
"Aku berjanji akan mewariskan seluruh ilmu keluarga kami pada mu, tenaga sakti cahaya pelangi hanya sebagian kecil saja.."
"Lagipula murid durhaka itu baru menguasai 30% rahasia kitab itu.."
"Kakek kamu ini bicara apa,? ayo kita pulang sekarang, sebelum nenek marah.."
ucap Fei Hsia dengan wajah merah.
Tangan kirinya mencengkram rambut pemuda itu, tangan kanannya memegang sebatang pedang bercahaya pelangi.
Kelihatannya Fei Hsia ingin menyeret tubuh pemuda yang sudah tertotok tak berdaya itu pulang ke pulau pelangi, dengan menarik rambutnya.
Kakek Wu tertawa dan berkata,
"Baiklah Fei Yang kami permisi dulu, tawaran ku masih berlaku.."
"Segera datang bila berminat, jangan sampai keduluan sama orang lain.."
ucap kakek Wu sambil tertawa,
Kemudian dia langsung menghilang dari sana bersama Fei Hsia dan pemuda itu.
Fei Yang masih berdiri termenung di sana, hingga terdengar suara bisikan Fei Hsia ditelinganya.
"kakak Yang maafkan kakek ku, ada waktu mainlah ke pulau pelangi, jangan hiraukan ucapan kakek yang ngawur.."
"Aku menunggu mu.."
Setelah bisikan itu hilang Fei Yang baru tersadar dari termenung nya, sambil tersenyum Fei Yang menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Kakek Wu bilang dia hanya menguasai 30%, mungkinkah kitab cahaya pelangi lebih hebat dari kitab tanpa tanding.."
"Atau aku yang belum berhasil menemukan intisari dari kekuatan kitab itu.?"
"Bila nanti urusan Xu San beres,. aku harus kembali menemui Xue Lian dan mendalami ulang kitab tanpa tanding.."
ucap Fei Yang berjanji dalam hati.
Fei Yang dengan santai berjalan kembali menuju gerbang kota Yin Chuan, yang sudah terbuka lebar.
Saat memasuki gerbang kota, terlihat perdana menteri Li Cing buru buru menghampiri Fei Yang dengan wajah panik dan cemas.
"Ada apa paman Li, kenapa anda terlihat cemas..?"
tanya Fei Yang bingung.
"Maaf pangeran, sebaiknya kamu cepat ke istana, ratu dia,.dia,.. takutnya tidak bisa melewati malam ini.."
ucap perdana menteri Li Cing gugup.
"Apa yang terjadi !?"
tanya Fei Yang kaget.
"Ratu terluka oleh jendral musuh, dalam usaha mempertahankan benteng.."
ucap Perdana menteri Li Cing cepat.
__ADS_1
"Baiklah aku segera ke istana, terimakasih infonya paman,.."
ucap Fei Yang langsung bergerak cepat meninggalkan tempat tersebut.
Dalam waktu singkat, Fei Yang sudah melayang turun di halaman depan kamar ibunya.
Fei Yang langsung berjalan cepat memasuki kamar ibunya, semua pelayan yang bertemu dengan Fei Yang, langsung menjatuhkan diri berlutut dan menyembahnya.
"Kalian ini kenapa, ? ayo cepat berdiri, aku katakan pada kalian semuanya, lain kali bila bertemu dengan ku, jangan seperti ini lagi."
"Satu aku bukan raja,.dua aku belum mati..jadi tolong ingat itu.."
Tegur Fei Yang sambil mengomeli mereka semuanya.
Para dayang yang ada disana merasa bingung, mereka tidak tahu mengapa Fei Yang tiba-tiba marah.
Tapi ada salah satu dayang yang sebelumnya pernah di tugaskan melayani Fei Yang,.dia buru-buru menjelaskan keteman nya dan berkata,
"Pangeran tidak suka banyak peradatan, kita ikuti saja kemauan nya."
"Pangeran sangat special.dan berbeda, tapi pangeran sangat baik dan mengagumkan.."
Para dayang istana segera berkerubung, mendengar gosip dari dayang yang pernah melayani Fei Yang.
Fei Yang setelah masuk kedalam kamar ibunya, dia melihat beberapa tabib senior sedang tertunduk lesu dengan wajah muram.
Sedangkan ibunya terbaring dengan wajah kehijauan, tak bergerak dengan nafas tidak teratur, sepasang matanya terpejam rapat.
Ayahnya terlihat duduk di samping ranjang ibunya, dia terus menggenggam tangan ibunya, dengan raut wajah terlihat sedih dan putus asa.
"Kamu sudah datang nak ? kemarilah mendekat kemari.."
"Ibu mu dia,..."
ucap Li Yuan Ming dengan sepasang mata berkaca-kaca, tidak sanggup melanjutkan kata-katanya.
Fei Yang menepuk bahu ayahnya dan berkata,
"Ayah jangan khawatir, serahkan saja ke Fei Yang, ibu pasti bisa sembuh seperti semula."
Sebelum Fei Yang sempat melakukan sesuatu, tiba tiba sepasang mata ratu Sabrina terbuka pelan.
Sambil tersenyum lemah dia berkata dengan suara pelan dan lemah.
"Nak akhirnya kamu datang juga.."
"ibu,.. tadinya takut,..tidak sempat bertemu.."
"Sehingga tidak sempat,.. meninggalkan pesan,.. terakhir pada mu.."
ucap ratu dengan suara lemah.
"Ibu jangan khawatir, tenanglah,.. percaya pada Fei Yang, ibu pasti akan sembuh.."
ucap Fei Yang sambil tersenyum tenang.
"Kondisi,..ibu..ibu lebih tahu dari siapapun, kamu tidak perlu,..buang waktu dan tenaga.."
__ADS_1
"Bagi ibu asalkan bisa melihat kamu menikah dengan Sian Sian, sebelum ibu pergi,.. ibu sudah sangat bahagia."
Fei Yang menghela nafas panjang, dia sebenarnya ingin membantah, tapi dia merasa saat ini bukan waktu yang tepat.
Jadi dia memilih untuk diam saja,
Fei Yang memeriksa nadi di tangan ibunya, sesaat kemudian Fei Yang dengan gerakan cepat memasukkan sebutir pil kedalam mulut ibunya, seperti yang pernah dia berikan ke naga hitam.
Lalu Fei Yang mengulurkan tangannya kearah meja, sebuah cawan langsung terbang melayang masuk kedalam tangannya.
Dengan hati hati Fei Yang membantu ibunya, untuk minum dari cawan tersebut, agar obat yang dia berikan bisa ditelan oleh ibunya.
Fei Yang kemudian membaringkan kembali ibunya keatas kasur.
Dia membiarkan ibunya berbicara sesuka hati, dia hanya mengangguk dan mendengarkan semua ucapan ibunya,.sama sekali tidak membantah hanya terus menganggukkan kepalanya.
Tapi tanpa di sadari oleh ratu Sabrina, suara bicaranya semakin lam semakin jelas dan keras.
Saking semangatnya dia bahkan sudah bangkit duduk sambil terus berbicara.
Raja Li Yuan Ming yang melihat perubahan istrinya, dia hanya bisa terbelalak kaget dengan mulut terbuka, tapi tidak tahu mau bilang apa.
Saat menoleh kearah Fei Yang, dia malah melihat anaknya sedang nyengir padanya.
Akhirnya Fei Yang pun buka mulut,
"Ibu kurasa ibu sudah sembuh, mengenai pernikahan ku, sebaiknya kita tangguhkan dulu."
"Lebih baik kita urus nasib paman Li Yuan Hao, dan kakak misan Li Yung, yang kini mungkin sudah kembali bersama Kim Tiaw ku."
Mendengar ucapan Fei Yang, ratu Sabrina baru sadar, dia mencoba bernafas dan berdiri lalu menggerak gerakkan badannya dengan kaget.
"Ehh ini,.. kok bisa..?"
ucap ratu Sabrina dengan heran bercampur kaget.
Raja Li Yuan Ming sambil tersenyum maju memeluk istrinya dan berkata,
"Syukurlah akhirnya kamu sembuh kembali sayang.."
"Aku tadinya sudah begitu takut, akan kamu tinggal pergi.."
ucap Raja Li Yuan Ming dengan mata sedikit berkaca kaca karena terharu bercampur gembira.
Ratu Sabrina juga tersenyum bahagia sambil membalas memeluk suaminya.
Fei Yang menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Silahkan kalian teruskan, kalau perlu buatkan adik untuk ku, buat penerus kerajaan."
"Jadi aku bisa pergi melanjutkan berpetualang dengan hati lebih tenang.."
Sebelum Ratu Sabrina sempat menegurnya, Fei Yang sudah menghilang dari sana.
"Lihat putra mu itu,..semakin lama semakin tidak punya tata Krama dan sopan santun,..!"
teriak Ratu Sabrina kesal.
__ADS_1