PENDEKAR API DAN ES

PENDEKAR API DAN ES
PINTU GERBANG LEMBAH KEBEBASAN


__ADS_3

Lembah kebebasan adalah sebuah lembah, yang terletak di kaki gunung Heng San selatan, dekat daerah He Nan, yang kini menjadi wilayah kekuasaan negara Liao.


Di sana berdiri sebuah partai netral baru yang di pimpin oleh Pai Su Seng.


Partai baru ini bernama Xiao Yao Pai ( Partai kebebasan ), yang membuat nama partai ini menjadi terkenal dan di kenali semua orang.


Bukanlah nama partainya, melainkan nama ketua nya Pai Su Seng sendiri.


Sebab Pai Su Seng inilah yang di kabarkan menyusun dua buah kitab, kitab pertama adalah daftar nama orang tersakiti di dunia persilatan dewasa ini..


Kitab kedua adalah daftar nama senjata terhebat dewasa ini..


Dua kitab inilah yang menimbulkan kehebohan dan rasa penasaran.


Hari ini adalah hari yang di tentukan oleh Pai Su Seng, untuk memberikan kesempatan kepada para tamu undangan yang terhormat.


Agar bisa menyaksikan sendiri secara langsung hasil karyanya.


Tentu saja tidak semua orang di berikan kesempatan itu, Hanya 7 ketua partai besar aliran putih, 3 ketua partai penguasa aliran hitam.


Ketua Partai pengemis, dan lima penguasa, sedangkan 3 dewa tidak berhasil di undang karena mereka tidak memiliki tempat kediaman yang pasti.


Tapi meski yang di undang tidak banyak, tapi yang datang sangatlah banyak.


Sebagian datang ingin mencari informasi dan meningkatkan pamor mereka.


Sebagian lagi datang hanya untuk melihat keramaian dan mengobati rasa penasaran.


Akibatnya di mulut Lembah kebebasan pagi ini, terlihat penuh dengan lautan manusia, yang berdatangan dari segala penjuru.


Masing masing orang membuat kelompok sendiri sendiri, berbicara sendiri dalam kelompok kecil dengan serius,


Mereka rata-rata


memperbincangkan tentang topik terpanas saat ini, yaitu menyangkut dua daftar buku yang di susun oleh Pai Su Seng.


Di antara kerumunan keramaian, terlihat dua orang pemuda berjalan santai sambil mengobrol.


Mereka melewati kerumunan keramaian, terus menuju gerbang pintu untuk masuk kedalam lembah.


Saat tiba di depan gerbang pintu masuk kedalam lembah, di mana berdiri sebuah gapura, yang bagian atasnya ada tulisan Xiao Yao Ku (Lembah kebebasan).


Di depan gapura di jaga ketat oleh 4 orang gadis berbaju putih mengenakan cadar dan berpakaian ringkas.


Salah satu pria muda yang berpakaian jubah kasar dan ada beberapa tambalan, menyerahkan sebuah kartu undangan yang di keluarkan dari saku baju di dadanya.


Setelah mengecek sejenak, keempat gadis itu segera memberi hormat, kearah pemuda yang membawa undangan tadi.


Salah satu dari keempat gadis itu segera berkata,


"Maafkan kami wakil ketua Siaw, kami tidak menyangka wakil ketua partai pengemis Siaw Hong.."


"Ternyata masih begini muda.."

__ADS_1


"Sekali lagi kami mohon maaf atas ke kurang sopanan kami tadi.."


Siaw Hong hanya tersenyum dan berkata,


"Itu bukan masalah tak perlu minta maaf, nona terlalu sungkan.."


Gadis itu mengangguk cepat, dan berkata,


"Terimakasih kakak Siaw, kakak Siaw kalau boleh tahu dia ini ?"


Siaw Hong langsung tertawa dan berkata,


"Pai Su Seng membuat daftar nama orang terhebat di kolong langit, masa kalian tidak mengenalinya..?"


"Dia adalah,.."


"Kakak Siaw suka berlebihan, aku cuma seorang pengelana, yang kebetulan bernasib baik bisa menjadi saudara kakak Siaw.."


ucap pemuda itu cepat.


Sebelum Siaw Hong yang kasar dan jujur membongkar identitasnya.


Ke empat gadis itu memandang dengan curiga dan berkata,


"Maaf kakak Siaw,..meski dia datang bersama kakak Siaw, tapi karena dia tidak memiliki undangan, kami tidak bisa ijinkan dia ikut masuk..'


Siaw Hong mengerutkan alisnya dan berkata,


Keempat gadis itu menggeleng kan kepalanya dengan tegas dan berkata,


"Mohon maaf kakak Siaw, itu di luar wewenang kami.."


"Kecuali dia berhasil mengalahkan kami..itu lain cerita.."


ucap gadis itu tegas.


Siaw Hong mengibaskan tangannya dan berkata,


"Kalian ini benar benar tidak mengenal tingginya Thai San, terserah kalian lah.."


"Adik Yang jangan terlalu serius mereka masih bocah.."


Ucapan Siaw Hong jelas memicu reaksi keempat gadis itu yang merasa di remehkan.


Mereka tanpa banyak bicara,


"Sringg,..!"


Pedang mereka yang tajam dan berkilauan sudah tercabut dari sarungnya dan langsung diarahkan ke Fei Yang.


Fei Yang hanya tersenyum menanggapi sikap keempat gadis itu.


Dari awal dia tidak banyak bicara, hanya secara diam diam mengamati keempat gadis itu.

__ADS_1


Dari pengamatan nya, Fei Yang mengambil kesimpulan,


Bila dia lihat dari penampilan bentuk tubuh mereka yang padat berisi, di tambah dengan dahi alis hingga mata mereka yang jeli, Fei Yang yakin gadis gadis itu pasti adalah gadis muda yang cantik jelita.


Penampilan mereka menjadi semakin keren dengan masing masing dari mereka, membawa sebatang pedang, yang tersarung rapi dan tergantung di pinggang mereka.


Sebelum tiba di depan gerbang, Fei Yang juga sempat mendengar dari tamu tamu lain berbicara.


Hanya tamu yang membawa undangan yang di ijinkan oleh mereka untuk masuk.


Tamu yang tidak membawa undangan, tidak di ijinkan masuk oleh mereka.


Di awal awal sudah sempat beberapa kali terjadi keributan, di mana ada beberapa tamu tanpa undangan, mencoba menerobos masuk secara paksa.


Tapi tamu tamu tidak sopan ini, berhasil di halau dan di hajar oleh keempat gadis penjaga itu hingga babak belur.


Sejak kejadian itu tidak ada lagi, tamu tanpa undangan, yang berani mencoba coba untuk masuk secara paksa.


Jadi saat ini mendapat reaksi begini dari keempat gadis itu Fei Yang tidak heran.


Fei Yang yang merasa malas ribut dengan wanita, yang mengingatkan dirinya akan Sian Sian dan Wei Wen.


Dia pun berkata,


"Nona simpan saja pedang kalian,.."


"Aku tidak jadi masuk saja.."


"Kakak Siaw kamu silahkan saja, aku biar menunggu di sini saja.."


ucap Fei Yang sambil tersenyum.


Keempat gadis itu diam diam di hati mereka harus akui, Fei Yang adalah,..?


Pemuda yang paling tampan dan menarik, sepanjang mereka di tugaskan berjaga di gerbang ini oleh guru mereka.


Tapi melihat sikap yang Fei Yang ambil barusan, mereka justru merasa tersinggung.


Tanpa basa-basi, mereka menerjang kearah Fei Yang dengan pedang mereka.


Tapi sebelum pedang mereka sampai di sasaran, tiba-tiba mereka merasa tangan mereka kesemutan.


Di detik berikutnya, tahu tahu Pedang mereka berempat, sudah kembali kedalam sarung pedang mereka masing-masing.


Mereka berempat bahkan tidak sempat melihat Fei Yang bergerak melakukan sesuatu.


Mereka hanya melihat Fei Yang bergerak menjauhi mereka dan berkata,


"Wow,.. wow,.. nona sekalian jangan salah paham, kedatangan ku bukan ingin ribut dengan kalian.."


"Bila kehadiran ku menganggu kalian, biar aku pergi saja.."


ucap Fei Yang sambil tersenyum dan memberi hormat kearah mereka.

__ADS_1


__ADS_2