
Mereka sengaja membiarkan Li Yuan Hao dan Li Yung pergi dengan kuda yang sudah mereka siapkan.
Setelah itu mereka baru bergerak menyusul dibelakang Li Yuan Hao sambil berteriak-teriak.
"Tahanan lepas,...! Tahanan lepas,..! kejar tangkap,. tangkap...!'
Puluhan orang itu memacu kuda mereka seolah olah sedang melakukan pengejaran.
Padahal sebenarnya mereka sedang menyusul Li Yuan Hao dan Li Yung melarikan diri, mengambil jalan memutar menuju barisan pasukan Agoda.
Di tempat lain ratu Sabrina yang melihat situasi genting yang sedang di hadapi oleh pasukan Li Dan.
Dia segera memacu kudanya menghampiri Toba Chen dan berkata,
Toba Chen bersiaplah bagi pasukan mu menjadi dua kelompok, sebagian ikut dengan ku, menyerang dari sisi kiri."
"Sebagian lagi ikut dengan mu menyerang dari sisi kanan.."
"Siap ratu.."
ucap Toba Chen sambil memberi hormat.
"Kalian berdua pergilah bergabung dengan pasukan panah, lindungi kereta yang mulia.."
ucap Ratu Sabrina memberi perintah kepada kedua ajudan Toba Chen.
Toba Chen langsung membagi pasukan menjadi dua kelompok,.sesuai perintah ratu Sabrina.
Sedangkan kedua orang ajudannya, setelah memberi hormat, mereka segera bergerak menuju barisan panah.
Ratu Sabrina menatap kearah pasukan yang akan mengikutinya dari berkata,
"Kalian semua dengar perintah, tunggu aku di sisi kiri belakang barisan pasukan Jendral Li Dan."
"Tunggu aku di sana.."
"Siap Ratu...!"
jawab seluruh pasukan itu kompak.
Mereka langsung bergerak menuju posisi yang ratu Sabrina sebutkan.
Ratu Sabrina sendiri langsung memacu kudanya menghampiri Watobi.
"Watobi tarik mundur pasukan panah mu, jaga dan lindungi kereta yang mulia, biarkan mereka di pimpin oleh ajudan mu, di bantu ajudan Toba Chen."
"Kamu sendiri ikut dengan ku ke barisan depan.."
"Siap Ratu.."
ucap Watobi memberi hormat.
Dia menoleh kearah kedua ajudannya dan berkata,
__ADS_1
"Tarik mundur pasukan kalian, lindungi kereta Yang Mulia."
Kedua ajudannya memberi hormat lalu bergerak memimpin barisan panah, untuk bergerak mundur.
Ratu Sabrina bergerak cepat menghampiri pasukan berkuda yang sudah bersiaga di posisi kiri.
Li Dan sendiri melihat pasukan musuh sudah bergerak mendekat.
Dia segera melompat tinggi keatas meminjam bahu pasukannya.
Saat berada di ketinggian udara, Li Dan langsung melepaskan dua tebasan biru merah, secara bergantian kearah 10 kereta perang yang sedang bergerak cepat mendekat.
Dua sinar biru merah menerpa, menghancurkan 10 kereta itu berikut kusir kereta dan kudanya.
Tapi setelah 10 kereta itu berhenti bergerak, 20 kereta lain yang berbaris menjadi dua lapis kembali datang menyusul.
Sepuluh kereta yang teronggok di sana, segera di gantikan kusir dan kudanya.
Lalu kembali bergerak menyusul sebagai barisan ketiga.
Li Dan yang sudah turun kebawah, terpaksa kembali menjejak bahu bawahan nya dan kembali terbang ke udara.
Untuk melepaskan tebasan merah biru.
Tapi Li Dan hanya sanggup menghentikan kereta lapis kedua saja.
Dia tidak sanggup melepaskan Tebasan nya kearah kereta lapis ke tiga dan lapis pertama yang datang menyusul.
Karena dia terlalu banyak memforsir tenaga sakti, memaksakan diri melepaskan tebasan pedang Naga Es dan Phoenix Api.
Meskipun ilmu yang di ajarkan oleh Fei Yang itu sangat dahsyat dan ampuh.
Tapi ilmu itu sangat menguras tenaga dalam, bagi yang tenaga dalamnya masih tipis.
Ilmu itu hanya bisa di gunakan beberapa kali saja, sebelum pemiliknya kehabisan tenaga.
Selagi Li Dan sedang memulihkan tenaganya, kereta perang musuh sudah datang memporak porandakan barisan tameng pasukan Li Dan yang sedang berusaha bertahan mati matian.
Melihat hal ini, Li Dan segera memberi perintah.
"Rapatkan barisan,.terus bertahan..!!"
Dia sendiri segera bergerak melompat bersalto melewati kepala barisan pasukan tamengnya.
Mendarat diatas kereta terdekat dengannya, begitu mendarat diatas kereta.
Li Dan langsung di sambut oleh dua tebasan pedang dari dua orang prajurit pengawal, yang bertugas mengawal kereta.
Li Dan bergerak gesit menghindar sambil membalas dengan tusukan pedang nya, kearah leher dua penyerangnya itu.
Kedua prajurit pengawal itu mengenakan seragam besi, jadi Li Dan harus mengincar titik yang tepat, baru bisa menghabisi mereka.
Seluruh dada perut punggung paha tangan dan kepala mereka terlindung seragam besi.
__ADS_1
Tapi bagian leher hanya terlindung dengan tirai besi.
Bila di tebas akan terlindungi,.harus di tusuk dengan tepat baru bisa menembusnya.
Setelah berhasil menewaskan dua orang pengawal itu, Li Dan melempar kusir kereta keluar dari kereta.
Tubuh kusir itu jatuh menimpa pedang yang terpasang diroda kereta.
Tubuh kusir yang sial itu langsung terbelah dua saat itu juga.
Li Dan menggantikan kusir kereta tersebut, dia membelokkan arah kereta untuk menabrak kearah kereta lain.
Di saat kereta bertabrakan, Li Dan sudah berpindah ke kereta lainnya.
Mengulang yang dia lakukan tadi, dia hanya bisa melakukan hal itu, untuk mencegah kerusakan yang lebih parah, terjadi pada pasukan tameng nya.
Pasukan Tameng Li Dan juga berusaha sebisa mungkin bertahan, dengan melumpuhkan Kuda kuda yang menarik kereta perang tersebut.
Untuk itu mereka menghujani kuda terdekat dengan tombak, sedangkan yang agak jauh mereka lempari dengan tombak.
Cara ini cukup efektif untuk melumpuhkan pergerakan pasukan kereta perang.
Tapi akibat dari serangan kereta perang, pertahanan pasukan Li Dan menjadi terbuka.
Masuknya gelombang ketiga pasukan kuda besi membuat mereka banyak kehilangan nyawa.
Pasukan kuda besi sulit di kalahkan, karena penunggang dan kudanya kebal senjata.
Kedatangan pasukan Berkuda yang di pimpin oleh Ratu Sabrina Toba Chen dan Watobi dari dua sisi.
Berhasil menghentikan pergerakan pasukan kuda besi,.sehingga sisa pasukan tameng Li Dan yang porak poranda.
Berhasil mundur kebelakang membentuk barisan pertahanan ulang.
Pasukan Li Dan yang awalnya, adalah 10.000 personil, kini hanya tersisa 5000 personil saja.
Pasukan Li Dan yang mundur, kini di pimpin oleh dua orang ajudan Li Dan.
Li Dan sendiri belum mundur, dia masih terus membantu, ratu Sabrina melawan kepungan pasukan kuda besi.
Pihak pasukan Berkuda yang di pimpin oleh Ratu Sabrina,.satu persatu berjatuhan, tewas di tangan pasukan kuda besi yang kebal senjata itu.
Li Dan Watobi Toba Chen dan Ratu Sabrina sendiri juga mulai terluka disana sini.
Di saat situasi sedang kritis, dimana pasukan Ratu Sabrina tertekan hebat dan terus di paksa mundur.
Pangeran Agoda justru memberi tanda agar 50.000 pasukan kuda besi sisanya bergerak maju melakukan tekanan dari kanan kiri.
Untuk memojokkan barisan pasukan Ratu Sabrina.
Di saat situasi sedang kritis, dari arah Utara muncul debu berkepul kepul.
Di mana terlihat sebarisan pasukan berkuda yang terdiri dari 5000 pasukan wanita dan 5000 pasukan pria bergerak cepat mendekati arena pertempuran.
__ADS_1