PENDEKAR API DAN ES

PENDEKAR API DAN ES
IDENTITAS PUTRI WEI


__ADS_3

"Baik tuan putri,.."


ucap para pelayan yang lainnya kompak.


Lalu mereka pun mundur mengikuti Siau Cui meninggalkan paviliun tersebut.


Setelah hanya tersisa mereka berdua, tanpa menoleh dan masih tetap memunggungi Fei Yang sambil menaburkan makanan ikan ke kolam.


Tuan putri itu berkata dengan suara nya yang lembut,


"Silahkan duduk Tuan Li, silahkan di nikmati sajian sederhana nya."


Fei Yang memberi hormat dan berkata,


"Terimakasih banyak tuan putri."


Fei Yang pun mengambil tempat duduk dan menatap bayangan punggung tuan putri itu, sambil menunggu apa yang kira kira akan di sampaikan oleh tuan putri itu.


"Aku sudah mendengar dari Yi Wen tentang keinginan tuan Li.."


"Aku bisa membantu tuan Li mendapatkan orang yang tuan Li inginkan.."


"Tapi aku ada syaratnya,.."


putri itu setelah berkata, dia diam menunggu respon dari Fei Yang.


"Tuan putri boleh katakan, Fei Yang siap mendengarkan.."


"Aku ada 3 permintaan, tapi saat ini aku belum kepikiran."


"Bila tiba waktunya aku baru akan katakan,.. bagaimana..?"


Fei Yang menghela nafas panjang dan berkata,


"Fei Yang mengerti, kalau begitu Fei Yang permisi dulu.."


"Maaf telah merepotkan tuan putri, memikirkan masalah Fei Yang.."


"Permisi,.."


ucap Fei Yang tegas.


Kemudian dia langsung membalikkan badannya bersiap melangkah meninggalkan tempat tersebut.


Fei Yang tidak mau menjanjikan sesuatu yang tidak pasti, yang kelak jelas akan menyulitkan dirinya.


Kini malah tuan putri itu yang panik mendengar ucapan Fei Yang.


Dia buru-buru membalikkan badannya dan berkata,


"Tunggu dasar pria menyebalkan, yang tidak tahu mengambil hati wanita.."


"Mengapa begitu tidak sabar..?"


Mendengar suara yang tidak asing itu, Fei Yang pun menghentikan langkahnya, dan reflek menoleh ke belakang.


Fei Yang sangat terkejut melihat wajah cantik yang sedang cemberut menatap nya dengan kesal.


"Kau putri Wei,..?"


ucap Fei Yang kaget setengah tak percaya.


"Kenapa,..? apa aku tidak pantas jadi Putri,..!?"


"Dasar menyebalkan.."

__ADS_1


"Aku kan sudah bilang akan membantu mu, mengapa masih begitu picik langsung main pergi aja .?"


Fei Yang pun tersenyum lebar, dia pun kembali duduk santai dan mengambil sumpit mencomot makanan di atas meja, tanpa sungkan lagi.


Setelah itu dia menuang arak memenuhi cawan nya, lalu langsung meminumnya, untuk membantu mendorong makanan di mulutnya masuk kedalam perut.


Setelah makanan yang memenuhi mulutnya sudah tidak bersisa.


Sambil tersenyum lebar Fei Yang baru berkata,


"Mengapa tidak bicara dari awal, kalau tahu dari awal kan semua jadi mudah..?"


"Di usir sekalipun aku tidak akan pergi.."


ucap Fei Yang sambil tertawa.


Putri Wei yang sebal langsung meraih anggur di meja, dia gunakan untuk melempari wajah Fei Yang.


Tapi Fei Yang dengan mudah menangkapnya dan berkata,


"Terimakasih anggurnya, wow enak manis..mau ucap Fei Yang.."


Sambil menyodorkan sebiji anggur kearah hadapan Putri Wei.


Putri Wei yang sedang cemberut sedikit tersenyum dia membuka mulutnya maju untuk menyambut anggur ditangan Fei Yang.


Tapi Fei Yang sambil tersenyum nakal memindahkan posisi nya, Putri Wei bergeser sedikit, Putri Wei mengejarnya.


Hingga 3 kali yang ke 4 Fei Yang menggunakan ujung jari kelingkingnya menyentuh bibir Putri Wei sedikit dan berkata,


"Kelamaan waktu habis untuk aku saja."


Dia langsung melempar anggur tersebut kedalam mulutnya sendiri.


"Hmm enak manis,.."


"Kau,..!"


teriak putri Wei sambil mendengus kesal dan membanting kakinya.


Wajahnya merah padam menahan kesal, bibirnya semakin cemberut.


Fei Yang sambil tertawa berkata


"ya sudah jangan marah lagi, ini ****** ayam untuk meredakan emosi.."


"Kau,..!"


teriak putri Wei emosi.


Dia Langsung berdiri dari tempat duduknya, jari telunjuknya yang runcing, dia tunjukkan kedepan wajah Fei Yang.


Setelah itu dengan kesal, dia membanting kakinya, lalu berjalan hendak meninggalkan Fei Yang.


Melihat hal itu, Fei Yang pun berkata,


"Kamu yang mulai duluan,aku cuma mengembalikan nya,.."


"Gimana kesal kan, dipermainkan orang..?"


Putri Wei terus melangkah, dia sedang marah tidak mau meladeni dan berdebat lebih banyak.


Melihat hal itu Fei Yang tersenyum tenang dan melanjutkan berkata,


"Aku katakan pada mu, bila kamu pergi sekarang, selamanya jangan harap, bisa meninggalkan sangkar emas ini.."

__ADS_1


"Mengenai Xuan Ming, aku masih punya cara lain.."


Putri Wei terpaksa menghentikan langkahnya, dia sedikit tertegun mendengar ucapan Fei Yang.


Sambil menatap tajam kearah Fei Yang putri Wei berkata,


"Apa maksud mu dengan cara lain ?"


Fei Yang berdiri dari duduknya, dia berjalan kearah kolam mengulurkan tangannya kedepan dan berkata,


"Bila tidak mau keluar, aku akan mengaduk ngaduk nya, hingga muncul kepermukaan baru menangkapnya."


Dengan ajaib seluruh ikan di kolam


melayang keluar dan mengapung di udara.


Perlahan-lahan satu persatu jatuh kembali kedalam kolam, hingga tersisa satu ekor yang paling besar.


Perlahan lahan ikan besar itu melayang kearah Fei Yang, meski ikan itu terus menerus meronta ronta dan bergerak gerak di udara.


Dia tetap tidak bisa melepaskan diri, dia hanya bisa terus melayang kearah tangan Fei Yang.


Setelah dekat dengan tangan Fei Yang, Fei Yang baru mengibaskan tangannya, membiarkan ikan itu jatuh kembali kedalam kolam.


Ikan itu langsung menyelam kedasar kolam menjauhi lokasi paviliun dengan penuh ketakutan.


Putri Wei hanya bisa terbelalak melihat pertunjukan yang Fei Yang lakukan.


Dari pertunjukan itu, dia tahu Fei Yang akan mengacak ngacak istana untuk menemukan Xuan Ming.


Dengan statusnya sebagai putra mahkota Xi Xia, bila keributan membesar bukan tidak mungkin.


Song dan Xi Xia akan terjadi perang besar, bila itu terjadi meski kerajaan Song jauh lebih makmur dan besar.


Kekuatan armada perang pun jelas jauh lebih besar, tapi bukan tidak mungkin mereka akan mengalami nasib seperti negara Liao Dong.


Karena di pihak Xi Xia ada Fei Yang yang kesaktiannya tidak lumrah manusia.


Kecuali mereka mendapatkan bantuan dari dewa, bila tidak tipis harapan mereka untuk keluar sebagai pemenang.


Berpikir sampai di situ, sambil menahan kesal dengan bibir masih cemberut.


Putri Wei terpaksa menghempaskan bokong nya duduk kembali di atas kursi dengan keras.


Untuk melampiaskan kekesalannya hatinya, yang mendongkol dan kurang puas.


Fei Yang sambil tersenyum tenang berjalan kembali ketempat duduknya dan berkata,


"Bagaimana,.. sudah di pikirkan ?"


"Apa keputusan mu ?"


Dengan bibir cemberut putri Wei berkata,


"Siau Cui akan mengatur kamar untuk mu.."


"Besok pagi kamu akan di rias dulu oleh Siau Cui, sebelum ikut aku ke acara seleksi pengawal istana.."


"Nanti di sana akan tiba giliran mu bertemu dengan nya.."


"Setelah itu semua terserah pada mu,.."


"Tapi ingat jangan lupa dengan janji mu sebelumnya.."


ucap Putri Wei ketus, lalu dengan kesal dia berjalan pergi.

__ADS_1


__ADS_2