
"Boommm,...!"
Kembali terjadi ledakan dahsyat di udara, sebelum Fei Yang dan Li Yuan Ba bersentuhan.
Menyusul ledakan dahsyat, baru terlihat Fei Yang dan Li Yuan Ba, saling serang diudara.
Fei Yang menggunakan tangan kosong yang di selimuti cahaya 6 warna, sedangkan Li Yuan Ba menggunakan pedang besarnya yang diselimuti kabut hitam.
"Dukkk,..! Duakkk,..! Duakkk,..!"
"Trangggg,..! Trangggg,..! Trangggg,..! Trangggg,..!
Setelah beradu beberapa jurus dalam jarak dekat, masing masing saling mencecar lawan mereka dengan perubahan jurus terbaik.
Akhirnya mereka berdua saling berpapasan, lalu masing masing mendarat di atas tanah, saling memunggungi dalam jarak 3 meteran.
Rambut Fei Yang yang putih terlihat berkibar kibar, jubahnya beberapa tempat terlihat robek robek.
Wajah Fei Yang sedikit pucat, dengan kening di penuhi keringat kecil kecil.
Fei Yang terlihat batuk batuk kecil, dari sudut bibirnya menetes sedikit darah segar.
Xue Lian dengan kaget menghampiri suaminya dan berkata,
"Sayang kamu tidak apa apa,? aku bantu salurkan tenaga ya..?"
Fei Yang mengangkat tangannya, sambil menggelengkan kepalanya.
Sebelum Fei Yang sempat berkata, menjawab istrinya.
Li Yuan Ba di sana sudah memutar badannya menghadap kearah Fei Yang dan berkata,
"Ayo kita teruskan lagi..!"
Xue Lian buru buru membalikkan badannya,.siap menyambut serangan Li Yuan Ba.
Pancaran energi lima unsur dengan lima cahaya, berputaran di sekitar tubuhnya.
Fei Yang perlahan-lahan membalikkan badannya menyentuh bahu istrinya, sambil menggelengkan kepalanya.
Memberi isyarat, agar istrinya sedikit tenang.
Fei Yang menatap Li Yuan Ba dengan wajah gelisah, kaki nya sedikit dirapatkan, kedua tangannya di letakkan di kiri kanan pinggang.
Li Yuan Ba sendiri baru saja berjalan tiga langkah, tiba tiba wajahnya berubah.
"Cusss,..! Cusss,..! Cusss,..!"
Cusss,..! Cusss,..! Cusss,..!"
Cusss,..! Cusss,..! Cusss,..!"
Seluruh nadi utama di tubuhnya tiba tiba meledak, darah menyembur dari nadi yang pecah.
__ADS_1
Sepasang mata Li Yuan Ba melotot kaget, mulutnya tiba-tiba menyemburkan darah segar yang cukup banyak.
Ke tujuh lubang panca Indra nya mengalirkan darah segar, seiring dengan itu, bagian dada kirinya juga muncul kilatan listrik kecil.
Sebelum akhirnya meledakkan darah segar membasahi pakaian atasnya.
Li Yuan Ba akhirnya berdiri diam di sana, dengan kepala terkulai kebawah, sepasang matanya yang terbuka lebar, menyorotkan sinar tidak percaya.
Li Yuan Ba sampai mati pun tidak percaya, dirinya bisa kalah dan kembali tewas untuk kedua kalinya, dengan jantung meledak, karena tersambar petir.
Kelihatannya dia kembali menjalani takdir keduanya, tetap meninggal karena petir.
Setelah melihat Li Yuan Ba sudah tamat, tanpa berkata apa-apa, setelah memberikan ciuman di pipi istrinya.
Fei Yang langsung berlari ke balik pohon, di sana dia melepaskan, semua yang di tahan tahannya dari tadi.
Terdengar bunyi,
"Serrrrrrr,..! Proottt..! Suittt..!"
"Hufff,..! Ahhhh...!"
Fei Yang yang terlihat sedang berjongkok di balik pohon terlihat, sedikit bergidik kecil, sebelum akhirnya matanya terlihat meram melek.
Xue Lian buru buru menutup hidungnya, sambil menahan senyum, dia segera menjauhi tempat itu.
Menunggu di tempat yang agak jauh.
Tak lama kemudian dari balik pohon terlihat Fei Yang melangkah keluar sambil tersenyum lega.
Xue Lian hanya bisa menggelengkan kepalanya, melihat tingkah laku suaminya yang konyol.
Saat Fei Yang berada di hadapannya, Xue Lian baru bertanya,
"Jadi kamu tadi itu, bukan terluka,? tapi karena kebelet, makanya wajah mu jadi aneh begitu..?"
Fei Yang mengacungkan dua jarinya sambil tersenyum cengengesan, dia menganggukkan kepalanya.
"Lalu darah di ujung bibir mu itu..?"
tanya Xue Lian penasaran.
"Ohh itu, aku mengigit bibir untuk menahan mules dan sesak pipis, pas berbenturan kuat, tanpa sengaja tergigit jadi berdarah.."
ucap Fei Yang santai.
Xue Lian dengan gemas memukul lengan Fei Yang, lalu dia merangkulnya dengan mesra.
Mereka berdua berjalan memasuki hutan bambu kuning.
Tidak seperti sebelumnya, Fei Yang di hadang raja suling perak.
Sekali ini tidak ada penghadang nya, mereka berdua berhasil melewati hutan bambu kuning dengan lancar.
__ADS_1
Baru saat mereka berdua keluar dari balik hutan bambu kuning, tempat di mana Pendekar ular mas di makamkan.
Di sana kini berdiri, 9 pondok sederhana berjajar rapi, dari dalam pondok terdengar suara lantunan orang sedang berdoa.
Saat Fei Yang tiba di halaman depan pondok, dari dalam pondok sederhana melangkah keluar 9 biksu, yang Fei Yang kenali sebagai biksu kuil halilintar.
"Omitofo,..! anak muda kita bertemu lagi ini namanya jodoh.."
"Bagaimana kabar mu selama ini..?"
ucap sebuah suara yang turun dari langit, tanpa terlihat siapa yang sedang berbicara di antara ke 9 biksu itu.
Fei Yang dengan wajah kaget dan heran mengajak istrinya, untuk maju memberi hormat sekaligus menyapa, ke 9 biksu senior itu.
"Keadaan ku dan istri ku sangat baik, terimakasih atas perhatiannya biksu senior sekalian.."
"Sebenarnya apa yang terjadi, mengapa biksu bersembilan bisa berada di tempat ini..?"
tanya Fei Yang melepaskan rasa penasaran dan kagetnya.
Mendengar pertanyaan Fei Yang wajah ke 9 biksu itu, langsung menjadi muram, delapan di antaranya langsung menundukkan kepalanya, sambil merangkap kan kedua tangan di depan dada.
Satu diantara mereka yang terlihat paling senior menatap kearah Fei Yang.
Suara dari langit kembali terdengar,
"Kemampuan kami di bawah orang, kami bisa bilang apa..?"
"Mungkin ini sudah jalan karma kami, sehingga kami harus melewati cobaan ini.."
"Biksu senior, sebenarnya apa yang telah terjadi ? tidak mungkin tanpa hujan dan ingin, biksu senior bersembilan bisa ada di tempat ini.."
Sebuah suara lain muncul dari atas langit, kini biksu kedua lah, yang bergantian menatap kearah Fei Yang.
Sedangkan biksu pertama terlihat sudah menundukkan kepalanya, dengan tangan merangkap didepan dada sama persis seperti ke 7 rekannya yang lain.
Terdengar suara biksu kedua berkata,
"Semua ini berawal dari murid murtad kami, dia mencuri kitab tapak Buddha kami, dan melarikan diri bersembunyi di sini.."
"Kami mengejarnya sampai di sini, tapi karena kemampuan kami masih di bawah pemilik lembah ini."
"Maka jadilah kami berakhir sebagai anjing penjaga tempat ini.."
ucap suara biksu kedua yang terdengar sedih dan menyesal.
Fei Yang menghela nafas panjang mendengar cerita ke 9 biksu senior itu.
Dengan hati hati Fei Yang bertanya,
"Biksu senior, junior dan istri junior ada sedikit urusan dengan pemilik lembah kebahagian.."
"Sudi kah sekiranya, senior ber 9 mengingat hubungan baik kita dulu, mengijinkan kami suami istri melewati tempat ini .?"
__ADS_1
ucap Fei Yang se sopan mungkin.
Dia berharap sebisa mungkin menghindari bentrokan dengan 9 biksu sakti itu.