
"Bagaimana sudah ingat..!?"
"Sayang Xu Da dan Ming Wang tidak hadir di sini, bila tidak aku bisa sekaligus tuntaskan kalian semua..!"
ucap Fei Yang sambil menatap tajam kearah Xuan Ming dan Xuan Hei dengan tajam.
Xuan Hei segera menunjuk Fei Yang dan berkata dengan suara bergetar
"Kamu bocah keparat, yang berhasil meloloskan diri bersama bangsat tua itu..!"
Mendengar ucapan Xuan Hei sepasang mata Fei Yang langsung menyala bagaikan Naga Sakti.
Yi Han Tao Se adalah seseorang yang sangat dia hormati, layaknya orang tua sendiri.
Ada yang berani mengatakan nya seperti itu, tentu saja Fei Yang sangat marah.
Dengan kecepatan yang sulit diikuti oleh mata, sepasang pedang Fei Yang melesat secepat kilat membelah tubuh Xuan Hei menjadi dua.
Fei Yang dalam kemarahan nya telah melepaskan dua jurus ganda Naga Es dan Phoenix Api membelah gunung dan laut dalam satu jurus.
Xuan He bahkan tidak sempat bersuara tubuhnya sudah terbelah dua.
Perisai energi yang membentuk diagram kuno berwarna hitam, sempat bergerak otomatis melindunginya.
Tapi langsung hancur begitu bertemu sepasang pedang api dan es milik Fei Yang.
Xuan Hei bahkan tidak sempat mengangkat senjata, tubuhnya sudah terbelah.
Kejadian itu sangat mengejutkan Xuan Ming dan menciutkan nyali nya,
Tanpa memperdulikan yang lainnya Xuan Ming langsung melemparkan sebuah peledak sebesar telur angsa keatas tanah, yang menimbulkan ledakan asap tebal dan ribuan jarum halus yang tersebar ke segala arah.
Saat asap tebal hilang tersapu oleh pukulan tangan kosong, dari Fei Yang.
Yang tersisa hanya mayat lhama jubah merah dan kuning level bawah, yang bergelimpangan tewas ditempat dengan tubuh tertembus oleh jarum beracun.
Xuan Ming sendiri tidak terlihat lagi bayangan nya di sana.
Fei Yang berdecak kesal dan berkata,
"Rubah tua yang licik, kamu tunggu saja..!"
"Aku bersumpah suatu hari nanti, aku pasti akan membuat mu mati mengenaskan,..!"
Fei Yang lalu melampiaskan kekesalannya dengan menarik kembali ke 8 Cakra nya, yang sedang bergerak mengejar Dote Jigme Kipu dan Ching Chi.
Lalu Fei Yang menebaskan Pedang esnya kearah Ching Chi.
__ADS_1
Seberkas cahaya biru melesat dengan kecepatan, sulit diikuti pandangan mata, melewati tubuh Ching Chi.
Tubuh Ching Chi seketika langsung berubah menjadi patung es, tidak bisa bergerak lagi.
Saat terkena hembusan angin kibasan tangan Fei Yang, patung es itu pun hancur berkeping-keping jatuh diatas tanah.
Baik pihak lhama jubah merah maupun jubah kuning sama sama terkejut, melihat kedahsyatan ilmu yang Fei Yang tunjukkan.
"Masih tidak cepat tinggalkan tempat ini..!?"
"Mau tunggu hingga bernasib seperti Xuan Hei dan ketiga tetua bendera itu,.. baru puas kalian,..!?"
tanya Fei Yang dengan nada dingin dan menyapukan pandangannya kearah para lhama jubah merah.
Tanpa di komando untuk kedua kalinya, seluruh lhama jubah merah yang hadir di sana langsung melarikan diri terbirit birit dari tempat tersebut.
Sangha Dheva Dote Jigme dan Kipu memberikan hormat kearah Fei Yang, lalu mereka pun mengundurkan diri dari tempat itu.
Setelah berada cukup jauh, Sangha pun mengeluarkan ancaman nya,
"Anak muda,.. Budi mu hari ini,.. kami lhama jubah merah akan mengingatnya.."
"Suatu hari nanti kami akan membalasnya.."
Fei Yang sambil tertawa mengejek berkata,
"Ingat baik-baik jangan sampai lupa, nama ku Li,.. Fei,...Yang,...!!"
"Maaf kelancangan ku yang datang kemari, tanpa permisi langsung mencampuri pertarungan kedua senior tanpa ijin.."
ucap Fei Yang sambil menjura dalam dalam.
Charvaka dan Chudamani buru buru membalas penghormatan Fei Yang dan Charvaka pun berkata.
"Buddha melindungi mu pendekar muda, anda terlalu sungkan.."
"Seharusnya kami semua yang harus berterimakasih pada mu, tanpa kehadiran mu.."
"Hari ini kami semua dan kuil halilintar ini, pasti tidak akan terlepas dari tangan keji mereka.."
"Anak muda ilmu kesaktian mu, sungguh membuat sepasang mata tua kami ini terbuka."
"Ternyata pepatah diatas gunung masih ada langit, di atas langit pun masih ada langit itu sungguh tidak salah.."
"Kami yang tua ini jadi malu, semoga Buddha memberkati mu anak muda.."
ucap Charvaka sambil tersenyum ramah dan penuh kagum.
__ADS_1
"Ahh tidak berani,.. tidak berani,.. senior terlalu berlebihan.."
ucap Fei Yang menggoyangkan kedua tangannya kedepan.
"Senior lebih baik saya periksa keadaan senior yang keracunan itu.."
ucap Fei Yang memberi hormat lalu dia buru-buru pergi periksa kondisi Kok Beng lhama Kok Thian lhama dan Kok Ti Lhama yang cukup mengkhawatirkan.
Setelah melakukan pemeriksaan dengan teliti, dengan bantuan tusuk jarum akhirnya Fei Yang berhasil membantu memunahkan, sisa racun, yang ada di tubuh ketiga lhama itu.
Kok Beng lhama Kok Thian lhama dan Kok Ti Lhama buru buru memberi hormat dan mengucapkan terimakasih kepada Fei Yang, begitu keadaan mereka sudah membaik.
Charvaka dan Chudamani kemudian dengan hormat mengundang Fei Yang untuk ikut masuk kedalam kuil mereka sebagai tamu kehormatan.
Fei Yang di dalam hati tentu sangat bersyukur, tanpa susah payah, selain bisa menewaskan beberapa musuh besarnya, dia malah bisa masuk dan mengenal beberapa petinggi di kuil halilintar.
Sehingga rencananya untuk melewati kuil halilintar, menuju puncak Chomolungma menjadi lebih ada harapan.
Setelah ngobrol basa basi sambil minum teh, Fei Yang pun berkata,
"Senior Charvaka dan senior Chudamani, aku yang muda sebenarnya ada suatu permintaan yang sangat tidak lazim.."
"Tapi demi menyelamatkan kakak ku yang keracunan, aku tidak punya pilihan lain, selain memberanikan diri meminta hal tidak lazim itu dari kedua senior yang terhormat.."
ucap Fei Yang sambil memberi hormat dengan sopan.
"Fei Yang kamu adalah penyelamat kuil dan nyawa kami semua, bila ada sesuatu yang kamu inginkan, kamu boleh katakan saja secara terus terang, tak perlu sungkan.."
ucap Charvaka sambil tersenyum lembut.
Melihat senyum ketulusan lhama tua itu, Fei Yang jadi merasa tidak enak hati.
Sambil menarik nafas panjang, Fei Yang pun berkata,
"Begini senior Charvaka, Fei Yang sebenarnya ingin pergi ke puncak Chomolungma mencari buah Naga Hitam.."
Ucapan Fei Yang langsung membuat sepasang mata Charvaka terbelalak dan wajah nya menjadi sedikit pucat
Charvaka tanpa sadar menoleh kearah saudaranya Chudamani.
Fei Yang menghela nafas berat dan kembali melanjutkan ucapannya,
"Sebenarnya aku sudah berusaha lewat jalur lain, agar tidak menganggu kuil ini.."
"Tapi kemampuan Fei Yang masih terlalu rendah, Fei Yang belum berhasil melewati rintangan berat jalur lain ."
"Sehingga dengan sangat terpaksa Fei Yang harus memohon ijin melewati halaman belakang kuil, agar bisa lebih mudah pergi ke puncak Chomolungma."
__ADS_1
ucap Fei Yang sambil merangkapkan sepasang tangannya di depan dada.
Charvaka dan Chudamani kembali saling pandang, mereka terlihat serba susah setelah mendengar permintaan Fei Yang.