PENDEKAR API DAN ES

PENDEKAR API DAN ES
MELEWATI 7 GERBANG PATUNG


__ADS_3

Fei Yang menekan huruf kuno yang terukir di dinding secara berurutan, sesuai perintah dari guru nya.


Setiap menekan 3 huruf, formasi diagram kuno itu akan berputar sesuai arah jarum jam.


Yi Han Tao Se kembali memberi petunjuk dari punggung Fei Yang


"Fei Yang,.. yang terakhir gunakan kedua jari jempol mu yang ada darahnya."


"Tekan. dua tombol yang ada di tengah gambar Pat Kwa itu."


Fei Yang mengigit kedua jempolnya hingga berdarah, lalu menekan dua tombol yang terletak di tengah ukiran Pat Kwa, di dinding samping pintu.


Begitu tertekan hingga melesak kedalam.


Pintu pun bergeser terbuka, secara otomatis.


"Fei Yang ayo kita masuk.."


ucap Yi Han Tao Se menepuk bahu Fei Yang.


Fei Yang y sejenak terpana melihat kearah dinding batu tebal penutup gua larangan, kini telah berubah menjadi merah mengeluarkan api menjilat jilat.


Seperti batu lahar di dalam perut bumi, di samping itu batu tersebut pun bergetar hebat dan mulai retak retak.


Tapi tepukan di bahunya, menyadarkan dirinya, Fei Yang buru buru melangkah masuk, kedalam pintu gua yang terbuka.


Baru saja Fei Yang melangkah masuk, pintu kedua sedang bergerak menutup.


Pintu pertama yang kini di selimuti api, tiba tiba meledak hancur berkeping-keping.


Dari balik kepulan debu, melesat dua sosok yang terbungkus cahaya merah menyala.


Dalam sekejap mata, mereka berdua sudah hendak menerobos masuk menyusul Fei Yang dan Yi Han Tao Se.


Yi Han Tao Se tiba tiba menghilang dari pondongan Fei Yang, muncul di depan pintu kedua.


Dia langsung mengulurkan kedua tangannya yang bersinar merah dan biru kedepan, untuk menyambut dua orang yang sedang datang menerjang kearah pintu kedua, di mana pintu tersebut sedang bergerak menutup.


Benturan dahsyat terjadi, kedua orang itu terpental kebelakang,.begitu pula dengan Yi Han Tao Se, dia terdorong mundur kedalam gua dengan kuda kuda kedua kakinya goyah tidak beraturan.


Tepat tubuh Yi Han Tao Se terdorong kedalam gua lapis kedua, pintu pun menutup kembali.


Setelah pintu tertutup habis, Yi Han Tao Se langsung memuntahkan darah cukup banyak dari mulutnya.


Fei Yang hanya berdiri bengong menatap Yi Han Tao Se.


Yi Han Tao Se mengeluarkan beberapa pil putih dari sebuah botol kecil.


Dia langsung menelannya sekaligus, setelah itu dia menjatuhkan diri duduk bersila di sana.


Sesaat kemudian, dia baru kembali membuka matanya, dan berkata.


"Fei Yang ayo pondong aku, kita lanjutkan lagi perjalanan kita."


"Ba.. bagaimana keadaan guru..saat ini..?"


tanya Fei Yang khawatir.


Yi Han Tao Se tersenyum lembut dan berkata,


"Itu kamu tidak perlu khawatir, mati hidup sudah ada yang mengaturnya."


"Guru mu sudah hidup hampir 700 tahun, tak ada yang perlu di dirisaukan lagi."

__ADS_1


"Baik guru.."


ucap Fei Yang berjongkok didepan gurunya.


Yi Han Tao Se kembali naik kepunggung Fei Yang, lalu dia melanjutkan berkata,


"Fei Yang saat ini yang terpenting adalah menyelamatkan pusaka itu, agar tidak jatuh ketangan yang salah."


Fei Yang mengangguk kemudian berkata,


"Guru ke arah mana kita selanjutnya."


Yi Han Tao Se menarik dan menghela napas panjang beberapa kali , seperti sedang mengumpulkan kekuatan untuk bicara.


Sesaat kemudian dia baru berkata,


"Kamu lihat,.di depan ada garis kotak kotak mirip papan catur."


"Ya guru,.. Fei Yang melihat nya."


"Kamu ikuti petunjuk guru, saat melangkah di atas papan catur itu.."


Fei Yang menarik nafas panjang, lalu dia mulai berloncatan ringan di atas garis kotak kotak, mirip papan catur Wei Qi, Fei Yang bergerak sesuai dengan petunjuk dari gurunya.


Wei Qi adalah semacam catur kuno jaman dulu.


Setiap Fei Yang melangkah, bidak catur hitam dan putih akan bergerak otomatis sendiri.


Hingga akhirnya Fei Yang keluar dari area papan catur, bidak bidak itupun secara otomatis menyingkir ke samping kiri dan kanan.


Berbaris dengan rapi layaknya tentara siap perang.


"Fei Yang,.. uhuk..uhuk..kamu teruskan langkah mu ke depan,.di sebelah kanan pintu.."


"Guru kamu tidak apa-apa,? bagaimana bila kita istirahat sejenak.."


tanya Fei Yang.


"Tidak ada waktu lagi nak.. kita harus bergerak cepat sebelum mereka tiba..kemari.."


"Kamu lihat di bawah kanan pintu, ada delapan kotak kecil, kamu injak sesuai petunjuk dari ku.."


"Baik guru.."


jawab Fei Yang cepat, dia lalu berlari kearah kanan pintu, menginjak lantai mengikuti petunjuk dari gurunya.


Beberapa saat kemudian pintu kembali terbuka.


Di dalam ruangan tersebut, di bagian tengah ruangan, terlihat ada sebuah ruangan yang tertutup pintu batu yang sangat tebal dan berat.


Di depan pintu batu terdapat patung sepasang burung bangau, dan dua buah hiasan batu, yang di gunakan sebagai tempat menyalakan lampu penerangan.


Sedangkan di bagian kiri kanan ruangan tersebut, di sepanjang dindingnya.


Di penuhi ukiran huruf dan gambar seperti orang sedang berlatih silat.


Ada yang di penuhi ukiran orang bersilat dengan tangan kosong, ada yang dengan pedang, golok tombak Toya, dan berbagai jenis senjata lainnya.


Di samping setiap gambar ada tertera tulisan kecil yang berderet-deret rapi.


Mungkin inilah ilmu silat yang tertera di sepanjang dinding gua, sesuai dengan cerita guru Yi Han Tao Se dulu.


Di mana pemenang acara lomba tahunan akan di perbolehkan mempelajari ilmu ilmu yang ada di dinding ini..pikir Fei Yang dalam hati.

__ADS_1


Fei Yang tidak memiliki waktu banyak untuk melakukan pengamatan, karena di harus mengikuti arahan Yi Han Tao Se gurunya.


"Fei Yang kamu putar satu kali...masing masing di bagian paruh, kedua patung bangau itu."


ucap Yi Han Tao Se memberi perintah dari belakang punggung Fei Yang.


Fei Yang mengangguk, lalu dia dengan cepat maju memutar paruh patung bangau sesuai petunjuk gurunya.


Begitu kedua paruh patung bangau itu Fei Yang putar, kembali terdengar bunyi bergemuruh pada pintu batu di tengah ruangan.


Saat pintu itu terbuka, Fei Yang sambil menggendong tubuh gurunya di punggung segera masuk kedalam ruangan tersebut.


Di dalam ruangan tersebut terlihat banyak sekali patung kayu yang memegang berbagai jenis senjata.


Ada yang memegang tombak, kapak, palu, pedang golok dan Toya.


Fei Yang mencoba menghitungnya total ada 49 orang manusia kayu.


Pintu berat di belakang Fei Yang kembali menutup, setelah Fei Yang berada di dalam ruangan tersebut.


Begitu pintu tertutup kembali dengan sempurna terdengar suara Yi Han Tao Se berkata,


"Fei Yang majulah dengan hati hati ikuti perintah ku, kita pasti bisa melewatinya dengan baik."


Fei Yang mengangguk, kemudian dia mulai melangkah mengikuti petunjuk gurunya.


"Guru apakah Parung ini bisa bergerak dan menyerang kita, atau cuma hiasan..?"


tanya Fei Yang sambil melangkah.


"Bila kamu salah langkah, mereka akan langsung bergerak menyerang kita.."


"Jadi hati hatilah melangkah, jangan membangkitkan penggerak rahasianya.."


ucap Yi Han Tao Se memberi penjelasan dengan pelan.


Tapi pembicaraan itu langsung membuat nafasnya terengah-engah.


Fei Yang tidak banyak bertanya lagi dia langsung melanjutkan langkahnya sesuai petunjuk gurunya.


Setelah melewati deretan patung kayu, pintu batu di depan mereka terbuka otomatis.


Di dalam ruangan kedua ini lagi lagi mereka menemukan barisan patung yang berdiri rapi di kiri dan kanan.


Hanya saja patung di ruangan ini, semuanya terbuat dari besi, jumlahnya juga berubah.


Di sini hanya terdapat 42 patung besi.


Setelah melewati deretan patung besi, di ruangan ketiga mereka kembali menemukan deretan patung manusia baja yang jumlahnya 35 patung.


Dengan mengikuti petunjuk gurunya mereka bisa melaluinya dengan aman.


Begitupula dengan ruangan ke empat Fei Yang kembali menemukan patung manusia perunggu dengan jumlah 28 patung.


Setelah melewati rintangan ruangan keempat.


Mereka tiba di ruangan ke lima, yang di isi dengan 21 patung perak, tapi di sini semua patung memegang pedang di tangan mereka.


Setelah melewati ruangan ke lima, saat tuba diruangan ke enam Fei Yang kembali menemukan 14 patung emas yang berbaris rapi, mereka semua juga memegang pedang di tangan.


Diruangan ke 7 yang merupakan ruang terakhir dari deretan patung, ada 7 patung yang terbuat dari logam langka yang berasal dari batu yang jatuh dari langit.


Logam ini sangatlah keras dan kuat, bila di jadikan senjata, senjata yang terbuat dari bahan ini boleh di bilang senjata langka yang sulit di cari tandingnya.

__ADS_1


Fei Yang hanya melewati nya begitu saja, memendam rasa ingin tahunya, dia tidak berani banyak tanya.


__ADS_2