
Sebagai usaha menyelamatkan diri, Ye Sun membuat gerakan terlentang kebelakang.
Seolah olah ingin tidur keatas lantai, tapi kaki geledeknya bergerak keatas menendang pergelangan tangan Qi Lian Lao Koai.
Qi Lian Lao Koai tersenyum mengejek, dia memutar sedikit tangannya.
"Tapppp..!"
Pergelangan kaki Ye Sun langsung di cengkram nya, Ye Sun yang kaget.
Langsung melepaskan tendangan yang lain menyusul kearah pergelangan tangan Qi Lian Lao Koai, yang sedang mencengkram pergelangan kakinya.
"Tapppp..!"
Tapi lagi-lagi sebelum tiba di sasaran, pergelangan kakinya yang lain kembali tertangkap oleh Qi Lian Lao Koai.
Kini Ye Sun berada dalam masalah serius, kedua kaki andalan nya terkunci.
Tapi bukan Ye Sun namanya, bila secepat itu menyerah.
Meski kalah kelas, tapi semangat pantang menyerah Ye Sun harus di acungi jempol.
Dalam posisi terjepit, tubuh Ye Sun melenting kedepan.
Sepasang tangannya yang membentuk paruh bangau, yang sebelumnya berhasil membuat Tu Lung menyerah.
Kini kembali datang menyambar, mengincar kedua sisi telinga Qi Lian Lao Koai dari arah kiri dan kanan.
Tapi Qi Lian Lao Koai tentu berbeda dengan Tu Lung, pengalaman bertarungnya sudah sangat banyak.
Sambil tersenyum mengejek Qi Lian Lao Koai melakukan gerakan seperti orang mengembara sprei kasur.
Tubuh Ye Sun pun tersentak kebelakang kembali terlentang, serangan nya pun menjadi kandas.
Alhasil bukannya berhasil, dia malah di hadiahi sebuah tendangan di arah pinggang nya,
"Krekkk..!"
Terdengar tulang pinggang Ye Sun berderak seperti bunyi orang mengunyah kripik.
"Arggggghhh..!"
Ye Sun menjerit kesakitan, dengan tubuh jungkir balik di udara.
Saat tubuhnya melayang berputar diudara, saat itu pula, Qi Lian Lao Koai menghilang dari posisinya muncul di hadapan Ye Sun.
Menghadiahinya dua tinju yang tepat menghantam dadanya.
"Bukkkk,..! Bukkkk,..!"
"Ngekkk..!"
Ye Sun hanya sempat mengeluarkan suara itu, sebelum tubuhnya terpental, terbanting menimpa kursi di bagian penonton tenda utama.
"Brakkkk,..!"
Terdengar suara berisik bangku patah dan pecah berkeping keping tertimpa tubuh Ye Sun.
Ye Sun hendak berusaha bangkit berdiri, dia kembali terjatuh memuntahkan darah segar cukup banyak dari mulutnya.
Tangan nya menunjuk kearah Qi Lian Lao Koai dengan penuh kebencian,
"kau..!"
hanya suara itu yang sempat keluar dari mulutnya,sebelum dia jatuh terlentang tidak sadarkan diri.
__ADS_1
Melihat keadaan di mana Ye Sun terpental dan terluka parah, Ye Pu Cin sudah tidak bisa tinggal diam.
Dia langsung melayang turun dari tempat duduknya, langsung menerjang Kearah Qi Lian Lao Koai, dengan jurus pedang rahasia Hoa San Pai.
"Zhong Jue Shi.."
( Jurus Serangan Tengah )
Seberkas sinar putih transparan bergerak membelah lantai arena.
"Brakkk,...!"
Menimbulkan suara ledakan beruntun yang membuat pecahan lantai batu berhamburan.
Saat di lewati oleh hawa pedang yang di lepaskan oleh Ye Pu Cin.
Hawa pedang itu bersambut dengan sepasang cakar Qi Lian Lao Koai yang mengeluarkan dua cahaya kehijauan melesat kedepan menyambut hawa pedang Ye Pu Cin yang datang.
"Blaarrr...!"
Terjadi Ledakan dahsyat di udara, hawa pedang Ye Pu Cin terpental balik.
Ye Pu Cin terbang mundur kebelakang, menghindari efek ledakan.
Di tempat lain pangeran Mongke yang terbang ke arah Bai Xue Sethai, langsung di hadang oleh Nan Thian.
"Rooaaarrrrrrr...!"
Terdengar suara raungan naga emas yang menggetarkan sekitar tempat itu.
"Enam Naga Keluar Dari Sarang..!"
"Menyingkirlah..!"
Bentak Nan Thian.
"Boooom...!"
Terjadi ledakan di udara, dengan hasil akhir tubuh pangeran Mongke terpental mundur dengan baju bagian atas hancur compang camping.
Di beberapa bagian tubuh atasnya yang berotot terlihat luka gores di mana mana.
Tubuh Pangeran Mongke, langsung di sambut oleh Vipasing yang terbang kearahnya.
Setelah mendarat, Vipasing pun berkata,
"Pangeran Mongke kamu tidak apa-apa..?"
Pangeran Mongke menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Aku tidak apa-apa.."
Luka luka baret di tubuh Pangeran Mongke yang tadinya berdarah, kini sudah merapat kembali.
Kembali seperti semula, mulus kembali seolah olah tidak terjadi apa-apa.
Vipasing mengangguk, dia melepaskan rangkulannya.
Lalu melesat kehadapan Nan Thian dan berkata,
"Manusia curang, kamu selalu muncul tiba tiba menyerang secara curang..!"
"Akulah lawan mu.."
Selesai berkata, Tongkat akar hitam yang tiba-tiba muncul ditangan Vipasing kini sudah berubah menjadi gulungan pusaran hitam menerjang kearah Nan Thian.
__ADS_1
"Rebahlah,..! kamu sudah lelah..!"
Bentak Vipasing sambil memutar Tongkat akar hitam nya yang menimbulkan arus pusaran kabut hitam menerjang kearah Nan Thian.
Nan Thian yang sedang di serang, tiba tiba merasa tubuhnya sangat lelah, matanya hampir tidak kuat menahan kantuk.
Nan Thian yang merasa ada yang tidak beres, dan ada kejanggalan.
Teringat akan pertarungannya dulu dengan Si Lao Mo.
Nan Thian buru buru mengerahkan tenaga Ciu Yang Sen Kung dan Ih Jin Jing serta hawa Naga Emas.
Beredar melindungi tubuhnya, terutama pikirannya dan panca inderanya.
Seketika seluruh tubuh Nan Thian dan panca Indra nya, mengeluarkan cahaya keemasan menolak pengaruh magis, yang dilepaskan oleh Vipasing lewat suara dan tatapan matanya yang mengandung hawa magis.
Tapi berbeda dengan Si Lao Mo, hawa magis yang dilepaskan oleh Vipasing jauh lebih kuat.
Tenaga sakti Nan Thian sama sekali tidak membawa efek, tubuhnya tetap saja terasa sangat tertekan.
Lemah hingga sulit di gerakkan.
Melihat tongkat terus meluncur datang, hawa kegelapan sudah membelenggu seluruh tubuhnya hingga sulit bernafas.
Tiada cara lain, Nan Thian pun menghubungi Kim Kim lewat pikirannya.
"Kim Kim keluarlah sekarang lah saatnya.."
"Kamu kampret bedebah, selalu bila sudah melihat lubang kuburan di depan mata baru memanggil ku.."
",Dasar sial aku, kenapa harus terperangkap dalam tubuh manusia sialan seperti kamu.."
Omel Kim Kim tidak puas.
Tapi sembari mengomel dia tetap saja mengambil alih tubuh Nan Thian.
Melepaskan aura Naga Emas Semesta nya.
Langit biru terbuka lebar, memunculkan pemandangan luar angkasa yang penuh dengan cahaya planet yang bertaburan.
Energi dari planet planet di luar angkasa melesat terserap kedalam tubuh Nan Thian.
"Rooaaarrrrrrr...!"
Terdengar raungan yang membuat seluruh puncak Hua San Pai berada seolah olah di Landa gempa dahsyat.
Seekor Naga Emas Raksasa, bayangannya muncul melingkar di belakang tubuh Nan Thian.
Sedang melepaskan tatapan tajam mengerikan kearah Vipasing.
"Permainan rendahan..!"
"Berani kamu tunjukkan di depan ku..!"
"Mampus sana..!"
Bentak Nan Thian yang sedang dalam pengaruh Kim Kim.
Vipasing terpaku merasa hawa magisnya bukan hanya tidak bekerja, tapi buyar semua begitu aura Naga Emas yang mengerikan itu muncul.
Lei Mo dan Ping Mo yang melihat hal itu, langsung bergerak maju membantu.
Lei Mo langsung berteriak mengingatkan Vipasing,
"Saudara Vipasing waspada bocah itu kerasukan lagi..!"
__ADS_1
"Kekuatannya di luar nalar..!"