
Di mana terlihat ular Derik perak sedang melingkarkan tubuhnya, dengan kepala menghadap keatas siap memberikan serangan dengan moncongnya yang terbuka lebar.
Mematuk Rajawali Emas yang sedang mendekatinya dengan kecepatan tinggi.
Tapi Rajawali Emas tidak gentar sedikitpun, bisa yang disemburkan dan Patukan Ular Derik Perak, tidak membawa pengaruh bagi cakar dan kaki rajawali emas, yang di lindungi oleh sisik kakinya yang sangat keras seperti batu karang.
Dengan mudah kepala ular itu tercengkram oleh sepasang cakar Rajawali Emas, lalu di bawa terbang keudara.
Sambil terbang Rajawali Emas hendak menggunakan paruhnya untuk mematuk kepala Ular Derik Perak, dia ingin melumpuhkan mangsanya tersebut.
Tapi sebelum kesampaian sebuah sinar biru melesat menghantam paha Rajawali Emas, membuat kakinya mati rasa.
Sehingga cengkraman kakinya pun melonggar, Ular Derik Perak dalam cengkraman nya pun terlepas, kembali jatuh kebawah.
Fei Yang yang berada di udara tidak sempat mencegah serangan sinar biru, yang datang nya sangat tiba-tiba dan cepat itu.
Tapi Fei Yang tidak mau melepaskan mangsa yang sudah di tangkap oleh sahabatnya.
Bila ular itu kembali keatas tanah, dia akan kesulitan menemukan ular yang pasti akan kabur melarikan diri, kembali ketempat persembunyian nya.
Dengan gerakan secepat kilat Fei Yang melepaskan seberkas sinar biru, yang melesat bagaikan sambaran petir memotong kepala ular itu hingga terbelah dua.
Fei Yang sendiri juga menghilang dari posisinya, tahu tahu sudah muncul diatas tanah dengan potongan tubuh ular dalam genggaman tangannya.
Ribuan sinar biru dilepaskan kearah Fei Yang, membentuk mata tombak kecil kecil.
Fei Yang dengan cepat membentuk perisai diagram kuno menjadi pelindungnya.
Lalu dia mengambil empedu Ular Derik Perak, membekukan nya menyimpannya kedalam cincin.
Sedangkan bangkai Ular Derik Perak di buangnya begitu saja keatas tanah.
Tapi saat Fei Yang menyelesaikan pekerjaan nya, tubuhnya terpental berguling-guling, terkena hantaman sebuah cahaya golok biru raksasa, yang menghancurkan diagram perisai pelindung yang di buatnya.
Rupanya saat Fei Yang sibuk mengambil dan menyimpan empedu ular, mata tombak itu ditengah jalan dengan ajaib bersatu.
Membentuk sebuah cahaya golok biru raksasa, menebas kearah Fei Yang.
Kekuatan itu sangat besar, langsung meluluh lantakkan pertahanan diagram kuno, buatan Fei Yang.
Saat Fei Yang menyadarinya semua sudah terlambat, serangan yang sangat kuat itu sudah tiba di hadapannya.
Sehingga Fei Yang tidak sempat lagi menghindar ataupun menangkisnya.
Dia hanya bisa menerimanya dengan pasrah, tapi ketiga tenaga dahsyat di dalam tubuhnya, otomatis bergerak melindungi tubuh Fei Yang.
Fei Yang yang terpental berguling-guling, saat ingin bangkit berdiri, dia memegangi dadanya yang terasa sangat sakit luar biasa.
__ADS_1
Darah bergolak kemudian menyembur keluar lewat mulutnya.
Fei Yang memumtahkan dua teguk darah segar.
Dia terjatuh berlutut dengan kaki sebelah diatas tanah.
Sejak dia keluar dari tempat persembunyiannya di hutan bambu sesat, ini adalah pertama kalinya Fei Yang mengalami cedera.
Tidak tahu darimana munculnya, tahu tahu di hadapannya kini berdiri seorang pria berpakaian biru langit berambut putih.
Tapi wajahnya justru terlihat masih muda, paling paling berusia sekitar 20 tahun.
Wajah nya sangat tampan dengan sepasang alis hitam tebal, melindungi sepasang matanya yang bersinar tajam.
"Anak muda,.. kamu telah melanggar pantangan yang ku buat ditempat ku ini.."
"Di sini aku melarang siapapun melakukan pembunuhan, bahkan hewan terkecil sekalipun tidak akan ku ijinkan.."
"larangan ini berlaku bagi siapapun, bahkan dewa atau iblis sekalipun, tidak ada yang berani melanggarnya.."
"Bagi yang melanggarnya, aku akan memotong anggota tubuh yang melakukan pelanggaran.."
ucap pria itu sambil tersenyum dingin.
Fei Yang sendiri di dalam hati sangat kaget, dengan 3 kekuatan gabungan di dalam tubuhnya.
Asal usulnya pun pasti sangat mengerikan, dia bisa muncul dan menghilang tiba-tiba, ini menunjukkan ilmu ringan tubuhnya pun sudah sangat sempurna.
"Misi mencari obat penawar buat Hong Yi sungguh tidak mudah.."
"Baru mengunjungi dua tempat, aku sudah harus bermusuhan dengan dua jagoan, yang satu di bandingkan dengan yang lainnya semakin lama semakin kuat..."
batin Fei Yang dalam hati.
Fei Yang buru buru mengangkat kedua tangannya memberi hormat dan berkata,
"Maafkan ketidak tahuan ku yang secara tidak sengaja, telah melanggar pantangan yang senior buat di sini.."
"Kalau boleh tahu saya berhadapan dengan senior..?'
ucap Fei Yang penuh hormat sambil menjura dalam dalam kearah pria di hadapannya.
Pria itu tersenyum sinis dan berkata,
"Tidak perlu banyak peradatan, apapun alasan mu, kamu sudah melanggar peraturan wilayah ku.."
"Untuk itu hanya ada dua pilihan, potong kedua tangan mu, tinggalkan tempat ini.."
__ADS_1
"Atau hadapi aku, bila kamu dapat bertahan dalam 100 jurus menghadapi ku.."
"Kamu boleh pergi dari sini dengan aman.."
Fei Yang menghela nafas panjang dan berkata,
"Senior tidak memberi ku pilihan, baiklah aku hanya bisa menunjukkan sedikit kebodohan ku di hadapan senior.."
"Semua ku lakukan hanya untuk sekedar berjaga diri.."
ucap Fei Yang sambil bersiap siap menghadapi serangan dari pria di hadapannya.
Pria itu tersenyum dingin dan berkata,
"Berhati-hatilah..!"
Lalu dia pun mulai maju menyerang Fei Yang, dengan sepasang tangan kosong yang mengeluarkan cahaya biru.
Setiap serangan tebasan tangan nya, akan membentuk sinar golok biru yang sangat tajam.
Fei Yang menggabungkan langkah ajaib, dan terbang bebas diudara tanpa bayangan, untuk menghadapi serangan pria berbaju biru itu.
Sambil menghindar Fei Yang terus menerus berhitung, sambil mengamati kelemahan dari jurus jurus serangan pria baju biru itu.
Tapi Fei Yang kesulitan menemukan kelemahan dari setiap jurus, yang di lancarkan oleh pria itu.
Gerakannya sangat teratur dan sempurna hampir tanpa celah, sepertinya setiap jurus yang di mainkan oleh nya.
Sudah di latih hingga begitu matang dan sempurna.
Bahkan pria itu juga memiliki langkah ajaib, yang tidak kalah hebat dengan ilmu langkah ajaib Fei Yang.
Memasuki jurus ke 50 Fei Yang semakin terdesak, musuh seperti sudah tahu kemana dia akan melangkah dan selalu menutup jalan nya.
Sehingga Fei Yang berkali-kali di paksa harus menangkis keras lawan keras, yang membuat tubuhnya tergetar hebat.
Dia selalu terpental mundur, kedua tangannya terasa pegal dan kesemutan setiap habis berbenturan.
Tenaga gabungan Fei Yang seolah olah tidak berarti, di hadapan pria tersebut.
Pria itu mulai merubah cara bersilat nya begitu memasuki jurus ke 90.
Tiba-tiba di tangan nya muncul sebuah golok hitam putih.
Golok kanan memainkan irama keras meledak ledak penuh kekuatan.
Sedangkan golok kiri memainkan irama halus dan lembut, tapi memiliki tenaga dorongan yang kuat dan dahsyat.
__ADS_1