
Nan Thian menghampiri Zi Zi, dia memeriksa secara lebih teliti keadaan bibi kecilnya.
Setelah di pastikan baik baik saja, tidak ada cedera bagian dalam. Nan Thian baru membantu menaburkan obat luka luar.
Di beberapa bagian kaki dan tangan Zi Zi, setelah itu dia baru membantu membangunkan Zi Zi.
beberapa saat kemudian, Zi Zi pelan pelan membuka matanya.
Begitu sepasang matanya terbuka, dia langsung melihat kearah Nan Thian dengan tatapan mata bingung.
"Ehh kakak tampan, kenapa kakak bisa ada di sini ?"
"Di mana kita saat ini ?"
Nan Thian tersenyum lembut dan berkata,
"Aku mengejar bibi kecil, hingga kemari.."
"Kita masih di hutan, ayo kita kembali ketepi sungai, di sana mereka masih menanti kepulangan kita.
"Di mana serigala hitam itu..?"
tanya Zi Zi sambil menoleh kesekitarnya.
Tapi dia melihat di sana, selain Nan Thian, sudah tidak ada yang lainnya.
Tempat itu terlihat lenggang dan sepi.
Serigala Hitam sudah pergi memimpin kawanannya, saat dia melihat Nan Thian pergi kearah Zi Zi.
Serigala cerdik itu, tidak ingin saat Zi Zi bangun, keberadaan mereka di sana mengagetkan Zi Zi.
Jadi dia memilih menyingkir duluan sebelum Zi Zi sadar.
Nan Thian sambil tersenyum berkata,
"Bibi kecil tak perlu khawatir, aku sudah mengusir mereka.."
"Ayo kita pulang.."
ucap Nan Thian sambil berjongkok, agar Zi Zi bisa naik ke punggung nya.
Zi Zi sambil tersenyum gembira, segera melompat ke atas punggung Nan Thian.
Sesaat kemudian terlihat Nan Thian berlari cepat meninggalkan tempat itu.
Kembali menuju tepi sungai di mana Siau Yen, Siu Lian dan Sun er sedang menantinya.
Melihat kedatangan Nan Thian sambil menggendong Zi Zi di punggungnya.
Ketiga orang itu pun, tersenyum gembira dan terlihat lega.
"Kakak Nan apa semua baik baik saja ?"
tanya Siu Lian sambil menghampiri Nan Thian.
Dia membantu menggendong Zi Zi turun dari punggung Nan Thian.
__ADS_1
Nan Thian mengangguk dan berkata,
"Semua baik baik saja, Zi Zi hanya kaget dan sedikit lecet di kaki dan tangannya ."
"Tapi aku sudah bantu beri obat, sekarang sudah bukan masalah.."
"Ayo kita makan sama sama, setelah itu bisa lanjutkan perjalanan kita.."
ucap Nan Thian cepat.
Yang lain mengangguk setuju, mereka makan sambil mengobrol santai.
Sesaat kemudian mereka sudah kembali melanjutkan perjalanan
Sambil mengendalikan kereta kuda, Nan Thian bertanya ke Sun er.
"Paman kecil, apa yang sebenarnya terjadi ? sebelum Zi Zi di bawa oleh Serigala Hitam itu ."
Sun er menatap kearah Nan Thian dan berkata,
"Waktu itu aku, kak Siau Yen, dan Zi Zi sedang bermain air."
"Tapi saat mendengar panggilan dari kakak Lian, aku dan kakak Siau Yen menghampiri kakak Lian.."
"Kami ingin menyambut makanan yang di bawakan oleh kakak Lian buat kami.."
"Saat itu tiba tiba aku dan kakak Siau Yen di terjang oleh dua ekor serigala hingga terjatuh."
"Dua Serigala yang menerjang kami, mengawasi kami dengan penuh ancaman.."
"Sedangkan Serigala Hitam itu dia langsung membawa kabur Zi Zi.."
Nan Thian mengangguk, mendengarkan cerita Sun er sambil mengendalikan kereta kudanya.
Diam diam Nan Thian mengagumi kecerdasan serigala hitam itu, dalam memimpin kawanannya saat bertindak menculik Zi Zi.
Tiba-tiba sudut mata Nan Thian melihat serigala hitam besar itu sedang melesat mengikuti pergerakan kereta kuda nya.
Di dalam hati Nan Thian jadi berpikir, apa yang di kehendaki oleh serigala hitam itu.
Apa dia masih belum menyerah, ingin mencari gara gara kembali.
Nan Thian sengaja memperlambat jalan kereta kuda nya, ingin melihat apa yang di inginkan oleh serigala itu.
Di luar dugaan, serigala hitam besar itu berubah menjadi seekor anak anjing kecil, berbulu hitam tebal.
Melompat keatas pangkuan Sun Er, menyalak pelan, lalu dia menjilat dan menciumi tangan Sun er dengan jinak.
Sehingga Sun er dengan gembira langsung memeluk dan membelai anjing hitam kecil lucu dan jinak itu.
Nan Thian tersenyum lega menyaksikan hal ini, kini dia paham.
Rupanya Serigala Hitam yang cerdas itu ingin ikut dengan nya.
Dia tidak menebarkan hawa ancamannya, sehingga kuda kudanya tidak ketakutan dengan kehadirannya.
Agar bisa berbaur dan tidak menakuti yang lainnya, serigala cerdas itu, merubah dirinya menjadi anjing kecil.
__ADS_1
Nan Thian sadar serigala ini bukanlah serigala biasa, serigala biasa tidak mungkin bisa merubah bentuk.
Serigala ini minimal umurnya di atas 100 tahun, sudah menjadi Siluman, makanya mampu merubah bentuk.
Tapi kehadiran mahluk itu tidak memiliki niat buruk, jadi Nan Thian tidak menolak.
Serigala itu ikut dalam perjalanan mereka menuju Hua San.
Dari pangkuan Sun Er, tak lama kemudian anjing kecil itu melompat masuk ke dalam kereta.
Sempat terjadi kehebohan di dalam kereta, saat anjing kecil lucu itu masuk kedalam kereta.
Tapi tidak lama kemudian sepanjang jalan hanya terdengar suara tertawa gembira Zi Zi bercanda dengan anjing kecil itu
Nan Thian semakin kagum dengan kecerdasan serigala hitam itu.
Demi mendapatkan persetujuan dari nya agar bisa ikut serta, dia mengambil perhatian dari rekan perjalanannya.
Bila mereka sudah akrab, Nan Thian pun tidak punya alasan untuk mengusirnya.
Sambil tersenyum Nan Thian terus mengendalikan tali kekang kudanya.
Nan Thian berpikir ada baiknya, dia melakukan perjalanan bersama serigala cerdas itu.
Jadi kehidupannya, setidaknya tidak akan terlalu sepi, bila kedua paman dan bibi kecilnya, sudah kembali ke sisi orang tua mereka.
"Kakak,.. anjing itu terlihat sangat menggiurkan, apa aku boleh..Hmmm ?"
ucap Kim Kim tiba tiba.
Nan Thian langsung mengerutkan keningnya dan berkata,
"Kamu jangan pernah berpikir itu, aku tidak akan ijinkan kamu menyentuhnya..!"
"Aku kan cuma bertanya ? kalau gak boleh ya udah ."
"Kenapa mesti galak galak sih.."
sungut Kim Kim jengkel.
Tapi Nan Thian tidak melayani nya, dia pura pura tidak dengar akan komentar kesalnya Kim Kim.
Si rakus yang terkadang agak menyeramkan, tapi Nan Thian harus akui sejujurnya.
Bagaimana pun sikap Kim Kim, Kim Kim sangatlah berjasa kepada dirinya.
Tanpa Kim Kim dia tidak mungkin bisa seperti hari ini, dia juga mungkin sudah mati di tangan lawan.
Bila Kim Kim tidak ambil campur tangan menolong dirinya, di saat kritis.
Tapi bagaimana pun , Nan Thian tidak akan sudi membiarkan Kim Kim yang mengerikan mengendalikan diri nya
Dia hanya Sudi menjadi teman dan mitra, saling menghormati.
Tapi tidak Sudi menjadi budaknya Kim Kim.
Makanya sebisa mungkin, Nan Thian selalu berusaha sebisanya, dia tidak selalu bergantung dengan Kim Kim.
__ADS_1
Hanya dalam keadaan sangat sangat Terpaksa saja, dia akan meminta bantuan dari Kim Kim.