PENDEKAR API DAN ES

PENDEKAR API DAN ES
SITUASI TERJEPIT


__ADS_3

Sambil tersenyum puas, roh halusnya menatap Fei Yang, untuk terakhir kalinya.


Kemudian menghilang dalam butiran cahaya warna-warni.


Fei Yang dengan airmata bercucuran berteriak sedih,


"Guru....!!!"


Fei Yang yang kini memiliki 3 tenaga dahsyat yang bersemayam dalam satu tubuh.


Tentu kekuatan teriakan nya menimbulkan efek yang sangat mengerikan.


Seluruh gua bergetar hebat,.akibat teriakan yang Fei Yang lepaskan.


Menyadari hal ini, Fei Yang buru buru menarik kembali kekuatan nya dan menyimpan nya.


Perlahan lahan dengan hati-hati, Fei Yang memeluk tubuh gurunya yang kini hanya tersisa kulit membungkus tulang.


Fei Yang menangis sedih, dan berulang kali, bergumam memanggil manggil nama gurunya dengan sedih.


"Guru Fei Yang tidak akan melupakan pesan mu, Fei Yang akan melindungi kitab itu dengan baik."


"Fei Yang tidak akan membiarkan kitab itu jatuh ketangan yang salah.."


"Guru beristirahatlah dengan tenang.."


Fei Yang meletakkan mayat Yi Han Tao Se di atas ranjang Giok Im Yang dengan hati-hati.


Lalu Fei Yang berlutut di depan ranjang tersebut dan berkata,


"Guru demi keselamatan kitab itu, Fei Yang tidak punya pilihan lain, selain membiarkan Guru beristirahat dengan tenang di sini."


"Para penjahat masih di luar sana, bila Fei Yang membawa jasad guru kepemakaman leluhur."


"Fei Yang khawatir mereka akan mencegat dan merampas kitab penting ini.."


"Harap pengertiannya dan maafkan Fei Yang guru.."


ucap Fei Yang sambil membenturkan jidatnya, di atas lantai batu sebanyak tiga kali.


Benturan kepala Fei Yang yang ketiga kali, malah membuat lantai batu melesak masuk ke dalam.


Di dekat batu yang melesak kedalam, muncul sebuah lubang berdiameter 30x30 cm terbuka di hadapan Fei Yang.


Di dalam lubang ada sepucuk surat, sebuah cincin giok putih dan 3 buah kitab yang sudah sangat usang dan kuno.


Fei Yang dengan hati-hati mengambil surat yang di tulis diatas sehelai kulit kambing.


Dia mulai membacanya,

__ADS_1


"Kamu bisa menemukan surat ini, berarti kamu telah memberikan penghormatan 3 kali terhadap ranjang Giok Im Yang milik ku.."


"Bagi yang menemukan surat ini, berarti dia berjodoh dengan ku, pemilik asli ranjang Giok Im Yang."


"Nama ku aku sudah lupa, yang jelas orang orang memberi ku julukan Wu Ti Sin Tong (Bocah Sakti Tanpa Tanding)."


"Aku sebenarnya sudah bukan bocah, malah sudah tua, hanya saja karena tinggi ku yang cuma 1 meter"


"Mereka yang kalah di tangan ku, memuji sekaligus mengejekku, dengan memberi ku julukan Bocah Sakti' Tanpa Tanding."


"Kamu sudah memberi hormat 3 kali terhadap ranjang Giok Im Yang, yang di bawahnya tersimpan jasad ku.. "


"Berarti secara tidak langsung kamu sudah menjadi murid, sekaligus pewaris sah semua ilmu ku."


Kamu lihat cincin Giok putih itu.


Kamu boleh coba kenakan, cukup dengan membayangkannya, kamu bisa menyimpan mengeluarkan, dan melihat isi dari cincin tersebut."


"Selain itu di dalam lubang, juga ada 3 kitab, kitab pertama bernama,


Kitab pengendalian Hawa Es dan Api Semesta, Ini merupakan kitab pelatihan dan pengendalian tenaga dalam."


"Kitab kedua bernama Terbang diudara tanpa bayangan, ini adalah kitab latihan ilmu meringankan tubuh.."


"Kitab ketiga terdiri dari dua bagian, bagian pertama adalah Tapak Naga es, Phoenix api.., ini di gunakan untuk melatih jurus tangan kosong.


"Bagian kedua bernama Tarian Pedang Naga Es dan Phoenix api, ini adalah jurus latihan sepasang pedang."


"Bila kamu tidak punya pedang itu pun bukan masalah, asal kamu bisa melatihnya dengan sempurna , maka dengan ranting pun kamu bisa mengalahkan musuh musuh mu.."


"Makanya aku sendiri tidak terlalu anggap penting ada atau tiada kedua pedang itu.."


"Selamat berlatih murid ku, semoga sukses, bila tidak berhasil jangan di gunakan, nanti memalukan nama ku.."


"Di atas sana aku akan mengutuk mu.."


Setelah membaca pesan dari Wu Ti Sin Tong, yang serius dan jenaka, Fei Yang tersenyum sendiri.


Gurunya yang satu ini terlihat sangat unik dan aneh.


Tapi bagaimana pun, Fei Yang tetap menghormatinya sebagai seorang senior.


Fei Yang kembali memberi hormat 3 kali pada ranjang Giok Im Yang dan berkata,


"Guru terimakasih, aku janji tidak akan mempermalukan dan mengecewakan harapan mu,"


Setelah memberi hormat, Fei Yang langsung mengenakan cincin Giok putih itu.


Lalu mencoba mempraktekkannya dengan menyimpan ketiga kitab itu kedalam cincin Giok putih yang dia kenakan.

__ADS_1


Hasilnya ketiga kitab itupun langsung lenyap, tersimpan ke dalam cincin yang dia kenakan.


Fei Yang mencoba, mengeluarkan, kemudian menyimpannya kembali.


Setelah mencoba beberapa kali, Fei Yang pun tersenyum puas.


Fei Yang berjalan menghampiri kotak kuno, yang ada tulisan Kitab Tanpa Tanding.


Tanpa pikir panjang, Fei Yang langsung menyimpan kitab berikut kotaknya, kedalam cincin yang dia kenakan.


Maka lenyap lah kotak kuno itu dari posisinya.


Baru saja Fei Yang menyimpan kotak kuno itu kedalam cincinnya.


Tiba-tiba terdengar bunyi ledakan yang sangat dahsyat, hingga menggetarkan seluruh gua tempat Fei Yang berada.


Fei Yang sangat terkejut, melihat gua mulai runtuh, batu batu besar di atas gua mulai ambruk.


Fei Yang buru buru, menutup kepalanya dengan kedua lengannya, lalu berlari cepat meninggalkan gua.


Dengan ilmu meringankan tubuh yang di ajarkan Malini.


Tubuh Fei Yang dapat berkelebat dengan cepat seperti melayang, keluar dari dalam gua.


Begitu Fei Yang keluar dari gua tersebut, mulut gua langsung ambruk menutupi seluruh gua.


Fei Yang sampai terbatuk batuk karena debu batu dan pasir berterbangan memenuhi seluruh gua.


Saat debu pasir dan batu hilang, tidak jauh dari hadapannya berdiri dua sosok, yang Fei Yang kenali sebagai musuh gurunya.


Xu Da dan Ming Wang dari kelompok Hei Mo Pang.


"Bocah,.. mana Yi Han guru mu..?!"


ucap Xu Da dengan nada dingin.


Fei Yang menatap dua orang itu dengan penuh kebencian, tapi di samping itu, dia juga agak cemas.


Diam diam Fei Yang membatin dalam hati, bagaimana cara dia menghadapi kedua musuh yang sangat sakti itu.


Tanpa gurunya Yi Han Tao Se, Fei Yang tidak punya keyakinan bisa menghadapi kedua orang itu.


Jangankan dua satupun belum tentu dia sanggup.


Tadinya Fei Yang sempat berpikir untuk melarikan diri lewat gua bagian tengah, di mana dia bisa melarikan diri dengan melompat ke kolam sungai bawah tanah.


Tapi saat dia memperhatikan kearah gua bagian tengah, dia hanya menemukan reruntuhan mulut gua yang sudah tertutup, sama seperti gua di sebelah kiri tempat dia keluar tadi.


Kini dia hanya punya pilihan menggunakan mulut gua sebelah kanan, di mana bagian ujungnya ada sebuah lubang kecil seperti cerita gurunya sebelumnya."

__ADS_1


Tapi sebelum terlaksana, kini kedua orang ini malah sudah menyusul dirinya sampai ke tempat ini.


Maka kini tiada pilihan lain bagi Fei Yang, selain mati matian melawan mereka berdua.


__ADS_2