
Sebaliknya serangan sepasang cakar Yi Yi yang mengurungnya, sangatlah berbahaya.
Perubahan serangannya sulit ditebak dan berubah ubah begitu cepat sulit ditebak arah serangannya.
Apapun yang tersentuh cakar itu akan meledak hancur berkeping-keping menjadi pecahan es.
Xiong Pa berkali kali harus bergerak menjauh untuk mengurangi rasa mengigil yang menyerangnya, membuat kelincahan tubuhnya terganggu.
Xiong Pa yang selalu terdesak, akhirnya memilih berdiam diri, menunggu serangan sepasang cakar Yi Yi mendekatinya.
Saat sudah dekat, dia baru menyambutnya dengan melepaskan bola energi putih transparan.
Tapi yang Xiong Pa tidak nyangka adalah di detik terakhir, dengan suatu gerakan tubuh berputaran di udara, sepasang cakar bergerak sedikit tidak masuk akal.
Tiba-tiba sepasang cakar Yi Yi telah mencengkram kedua pergelangan tangan Xiong Pa.
Sedetik kemudian seluruh lengan bawah Xiong Pa pecah hancur berkeping-keping menjadi potongan es.
"Arghhhh,..!"
teriak Xiong Pa kesakitan sambil melompat mundur menjauh.
Tanpa menyadari di belakangnya adalah sebuah jurang yang menga nga lebar.
Xiong Pa yang sepasang kakinya menginjak tempat kosong, tubuhnya langsung jatuh melayang masuk kedalam jurang.
Meninggalkan suara teriakan ngeri yang bergema di tepi jurang.
"Ahhhhhhh,...!"
Yi Yi hanya melihat dari tepi jurang, dimana terlihat tubuh Xiong Pa sedang melayang kebawah sambil mengeluarkan suara teriakan ngeri.
"Tahu akan seperti ini, mengapa tidak dari dulu berpikir sebelum berbuat.."
gumam Yi Yi dengan suara lembut, dia yang berhati.lembut merasa sedikit kasihan dengan nasib tragis yang menimpa Xiong Pa dan kedua muridnya.
Sambil menghela nafas panjang, Yi Yi meninggalkan tepi jurang.
Yi Yi berkelebat cepat masuk kedalam gua.
Melihat kedatangan Yi Yi hati Yang Jian pun menjadi tenang dan dia berkata,
"Sayang tolong bantu pemuda itu, juga beberapa ketua partai di sebelah sana,.."
"Aku perlu beberapa waktu untuk menstabilkan kondisi ku.."
ucap Yang Jian sambil memejamkan matanya.
Yi Yi mengangguk kecil, dia membantu memasukkan sebutir pil putih kecil kedalam mulut suaminya.
Setelah itu dengan langkah ringan, dia baru menghampiri Hoa San Lao Lao dan berkata,
"Lepaskan anak muda itu, biarkan aku mengobatinya.."
__ADS_1
"Bila kamu terus memeluknya seperti itu, dia pasti akan mati.."
Mendengar ucapan Yi Yi, Hoa San Lao Lao buru buru melepaskan pelukannya.
Dia berusaha sekuat tenaga membantu Fei Yang untuk duduk bersila.
Sambil membantu Fei Yang Hoa San Lao Lao sendiri juga beberapa kali batuk batuk.
"Uhuk,..Uhuk,..Uhuk,..!"
"Kondisi mu sendiri juga kurang bagus, minum pil ini."
"Ini bisa membantumu memulihkan diri.."
ucap Yi Yi sambil memberikan sebutir pil putih seperti salju kepada Hoa San Lao Lao.
Tanpa pikir panjang, Hoa San Lao Lao langsung menerima pil itu dan di masukkan kedalam mulutnya.
Begitu obat itu masuk kedalam mulut, Hoa San Lao Lao langsung mencium wangi bunga Xue Lian memenuhi pernafasannya.
"Pil ini dibuat dari Thian San Xue Lian yang langka, apa kamu berasal dari sana..nona muda..?"
tanya Hoa San Lao Lao sambil menatap Yi Yi.
Yi Yi tersenyum dan berkata,
"Aku sudah tidak muda, umur ku mungkin lebih tua dari leluhur mu.."
"Aku dan suami ku memang tinggal di sana, dan pil itu memang terbuat dari bunga Thian San Xue Lian."
Selesai berucap Yi Yi pun beralih memeriksa kondisi Fei Yang sejenak.
Dengan meraba nadi di tangan dan leher Fei Yang sejenak.
Yi Yi lalu membantu memasukkan 3 butir pil putih kedalam mulut Fei Yang.
Yi Yi berpindah duduk di belakang Fei Yang sambil menempelkan kedua telapak tangannya di belakang punggung Fei Yang.
Beberapa saat kemudian Yi Yi sudah menarik kembali kedua tangannya.
Dia mengerutkan sepasang alisnya yang indah, lalu bergumam sendiri.
"Pemuda aneh, tenaga di dalam tubuhnya juga aneh, mengapa bisa memiliki daya sedot begitu besar."
"Sebaliknya tunggu Kak Yang Jian pulih baru mengurusnya.."
ucap Yi Yi heran bercampur bingung.
Yi Yi meninggalkan Fei Yang, dia pergi mengurus para ketua partai yang tenaga dalamnya terkunci.
Dengan bantuan Yi Yi dan pil putihnya, satu persatu para ketua partai itu mulai bisa memulihkan diri mereka.
Sambil mengucapkan terimakasih dan memberi hormat kearah Yi Yi, mereka satu persatu segera meninggalkan Hoa San.
__ADS_1
Mereka kini sudah tahu siapa biang kerok kekacauan ini.
Mereka semuanya saat ini sangat mengkhawatirkan keadaan anak buah mereka, yang berada di luar hutan Pinus.
Jadi mereka tidak punya waktu berlama-lama di sana.
Termasuk Siaw Hong, dia hanya bisa menatap sahabatnya dengan penuh rasa sesal yang sulit di ungkapkan.
Tanpa berkata apa-apa, dia juga membawa Li Cu meninggalkan pun cak Hoa San, bersama kelima tetua partai Kay Pang.
Fei Yang sendiri setelah menelan 3 butir pil dan sudah di bantu Yi Yi mengaktifkan khasiat pil tersebut dan di edarkan keseluruh tubuhnya.
Kondisinya perlahan-lahan mulai membaik, tenaganya perlahan lahan mulai pulih dan mulai kembali bisa dia kendalikan.
Dengan terus menerus mengumpulkan hawa alam semesta tanpa batas, tidak perlu waktu lama Fei Yang sudah berhasil mengembalikan 50% kekuatannya.
Luka dalam di tubuhnya pun pulih dengan sendirinya.
Yi Yi dari jauh menatap dengan heran pemulihan kondisi Fei Yang yang terlihat sangat luar biasa ajaibnya.
Saat hari mulai malam, di mana Yi Yi di bantu oleh beberapa anak buah Hoa San Lao Lao yang tersisa membuat api unggun.
Tiba-tiba terdengar suara rintihan dan desis aneh dari ketiga orang yang sedang bermeditasi memulihkan diri.
Yang Jian membuka sepasang matanya yang terlihat merah membara.
Matanya terlihat seperti seekor serigala rakus yang kelaparan, Dia terus menatap kesemua gadis yang ada di dalam gua dengan penuh nafsu.
Nafasnya terlihat memburu dan mendengus dengus kasar.
Yi Yi yang baru saja selesai menyalakan api unggun, melihat perubahan yang terjadi pada suaminya.
Dia buru-buru menghampiri suaminya sambil memegang pundak suaminya dengan lembut, dia berkata,
"Sayang kamu kenapa ?"
Mendengar suara istrinya, Seluruh tubuh Yang Jian yang gerah kepanasan bagaikan di guyur air dingin.
Pikirannya yang ngawur, kembali terang.
"Sayang,.. ada hawa aneh yang menyiksa di dalam tubuhku,.."
"Ayo kita cepat tinggalkan gua ini,.."
"Nanti aku akan jelaskan pada mu.."
ucap Yang Jian terburu-buru.
Dia takut tidak bisa menahan dirinya lebih lama lagi.
Yi Yi yang melihat tatapan mata suaminya, dia langsung mengerti.
Mereka sudah menjadi suami istri begitu lama, tentu dia sangat paham keinginan suaminya.
__ADS_1
Dia mengangguk cepat, tanpa banyak cakap dia segera membantu memapah suaminya meninggal kan gua tersebut tengah malam.
Sebelum pergi meninggalkan gua, Yi Yi sempat melirik prihatin kearah Fei Yang.