PENDEKAR API DAN ES

PENDEKAR API DAN ES
PERTARUNGAN 2 LAWAN 3


__ADS_3

Menjelang matahari terbenam, akhirnya ketiga orang itu mulai memasuki wilayah perkampungan nelayan, yang bernama Desa Penyu kuning.


Di saat matahari mulai tenggelam, langit mulai gelap, pinggiran sungai itu justru terlihat ramai


Di sana justru terlihat terang benderang oleh cahaya lampu minyak, yang berasal dari kapal kapal nelayan, yang berjejer di sana siap untuk pergi menangkap ikan.


Melihat kekompakan dan kegembiraan para nelayan yang siap turun menangkap ikan,


di mana terlihat anak istri mereka mengantar mereka sampai tepi sungai.


Ketiga orang itu, yang melihat pemandangan tersebut, ikut merasakan suasana tenang dan tentram di desa itu.


Dengan di terangi cahaya bulan yang bersinar terang, ketiga orang itu terus berjalan memasuki desa nelayan itu.


Akhirnya mereka bertiga bisa bernafas lega, setelah menemukan sebuah losmen kecil plus restoran.


Di mana mereka bertiga bisa mengisi perut dan tidur dengan puas.


Meski mereka bertiga memiliki fisik jauh di atas rata-rata,..tapi menemukan tempat istirahat dan makan, terutama mandi yang layak, hal ini tentu sangat menggembirakan.


Bagi mereka bertiga, terutama Hong Yi sebagai wanita, tentu dia lebih suka dengan kenyamanan seperti ini.


Daripada harus tidur dan mandi di alam liar.


Begitu masuk kedalam losmen Fei Yang pun membuka 2 kamar, satu buat Hong Yi,. satu lagi buat dia dan Yue Feng.


Setelah mendapatkan kunci kamar dan diantar oleh pelayan losmen sampai depan pintu kamar.


Mereka pun berpisah masuk ke kamar masing-masing.


Fei Yang dan Yue Feng yang menempati satu kamar, mandi di dalam satu ruangan, dengan dua tong air hangat yang di sediakan oleh pihak losmen.


Mereka berdua mandi sambil ngobrol dengan gembira.


"Adik Yang sebenarnya apa hubungan mu dengan nona Hong Yi ?"


"Mengapa aku melihatnya seperti bukan hubungan paman guru dan keponakan murid yang sederhana.."


tanya Yue Feng memancing.


Fei Yang menghela nafas panjang dan berkata,


"Aku juga tidak mengerti sepenuhnya jalan pikiran kak Hong Yi.."


"Dulu saat awal pertemuan kami, dia juga bersikap ketus dan dingin, sama seperti sikapnya saat ini terhadap mu.."


"Tapi seiring berjalannya waktu, kami semakin akrab, ya akhirnya seperti sekarang ini.."


ucap Fei Yang polos seoerti.apa yang dia rasakan.

__ADS_1


"Tapi adik Yang kulihat sepertinya nona Hong Yi sangat menyukai dan mencintai mu, apa kamu tidak merasakan ?"


"Atau ada perasaan ingin membalas perasaan nya gitu..?"


tanya Yue Feng penuh penasaran.


Fei Yang menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Kalau hal ini terus terang, aku juga tidak mengerti kakak Feng,.. sebelumnya tabib Hua pun pernah mengingatkan ku tentang persoalan ini.."


"Aku sendiri juga sudah pernah berbicara langsung dengan Kakak Hong Yi, tapi ya entahlah."


"Apa yang dia pikirkan hanya dia yang tahu.."


"Yang jelas bagi aku sendiri, seperti yang pernah aku baca di perpustakaan, menyukai dan mencintai adalah dua hal berbeda.."


"Menyukai adalah hanya sebatas kagum suka dan senang saja, sedangkan mencintai itu berarti ingin melewati sisa hidup kita, selamanya hanya dengan dia saja.."


"Berdasarkan pemahaman dari bacaan itu, aku hanya bisa bilang aku suka, tapi aku tidak ngerti yang namanya cinta.."


"Aku belum siap untuk itu,


kakak Feng ngerti kan maksud ku..?"


Yue Feng mengangkat bahunya dan berkata,


"Gak tahu, aku gak gitu ngerti."


Fei Yang menggaruk kepalanya yang tidak gatal dan berkata,


"Kalau begitu, bagaimana bila yang kita suka banyak dan mereka semua juga suka dengan kita..?"


"Apa kita nikahi semua dan punya anak yang jumlahnya bisa buat buka perguruan..?"


"Tidak tidak itu sangat mengerikan..,kakak Feng..."


Yue Feng langsung tertawa terbahak-bahak dan berkata,


"Tentu maksud ku bukan seperti itu, maksud ku bila aku suka dan dia pun suka ya cuma satu itu.."


"Yang lain aku tidak akan suka lagi, hanya dia lah seorang yang aku suka, terlepas dengan semua kelebihan dan kekurangannya, "


"Aku tetap akan menerima dan menyukainya semua seutuhnya.."


"Karena bagaimanapun kamu memilih dan memilih tidak akan ada yang sempurna.."


"Keinginan tidak terbatas, sedangkan kemampuan manusia untuk memenuhinya sangat terbatas.."


"Coba adik Yang bayangkan, bagaimana bila sebaliknya si wanita yang tidak pernah puas dan memilih milih.."

__ADS_1


"Hingga dia punya suami 5 atau lebih, lalu apa kata orang..?"


"Lalu apa adik Yang bersedia jadi pria kedua ketiga dan seterusnya..?"


Fei Yang terbelalak menatap Yue Feng dan berkata,


"Apa itu mungkin terjadi ?"


Yue Feng lagi lagi mengangkat bahunya dan berkata,


"Itu cuma seandainya, ada atau tidaknya, aku juga tidak tahu.."


"Aku udahan dulu adik Yang,. aku lapar mau pesan makan kebawah.."


ucap Yue Feng menggunakan kain kering menutupi bagian bawah pusarnya, kemudian berlalu dari kamar mandi.


Tersisa Fei Yang seorang diri yang termenung memikirkan ucapan dari Yue Feng tadi.


Saat Fei Yang turun ke lantai satu, dia sedikit heran dengan kerumunan pengunjung, pemilik restoran, dan semua pelayannya.


Mereka semua terlihat pada berdiri didepan pintu losmen, seperti sedang menonton sesuatu.


Pendengaran Fei Yang yang tajam menangkap sepertinya ada perkelahian di depan losmen.


Tanpa menunggu lebih lama, Fei Yang segera melesat keluar, melewati atas kepala kerumunan orang di bawahnya, lalu melayang ringan duduk diatas genteng, menonton perkelahian 2 lawan 3 yang sedang terjadi.dibawah sana.


Dua orang ternyata adalah Yue Feng dan Hong Yi.


Sedangkan lawan mereka adalah 3 orang pria berpakaian aneh, mirip gaun yang dililitkan ditubuhnya.


Mengenakan sendal kayu sejenis bakiak, yang mirip perahu bentuknya.


Potongan rambut mereka juga aneh kiri kanan depan belakang botak, hanya tengahnya saja yang di kuncir lurus keatas, mirip penangkal petir yang tegak lurus keatas.


Pedang yang mereka gunakan pun aneh, lebih panjang dari pedang pada umumnya, dan hanya memiliki satu mata sisi, tapi sangat tajam luar biasa.


Gagang pedang pun ekstra panjang, di mana bila digenggam dengan dua tangan pun masih berlebih.


Tapi kecepatan tebasan pedang mereka sangat mengerikan, gerakannya sederhana, tapi sangat mematikan.


Hong Yi mengandalkan langkah ajaib dan perisai diagram kuno, masih bisa bertahan menghadapi dua orang.


Tapi Yue Feng berbeda, dia terlihat sangat terdesak, hanya bisa main mudur, tanpa bisa membalas.


Apalagi dia cuma memegang sepotong kayu pukulan yang kini sudah terpotong jadi dua.


Melihat hal ini, Fei Yang pun muncul di antara Yue Feng dan penyerang itu.


Hentakan energi pelindung yang Fei Yang lepaskan,.membuat penyerang Yue Feng terpental mundur kebelakang.

__ADS_1


Penyerang itu menancapkan pedang satu sisi keatas tanah, untuk menahan laju tubuhnya, yang terdorong mundur kebelakang.


.


__ADS_2