ketemu besok pagi.."


Lan Yi sambil tersenyum gembira, dengan mata terpejam, dia memberikan anggukan kecil, menanggapi ucapan Fei Yang.


Fei Yang sendiri berjalan seorang diri berkeliling di dalam lingkungan istana yang penuh kenangan.


Mulai dari taman tempat dia bermain, hingga ke lapangan tempat dia berlatih seni militer, berkuda memanah ilmu gulat, hingga ilmu memainkan berbagai macam senjata tajam.


Fei Yang menyentuh berbagai peralatan lama yang masih ada di sana dengan penuh haru.


Terakhir dia baru kembali ke kamar masa kecilnya untuk tidur sepuasnya sambil beristirahat.


Fei Yang tidur sambil memeluk patung hadiah dari Xue Lian dan tersenyum bahagia.


Di dalam mimpinya, dia bermimpi kembali kehutan sesat menemui Xue Lian berkumpul bersama kembali.


Lalu dia mengajak Xue Lian untuk ikut dengan nya, mengunjungi kedua orang tua dan neneknya.


Mereka berdua melangsungkan pernikahan di kerajaan Xi Xia.


Tapi saat mereka sedang melakukan sembahyang langit dan bumi.


Tiba-tiba muncul Sian Sian datang mengacau sambil menangis, meminta pertanggungjawaban dari Fei Yang atas kehamilannya.


Xue Lian yang mendengar hal itu menjadi sangat marah sedih dan kecewa.


Dia langsung menampar wajah Fei Yang dengan keras dan berkata,


"Aku membenci mu,...!!"

__ADS_1


Lalu Xue Lian sambil menangis melesat ke udara menghilang meninggalkan Fei Yang.


__ADS_2