
"Fei Yang hanya minta agar putri Wei Wen di jodohkan pada Fei Yang.."
"Ini,.. "
kaisar Zhao Kuang Yi saling pandang sejenak dengan istrinya.
Begitu mendapatkan anggukan persetujuan dari istrinya.
Kaisar Zhao Kuang Yi pun berkata,
"Perihal perjodohan adalah menyangkut masa depan Wei Wen,meski kami orang tuanya."
"Tapi keputusan nya, tetap harus menunggu jawaban dari nya.."
ucap Zhao Kuang Yi sambil tersenyum ramah.
'Wen Wen bagaimana pendapat mu dalam hal ini..?"
"Apa kamu tidak berkeberatan menerima lamaran dari Fei Yang..?"
tanya Kaisar Zhao Kuang Yi, sengaja menggoda Putri nya.
Dia adalah orang cerdik, tak mungkin dia tidak menyadari, Putri nya sangat menyukai Fei Yang.
Wei Wen tertunduk malu dengan wajah merah dia berkata,
"Wen Wen tidak berkeberatan ayah, semua mengikuti pengaturan ayah.."
"Bagaimana bila ayah tidak menyetujui permintaan nak Fei Yang..?"
ucap Zhao Kuang Yi sambil menatap putrinya.
Wei Wen sangat kaget mendengar ucapan ayahnya, dia segera mengangkat kepalanya menatap kearah ayahnya dan berkata,
"Kenapa ayah ?!"
Wei Wen terlihat sengit dan tidak bisa menerima.
Kaisar Zhao Kuang Yi pun tertawa terbahak bahak dan berkata,
"Istriku coba kamu lihat, pepatah itu tidak salah.."
"Anak gadis bila sudah dewasa, dia sudah bukan milik kita lagi.."
"Coba kamu lihat sikapnya ini.."
ucap Zhao Kuang Yi sambil tertawa.
Permaisuri Yin menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Wen Wen jangan tanggapi dengan serius ucapan ayah mu.."
"Kami tentu saja setuju dan tidak akan melarang kalian untuk bersama sama.."
"Tapi masalah pernikahan kalian bukan masalah kecil, bukankah sudah seharusnya kedua orang tua Fei Yang harus tahu."
"Sesuai adat, mereka juga harus datang melamar dan membicarakan urusan pernikahan kalian.."
ucap Permaisuri Yin serius.
__ADS_1
Fei Yang mengangguk dan berkata,
"Itu sudah pasti, rencananya memang setelah mendapat persetujuan dari yang mulai kaisar dan permaisuri."
"Saya akan langsung kembali ke Xi Xia untuk membicarakan hal ini kepada kedua orang tua ku..."
"Saya juga akan meminta mereka berdua datang untuk membicarakan langkah lebih lanjut persiapan pernikahan kami.."
ucap Fei Yang serius.
"Ayah ibu,.. aku akan ikut dengan kakak Yang, mengunjungi Xi Xia..'
Kaisar Zhao Kuang Yi berdehem sebelum berkata,
"Wen Wen cepat lambat kalian juga akan bersama.."
"Mengapa sebagai seorang gadis kamu tidak begitu sabaran, sebaiknya sesuai peradatan kita.."
"Kamu tinggal dulu di sini, menanti kedatangan Fei Yang bersama kedua orang tua nya.."
"Sebagai calon pengantin, kamu pantang berkeluyuran bersama Fei Yang sebelum kalian berdua resmi menikah.."
ucapan Zhao Kuang Yi sangat masuk akal.
Wei Wen tidak punya alasan untuk membantah, dia hanya bisa menatap Fei Yang dengan sedih.
Melihat wajah Wei Wen yang seperti sedang menahan tangis. Fei Yang pun berkata,
"Wen Wen kakak tidak akan lama, pulang pergi tidak akan sampai seminggu, pasti sudah kembali kemari.."
"Setelah kembali kakak janji tidak akan pergi kemanapun, hingga kita resmi menikah.."
ucap Fei Yang berusaha meyakinkan Wei Wen.
Wei Wen tanpa berkata apa-apa, dia langsung berlari meninggalkan ruangan tersebut sambil menangis.
Melihat hal itu, Fei Yang pun buru-buru pamit kepada kedua tua Wei Wen.
Lalu dia bergerak secepat mungkin menyusul Wei Wen.
Fei Yang dengan mudah menyusul dan menahan tangan Wei Wen.
"Wen Wen tunggu, kata kata kedua orang tua mu sangat beralasan.."
"Kamu jangan bersedih, percayalah pada ku, aku pasti akan kembali untuk mu.."
ucap Fei Yang berusaha meyakinkan Wei Wen.
Wei Wen langsung maju memeluk Fei Yang, sambil berusaha menahan tangis dia berkata,
"Kakak Yang harus ingat janji mu, kamu tidak boleh mengingkarinya.."
"Atau kakak akan menyesalinya.."
Fei Yang membalas memeluk Wei Wen dan berkata,
"Kamu tenang saja, aku pasti akan kembali untuk mu.."
"Aku janji.."
__ADS_1
ucap Fei Yang sambil membelai dan menciumi kepala Wei Wen dengan lembut.
"Kakak Yang jangan lama ya ? Wen Wen akan sulit tidur, bila tidak ada kakak Yang yang menemani ."
Fei Yang mengangguk dan berkata,
"Aku akan cepat pergi, cepat kembali..kamu boleh bertenang hati.."
"Aku pergi dulu,.."
ucap Fei Yang sambil melepaskan pelukannya.
Kemudian dia langsung terbang keangkasa sebentar saja sudah melesat meninggalkan istana.
Saat tiba diluar kota Kai Feng, Kim Tiaw langsung menyambut Fei Yang dan membawanya terbang menuju barat.
Saat melewati deretan pegunungan Kun Lun, Fei Yang tiba-tiba teringat dengan wajah Xue Lian.
"Hah aku hampir saja melupakan janji ku ke Xue Lian, aku harus kembali ke hutan sesat menemuinya."
gumam Fei Yang seorang diri.
Selama ini dia terlalu fokus dengan Wen Wen, sehingga dia sampai melupakan Xue Lian.
Fei Yang buru buru berbisik pada Kim Tiaw,
"Tiaw Siung kita mampir sebentar ke Xu San, baru lanjutkan ke Xi Xia."
Rajawali emas mengerti keinginan tuannya, dia segera berbelok arah menuju Xu San yang di kelilingi oleh 4 gunung yang berukuran lebih kecil
Fei Yang tidak perduli dengan keempat gunung lainnya, dia hanya fokus dengan puncak gunung Xu San.
Kim Tiaw yang mengerti keinginan dari tuannya, dia juga terus fokus terbang menuju puncak Xu San.
Kim Tiaw akhirnya membawa Fei Yang mendarat ringan di puncak gunung Xu San.
Fei Yang tiba-tiba merasa kangen dengan gurunya Yi Han Tao Se, Fei Yang pun melangkah menuju gua larangan.
Gua itu kini terlihat penuh di tumbuhi rumput panjang, pintu gua itu juga kini terbuka lebar, tidak bisa di tutup lagi.
Karena pintu keluar masuk gua itu kini telah rusak parah.
Dulu dalam rangka mengejar gurunya dan dirinya, Ming Wang dan Xu Da dengan sengaja telah merusak pintu pintu batu di sana.
Fei Yang melangkah masuk kedalam gua, melewati daerah yang di penuhi semak belukar.
Fei Yang mengeluarkan mutiara malam nya, sebagai penerangan yang membantunya agar bisa terus melangkah kedalam.
Setelah melewati pintu demi pintu yang semua penghalangnya dan pintunya sudah di rusak total oleh Xu Da dan Ming Wang.
Fei Yang akhirnya tiba di bagian tulang belulang kadal raksasa yang berserakan di atas tanah.
Melewati pintu itu sampailah Fei Yang di gua yang tertimbun batu yang menjadi tempat pemakaman gurunya.
Fei Yang berlutut di depan mulut gua, berlutut memberi hormat 3 kali dan berkata,
"Guru murid mu yang tidak berguna datang memberi hormat pada mu.."
"Harap guru bisa memaafkan Fei Yang, yang masih belum berhasil membalaskan dendam dan penasaran guru."
__ADS_1
Setelah memberi hormat Fei Yang pun meninggalkan tempat itu.