
Biksuni cantik itu menghapus dua butir air bening yang mengalir turun.
Dia memaksakan diri tersenyum sedih, lalu sedikit menengadah dan membuang muka, agar airmata nya tidak kembali runtuh lagi.
Sesaat kemudian, dia membalikkan badannya berjalan pergi dari sana.
Dia terus berusaha tersenyum, tapi airmata nya tetap sulit di tahan.
Setiap dia terbayang, dulu dirinya punya kesempatan seperti hari ini, tapi karena kebodohannya.
Dia telah merusak segalanya, hatinya semakin hancur dan remuk di buatnya.
Dia sebenarnya sadar, datang kemari hanya akan membuat hatinya semakin hancur.
Tapi dia tidak bisa mengatasi keinginannya untuk melihat Fei Yang sekali lagi.
Fei Yang yang kebetulan menoleh kearah Wei Wen, dan melihat bayangan punggung nya, berjalan pergi.
Dia hanya bisa tersenyum pahit dan menghela nafas sedih.
Gongsun Li yang meski wajahnya tertutup oleh kain merah.
Tapi dia bisa mendengar dengan jelas helaan sedih suaminya.
Sambil menggenggam tangan Fei Yang.
Xue Lian berkata pelan,
"Kamu kenapa ? apa dia juga datang..?"
Fei Yang melirik kearah Xue Lian, dan menganggukkan kepalanya,
"Hmmm,.. tapi dia sudah pergi sekarang.."
Xue Lian meremas telapak tangan suaminya dengan lembut, seolah olah ingin memberi kekuatan agar Fei Yang lebih tegar
Dia tidak berkata apa-apa, selain terus membelai punggung tangan suaminya dengan lembut.
Fei Yang tersadar dari sikapnya yang kurang wajar.
Dia buru-buru membalas menggenggam tangan istrinya dan berkata,
"Terimakasih sayang..maaf.."
Xue Lian tersenyum dan berkata pelan,
"Tak perlu, kita sudah begitu lama bersama, apa aku masih tidak mengenal mu.."
"Yuk antar aku kembali ke kamar.."
Fei Yang mengangguk pelan, lalu dia membimbing tangan istrinya, berjalan hendak meninggalkan tempat acara pesta, yang sudah mulai berlangsung dengan meriah.
Para tamu undangan terlihat mulai bersantap, menikmati makanan dan minuman yang di sajikan oleh para pelayan tanpa putus.
Tapi baru saja Fei Yang dan Xue Lian melangkah keluar dari dalam gedung tempat acara berlangsung.
Fei Yang melihat ada titik kecil yang sedang terbang mendekat.
Dia menahan tangan Xue Lian dan berkata,
"Sepertinya masalah baru akan kembali datang menganggu..."
"Ada yang terjadi, siapa yang datang..?"
tanya Xue Lian sedikit cemas.
"Kalau tidak salah lihat, sepertinya dewa mata tiga Er Lang Sen.."
__ADS_1
ucap Fei Yang berbisik pelan.
Xue Lian hampir menyingkap kain kepalanya, tapi tangannya keburu di tahan oleh Fei Yang.
"Jangan sayang, penutup kepala pengantin wanita tidak boleh di lepas, sebelum tiba di dalam kamar.."
"Serahkan kepada ku saja masalah di sini,, kamu tenang saja.."
Xue Lian mengangguk kecil, dia tak begitu mengerti peradatan dunia ramai dan istana.
Jadi dia hanya bisa ikut saja, apa kata Fei Yang.
"Maaf bila kedatangan ku telah menganggu acara baik mu.."
ucap Er Lang Sen yang baru saja mendarat di hadapan Fei Yang.
Kedatangan nya, membuat para tamu undangan banyak yang kaget.
Suasana menjadi sedikit heboh, banyak diantara tamu undangan yang segera berlutut dan menyembah kearah Dewa Er Lang.
Fei Yang bersikap santai, hanya sepasang matanya yang menatap kearah dewa Er Lang dengan tajam.
"Apa yang dewa inginkan, sehingga jauh jauh datang berkunjung ke tempat kami yang fana ini..?"
ucap Fei Yang bersikap tenang.
Dewa Er Lang memberi hormat dan berkata,
"Kedatangan ku tidak ada niat buruk, aku hanya datang menyampaikan pesan Yang Mulai Kaisar Langit saja.."
"Aku diperintahkan untuk bekerja sama dengan kalian berdua."
"Iblis Asura yang berumur 10.000 tahun telah lahir kembali.."
"Kita harus segera pergi mengatasinya, sebelum dia membawa masalah yang lebih besar, untuk umat manusia.."
"Jadi sedikit banyak kalian berdua punya tanggung jawab, untuk membantu ku mengatasinya..'
Fei Yang mendengarkan tanpa menyela, setelah Er Lang Sen selesai berkata, Fei Yang baru buka suara.
"Baiklah, kami akan pergi kesana menghadapinya.."
"Tapi hari ini, hari baik kami.."
"Setidaknya besok pagi kami baru bisa berangkat kesana.."
"Bila dewa, tidak berkeberatan, dewa boleh bergabung sebagai tamu undangan kami.."
"Bila berkeberatan, dewa boleh berangkat lebih duluan, kami akan menyusul besok, setelah pesta usai.."
ucap Fei Yang tenang.
Dewa Er Lang Sen memberi hormat dan berkata,
"Tugas menyampaikan pesan sudah selesai, maaf aku tidak punya waktu dan mood mengikuti pesta ini. "
"Musuh sudah di depan mata, aku harus segera pergi menghadapi nya.."
"Maaf aku permisi dulu,..sampai jumpa.."
ucap Dewa Er Lang Sen sambil memberi hormat.
Kemudian dia melesat meninggalkan tempat itu.
Fei Yang hanya membalasnya sebagai formalitas, lalu dia meneruskan membimbing Xue Lian menuju kamar pengantin mereka.
Xue Lian mendengus kesal dan berkata,
__ADS_1
"Sombong sekali, kamu lihat gayanya.."
"Mana ada orang meminta tolong, tapi menyalahkan orang."
"Sebaliknya Yang ke ke baik baik mengundangnya, dia malah menampiknya dan semakin besar kepala.."
"Aku sungguh ingin melihat apa kemampuannya sebesar gayanya, saat berhadapan dengan iblis nanti..?"
Fei Yang tersenyum dan membelai punggung tangan istrinya dengan lembut dan berkata,
"Tak perlu ambil hati dengan mahluk, yang merasa derajatnya lebih tinggi dari orang.."
"Lebih baik kita nikmati saja hari berbahagia ini, kita lupakan saja.."
"Besok baru kita pergi bantu urus."
Xue Lian mengangguk dan berkata,
"Benar kalau perlu, kita abaikan saja, biar mereka mengurusnya sendiri.."
"Dia kan masih punya Thian Wang Lau er, biar mereka urus sendiri saja."
ucap Xue Lian kurang puas.
Fei Yang membimbing istrinya hingga mereka tiba di dalam kamar.
Dia baru berkata,
"Biarkan saja sayang, yang kita bantu juga bukan mereka.."
"Kita turun tangan bantu, juga lebih karena tidak ingin melihat umat manusia, menjadi korban iblis itu.."
"Hidup dalam kesengsaraan tiada akhir ."
ucap Fei Yang mengemukakan pendapat nya.
Xue Lian mengangguk dan berkata,
"Yang ke ke benar, bila tidak ingat nasib umat manusia.."
"Setelah kasus Hai Hai mahluk peliharaan mereka, setiap kali memikirkannya aku langsung emosi."
ucap Xue Lian sambil menghempaskan bokongnya duduk diatas ranjang dengan kuat.
Untuk melampiaskan rasa dongkol di hatinya.
Fei Yang tersenyum sabar dan berkata,
"Sudah lupakan saja, ini hari baik kita buat apa ingat hal hal mengesalkan.."
"Lebih baik kita minum arak pengantin kita.. bagaimana..?"
Xue Lian mengangguk pelan sambil tersenyum malu.
Fei Yang segera pergi mengambil dua cawan arak pengantin.
Satu dia serahkan ke Xue Lian, satu lagi dia minum sendiri
Setelah bersulang, dan masing masing menghabiskan isi cawan.
Fei Yang dengan hati hati maju membuka kain merah penutup kepala Xue Lian.
Begitu kain penutup tersingkap, meski mereka sudah biasa menghabiskan waktu bersama sebagai suami istri.
Tapi saat ini melihat penampilan istrinya yang cantik luar biasa.
Fei Yang tetap saja di buat terpesona melihatnya.
__ADS_1