
Salah satu dari keempat murid Qing Hai Pai, segera berlari kedalam untuk pergi melapor pada Lie Tang Cu.
Tidak butuh waktu lama, Lie Tang Cu dengan langkah buru buru, dia menyertai muridnya, keluar dari dalam pintu gerbang perguruan Qing Hai Pai, untuk menemui Nan Thian.
Lie Tang Cu adalah satu satunya anggota wanita, diantara 4 orang Tang Cu di Qing Hai Pai.
Dia adalah murid penutup dari Lian Se Hua, atau Lian Se Mu, ibu kandungnya Xue Xue.
Dia juga merupakan putri angkat Lian Se Hua, yang merindukan putrinya.
Sehingga Lie Tang Cu yang merupakan seorang anak yatim piatu, yang kebetulan memilki wajah mirip dengan Xue Xue.
Oleh Lian Se Hua, dia mengangkat Lie Tang Cu jadi Putri angkat nya, untuk menghibur hari hari nya yang sepi.
Setelah suami dan putrinya hilang di Hua San Pai tanpa kabar beritanya.
Lie Tang Cu nama lengkapnya adalah Lie Mei Mei, tapi oleh ibu angkat yang sekaligus gurunya, dia di beri nama Lie Pai Xue.
Untuk mengenang putrinya, Pai Xue Xue, yang hilang bersama suaminya di Lian Hua Feng.
Lie Tang Cu dengan langkah anggun berjalan menghampiri Nan Thian.
Seperti juga Xue Xue, Lie Tang Cu adalah seorang gadis yang sangat cantik mempesona.
Di seluruh Qing Hai Pai tidak ada yang tidak mengangumi dan tertarik untuk mendekatinya.
Tapi Lie Pai Xue tidak menanggapi mereka, dia lebih memilih larut dalam latihan dan mengurus pekerjaan sebagai Tang Cu di Qing Hai Pai.
Sisa waktunya dia lebih suka menghabiskannya dengan menemani gurunya Lian Se Hua.
Dari jauh Lie Tang Cu yang bisa melihat dengan jelas Yue Nan Thian yang sedang berdiri di luar gerbang sana.
Diam diam dia menaruh perhatian dan rasa kagum di hatinya, atas ketampanan Nan Thian, juga perawakan tubuhnya yang sangat proporsional tegap berisi.
Hanya satu yang kurang, wajahnya meski terlihat tersenyum ramah, tapi disana terlihat jelas dia menyimpan duka dan ke muraman yang sangat mendalam.
Rambutnya yang sebagian memutih juga membuatnya terlihat jauh lebih tua dari usia sebenarnya.
Tapi sebagai seorang gadis tentu saja Lie Tang Cu punya keangkuhan tersendiri.
Dia tidak mungkin berani menunjukkan perasaan kagum itu secara berterang.
Apalagi pada seseorang pemuda yang baru di lihatnya untuk pertama kalinya.
Akan terlihat sangat memalukan dan terlihat murahan, bila dia tidak bisa menahan diri dan menyimpan rasa kagumnya rapat rapat.
Nan Thian tidak kenal dengan gadis yang sedang berjalan datang menghampirinya.
Tapi melihat wajah dan penampilannya, bahkan cara berpakaian dan cara menyanggul rambut nya.
Di mana semuanya terlihat sangat mirip dengan Xue Xue adik seperguruan nya.
Diam diam Nan Thian merasa heran, dan agak penasaran.
__ADS_1
Karena dari yang dia tahu.
Xue Xue Siao Semei nya itu adalah putri tunggal, tidak punya adik ataupun saudara lain sama sekali.
Kini tiba tiba muncul kembaran nya di sana, tentu saja membuat Nan Thian sedikit banyak timbul penasaran nya.
Lie Tang Cu setelah tiba di hadapan Nan Thian dan saling memberi hormat.
Dia pun berkata sambil menatap tajam kearah Nan Thian.
"Maaf saya dengar dari anggota saya, anda datang kemari ingin bertemu dengan Lian Se Mu dan para tetua Qing Hai Pai kami yang sudah lama menutup diri.."
"Kalau boleh tahu dalam rangka urusan apa ya ? agar saya bisa sampaikan dulu ke dalam.."
ucap Lie Tang Cu berhati hati.
Nan Thian mengangguk dan berkata,
"Tidak apa-apa itu sudah seharusnya, tolong katakan saja murid tidak berbakti Yue Nan Thian mohon bertemu.."
"Nan Thian membawa kabar tentang guru Pai Wang dan Siao Semei Pai Xue Xue untuk di sampaikan.."
ucap Nan Thian tenang.
Mendengar hal yang di sampaikan oleh Nan Thian, wajah Lie Tang Cu langsung berubah.
Meski dia tidak pernah mendengar tentang Yue Nan Thian dari Gurunya dan yang lain.
Tapi Pai Wang dan Pai Xue Xue tentu saja dia tahu dengan jelas.
Tentu saja dia tidak berani menganggap sepele urusan ini, dan berani menundanya.
Lie Tang Cu dengan sikap penuh hormat berkata,
"Baiklah tuan Nan Thian, silahkan anda ikut dengan saya, mari saya antar anda menemui guru ku.."
Nan Thian tersenyum dan mengangguk pelan, lalu dia mengikuti langkah Lie Tang Cu memasuki perguruan nya, yang penuh dengan kenangan itu.
Tentu saja seluruh seluk beluk di tempat itu, sangatlah familiar baginya.
Bahkan dengan mata tertutup sekalipun dia belum tentu akan nyasar di tempat ini.
Sambil berjalan Nan Thian memperhatikan keadaan lingkungan sekitarnya dengan tatapan mata penuh kenangan dan rasa haru.
Lie Tang Cu sendiri sebelum mengantar Nan Thian masuk, dia sudah memberi pesan ke salah satu anggotanya.
Agar segera mengabarkan perihal kedatangan Nan Thian ke ketua dan wakil ketua Qing Hai Pai.
Juga mengabarkan ke guru nya Lian Se Hua juga tiga tetua Qing Hai Pai.
Lie Tang Cu tidak perlu mengantar sampai ke bagian dalam perguruan Qing Hai Pai.
Baru saja dia tiba di halaman depan perguruan Qing Hai Pai terlihat tiga tetua Qing Hai Pai yang jarang muncul ditemani oleh gurunya.
__ADS_1
Mereka berempat sudah berdiri di depan ujung tangga menyambut kedatangan dirinya dan Nan Thian.
Ketua dan wakil ketua Qing Hai Pai, juga terlihat ikut hadir di belakang keempat orang itu.
Begitu melihat Se Mu nya dan ketiga tetua Qing Hai Pai hadir disana.
Nan Thian langsung maju kedepan, melewati Lie Tang Cu.
Nan Thian langsung menjatuhkan diri berlutut di hadapan mereka dan berkata,
"Murid tidak berbakti Nan Thian kembali untuk memberi hormat kepada Semu dan para Cang Lao ( Tetua )."
"Semoga Se Mu dan Cang Lao sehat selalu dan panjang umur.."
"Thian Er,...kamu sudah kembali,.. bangunlah.."
"Kembali sudah bagus..Kembali sudah bagus.."
"Ayo bangunlah,.."
ucap keempat orang itu kompak, sambil bergerak maju membantu membangunkan Nan Thian.
Mereka berempat terlihat menatap Nan Thian penuh haru.
"Mari kita kedalam dan bicara di dalam saja.."
"Ayo Thian Er.."
ucap Tetua Chen sambil menepuk bahu Nan Thian dengan hangat.
"Terimakasih Chen Cang Lao.."
ucap Nan Thian penuh hormat.
Lalu dia berjalan mengikuti keempat orang itu menuju ruang aula perguruan Qing Hai Pai.
Lim Pu Se dan Siao San dengan wajah gembira segera maju menggandeng tangan Nan Thian.
"Nan Thian Sexiong, belum lupa,. kan, dengan kami berdua..?"
ucap Lim Pu Se sambil tersenyum lebar.
Nan Thian ikut tersenyum dan balas merangkul mereka berdua dengan akrab dan berkata,
"Tentu saja ingat, aku mana mungkin bisa lupa.."
"Ayo kita kedalam sama sama.."
ucap Nan Thian sambil tersenyum gembira.
"Tikus Tikus Qing Hai Pai keluarlah untuk terima kematian..!!!"
"Atau segera serahkan Lie Pai Xue, untuk menjadi istri ke 13 ku...!!!"
__ADS_1
terdengar sebuah suara yang di kirimkan dengan Cuan Li Cuan Im,.. memenuhi seluruh perguruan Qing Hai Pai.
Suara itu seperti datang dari langit, mengelegar memenuhi segala penjuru.