
Fei Yang sangat kaget dengan kemunculan serangan tiba tiba ini, sedangkan ke 8 serangan itu ternyata adalah ilusi.
Tubuh Fei Yang yang kini terpental keatas menebus langit, Dan Tian nya yang terkena hantaman dahsyat.
Membuat tiga energi bergolak hebat di tubuhnya, Fei Yang berusaha menyerap energi langit untuk menekan kekacauan energi dalam Tubuhnya.
Tiba tiba terjadi ledakan dahsyat di atas langit, seluruh tubuh Fei Yang mengeluarkan cahaya putih.
Tingkat pengendalian energi semestanya kembali naik satu tingkat menjadi level 9.
Tubuh Fei Yang meluncur ke bawah berubah menjadi sebuah pedang cahaya putih berkilauan dan di kelilingi oleh cahaya listrik yang meledak ledak.
See Thian Mo sangat kaget, tapi dia adalah seorang yang sangat menyukai tantangan.
Dengan menghentakkan seluruh energinya, dia membentuk perisai pelindung merah darah.
Dia pun berubah menjadi sebuah bola darah yang membungkus seluruh tubuh nya.
"Blaarr,...!!"
Terjadi ledakan dahsyat saat cahaya pedang putih menghantam bola darah.
Bola darah terbelah oleh cahaya putih dan meledak.
Tapi di dalamnya kosong, See Thian Mo sudah masuk kedalam tanah muncul ditempat lain yang jauh sambil mengeluarkan suara tawa dan berkata,
"Anak muda hari ini, aku See Thian Mo mengaku kalah, tapi suatu hari nanti aku pasti akan kembali datang mencari mu, bila ilmu rahasia ku rampung.."
"Sampai jumpa..!"
Saat suara See Thian Mo berkumandang orangnya sudah ada ditempat yang jauh sekali..
Fei Yang tidak mengejarnya, karena di antara mereka memang tidak ada permusuhan.
Fei Yang kini bergerak ringan menyusul kearah Yue Feng dan Ye Hong Yi pergi tadi.
Sampai di lokasi Fei Yang melihat, Yue Feng dengan santai sedang membakar ayam.
Sedangkan Ye Hong Yi memilih duduk memunggunginya, tanpa menghiraukan seekor ayam panggang yang sudah matang di tancapkan di belakang.nya.
Begitu melihat Fei Yang datang Ye Hong Yi sambil tersenyum girang segera berlari menghampiri Fei Yang dan berkata,
"Paman guru kamu sudah datang ? syukurlah paman guru tidak terlukakan ?"
Hong Yi sambil berucap hendak maju memeriksa keadaan tubuh Fei Yang.
Fei Yang sambil melangkah mundur berkata,
__ADS_1
"Kakak tenang saja, aku tidak apa-apa, penjahat merah itu sudah ku usir pergi.."
"Kurasa dalam waktu dekat dia tidak akan datang menganggu kita.."
Yue Feng melambaikan tangannya kearah Fei Yang dan berkata,
"Sauw Sia,.. kemarilah,.. cicipin ayam bakar ku,. ini sudah matang.."
"Dewi cantik,.. sekarang kamu sudah boleh tenang, paman guru cilik mu sudah kembali, kamu sudah boleh makan bukan,..?"
ucap Yue Feng sambil tersenyum.
Fei Yang cukup senang dan meras cocok dengan sikap Yue Feng yang ringan bebas dan ceria.
Sebaliknya Ye Hong Yi malah mendeliki nya dan berkata,
"Jaga ucapan mu, atau aku tidak akan sungkan dengan mu."
"Aku cantik jelek tidak ada urusan dengan mu.."
"Begitu pula aku mau makan atau tidak, tidak ada hubungannya dengan mu.."
Tapi Yue Feng cuma mengangkat bahunya sambil menjebikan bibirnya pura pura tidak dengar, dia terus melanjutkan dengan bakar ikan.
Fei Yang yang sudah tahu jelas sikap Hong Yi yang pada dasarnya cuma galak di luar lembut di dalam.
Terutama pada pria yang baru di kenal.
"Kakak terimakasih atas ayam bakarnya.."
"Sama sama, ini masih ada ikan bakar hampir matang, kalau kurang ambil aja jangan sungkan Sauw Sia.."
Fei Yang tersenyum dan berkata,
"Tidak, makasih kakak ini juga sudah lebih dari cukup."
"Nama ku Fei Yang, kakak panggil daja aku Fei Yang gak perlu pake Sauw Sia segala..."
Yue Feng mengangguk, sambil menjaga ikan panggang dia berkata,
"Baiklah kalau begitu saya panggil kamu adik Yang saja.."
"Nama ku Yue Feng, adik Yang mau panggil apa terserah."
Fei Yang mengangguk dan berkata,
"Kalau begitu aku panggil kakak, kakak Feng saja."
__ADS_1
"Kakak Feng berasal darimana mau kemana ? kenapa bisa ada di tempat ini dan bentrok dengan para perampok itu..?"
Yue Feng termenung melihat api di hadapannya kemudian berkata,
"Aku berasal dari Kai Feng, lahir di Yue Men Kuan."
"Aku sampai disini, karena sedang menghindari kejaran pasukan pemerintah."
"Aku bentrok dengan perampok itu pertama kali di desa Mi, semua berawal dari 3 hari yang lalu, saat aku sedang melintasi desa Mi."
"Secara tidak sengaja, aku menemukan mereka sedang merampok desa itu."
"Aku yang tidak sampai hati melihat mereka menindas rakyat kecil, akhirnya turun tangan mencegah mereka sehingga terjadilah bentrokan.."
"Aku berhasil mengusir mereka, tapi karena khawatir mereka datang lagi dengan jumlah yang lebih banyak."
"Aku menemani kepala desa Mi, pergi meminta bantuan pasukan pemerintah di kota Zhen Ding."
"Dengan bala bantuan pasukan pemerintah, kami berhasil mengejar dan membasmi sarang mereka."
"Pemimpin mereka bersama beberapa perampok ada yang berhasil melarikan diri."
"Tapi karena jumlah mereka tinggal puluhan orang, mereka bukan ancaman serius lagi.."
"Tidak tahu bagaimana ceritanya indentitas ku bocor, mungkin di antara pasukan pemerintah, ada yang memegang sketsa wajah ku sebagai buronan."
"Dari sana akupun melarikan diri dari kejaran pasukan pemerintah hingga ketempat ini."
"Begitulah ceritanya adik Yang.."
ucap Yue Fei menutup ceritanya sambil menghela nafas panjang.
"Kakak Feng, sebenarnya apa yang terjadi ? mengapa Kakak Feng bisa jadi buronan pihak kerajaan..?"
Mendengar pertanyaan Fei Yang,, Yue Feng menatap kearah awan yang berarak kemudian berkata pelan,
"Adik Yang aku tidak akan menutupinya dari mu, aku adalah satu satu keturunan panglima Yue Fei, yang berhasil lolos dari eksekusi masal, dengan tuduhan palsu tentang penghianatan terhadap negara Song dan bekerja sama dengan negara Xi Xia."
"Kakek ku seumur hidup mengabdi pada negara penuh kesetiaan, lebih dari separuh hidupnya di habiskan di Medan perang demi kejayaan kerajaan Song.."
"Tapi apa yang diperolehnya di hari tua adalah sebuah kematian yang penuh penasaran, begitu pula dengan seluruh keluarganya.."
"Kami sekeluarga 100 lebih kepala, yang tersisa hanya aku seorang, didepan mata kepala ku sendiri,.aku melihat mereka satu persatu di eksekusi tanpa daya.."
"Bila hari itu aku tidak diselamatkan oleh pengawal setia kakek ku paman Zhang Han, saat ini kita pun tidak akan pernah bertemu dan ngobrol di sini.."
"Ini sungguh adalah sebuah penasaran yang penuh duka dan kebencian.."
__ADS_1
ucap Yue Feng yang biasanya tenang dan ceria tapi kini terlihat sangat sedih.
Ye Hong Yi yang biasanya cuek, kini tanpa terasa dia menatap kearah Yue Feng dengan tatapan iba dan kasihan.