
Menyambut kedua serangan dahsyat ini tubuh Yang Jian berputaran di udara,.sehingga cahaya biru merah semua terseret mengikuti putaran tubuhnya.
Saat dia membentangkan kedua tangannya kesamping, kedua energi itu pun meledak sendiri tanpa menimbulkan bekas.
Tubuh Yang Jian pun perlahan lahan melayang turun ke bawah, kembali ke posisinya semula, seolah olah tidak pernah terjadi apa-apa.
Fei Yang melepaskan jurus ke 7 Naga Es dan Phoenix Api membasmi iblis.
Kedua energi biru berputaran di sekitar tubuh Fei Yang, sebelum akhirnya melesat cepat menerjang kearah Yang Jian, diikuti oleh ribuan cahaya pedang merah biru menyusul di belakangnya.
Fei Yang langsung melanjutkan jurus ke 8 Phoenix api dan Naga es memusnahkan semua mahluk hidup..
Pusaran energi biru merah melesat deras menyusul, cahaya pedang merah biru dengan titik titik seperti hujan jatuh dari langit, memenuhi sekitar tubuh Yang Jian.
Di depan Yang Jian lagi lagi muncul patkwa raksasa berbentuk lingkaran berputar cepat,.menghisap segalanya yang datang.
Setelah semuanya terserap habis, dia baru mementalkan semua kekuatan yang disedotnya, untuk menghadapi jurus ke 9 yang di lepaskan Fei Yang.
Di mana terlihat kemunculan Naga es yang menyatu dengan Phoenix Api, membentuk seekor mahluk gabungan merah biru menerjang kearah Yang Jian.
Tenaga pengembalian dari penyerapan Pat Kwa, tidak sanggup menahan serangan jurus ke 9 Fei Yang.
Mahluk itu terus melesat mengejar kearah Yang Jian.
Yang Jian sekali ini terpaksa menebaskan seberkas energi pedang pelangi,. dari bawah keatas.
Benturan dahsyat terjadi, mahluk aneh terbelah dua dan sirna, energi pedang pelangi masih terus melesat menerjang kearah Fei Yang.
Energi itu baru tertahan, setelah membentur perisai pelindung merah biru bergambar Pat Kwa.
Kini giliran energi pedang pelangi yang terserap kedalam perisai kekuatan Qian Kun Im Yang Sen Kung.
Setelah menetralkan serangan balasan Si Topeng Besi, kini Fei Yang menyerap tenaga alam semesta tanpa batas masuk ke tubuhnya.
Sedangkan si topeng besi kini di sekitar tubuhnya muncul 7 pedang dengan 7 rupa warna berputaran di sekitar tubuhnya.
Si topeng besi menggerakkan jarinya energi pedang bercahaya merah melesat kearah Fei Yang.
Fei Yang juga mendorongkan kedua tangannya kedepan melepaskan jurus pertama energi tanpa wujud.
Dua energi berulir putih transparan bergerak menyambut dan mengunci pedang merah .
Adu saling dorong terjadi di udara, hingga akhirnya pedang merah meledak diudara.
Energi tanpa wujud menerjang kearah Yang Jian.
__ADS_1
Yang Jian menahannya dengan perisai patkwa cahaya hitam putih.
Energi tanpa wujud tersedot kedalam perisai Pat Kwa, tapi energi tanpa wujud berbeda dengan serangan Fei Yang sebelumnya.
Energi tanpa wujud tercipta dari kekuatan alam semesta tanpa batas.
Perisai Pat Kwa Yang Jian yang tidak kuat menampung kekuatan alam semesta tanpa batas, akhirnya meledak hancur berkeping-keping.
Energi ledakan mengejar kearah Yang Jian.
Tapi tertahan oleh perisai energi pelangi.
Yang Jian segera membalas dengan melesatkan pedang hijau kuning kedepan
Serangan ini akhirnya menembus dan menghancurkan energi tanpa Wujud, lalu terus bergerak mengejar kearah Fei Yang.
Yang Jian masih menyusulnya dengan kekuatan energi pedang warna biru Jingga nila dan ungu mengikuti dari belakang.
Melihat serangan yang datang, Fei Yang langsung melepaskan dua berkas cahaya merah biru.
Yang terbentuk dari kekuatan api dan es semesta tanpa batas.
Kedua kekuatan dahsyat itu melesat cepat kedepan menyambut kedatangan enam cahaya Pedang.
Benturan terjadi diudara, dua kekuatan raksasa saking dorong dan saling menekan.
Begitu pedang merah tiba, ke 7 pedang bergabung menjadi satu, membentuk sebatang pedang pelangi, yang kekuatannya meledak 7 kali lipat menerjang kearah Fei Yang.
Fei Yang langsung terdorong mundur beberapa meter kebelakang .
Fei Yang tidak punya pilihan selain menggabungkan tiga energi besar di dalam tubuhnya, kemudian membalas mendorong kedepan, sedikit demi sedikit dia mulai menguasai situasi.
Hingga tiba-tiba kening Yang Jian mengeluarkan lingkaran cahaya pelangi, yang bersinar terang.
Seiring dengan hal tersebut, kekuatan tenaga dorongan yang datang mendesak Fei Yang meningkat beberapa kali lipat.
Di sekitar tubuh Yang Jian kini muncul 49 batang pedang pelangi berputaran, siap di lepaskan untuk menyerang Fei Yang.
Fei Yang mengempos semangatnya mengerahkan semua kekuatannya hingga titik puncak, lalu dia mendorongnya kedepan.
Tambahan kekuatan ini berhasil menahan desakan pedang pelangi, akhirnya pedang pelangi meledak.
Karena tidak kuat menahan tenaga desakan es dan api semesta Fei Yang.
Fei Yang menyusulnya dengan ledakan ribuan mata pedang merah biru melesat kearah Yang Jian.
__ADS_1
Sedangkan Yang Jian kini sudah melepaskan ke 49 pedangnya menyambut serangan Fei Yang secara berhadapan.
Tubuh Yang Jian sendiri menghilang dari posisinya, langsung muncul dari atas kepala Fei Yang, dia berubah menjadi sebuah bayangan pedang pelangi raksasa yang langsung mengarah ke kepala Fei Yang.
Di saat Fei Yang hanya bisa pasrah bertahan mati matian, dengan energi pelindung miliknya, yang mulai retak retak di sana sini.
Tiba Tiba muncul sebuah suara.lembut berkata,
"Yang ta ke cukup,..! apa yang sebenarnya terjadi ?"
"Siapa pemuda ini ?"
Mendengar suara tersebut, Yang Jian sangat kaget,.dia segera membuang diri mundur menjauh.
Keempat puluh sembilan pedangnya menghilang, cahaya di keningnya juga hilang, seluruh energinya sudah di tarik kembali.
Di arena pertempuran hanya tersisa Fei Yang yang segera menjatuhkan diri duduk bersila, menetralisir ketiga kekuatannya yang bergolak hebat di dalam tubuhnya.
Yang Jian buru buru menghampiri seorang wanita yang terlihat sangat cantik, senyumnya begitu lembut, tatapan matanya sangat halus penuh pengertian penuh kesabaran dan kasih sayang yang besar.
"Sini angin besar, kenapa kamu kemari ? keadaan mu kurang sehat.."
"Ayo aku antar kamu kembali ke pondok."
ucap Yang Jian cemas.
Wanita itu menatap Yang Jian dengan lemah lembut dan berkata,
"Baiklah aku akan kembali, tapi setidaknya jelaskan padaku, kenapa kamu dan dia.sampai beradu tanding di sini.."
Yang Jian merangkul wanita cantik itu dengan lembut dan hati hati, lalu berkata,
"Pakailah mantel ku ini, aku akan jelaskan semuanya di rumah nanti,.ayo kita pulang.."
Wanita itu mengangguk dan berkata,
"Baiklah mari kita pulang.."
Sesaat kemudian kedua orang itu sudah menghilang dari tempat itu.
Fei Yang sendiri tidak ada waktu untuk berkenalan ataupun mencari tahu.
Saat ini dia sedang berusaha mati matian mengendalikan ketiga kekuatan di dalam tubuhnya.
Baru menjelang matahari terbit, Fei Yang akhirnya berhasil menetralisir seluruh kekuatannya, yang bergolak liar semalam,.akibat bentrokan hebat dengan Yang Jian.
__ADS_1
Fei Yang sendiri yakin, bila wanita itu tidak datang tepat waktu, entah apa yang akan terjadi dengan dirinya semalam.