PENDEKAR API DAN ES

PENDEKAR API DAN ES
KEPANIKAN FEI YANG


__ADS_3

"Aku titipkan pada mu, tolong bantu aku jaga pusaka rahasia Xu San ini..'


ucap Fei Yang sambil memberikan sebuah kotak kayu kuno, yang didalamnya berisi kitab tanpa tanding.


Fei Yang meletakkan di pangkuan Xue Lian, lalu kembali berkata,


"Kamu mau kan membantu aku menjaganya..?"


Xue Lian menatap Fei Yang dengan heran, lalu berkata,


"Pusaka ini adalah milik guru mu, yang berarti juga adalah milik mu."


"Mengapa kamu malah menitipkan nya pada ku..?"


"Kita baru saling mengenal, kamu juga tidak tahu jati diri asli ku, mengapa kamu bisa percayakan barang sepenting ini pada ku, untuk menjaganya.."


"Kamu tidak takut aku akan mempelajarinya, terus menggunakan ilmu ini untuk berbuat sesuka hati.?"


Fei Yang tersenyum dan menggelengkan kepalanya.


"Aku percaya, aku sangat sangat percaya pada mu, makanya aku titipkan pada mu.."


"Hal kedua adalah tempat ini sangat unik, tidak akan ada orang lain yang bisa keluar dan masuk dengan bebas tanpa ijin dari mu.."


"Hal ketiga, hutan bambu misterius ini bisa ada di Xu San, bahkan lebih tua usia nya, Ketimbang Xu San sendiri, dan di ciptakan oleh leluhur pencipta Xu San Dewa Fu Si..."


"Hal ini sudah menjelaskan bahwa..pemilik sejati tempat ini, pasti berhubungan erat dengan tokoh pendahulu Xu San, yang pertama.."


ucap Fei Yang penuh keyakinan.


"Hal keempat adalah aku sebentar lagi, akan meninggalkan tempat ini, pergi berkelana ke 4 penjuru dunia.."


"Di mana aku tidak tahu bahaya apa yang sedang menunggu ku di luar sana.."


"Bila terjadi sesuatu dengan ku, dan kitab ini jatuh ketangan yang salah, bukankah aku akan jadi pendosa terhadap kepercayaan dan kasih sayang dari guru ku.."


"Kelak meninggal, aku mana punya muka untuk bertemu dengan beliau dan para pendahulunya di bawah sana.."


ucap Fei Yang serius.


"Tunggu,..! Fei Yang kamu tadi bilang sebentar lagi akan meninggalkan tempat ini, apa maksud mu..?"


"Apakah kamu hari ini bertingkah aneh mengajak ku kemari dan menyerahkan benda ini pada ku, karena kamu ingin pamit meninggalkan ku..?"


tanya Xue Lian dengan wajah sedikit pucat, dan tatapan matanya terlihat sedih dan kecewa.


Dua butir air bening mulai mengembang di sepasang matanya yang indah.

__ADS_1


Fei Yang tidak berani mengangkat kepalanya menatap Xue Lian, dia takut nanti tidak punya kekuatan untuk meninggalkan tempat ini.


Fei Yang terus menatap kearah air di bawah kakinya, tanpa berani menjawab maupun melihat wajah Xue Lian.


Xue Lian langsung mengembalikan kotak kayu itu kepangkuan Fei Yang dan berkata,


"Aku tidak sudi menjaga benda ini, bila bisa jadi alasan bagi mu, untuk meninggalkan ku seorang diri di sini.."


"Aku tidak ingin kamu pergi Fei Yang,.. aku...aku.."


Xue Lian sudah tidak sanggup melanjutkan kata-katanya, dia langsung menutup wajahnya, dengan kedua tangan nya.


Kemudian dia langsung melompat kebawah meninggalkan Fei Yang.


Xue Lian melayang dengan ringan kebawah seperti sehelai kapas.


Saat mendarat ringan di bawah, dia langsung berlari sambil menangis masuk kedalam pondoknya.


Melihat tingkah yang di tunjukkan oleh Xue Lian, Fei Yang hanya bisa menghela nafas panjang.


Fei Yang tidak menyusul Xue Lian, dia tahu itu percuma, karena dia juga tidak tahu mau berkata apa .


Sehingga dia hanya bisa duduk diam termenung seorang diri di sana.


Fei Yang mengembalikan kotak kayu kuno, kedalam cincinnya.


Dia duduk diam di sana menikmati sinar mentari pagi, udara sejuk dan pemandangan indah, yang semua itu mungkin sebentar lagi, dia tidak akan pernah bisa melihat dan merasakan nya lagi.


Dengan satu gerakan ringan, tubuhnya sudah muncul di pondok belakang rumah Xue Lian, yang menjadi dapur tempat makan bersama mereka selama 3 bulan ini.


Fei Yang menatap kearah meja tempat makan bersama mereka berdua.


Dia seolah olah melihat bayangan Xue Lian, yang cantik sedang makan dengan lahap, menikmati semua masakan yang dia masak.


Sambil tersenyum sedih, Fei Yang kemudian berjalan meninggalkan tempat itu menuju kebun.


Fei Yang melesat kedalam hutan menangkap 3 ekor ayam hutan, membawanya ketepi sungai memotong dan membersihkannya.


Fei Yang juga menangkap 3 ekor ikan berukuran cukup besar, dia juga sekaligus membersihkannya.


Sisa isi perut yang dia keluarkan, dan bersihkan, Fei Yang melempar nya kearah Saga dan Sagi dua ekor Kirin, yang dengan setia menungguinya di sana.


Mereka berdua sudah terbiasa selama 3 bulan ini, menunggu jatah dari Fei Yang.


Setelah beres ayam dan ikan, sebagai bahan lauk, Fei Yang memanen jamur sayuran dan buah-buahan.


Setelah itu dia baru menuju ke dapur, Fei Yang hari ini sengaja memasak banyak ragam masakan.

__ADS_1


Bahkan dia juga membuat berbagai macam penganan kecil khusus, yang belum pernah dia buat.


Hingga Fei Yang selesai masak, Xue Lian tidak kunjung keluar dari kamar nya.


Padahal biasanya, saat Fei Yang mulai masak pun, dia sudah datang menemani Fei Yang masak sambil ngobrol.


Setelah semua beres, Fei Yang seperti biasanya, dia pergi mandi membersihkan tubuh nya yang gerah.


Tapi hingga Fei Yang kembali, Xue Lian masih juga belum keluar dari kamar nya.


Fei Yang yakin gadis itu pasti sedang kesal dengan nya.


Dengan sabar Fei Yang pergi menghampiri pondok gadis itu.


Fei Yang mengetuk pintu kamar nya, beberapa kali dan memanggil dari luar.


"Xue Lian,... tok..tok...tok...!


Xue Lian.... Tok..tok..tok..!"


Setelah memanggil beberapa kali, tidak ada suara sahutan dari dalam, Fei Yang menjadi heran.


"Xue Lian,.. Tok..tok..tok..!


aku masuk ya...?!"


Saat tidak ada sahutan juga dari dalam,. Fei Yang mencoba mendorong pintu.


Ternyata pintunya tidak terkunci sama sekali.


Fei Yang dengan ragu melangkah masuk sambil memanggil,


"Xue Lian,.. Xue Lian... kamu di mana..!?'


Karena tidak ada sahutan dari dalam, Fei Yang pun melangkah masuk memeriksa kedalam, sambil kembali memanggil nama Xue Lian.


Tapi hingga ke kamar Xue Lian, Fei Yang melakukan pencariannya, dia tetap tidak menemukan Xue Lian.


Hati Fei Yang mulai was was dan khawatir, karena Xue Lian, belum pernah bertingkah begini selama mereka kenal.


Xue Lian juga jarang jarang pergi, apalagi pergi seorang diri tanpa pamit.


Setelah tidak menemukan Xue Lian di pondok, Fei Yang dengan kecepatan tinggi berkelebat kesana kemari, mencari sambil berteriak, memanggil Xue Lian dengan panik.


Fei Yang bahkan masuk kedalam hutan belantara, di sekitar situ untuk melakukan pemeriksaan.


Setelah memeriksa hampir setengah hari tanpa hasil, Fei Yang akhirnya dengan langkah lesu kembali ke pondok Xue Lian.

__ADS_1


Tapi alangkah terkejut dan gembiranya Fei Yang, saat kembali ke pondok dia justru menemukan Xue Lian, sedang duduk di depan halaman pondoknya.


Sambil asyik makan penganan yang dia siapkan khusus buatnya.


__ADS_2