PENDEKAR API DAN ES

PENDEKAR API DAN ES
BERPAMIT


__ADS_3

Kekuatan pria topeng besi itu sungguh sulit di nalar,.yang lebih mengerikan adalah dia seperti selalu dapat membaca titik lemahnya, dan bisa membaca arah gerakan nya.


Seolah olah dia sangat menguasai tehnik dasar yang ada di kitab tanpa tanding.


Fei Yang tentu saja tidak paham,. yang di kuasai oleh Yang Jian, bukanlah seperti ilmu tehnik pengamatan, seperti di kitab tanpa tanding.


Tapi lebih diarahkan menggunakan naluri, meramalkan gerakan, ini adalah tehnik khusus yang di ajarkan oleh Thian San San Jin kepada muridnya, untuk menutupi kekurangannya karena tidak bisa melihat.


Satu hal yang di sadari oleh Fei Yang adalah kelemahan Yang Jian, terletak pada wanita cantik yang datang semalam.


Berpikir begitu Fei Yang terpaksa hanya bisa tebal muka berharap, belas kasihan dari wanita itu, mau menolongnya, memberikan teratai salju untuknya.


Berpikir begitu Fei Yang segera melayang mendarat ringan didepan pondok rumah Yang Jian.


Baru saja dia mendarat, pintu pondok terbuka sendiri dari dalam, setangkai Teratai salju di lempar keluar dari dalam pondok.


Tangkai teratai salju menancap di depan kakinya,.terdengar pesan suara di dekat telinganya.


"Cepat bawa pergi, jangan menganggu di sini, atau aku tidak akan sungkan lagi."


ucap Pria bertopeng menggunakan pesan suara mengusir Fei Yang.


Fei Yang buru buru berlutut dan berkata,


"Terimakasih Sin Sien Cie Cie (Kakak Dewi) Budi baik kakak Fei Yang tidak akan pernah lupa."


"Eh bocah keparat,..! bukannya pergi malah bikin keributan di sana, percaya tidak aku akan menarik kembali teratai itu.."


"Jangan uji kesabaran ku,.."


tegur Yang Jian lagi lagi menggunakan pesan suara.


Fei Yang buru buru menyimpan teratai salju kedalam cincin, kemudian melesat pergi dari sana.


"Kamu ini mengapa begitu galak sama anak kecil,.."


"Dia juga tidak melakukan apa-apa yang salah.."


tegur wanita cantik berbaju putih itu pada suaminya, sambil tersenyum lembut.


Wanita itu membelai wajah suaminya dengan lembut dan berkata,


"Terhadap Thian San dan semua keturunannya, kamu begitu lembut, dan selalu memanjakan mereka.."


"Padahal tidak jarang mereka berbuat onar, karena mengandalkan mu melindunginya.."


"Tapi kamu masih selalu turun tangan membela nya."


"Kenapa terhadap pemuda baik itu kamu malah begitu galak..?"

__ADS_1


tegur wanita itu dengan lembut.


Yang Jian menghela nafas panjang dan berkata,


"Aku menyayangi mereka karena mereka adalah keturunan mu, apapun yang berhubungan dengan mu, aku akan menggunakan seluruh hidup ku untuk menjaganya.."


"Wanita itu tertawa kecil dan berkata,


"Suami ku mengapa kamu selalu begitu baik, dan selalu membuat ku merasa begitu bahagia seperti kita baru saja menikah.."


"padahal kita sebenarnya sudah hidup bersama lebih dari 700 tahun lebih, bahkan kurasa angkatan kita Wu Song suami istri dan Lu Fan suami istri mungkin sudah tiada di dunia ini.."


"Terkadang aku sedikit merindukan kenangan bersama mereka di waktu muda dulu,.terutama guru Lu dan guru Xue yang sudah lama tiada."


ucap gadis baju putih itu dengan sepasang mata berkaca-kaca.


Gadis itu adalah Sie Yi Yi putri jendral besar Sie Jin Kui era dinasti Jin (Baca selengkapnya di LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM)


Yang Jian memeluk istrinya dengan mesra dan berkata,


"Karena aku sangatlah mencintai mu sayang.."


"Aku ingin kamu menjadi wanita yang paling bahagia di dunia ini.."


Yi Yi menyusupkan kepalanya kedalam dada suaminya, sambil tersenyum penuh kebahagiaan.


Sementara itu ditempat lain,


Kini mereka sedang bergerak kembali lagi ke istana kerajaan Xi Xia, yang menurut Fei Yang sangat tidak bebas dan tidak menyenangkan baginya.


Fei Yang berencana, setelah pulang ini, dia akan pamit ke orang tuanya, kemudian melanjutkan perjalanannya kembali ke gunung Xu San menemui Hong Yi,baru melanjutkan pertulangannya.


Kim Tiaw membawa Fei Yang mendarat ringan di depan halaman rumah Li Dan.


Para prajurit penjaga dan pelayan di rumah itu sangat terkejut dengan kehadiran Fei Yang dan Kim Tiaw nya.


Tapi saat mereka menyadari yang datang adalah putra mahkota Li Fei Yang.


Mereka semua segera menjatuhkan diri berlutut dengan dahi menempel diatas tanah.


Melihat penyambutan ini, Fei Yang langsung senewen dan berkata,


"Sudahlah berdiri semua, cepat panggilkan kakak Li Dan kemari, aku ada urusan penting dengan nya.."


"Maaf tuan pangeran,.. panglima Li dan istrinya sedang berada di gerbang Utara,.sedang mengantar tamu penting pulang.."


ucap salah satu prajurit agak takut takut.


"Ohh baiklah,..ayo Tiaw Siung kita segera menyusul kesana.."

__ADS_1


ucap Fei Yang sambil kembali melompat ke punggung Kim Tiaw.


Kim Tiaw segera membawa Fei Yang terbang menuju gerbang Utara.


Di gerbang utara sendiri terlihat hadir di sana Ratu Sabrina dan Raja Li Yuan Ming, Li Dan dan istrinya Lan Yi yang meski masih sedikit pucat dan lemah tapi keadaan nya sudah jauh lebih baik.


Toba Chen dan Watobi juga terlihat ikut hadir di sana.


Mereka sedang melepas perpisahan dengan Milana Kalina, Todei dan Tolui bersama iring iringan pasukan mereka.


Raja Li Yuan Ming memberikan sejumlah barang berharga dan ternak yang cukup banyak kepada mereka, sebagai ungkapan rasa terimakasih nya, kepada mereka semua.


Ratu Sabrina kedua matanya sampai merah, ketika harus berpisah dengan kedua pengawal setianya itu.


Mereka berpelukan dan saling cium pipi sebelum berpisah.


Fei Yang yang baru tiba ikut melambaikan tangan melepas kepergian mereka.


Setelah mereka pergi jauh, Fei Yang pun menyodorkan teratai salju kehadapan Li Dan dan Lan Yi sambil berkata,


"Ini Kak Dan,.. sesuai janji ku kemaren, teratai salju dari Thian San."


"Kak Lan Yi bisa mengolahnya kan?"


ucap Fei Yang sambil tersenyum.


Lan Yi terbelalak kaget melihat benda yang ada ditangan Fei Yang.


"Adik Yang jangan bilang, kamu pergi mengacau ke Thian San, hanya untuk mendapatkan bahan obat yang sangat langka ini.."


"Apa kamu tidak apa-apa ?"


tanya Lan Yi cemas sambil maju ingin memeriksa Fei Yang.


Fei Yang sambil tertawa mundur kebelakang Li Dan dan berkata,


"Jangan periksa saya, periksa saja dia.."


"Dia yang hatinya terluka, sampai menguber nguber ku hingga kedapur.."


"Padahal sejak kecil sampai besar dia paling pantang main ke dapur.."


ucap Fei Yang sambil tertawa menyodorkan Li Dan kearah Lan Yi.


Lan Yi menatap kearah Li Dan dengan tatapan penuh kemesraan.


Fei Yang dengan cepat meletakkan Teratai salju ketangan Li Dan.


Kemudian Fei Yang langsung berlalu dari sana, mendekati kedua orang tuanya dan berkata,

__ADS_1


"Ayah ibu, kini semua sudah aman.."


"Sudah tiba waktunya aku berpamit dengan kalian,.."


__ADS_2