
Semua kekuatan yang tersedot kedalam lingkaran Pat Kwa, berkumpul disana menyatu jadi satu.
Saat Fei Yang mendorongkan kedua tangannya kedepan, kedua Pat Kwa yang membawa kekuatan api es dan petir semesta, melesat menyambar biksu tua itu.
Inilah jurus kedua dari kitab tanpa tanding Kekuatan alam semesta tanpa batas.
Biksu tua kedua terperanjat, Vajra miliknya yang tidak kuat menahan serangan Fei Yang,. langsung terpental masuk menyatu kedalam tubuhnya.
Dia menatap dengan pasrah sambil merangkapkan sepasang tangannya di depan dada, menyambut serangan dahsyat Fei Yang.
Tapi sebelum serangan Fei Yang tiba,. 2 sosok biksu lain datang menggantikan posisi nya,. Ribuan lentera Buddha muncul mengelilingi sekitar tubuh mereka berdua.
Lalu ribuan lentera itu melesat, menyambut kekuatan serangan Fei Yang yang datang.
"Cahaya lentera Buddha menerangi jagad..!"
teriak biksu ketiga sambil melepaskan serangan nya.
Terjadi benturan dahsyat di udara, lentera Buddha hancur berantakan, saat berbenturan dengan kekuatan serangan Fei Yang.
Tapi lentera Buddha yang pecah, kembali menyatu membuat sebuah cahaya Swastika emas, melesat menghantam serangan petir es dan api yang dilesatkan oleh Fei Yang.
"Kebijaksanaan Budha tiada Tara..!!"
teriak biksu keempat sambil melepaskan serangan nya.
Cahaya Swastika emas berhasil menghancurkan segalanya, lalu langsung bergerak menghantam perisai pelindung Fei Yang.
Fei Yang terpental bersama dengan cahaya bola pelindung, yang melindungi tubuhnya.
Di dalam cahaya pelindung Fei Yang memuntahkan darah segar dari mulutnya.
Sebelum cahaya Swastika emas kembali menghantam nya, Fei Yang melepaskan dua tebasan pedang api dan es.
Menggunakan jurus ke 6 Naga Es dan Phoenix Api memusnahkan 3 Alam.
Jurus ini merupakan bagian dari jurus tarian pedang Naga Es dan Phoenix Api warisan kitab Wu Ti Sin Tong.
Kekuatan tebasan itu yang didukung kekuatan alam semesta kitab tanpa tanding, berhasil membelah cahaya Swastika emas.
Lalu melesat mengejar kearah kedua biksu yang masih mengambang di udara.
Kedua biksu itu melindungi tubuh mereka dengan melepaskan Cakra dan Cincin Swastika yang menjadi pusaka pelindung tubuh mereka.
Gabungan kedua kekuatan itu berhasil meredam serangan balasan Fei Yang.
Meski berhasil, tapi tubuh mereka berdua terpental kembali ke posisi semula mereka.
__ADS_1
Biksu ketiga memberi hormat kearah Fei Yang dan berkata,
"Anak muda kamu luar biasa ujian ketiga dan keempat, sudah berhasil kamu lewati.."
"Semoga kamu bisa melewati
semua ujian Sancai,... Sancai...."
Fei Yang membalas dengan menganggukkan kepalanya, dan terus berusaha menyerap kekuatan alam semesta kedalam tubuh nya.
Dia harus terus waspada tidak boleh lengah sedikit pun, masih ada 5 biksu yang berdiri di sana menunggu giliran.
Benar saja dugaan Fei Yang, Biksu kelima, kembali melesat kearah udara dari dadanya muncul sebuah pedang bergagang patung Buddha,. dengan bagian pedang terisi beberapa mutiara sarira.
Di belakang tubuh biksu kelima muncul bayangan Buddha Sakyamuni yang sedang mengulurkan telapak tangannya yang terbuka kedepan.
Dari telapak tangannya itulah melesat seberkas sinar berputar-putar, seperti spiral emas menerjang kearah Fei Yang.
"Menyambut Cahaya Budhha dari surga barat..!"
teriak biksu ke 5 sambil melepaskan serangan nya.
Fei Yang melakukan tebasan beruntun menggunakan jurus ke 8 Naga Es dan Phoenix Api memusnahkan semua mahluk hidup.
Dengan dukungan teknik pengendalian kekuatan semesta,.dimana seberkas cahaya lembayung muncul dari arah barat.
Menyinari setiap tebasan yang Fei Yang lepaskan, kedua kekuatan berbenturan di udara.
Biksu kelima tersenyum dan berkata,
"Anak muda, ujian kelima telah berhasil kamu lewati."
Biksu itu sudah terbang ke posisi nya, berkumpul dengan keempat rekannya yang lain.
Selagi Fei Yang sedang membenahi aliran sirkulasi kekuatan nya yang sedikit kacau akibat benturan tadi.
Kini biksu ke 6 sudah muncul menggantikan posisi rekannya yang berhasil Fei Yang hadapi tadi.
Dari arah dadanya muncul sebatang golok emas bermata tumpul, sinar golok itu membentuk sesosok bayangan Buddha Sakyamuni yang terbang menempati posisi barat.
Lalu bayangan Buddha itu melepaskan sepasang telapak tangan nya yang menghasilkan dua cahaya keemasan berbentuk telapak tangan raksasa menghantam kearah Fei Yang.
"Dharma Budha tiada Tara...!!"
teriak biksu ke 6 sambil melepaskan serangan nya.
Fei Yang menyatukan sepasang pedang nya kemudian melepaskan Tebasan kearah biksu ke 6 dengan jurus ke 9 Naga Es dan Phoenix Api bersatu padu menantang semesta.
__ADS_1
Dengan dukungan Tenaga Petir langit kesembilan, yang merasuki tenaga serangan yang Fei Yang lepaskan.
Kedua kekuatan dahsyat kembali berbenturan di udara.
Menimbulkan tenaga dorongan ledakan yang sangat dahsyat yang membuat tanah dan langit diarea sekitar mereka retak retak.
Baik Fei Yang dan biksu ke 6 sama sama terpental saling menjauhi.
Biksu tua itu tersenyum tenang, dia melayang kembali kearah rekannya yang lain dan berkata,
"Ujian tingkat ke 6 juga berhasil kamu lewati anak muda."
Fei Yang sendiri kondisinya lebih buruk, dia jatuh berlutut dengan kaki sebelah,.sambil menopang tubuhnya dengan pedang api dan es yang dia satukan.
Tapi hal itu cuma berlangsung sejenak saja, begitu tenaga Sakti pengendali alam semesta di kerahkan oleh Fei Yang.
Kekuatan Fei Yang pun pulih kembali, dia lalu kembali berdiri, bersiap menghadapi serangan biksu ke 7 yang sudah melayang di udara.
Fei Yang mulai meningkatkan tehnik pengendalian nya hingga tingkat ke 6, sehingga di sekitar tubuhnya kini bergulung gulung tenaga api dan es berputaran di sekitar tubuhnya.
Biksu ke tujuh mengeluarkan sebatang pedang yang mengeluarkan cahaya cakrawala menerangi segala penjuru.
Cahaya itu kemudian membentuk sesosok Budha Sakyamuni yang mendorongkan telapak tangan terbuka kearah Fei Yang
Lima berkas sinar keemasan melesat menyambar kearah Fei Yang.
"Budhha turun dari surga barat menerangi dunia...!!"
teriak biksu ke 7 sambil melepaskan serangan nya.
Fei Yang kembali memberikan tebasan kekuatan gabungan Phoenix api dan Naga es dari arah bawah keatas menyambut serangan biksu ke 7 itu.
Fei Yang juga mendukungnya dengan serangan Jurus ke 6 Kitab tanpa tanding, Gunung Runtuh Laut terbalik.
Pedang Es dan Api meluncurkan bagaikan bor angin topan yang melahap semua yang dilewatinya.
Termasuk kelima cahaya itupun di telannya.
Tapi cahaya yang ditelannya sangat besar dan tidak putus putus, akhirnya gulungan pedang api dan es tidak kuat menampung kekuatan yang begitu besar dan tiada habisnya itu.
Akhirnya terjadi ledakan dahsyat diudara, cahaya emas sisanya tetap meluncur menghantam kearah Fei Yang.
Fei Yang tubuhnya kembali terpental cukup jauh, tapi dia masih tetap berhasil berdiri kembali, dengan seluruh tubuh di selimuti oleh cahaya biru dan merah.
Fei Yang kini menyimpan kedua pedangnya kedalam cincin, tubuhnya berputar-putar membuat pusaran badai api dan es semakin lama semakin besar dan lebar.
Bagaimana pun Cahaya emas yang dilesatkan kearah nya pasti akan di tariknya kedalam pusaran nya yang membuat kekuatannya semakin membesar.
__ADS_1
Biksu ke 7 sudah mundur di gantikan oleh biksu kedelapan memegang sebatang pedang biru yang mengeluarkan aura dingin mencekam.
Aura dingin itu membentuk membentuk sebuah bayangan Buddha Sakyamuni yang terlihat sedang melayang turun dari langit sebelah barat.