PENDEKAR API DAN ES

PENDEKAR API DAN ES
KEMBALI KE BAWAH TEBING AIR TERJUN


__ADS_3

Fei Yang membawa Shinta Dewi mendarat ringan di tanah terbuka bekas sarang semut emas.


Fei Yang menurunkan Shinta Dewi dari pondongan nya, lalu


melepaskan totokan pada tubuh gadis tersebut.


Begitu merasa dirinya sudah bebas dan kembali bisa bergerak.


Shinta Dewi otomatis melangkah mundur menjauhi Fei Yang.


Dengan sikap waspada dia mencabut belati dari pinggang nya dan berkata,


"Hari ini bila bukan kamu yang binasa akulah yang mampus..!"


"Kamu harus cuci bersih noda ini dengan nyawa mu..!"


ucap Shinta Dewi dengan sikap mengancam.


Fei Yang tersenyum dan berkata,


"Bila aku ingin melakukan sesuatu pada mu, perlukah aku mencari penyakit melepaskan totokan mu.."


"Tidak aku tidak ingin berbuat buruk pada mu.."


"Maaf bila tadi aku bersikap tidak sopan pada mu.."


ucap Fei Yang sambil memberi hormat dengan sopan.


Shinta Dewi masih merasa curiga, dia mengerutkan alisnya dan bertanya,


"Apa mau mu..?"


"Cepat katakan..!"


"Begini tadi aku mendengar kamu mengatakan kakak mu di tahan Zhao Kuang Yi."


"Coba kamu ceritakan dengan jelas, siapa tahu aku bisa membantu mu.."


"Bila inti pertikaian di sini adalah karena hal itu, aku akan membantu mu mendapatkan kembali kakak mu."


"Tapi kamu harus membantu ku mencegah perang tak perlu ini terus berlanjut.."


ucap Fei Yang sambil menatap Shinta Dewi dengan serius.


"Kamu datang bersama mereka, berdiri di pihak mereka, kita adalah musuh, bagaimana aku bisa mempercayai mu..?"


ucap Shinta Dewi masih belum bisa percaya.


Fei Yang tersenyum dan berkata,


"Aku datang bersama mereka, karena hutang janji dengan teman ku.."


"Aku tidak berada di pihak mana pun, aku juga bukan orang kerajaan Song, aku berasal dari Xi Xia.."


"Ini tanda pengenal ku.."


ucap Fei Yang sambil melempar sebuah token emas kearah Shinta Dewi.


Melihat token tersebut Shinta Dewi sedikit terkejut, dia menatap Fei Yang dengan tatapan sulit percaya dan berkata,


"Kamu putra mahkota kerajaan Xi Xia..?"


Fei Yang tersenyum sambil mengulurkan tangannya dan berkata,

__ADS_1


"Tidak salah nama ku Li Fei Yang.."


Shinta Dewi sedikit demi sedikit mulai berkurang rasa curiganya, dia mengembalikan token Fei Yang.


Lalu berkata,


"Asalkan kamu bisa membantu kami mengembalikan kakak ku putri Sheva dan saudara sepupu ku Putri Bian dari kerajaan Champa.."


"Aku akan meminta ayah ku menghubungi raja Champa, menarik mundur pasukan kami, tidak akan menganggu kerajaan Song dan Tay Li.."


"Sebenarnya apa yang terjadi ? mengapa kedua putri bisa di tahan oleh pihak kerajaan Song.?"


tanya Fei Yang ingin tahu duduk persoalannya.


Shinta Dewi termenung sedih lalu berkata,


"Setahun yang lalu kedua kakak ku, ikut bersama rombongan pengantar hadiah persahabatan kerajaan Pagan dan Champa ke kerajaan Song.."


"Saat rombongan pengantar hadiah kami kembali, mereka mengatakan kedua kakak ku itu ditahan oleh pihak kerajaan Song."


"Menurut cerita kepala rombongan pengantar hadiah, kaisar kerajaan Song tertarik dengan kecantikan kedua kakak ku.."


"Jadi dia menahan dan mengambil mereka berdua untuk jadi selirnya."


"Apa kalian tidak mencoba mengirim orang untuk pergi memintanya secara damai ?"


tanya Fei Yang hati hati.


Shinta Dewi tersenyum dingin dan berkata dengan wajah kesal


"Tentu saja sudah, dan itu bukan hanya sekali, tapi sudah berulang kali.dan jawabannya selalu sama."


"Apa jawaban dari sana..?"


tanya Fei Yang ingin tahu.


"Si bangsat itu pikir dirinya benar benar adalah putra tuhan, sehingga boleh berbuat sesuka hati.."


Fei Yang mengangguk dan berkata,


"Kamu beri aku waktu satu bulan, bila lewat satu bulan, aku belum berhasil mengembalikan kakak mu dan saudara sepupu mu."


"Untuk selanjutnya terserah kalian, aku tidak akan ikut campur.."


"Apa jaminannya kamu akan membantu kami ? kita tidak saling mengenal, berjumpa pun baru sekali ini.."


tanya Shinta Dewi berhati-hati.


'Di dalam rombongan kami, ada putra dan putrinya, juga ada putra mahkota raja Tay Li."


"Kurasa itu sudah lebih dari cukup sebagai jaminan.."


ucap Fei Yang santai.


"Jadi kamu akan membiarkan mereka semua menjadi tawanan kami ?"


ucap Putri Shanti Dewi kurang percaya.


Fei Yang tersenyum dan berkata,


"Bukan sebagai tawanan tapi lebih tepatnya sebagai tamu."


"Juga bukan semua rombongan, tapi hanya mereka bertiga,. sisanya aku akan memimpin mereka kembali ke kerajaan Tay Li ."

__ADS_1


ucap Fei Yang tenang.


Mendengar ucapan Fei Yang, Shinta Dewi pun sedikit bisa bernafas lega.


Tawanan 80.000 orang bukan masalah sepele, sedikit saja salah, hasil akhir akan sulit di bayangkan..


Belum lagi masalah makan mereka, ini akan merepotkan sekaligus merugikan ransum makanan pihak mereka.


Nantinya akan berimbas pada pengeluaran kerajaan mereka membengkak.


Begitulah yang sempat terpikir oleh Santi Dewi tadi, sehingga dia sedikit kaget.


"Baiklah kalau begitu kita sepakati saja."


ucap Shanti Dewi sambil mengangkat telapak tangan nya menghadap kearah Fei Yang.


Fei Yang ikut mengangkat telapak tangannya menghadap kearah Shanti Dewi dengan ekspresi bingung.


Shanti Dewi sambil tersenyum manis, menepukkan telapak tangannya kearah telapak tangan Fei Yang sebanyak 3 kali.


Setelah itu dia berkata,


"Sekarang kita sudah sepakat, yang melanggarnya akan dapat hukuman dari langit, mati mengenaskan.."


Fei Yang tersenyum dan berkata,


"Baiklah tunggu saja kabar baik dari ku.."


Setelah berkata Fei Yang pun melayang ke udara.


"Hei,..! mengapa kamu tinggalkan aku di sini,..!?"


"Setidaknya kembalikan aku ketempat semula..!"


teriak Santi Dewi dari bawah sana.


Fei Yang sambil melayang di udara berkata,


"Ini wilayah mu, tentu kamu tahu jalan pulang.."


"Bila aku kembali menggendong mu, bukannya akan terjadi pelecehan ulang..?"


"Pelecehan pertama cuci pakai darah pun belum tuntas, pelecehan kedua gimana cuci nya nanti..?"


ucap Fei Yang sambil tertawa.


Shanti Dewi terdiam sejenak mendengar ucapan Fei Yang, sesaat kemudian dia baru bergunaan dengan wajah merah dan kepala tertunduk.


"Sebenarnya masih ada cara lain, temui ayah ku, mintalah aku.."


Meski Shanti Dewi bergumam kecil, tapi pendengaran Fei Yang yang tajam tentu mendengar dengan jelas.


"Kamu bukan barang, mana bisa seperti itu,..ya sudah aku pergi dulu.."


ucap Fei Yang.


Sebelum ucapan nya selesai, orangnya sudah hilang.


Shanti Dewi menghela nafas panjang saat tahu Fei Yang sudah pergi dari sana.


Dengan langkah lesu, dia berjalan meninggalkan tempat tersebut, untuk kembali berkumpul dengan pasukannya dan tiga tetua yang mengawal keamanan dirinya.


Fei Yang dalam waktu singkat sudah kembali ke hadapan Pangeran Zhao Heng, Wei Wen dan Duan Zhen Ming.

__ADS_1


"Bagaimana saudara Fei Yang, apa yang selanjutnya bisa kita lakukan !?"


tanya pangeran Zhao Heng.


__ADS_2