PENDEKAR API DAN ES

PENDEKAR API DAN ES
MENGANTRI DI GERBANG KOTA KAI FENG


__ADS_3

"Jangan pegang pegang, jalan jalan aja, aku risih.."


ucap Fei Yang sambil mengibaskan tangannya dan mempercepat langkah nya.


Kini bagaimana pun Yi Wen mempercepat langkah nya, bahkan berlari cepat, jaraknya dan Fei Yang tetap sama.


Fei Yang tetap terlihat berjalan santai, tai Yi Wen tidak pernah berhasil mendekati nya.


1/2 Li berlari, Yi Wen akhirnya tidak sanggup lagi, dengan nafas ngos ngosan dia menghentikan pengejarnya.


Kini setelah dia melangkah pelan, jaraknya pun tetap sama tidak menjadi tertinggal.


Kini sadarlah Yi Wen, Fei Yang memang sengaja mengerjainya.


Dia mempelototi Fei Yang dengan kesal dari belakang, ingin rasanya dia memaki maki, melampiaskan kekesalannya.


Tapi kecerdikan nya, membuat dia menelan semuanya, hanya mengikuti langkah Fei Yang dengan bibir cemberut.


Saat mereka keluar dari gerbang kota Hang Zhou di mana jalan mulai sepi.


Sepanjang mata memandang hanya ada persawahan dan beberapa orang sedang menggarap sawah mereka.


Jaraknya dan Fei Yang pun semakin lama semakin dekat, dengan gembira Yi Wen mempercepat langkah nya menyusul Fei Yang.


Sekali ini dia berhasil menyusul, tapi baru saja dia berhasil berjalan di samping Fei Yang.


"Haiiiii,..!!"


Yi Wen tiba tiba berteriak kaget, karena Fei Yang telah membawanya terbang ke angkasa.


Tanpa memperdulikan jeritan ketakutan dan kepanikan nya, Fei Yang terus membawanya terbang hingga menembus awan.


Kemudian mereka mendarat ringan di atas punggung seekor rajawali emas yang sangat besar.


Yi Wen meski masih memegang lengan Fei Yang erat erat,. tapi dia mulai bisa lebih tenang.


Perlahan lahan dia mulai bisa menikmati pemandangan dari atas udara.


Ini adalah pengalaman baru yang sangat menegangkan tai juga sangat menakjubkan bagi Yi Wen.


Sehingga dengan riang dia selalu menunjuk kesana kemari berbicara sendiri dengan cerewetnya.


Tapi Fei Yang tidak terlalu memperdulikan nya, setelah memberi tahu Kim Tiaw arah tujuan mereka.


Fei Yang pun duduk diam bersila, sambil memejamkan matanya.


Yi Wen mulai berani merangkak kesana kemari di punggung Kim Tiaw yang luas untuk bisa melihat dengan lebih jelas pemandangan menakjubkan yang ada di bawahnya.


Kim Tiaw yang merasa terganggu dengan pergerakan Yi Wen, yang terus merangkak kesana kemari di punggungnya, membuat dia kurang nyaman.

__ADS_1


Seperti ada kutu yang sedang merayap di punggungnya, sambil bercecowetan sangat berisik.


Tiba-tiba Kim Tiaw melakukan manuver terbang miring.


"Ahhh..!!"


Teriak Yi Wen kaget.


Fei Yang sedikit tersenyum, dan berkata,


"Duduk diam,.. jangan terlalu banyak bergerak bila terjatuh ke bawah, resiko tangung sendiri.."


Yi Wen yang memegang punggung Kim Tiaw erat erat menjebikan bibirnya kearah Fei Yang dengan kesal.


Dia perlahan lahan dengan hati hati merangkak kembali mendekati Fei Yang dan duduk di sebelahnya tidak berani banyak bergerak gerak lagi.


Yi Wen diam diam mengangkat kepalan tangannya keatas kepala seakan akan ingin memukuli Fei Yang.


Sambil memajukan bibirnya kedepan seakan akan sedang meniru Fei Yang yang barusan menegurnya.


Fei Yang tentu saja tahu, tapi dia tetap memejamkan matanya berita pura tidak tahu.


Yi Wen yang mulai bosan duduk, dia merubah rubah posisinya dari berselonjoran hingga setengah berbaring, akhirnya dia tidur meringkuk di atas punggung Kim Tiaw.


Melihat posisinya yang seperti orang tidur meringkuk kedinginan, Fei Yang pun melepaskan jubahnya, dan menyelimuti tubuh Yi Wen.


Sambil menghela nafas panjang menatap Yi Wen sejenak, Fei Yang pun kembali memejamkan matanya melanjutkan meditasi nya.


Dia baru membuka kembali matanya, melihat apa yang terjadi.


Sepasang mata Fei Yang yang tajam mulai bisa melihat di kejauhan sana ada sebuah benteng kota yang sangat besar dan megah, dengan bangunan bangunan yang menjulang tinggi.


Inilah Ibukota Kai Feng pikir Fei Yang dalam hati, akhirnya mereka tiba juga.


Ini adalah pertama kalinya dia datang ke kota yang sangat besar dan megah ini, kemajuan arsitekturnya bahkan masih jauh di atas ibukota Xi Xia Yin Chuan.


14 tahun yang lalu dia pernah di kirim kemari bersama pamannya Li Yuan Tan, tapi di tengah jalan malah terjadi hal tak terduga, sehingga rombongan mereka tidak pernah kesampaian datang ketempat ini..


Melihat jarak dengan ibukota semakin dekat Fei Yang pun berkata,


"Tiaw Siung,.. turunkan saja kami di pinggir hutan sebelah kanan sana.."


Kim Tiaw mengangguk kecil, dia terbang merendah kearah yang di tunjuk oleh Fei Yang.


Kim Tiaw perlahan-lahan mendarat di pinggir hutan yang sepi.


Setelah Kim Tiaw mendarat, Yi Wen pun otomatis ikut terbangun dari tidurnya.


Melihat tubuhnya tertutup oleh jubah Fei Yang, dia melipatnya kemudian mengembalikannya ke arah Fei Yang dan berkata,

__ADS_1


"Terimakasih, sesuai dugaan ku, kamu memang baik dan bisa di andalkan.."


Fei Yang menerima kembali jubahnya dan berkata,


"Simpan pujian mu, aku tidak sanggup menerimanya..'


Tanpa memperdulikan senyum manis Yi Wen, yang bagi Fei Yang rada rada membuat perutnya mual.


Dia langsung melompat dari atas punggung Kim Tiaw, dan meneruskan langkahnya.


Tanpa memperdulikan Yi Wen, yang mengikuti di belakang, sambil melompat lompat riang dan bersenandung dengan suaranya yang merdu.


Setelah menempuh perjalanan


Melewati seribu gunung


Menikmati pemandangan indah


menakjubkan


Akhirnya bisa kembali juga kemari.


Raut wajah orang orang yang menanti kepulangan ku.


Apakah masih tetap seperti dulu, tetap setia menanti, menyambut kepulangan ku.


Tanpa perdulikan hujan dan angin yang datang menerpa.


Fei Yang yang mendengar senandung dari Yi Wen, hanya tersenyum kecil dan menggelengkan kepalanya, sambil meneruskan langkahnya.


Setelah menempuh perjalanan yang cukup melelahkan bagi Yi Wen.


Mereka berdua pun mulai mengikuti barisan antrian pemeriksaan, untuk memasuki kota.


Saat sedang berbaris mengikuti antrian, tiba tiba dari arah belakang mereka datang rombongan besar pasukan yang berbaris rapi.


Di bagian paling depan terlihat seorang pemuda yang mengenakan baju kuning bersulam naga di depan dadanya, dengan bagian punggung dan bahu tertutup jubah hitam yang juga bersulam naga


Wajahnya sangat tampan, bila di perhatikan dengan teliti, wajahnya sedikit mirip dengan Yi Wen.


Di pinggang nya tergantung sebuah gendewa dan sekantung anak panah.


Dia duduk tenang diatas kuda tunggangan nya yang tinggi besar dan gagah.


Di kanan kirinya terlihat dua orang pengawal berpakaian seragam militer mentereng, menunjukkan pangkat mereka tidak rendah.


Yang satu berwajah Hitam brewokan, Yang satu lagi berwajah putih bersih tanpa jenggot dan kumis sedikitpun.


Di belakang mereka berbaris pasukan yang tidak kurang dari 5000 orang semuanya menunggangi kuda besi.

__ADS_1


Semua wajah pasukan itu tertutup oleh topi besi, yang terbuka hanya bagian matanya saja.


__ADS_2