
Terjadi ledakan dahsyat, tubuh Fei Yang terpental keluar dari dalam kapal langsung terjatuh kearah sungai.
Dimana kini sungai merah penuh darah itu terlihat di penuhi mayat dan buaya.
"Berani buat onar di kapal ku cari mati...!!"
terlihat seorang kakek berkepala botak tanpa alis keluar dari balik ruangan di atas kapal.
Seluruh tubuhnya memancarkan aura pembunuh yang pekat, energi tipis yang terpancar dari tubuhnya memiliki ketajaman seperti pisau silet.
Ye Hong Yi yang melihat Fei Yang diserang dari belakang dan terpental kedalam sungai, langsung menjerit kaget.
Yue Feng juga mematung di tempat, tidak tahu harus berbuat apa.
Jeritan Hong Yi memancing kakek botak itu mengalihkan pandangannya kearah Ye Hong Yi.
Begitu melihat kecantikan Ye Hong Yi, sepasang mata kakek itu terbelalak kaget tak percaya.
Sepasang matanya langsung menyala penuh semangat, nafsu kotor penuh kecabulan terpancar dari sepasang matanya.
Ye Hong Yi yang berdiri di jarak yang cukup jauh pun bisa merasakan tatapan mata kakek itu seolah menelanj*ngi seluruh tubuhnya.
Dia bahkan seolah merasa sepasang mata kakek itu sedang membelai setiap centi sudut di tubuhnya.
Ye Hong Yi langsung bergidik ngeri, seluruh bulu ditubuhnya langsung meremang.
Tanpa sadar dia langsung mengunakan kedua tangan nya menutupi bagian terlarang di tubuhnya.
Yue Feng tiba tiba muncul menghadang di depan Hong Yi.
Kakek botak yang melihat pemandangan berubah,. tatapan matanya berubah menjadi.sadis penuh nafsu membunuh.
Sambil menatap geram kearah Yue Feng dia langsung menunjuk jarinya kearah Yue Feng.
Seberkas cahaya biru yang sangat tajam langsung melesat menuju Yue Feng.
Untung Hong Yi bergerak cepat menarik tubuh Yue Feng melompat menghindar kesamping.
Karena terburu-buru tubuh mereka berdua jatuh tumpang tindih,.dengan posisi Yue Feng di bawah Hong Yi diatas.
Hong Yi melayangkan tangan nya
__ADS_1
"plakkk,..!"
Wajah Yue Feng langsung terlempar kesamping dengan pipi merah sedikit bengkak.
Ye Hong Yi buru buru bangun berdiri dengan sepasang pipi merah seperti tomat.
Yue Feng sambil bersungut-sungut ikut bangun berdiri, dia jadi bingung mau berterimakasih atau marah.
Tanpa ada angin atau ada hujan tiba-tiba wajahnya harus mencicipi tamparan keras yang membuat pipinya jadi terasa tebal.
Tapi di sisi lain dia juga bersyukur Hong Yi menariknya menghindar.
Bila tidak nasibnya akan sama dengan pohon besar di belakang mereka yang terbelah dua menimbulkan hiruk pikuk.
Pohon itu saat dilewati sinar biru tajam dari jari kakek gundul itu, sama sekali tidak mengeluarkan ledakan atau suara apapun.
Belahannya juga begitu halus dan rapi, itu hanya menunjukkan betapa tajamnya cahaya biru serangan kakek itu.
Baru saat pohon terbelah dua dan tumbang kedua sisi, suara hiruk pikuk baru terdengar.
Kejadian itu bukan menimpa satu pohon, tapi beberapa pohon di belakang pohon itu, juga mengalami nasib yang sama.
Sementara itu, Fei Yang yang terpental kedalam sungai,.dengan menggunakan kedua tangannya mendorong kearah bawah, tubuh Fei Yang sudah kembali melayang di udara.
Tanpa ampun Fei Yang melepaskan ribuan pedang merah biru, yang berseliweran mengelilingi seluruh tubuhnya, melesat kearah kakek gundul itu.
Karna dia harus segera menghadapi serangan dahsyat Fei Yang yang meluncur kearahnya.
Tadinya dia sempat berpikir Fei Yang telah mati terkena serangannya, yang jarang gagal bila tepat sasaran.
Tapi ternyata dugaannya keliru, Fei Yang bukan hanya tidak mati, bahkan dia sama sekali tidak terlihat terluka.
Kakek itu melepaskan tebasan berbentuk lintasan elektron yang mengelilingi inti kekuatan bola cahaya biru ditengah kearah Fei Yang.
Untuk menyambut pergerakan serangan ribuan pedang merah biru yang sedang melesat kearahnya.
Benturan dahsyat terjadi diudara,
"Blaarrr,..!!"
Kedua kekuatan sesaat saling tekan di udara.
Bias cahaya setajam silet dari serangan yang dilepaskan oleh kakek gundul itu, membuat seluruh pakaian Fei Yang sobek sobek.
__ADS_1
Tapi hanya sebatas pakaian saja, seluruh tubuh Fei Yang terlindungi cahaya biru merah tidak berhasil di tembus.
Begitupula dengan kondisi tubuh kakek gundul itu, tubuhnya juga di lindungi cahaya tajam tipis berwarna biru,.tapi.kain yang membungkus tubuhnya sudah berlubang di sana sini terkena bias energi pedang Fei Yang.
Kedua orang itu masih saling menekan dengan hebat, masing masing meningkatkan kekuatan mereka untuk menekan lawan.
Mereka yang sedang bertempur tidak terluka, tapi tidak dengan para perompak yang berada di atas kapal.
Kini mereka semua sudah tewas tidak bersisa, hanya menjadi mayat bergelimpangan dengan ceceran darah di mana mana.
Kondisi Yue Feng yang menutupi tubuh Hong Yi yang dia tindih dibawah dengan tubuhnya, juga tidak kalah mengenaskan.
Seluruh pakaian nya yang putih di bagian punggung, kini telah berubah merah, dari mulutnya berulang kali menyemburkan darah, di samping wajah Hong Yi yang posisinya ada di bawah.
Hanya terdengar kata maaf dari mulutnya, sebelum dia kehilangan kesadaran sambil menindih tubuh Hong Yi di bawah.
Hong Yi sendiri dengan cemas, langsung menggendong tubuh Yue Feng di punggungnya, lalu berlari cepat dengan ilmu meringankan tubuh meniti diatas daun, secepatnya meninggalkan tempat tersebut.
Fei Yang menyadari hal itu, tapi saat ini, dirinya sedang terlibat duel maut dengan kakek itu.
Dia sama sekali tidak bisa memberikan pertolongan.
Dia hanya bisa berharap pada Hong Yi, untuk bisa menyelamatkan Yue Feng, yang kelihatannya terluka cukup parah.
Kakek gundul perlahan lahan mulai terdesak terdorong mundur kebelakang, lantai kapal yang di injaknya mulai pecah' pecah.
Seiring Fei Yang meningkatkan kekuatan nya hingga level 9, dimana seluruh tubuhnya berubah menjadi sebilah pedang bercahaya putih menyilaukan.
Melesat menerjang ke pusat bola cahaya biru yang di kelilingi lintasan elektron.
Akhirnya terjadi ledakan dahsyat yang meluluh lantakkan, cahaya bola biru di bagian tengah lintasan elektron itu.
Cahaya biru dan lintasan elektron buyar kekuatan ledakannya yang seperti ledakan atom menyambar kemana mana.
Semua buaya ikan yang ada di dalam sungai sekitar sana pada mengambang keatas.
Kapal besar kini hanya tersisa satu, sedangkan kapal besar tempat kakek gundul itu kini luluh lantak hancur berkeping-keping.
Tinggal potongan kayu yang mengambang di sungai.
Fei Yang yang mengambang di udara, sudah menarik kembali kekuatan nya.
Tapi setelah mencari cari dan mengedarkan pandangan juga pendengarannya, kakek kurang ajar itu, tetap tidak terlihat sama sekali.
__ADS_1
Fei Yang tentu tidak berhasil menemukannya, karena kakek itu bersembunyi di bagian bawah buritan kapal, yang masih tersisa satu disana.
Kakek itu terlihat memuntahkan darah segar berulang kali, kelihatannya luka yang di alaminya cukup parah