
"Sayang nya, aku harus katakan tidak, anak muda.."
"maaf.."
"Kami di sini sudah terikat sumpah, kecuali kamu berhasil mengalahkan kami.."
"Maka kami akan membiarkan kalian lewati kami.."
"Bila tidak, kamu tidak akan pernah bisa masuk ke bagian lebih dalam.."
"Tapi kamu harus ingatkan kalian berdua, bila kamu dan istri mu gagal, setelah mencoba melawan kami.."
"Kalian berdua tidak akan pernah bisa lagi meninggalkan tempat ini"
"Kalian berdua mau tidak mau akan menggantikan posisi orang yang kalian kalahkan sebelumnya..kalian harus berjaga disana seumur hidup.."
"Satu hal lagi, tempo hari kita bertemu, itu hanya ujian..sekali ini tentu berbeda."
"Kami harap kamu pikirkan baik baik dan mempersiapkan diri atas segala konsekwensinya.."
"Bila tetap ingin maju, maka berhati hatilah, kami tidak akan pernah bersikap lembut lagi.."
Setelah mendengarkan keputusan dan penjelasan dari biksu kedua, Fei Yang sadar sepenuhnya hari ini, bentrokan tidak mungkin lagi bisa terhindarkan.
Sambil memberi hormat, Fei Yang berkata,
"Biksu senior yang terhormat, Fei Yang sadar kesaktian dan efek dari tapak Buddha, bisa menjadi kekuatan perusak yang sangat mengerikan.."
"Bila kita laksanakan di sini pertarungan kita, ada kemungkinan dunia ini bisa musnah.."
"Kita akan menjadi pendosa, yang menyebabkan dunia yang sudah berjalan ratusan juta tahun ini musnah, beserta isinya.."
"Oleh karena itu, Fei Yang memberanikan diri mengundang biksu senior semua, untuk bertarung di alam lain.."
ucap Fei Yang sambil menciptakan sebuah portal cahaya, yang terlihat melayang di udara.
"Anak muda kamu mengalami kemajuan pesat, hingga mampu menciptakan portal alam dimensi."
"Baiklah mari kita coba lakukan di tempat mu.."
ucap biksu kedua sambil menoleh kearah saudaranya yang lain.
Mereka semua saling pandang
Ke 8 biksu yang lain menganggukkan kepala mereka, sebagai tanda mereka menyetujui usul Fei Yang.
Satu persatu mereka melayang masuk kedalam portal cahaya, yang di buat oleh Fei Yang.
Setelah ke 9 biksu senior itu, sudah melayang masuk kedalam portal alam dimensi ciptaan Fei Yang.
Fei Yang dan Xue Lian melayang masuk menyusul mereka.
__ADS_1
Setelah tiba di dalam alam dimensi, sambil memberi hormat, sekali lagi Fei Yang berkata,
"Demi keamanan, silahkan biksu senior ikut dengan saya.."
Fei Yang kembali membuat portal alam dimensi lagi, lalu dia dan Xue Lian masuk kedalam portal alam dimensi lapis kedua.
Ke 9 biksu itu saling pandang, kemudian mereka semua ikut menyusul masuk.
Mereka hanya heran dengan kemampuan Fei Yang, yang bisa meningkat dengan sangat pesat.
Sedangkan terhadap portal dimensi, seperti yang di buat Fei Yang, meski terlihat ajaib.
Tapi mereka sudah pernah melihatnya, saat mereka berhadapan dengan pemilik lembah kebahagian, jadi mereka tidak terlalu heran dan penasaran lagi.
Fei Yang membawa mereka hingga tiba di alam dimensi lapis keempat,.
Setelah itu dia baru berkata,
"Di sini ku rasa aman, mari kita memulainya,..silahkan biksu senior.."
ucap Fei Yang terlihat santai, padahal dia dalam keadaan siaga penuh, begitu pula dengan Xue Lian istrinya.
Fei Yang dalam perjalan menuju alam dimensi, dia sudah mengingatkan Xue Lian akan kemampuan 9 biksu itu.
Xue Lian pernah menghadapi Vipasana lhama, sedikit banyak dia punya gambaran kedahsyatan ilmu itu.
Hanya saja yang di mainkan Vipasana di bandingkan ke 9 biksu ini tentu saja berbeda jauh.
Serupa tapi jelas tidak sama.
Dia langsung bergerak melayang ke udara, sebuah bayangan golok kristal yang berkilauan muncul di depan dadanya.
Sambil berteriak dengan tangan membentuk mudra didepan dada, Biksu pertama itu, lalu melepaskan ribuan sinar keemasan menerjang kearah Fei Yang dan Xue Lian
"Inilah jurus pertama, Sinar Buddha Menerangi Jagat Raya.!"
Bentak biksu pertama, sambil melepaskan serangannya.
"Serap cahayanya, dengan tehnik pengendalian kekuatan alam semesta tanpa batas.."
"Waspadai serangan golok kristal itu,.."
ucap Fei Yang setengah berbisik, memberi pesan ke Xue Lian.
Xue Lian mengangguk cepat, dia langsung membentuk, Pat Kwa, setengah lingkaran berwarna biru.
Mengimbangi suaminya yang membentuk Pat Kwa bersinar merah.
Mereka mendorongkan Pat Kwa raksasa merah biru itu kedepan.
Pat Kwa itu berputaran di udara, semua cahaya emas yang membentuk jarum kecil kecil.
__ADS_1
Saat menerjang kearah Fei Yang dan Xue Lian, semua tertahan oleh perisai Pat Kwa.
Lalu semua cahaya itu, di serap habis oleh daya hisap Pat Kwa merah biru.
Melihat hali itu, Biksu senior itu, langsung, melepaskan golok kristal keluar dari dalam tubuhnya.
Golok kristal itu langsung bergerak menerjang kearah perisai Fei Yang dan Xue Lian.
Golok kristal yang berwarna putih, saat mencapai sasaran, menimbulkan getaran hebat, pada perisai cahaya merah biru Fei Yang dan Xue Lian.
Fei Yang yang sudah mendeteksi titik lemah dari jurus pertama tapak Buddha, dan golok kristalnya.
"Unsur es api logam..!"
Teriak Fei Yang sambil membalas menyerang.
Peringatan Fei Yang, langsung diikuti oleh Xue Lian, yang langsung bergerak, mendorongkan serangkum hawa es menyelimuti,. seluruh tubuh golok kristal.
Dimana terlihat golok kristal sedang dorong mendorong dengan perisai Pat Kwa merah biru, Fei Yang dan Xue Lian.
Xue Lian menciptakan es membekukan golok itu, Fei Yang menciptakan api untuk membakar nya, sehingga golok kristal mulai retak retak terkena unsur Panas dingin.
Selagi golok kristal sedang terkunci oleh es dan api, Fei Yang menarik unsur logam, naik dari dalam tanah, lalu dia bentuk menjadi sebuah palu besar di udara.
Saat tangan Fei Yang di ayunkan kebawah, palu logam itu menghantam deras golok kristal hingga potong menjadi beberapa keping.
Serpihan golok kristal, menyatu kembali ketubuh biksu pertama, yang terlihar
"Sekarang alam semesta tanpa wujud..!"
teriak Fei Yang memberi komando.
Xue Lian mengerti, dia dan Fei Yang kini secara beruntun menunjukkan jari mereka kearah biksu pertama.
"Trangggg,..!" Trangggg,..!" Trangggg,..!" Trangggg,..!"
Biksu pertama menyadari bahaya, dia segera membentuk sebuah bayangan Genta emas melindungi diri.
Sehingga serangan Fei Yang dan Xue Lian tertahan oleh itu.
Di saat bersamaan biksu kedua sudah melayang muncul diatas kepala biksu pertama.
Dari dadanya muncul senjata Vajra, kilatan listrik, berwarna keemasan sambar menyambar di sekeliling tubuh biksu kedua itu.
Dengan teriakan keras sepasang tangan biksu kedua yang membentuk mudra, di hentakkan kearah Fei Yang.
Ribuan cahaya petir keemasan melesat menyambar kearah Fei Yang dan Xue Lian.
Saat petir keemasan melesat, suara gemuruh mengguncang langit dan bumi.
Seluruh alam dimensi mengalami guncangan hebat.
__ADS_1
"Inilah jurus Buddha menghentak jagad raya.!"
bentak biksu kedua sambil menambah kekuatan serangannya.