PENDEKAR API DAN ES

PENDEKAR API DAN ES
BERSULANG DALAM KEGELAPAN DAN KEPEDIHAN


__ADS_3

Xue Xue mengangguk kecil sambil menghapus sisa airmatanya dan berkata,


"Ping Chi setelah apa yang kamu lakukan pada ku seminggu yang lalu, ingat janji mu pada ku."


"Kamu jangan pernah mengkhianati perasaan ku, apalagi pergi meninggalkan ku.."


"Kamu tidak boleh menyia nyiakan kepercayaan ku pada.."


Belum selesai ucapan Xue Xue, bibirnya telah di tutup oleh bibir Ping Chi dengan lembut.


Xue Xue tidak menolaknya, dia memejamkan matanya, menikmati buaian kemesraan yang Ping Chi berikan padanya.


Saking terhanyut nya oleh buaian asmara tersebut.


Xue Xue secara reflek, melingkarkan sepasang tangannya di belakang leher Ping Chi.


Dia ikut membalas dengan lembut kemesraan yang menghanyutkan itu.


Meski awalnya dirinya terjebak oleh asmara Ping Chi, lewat obat pe rang sang, yang di campurkan Ping Chi dalam makanan dan minumannya.


Sehingga mereka melakukan hal yang sangat terlarang itu, sebelum menikah.


Dia juga sempat sangat marah malu menyesal dan membenci Ping Chi, yang menjebaknya dengan cara seperti itu.


Tapi setelah Ping Chi meminta maaf dan berjanji akan bertanggung jawab, juga mengungkapkan bahwa dia sangat mencintainya.


Xue Xue akhirnya luluh dan hanya bisa menerimanya sepenuh hati, nasi telah menjadi bubur, semua telah terjadi.


Sebagai wanita selain menerima Ping Chi sebagai pasangan nya, dia tidak punya pilihan lain.


Di tambah dengan, dia memang mulai jatuh hati dengan Ping Chi yang tampan penuh perhatian humoris, pandai bicara dan sangat simpatik.


Maka semakin tidak ada alasan untuk menolak kehadiran Ping Chi sebagai pendamping hidupnya.


Xue Xue pada akhirnya hanya bisa memilih mengkhianati dan mengecewakan perasaan dan harapan Nan Thian pada dirinya.


Menjauhi Nan Thian, memilih Ping Chi.


Xue Xue tidak menyadari perbuatannya dengan Ping Chi, diam diam di saksikan oleh Nan Thian dan Pai Wang di tempat terpisah.


Nan Thian terlihat semakin sedih dan hancur melihat hal itu.


Tadinya dia masih sempat menyisakan sedikit asa, mendengar penjelasan terakhir Siao Semei nya.


Tapi kini semuanya hancur total, dunia serasa gelap, satu satunya suar penerangan hidupnya.


Kini telah hilang musnah tak berbekas, yang tersisa kini hanya jalan gelap penuh dengan kepedihan tak berujung.


Nan Thian dengan perasaan hancur lebur meninggalkan tempat yang paling tidak ingin dia kenang itu, kembali ke kamarnya.


Di tempat tersembunyi lainnya, raut wajah Pai Wang berubah ubah, ada rasa kesal malu marah lega semua bercampur aduk di dalam dadanya.


Dia merasa lega karena tidak menerima tawaran perjodohan dari Ibunya Nan Thian dan sahabatnya Yue Feng.

__ADS_1


Bila waktu itu dia menerimanya, dengan kejadian seperti ini.


Dia benar-benar tidak tahu harus bagaimana memberikan penjelasan kepada kedua orang Nan Thian.


Seluruh wajah Qing Hai Pai pasti akan habis di coreng oleh perbuatan putrinya itu.


Reputasi Qing Hai Pai yang sudah di jaga selama puluhan tahun, akan hancur.


Dia tidak akan pernah punya muka untuk menghadapi dan bertemu dengan sahabatnya lagi.


Pai Wang benar benar merasa semakin malu dan ikut merasa berdosa terhadap Nan Thian.


Penolakan dia sebelumnya saja, sudah menimbulkan rasa bersalah pada dirinya.


Tapi demi masa depan Qing Hai Pai, dia hanya bisa menanggung dan menelannya.


Sambil menunggu adanya keajaiban untuk menebus semua hutangnya pada Nan Thian.


Tapi dengan kejadian ini, dia benar benar sudah tidak punya muka dan tidak ada tempat untuk bicara lagi dengan Nan Thian.


Bahkan sekedar kata maaf pun, dia tidak punya muka lagi untuk mengatakan nya.


Tapi bagaimana kesal dan marahnya dia, semua telah terjadi, selain menelan dan menerima Ping Chi menjadi menantu dan penerusnya.


Dia sudah tidak punya pilihan lain.


Sambil menghela nafas panjang melepaskan semua beban perasaannya.


Pai Wang akhirnya melangkah keluar dari tempat persembunyiannya.


"Eeghhmm,..!"


Xue Xue dan Hung Ping Chi sangat terkejut.


Mereka buru-buru melepaskan diri, berdiri dengan kepala tertunduk di hadapan Pai Wang.


Pai Wang menatap tajam kearah mereka dan berkata,


"Kalian berdua bila saling suka, segeralah menikah, jangan seperti ini.."


"Ini sangat tidak sesuai peraturan.."


tegur Pai Wang berusaha menahan kesabarannya.


Hung Ping Chi yang pandai membaca situasi.


Dia segera menarik Xue Xue ikut berlutut bersamanya dan berkata,


"Terimakasih guru, murid akan mengikuti pengaturan dari guru ."


"Ping Chi aku tidak perduli status mu dan masa lalu mu, tapi ingat jaga dan cintailah dia dengan benar.."


"Bila kamu punya niat menyakitinya, lebih baik kamu minggat jauh jauh dari hadapan ku sekarang.."

__ADS_1


"Sebelum semuanya terjadi."


"Bila tidak aku pasti akan membuat mu merasa lebih baik mati daripada hidup.."


ucap Pai Wang dingin sambil melangkah pergi meninggalkan tempat tersebut.


"Terimakasih guru, murid akan mengingatnya,"


"Murid berjanji akan selalu menjaga dan mencintai Semei melebihi diri murid sendiri."


ucap Hung Ping Chi sambil memberi hormat dengan menempelkan keringnya di atas lantai.


Setelah Pai Wang pergi, dengan wajah sangat gembira, Ping Chi langsung memeluk Xue Xue dengan erat.


Xue Xue ikut tersenyum bahagia dan membalas memeluk Hung Ping Chi dengan mesra.


Tiga hari dari kejadian hari itu, di Qing Hai Pai pun di adakan pesta pernikahan Xue Xue dengan Hung Ping Chi yang berlangsung dalam suasana meriah dan penuh kebahagiaan.


Semua yang hadir terlihat sangat bahagia kecuali Pai Wang yang wajahnya terlihat agak sedikit muram.


Selain Pai Wang, di suatu pojok yang gelap, tidak terlihat oleh siapapun.


Seorang pemuda tampan, berdiri di sana di bawah guyuran hujan salju lebat.


Pemuda itu sambil senyum sedih, dia mengangkat se guci arak di tangan nya.


Bersulang kearah pasangan pengantin itu dan berkata dengan suara parau.


"Siao Semei semoga kamu hidup berbahagia dengan nya.."


"Selamat tinggal.."


Lalu pemuda tampan yang bukan lain adalah Nan Thian..


Dia menghadap kearah Pai Wang dan istrinya, dari jauh dia berlutut kearah mereka.


Lalu memberi hormat dengan membenturkan dahinya sebanyak tiga kali.


"Guru maafkan murid tidak berbakti Nan Thian, yang telah mengecewakan harapan mu.."


"Jaga diri guru berdua baik baik,"


"Jasa dan budi kebaikan guru berdua terhadap murid, murid selamanya tidak akan berani melupakannya.."


Setelah memberi hormat mengucapkan salam dan bersulang sekali lagi, lalu meminum arak di tangannya.


Dengan langkah terhuyung-huyung, Nan Thian diam diam meninggalkan perguruan Qing Hai Pai untuk selama lamanya.


Sebenarnya 3 hari yang lalu, setelah menyaksikan dan mendengarkan langsung pembicaraan Xue Xue dan Hung Ping Chi.


Nan Thian hari itu juga langsung pergi memberi hormat dan berpamit di depan pintu kamar gurunya.


Setelah itu dia langsung meninggalkan perguruan Qing Hai Pai.

__ADS_1


Tapi setiba di kaki gunung Qing Hai San, dia malah mendengar kabar pernikahan Xue Xue dan Hung Ping Chi, yang akan di selenggarakan 3 hari kemudian.


Makanya malam ini dia khusus datang kembali, hanya untuk menyaksikan dan memberi selamat pada gadis, yang pernah sangat di cintai nya itu


__ADS_2