PENDEKAR API DAN ES

PENDEKAR API DAN ES
MENGGODA WEI WEN


__ADS_3

"Fei Yang apa kamu serius soal keputusan mu itu.."


"Mengapa kamu tidak pertimbangkan lagi, ?"


"Sebenarnya di banding mengambil orang luar menjadi istri, akan jauh lebih aman, bila kamu memilih Sian Sian menjadi pendamping hidup mu.."


ucap nenek Halimah berusaha menasehati Fei Yang.


Fei Yang menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Tidak nek, keputusan ku sudah bulat."


"Hal ini juga sudah ku bicarakan ke kedua orang tua ku, juga kepada Paman Li dan Sian Sian secara langsung."


ucap Fei Yang tegas.


Nenek Halimah menghela nafas panjang dan berkata,


"Nenek tahu melarang dan memaksa mu juga percuma, jadi selain menyetujuinya nenek bisa apa..?"


"Maafkan Fei Yang nek,.. Fei Yang telah mengecewakan harapan nenek..'


Nenek Halimah berusaha untuk tersenyum dan berkata,


"Tidak apa-apa, nenek percaya pada pilihan mu."


"Fei Yang tapi kamu harus ingat, kamu adalah putra mahkota Xi Xia."


"Kamu akan menggantikan ayah mu, memimpin rakyat kita."


"Kamu tidak boleh terlena oleh putri Song itu, hingga lupa pulang meneruskan kodrat mu di sini.."


Fei Yang tersenyum pahit dan berkata,


"Fei Yang akan ingat itu nek,.."


"Bagus itu baru cucu kebanggaan nenek,.."


ucap nenek Halimah sambil tersenyum lebar.


Nenek Halimah memegang tangan Fei Yang penuh kasih sayang dan berkata,


"Fei Yang apakah kamu menyalahkan keputusan nenek atas kakak sepupu mu Li Yung dan saudara tiri mu Li Dan..?"


Fei Yang menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Tidak nek, Fei Yang yakin nenek mengambil keputusan itu, pasti sudah mempertimbangkannya dengan matang.."


"Tapi Fei Yang hanya ingin mengingatkan nenek, bila kak Li Yung sekali lagi mencoba melakukan sesuatu dengan niat tidak baik.."


"Maka bila tiba saatnya, jangan salahkan Fei Yang kejam.."


"Bahkan kaisar langit dan Raja neraka sekalipun tidak ada yang bisa menolongnya.."


ucap Fei Yang dengan sepasang mata berkilat dan tidak terlihat sedang main main.


Nenek Halimah sedikit terkejut dengan ancaman Fei Yang yang tidak main main itu.


"Kamu tenang saja, nenek pasti akan berusaha mengingatkan nya, tapi bila dia tidak mau dengar.."


"Nenek juga tidak akan ikut campur lagi, semua terserah pada mu.."

__ADS_1


ucap nenek Halimah sambil membelai punggung tangan Fei Yang dengan lembut.


"Baiklah nek, bila tidak ada hal lain silahkan nenek beristirahat.."


"Kapan kapan Fei Yang baru kembali lagi menjenguk nenek,.."


ucap Fei Yang, lalu berlutut menciumi kaki dan tangan neneknya.


Nenek Halimah membelai kepala Fei Yang dengan lembut dan berkata,


"Bangunlah cucuku, kamu adalah cucu kebanggaan nenek, pergilah lakukan apa yang ingin kamu lakukan.."


"Nenek akan selalu mendukung mu.."


"Terimakasih nek,."


ucap Fei Yang penuh haru.


Keluar dari kamar neneknya, Fei Yang langsung pergi menemui kedua orang tua nya, untuk berpamit.


Tak lama kemudian Fei Yang langsung meninggalkan Xi Xia menggunakan Kim Tiaw kembali kerajaan Song.


Fei Yang berdiri di depan pintu gerbang istana kerajaan Song, yang besar dan megah.


Dia berdiri santai menunggu prajurit penjaga pintu gerbang untuk membuat laporan kedalam atas kehadirannya.


Tapi menunggu hingga matahari hampir tenggelam tidak juga ada tanda tanda dirinya di ijinkan masuk.


Kini sadarlah Fei Yang pasti ada orang yang sedang berniat bermain main dengan nya.


Sambil tersenyum dingin Fei Yang langsung mengirimkan pesan suara dengan mengirim pesan suara seribu Li kepada Wen Wen langsung.


Tidak sampai setengah jam Fei Yang mengirim pesan.


Para pengawal itu langsung pada menjatuhkan diri berlutut ketakutan.


"Tuan putri ada perintah, siapapun yang berani melarang dan bersikap kurang sopan terhadap calon suaminya, Li Fei Yang hukuman nya pancung kepala bersama seluruh keluarga..!"


teriak Siau Cui tegas sambil mengacungkan token di tangannya tinggi tinggi.


Para pengawal Yi Ling Cin itu langsung pada pucat ketakutan wajahnya.


Mereka semua langsung menyembah nyembah kearah Fei Yang memohon pengampunan.


Fei Yang tersenyum dan berkata,


"Kalian semua bangunlah, tidak tahu berarti tidak ada bersalah.."


"Silahkan kembali ketempat kalian masing-masing.."


Para prajurit itu langsung bernafas lega, setelah mendapat pengampunan dari Fei Yang.


Fei Yang mengikuti langkah Siau Cui memasuki istana tanpa halangan.


Satu lapis demi satu lapis, hingga akhirnya tiba di kediaman Wei Wen.


Dari jauh Fei Yang sudah melihat Wei Wen berlari dengan gembira datang menghampirinya.


Tanpa memperdulikan para penjaga dan para pelayan yang berseliweran di tempat terbuka tersebut.


Wei Wen dengan manja langsung melompat kedalam pelukan Fei Yang begitu mereka berdua berhadap hadapan.

__ADS_1


"Kakak mengapa begitu lama ?"


"Ku pikir kakak sudah melupakan aku yang menunggu mu di sini.."


protes Wen Wen dengan bibir cemberut.


Fei Yang langsung menggendongnya berjalan masuk kedalam istana Wen Wen.


"Sayang,.. Xi Xia dan Kai Feng jaraknya tidak lah dekat, aku sudah berusaha yang tercepat untuk kembali.."


ucap Fei Yang beralasan.


"Tapi kakak kan menggunakan Kim Tiaw, tentu harusnya menurut perhitungan ku, 3 hari yang lalu seharusnya kakak sudah kembali.."


protes Wei Wen curiga.


Fei Yang tak mungkin bilang dia tertunda 3 hari karena menanti Xue Lian.


Jadi dengan cepat Fei Yang berkata,


"Sayang kamu kan tahu, aku sejak kecil sudah di pertunangan, untuk membereskan masalah itu tentu butuh waktu.."


"Kamu sebagai putri istana, tentu kamu lebih paham.."


"Sekarang aku tanya kembali, bila kamu yang di posisi ku mau memutuskan pertunangan mu.."


"Kira kira kamu perlu waktu berapa lama menyelesaikannya..?"


"Untuk bisa bertemu dengan mu saja waktu ku terbuang berdiri di depan pintu gerbang 1/2 harian.."


"Aku yakin di sini pasti tidak akan lebih cepat dari ku..benar tidak..?"


"Para tikus sialan di depan gerbang itu, aku pasti akan melaporkan ke ayah biar mereka menerima hukuman setimpal.."


ucap Wei Wen keki mencari pelampiasan..


"Sudah sudah mereka kan cuma menjalankan tugas, mereka kan tidak mengenali ku.."


"Mereka juga tidak mungkin berani sembarangan melapor kedalam."


"Bila setiap lelaki yang ingin bertemu dengan mu, mereka laporkan.,"


"Bukankah mereka akan mati kelelahan, jarak dari sini ke gerbang depan kan tidak dekat.."


"Belum lagi bila yang datang tidak sesuai harapan mu, bulan kah mereka hanya menuai damprat dari mu..?"


ucap Fei Yang penuh alasan.


"Baiklah kak, kita lupakan saja.."


"Kakak pasti lelah, aku sudah siapkan air hangat dan makanan enak buat kakak.."


"Kakak mandilah dulu, baru kita makan sama sama.."


ucap Wei Wen kembali tersenyum manis, tidak mempermasalahkan keterlambatan Fei Yang lagi.


"Kenapa kamu sudah tidak sabar ingin mandi bersama ku ya,..?"


ucap Fei Yang menggoda Wei Wen.


"Gila tak tahu malu,..!!"

__ADS_1


ucap Wei Wen dengan wajah merah padam.


.


__ADS_2