PENDEKAR API DAN ES

PENDEKAR API DAN ES
TEBASAN PEDANG TANPA AWAL DAN AKHIR


__ADS_3

"Fei Yang adalah kakek paman guru ku, ibu ku adalah Hong Yi keponakan murid, kakek paman guru ku Fei Yang.."


"Aku kemari, karena ingin meminta petunjuk cara menemukan Gong Gong dan batu inti es surgawi miliknya.."


"Selain itu aku juga ingin meminta petunjuk agar bisa mengendalikan hawa Api dan Es Surgawi.."


ucap Fei Yang memberi penjelasan, sambil duduk bersila di depan Wu Ming Lau Jen.


Wu Ming Lau Jen mengangguk dan berkata,


"Aku tahu kamu ingin mengendalikan kedua kekuatan itu, adalah demi bisa menolong orang.."


"Baiklah aku orang tua juga tidak mungkin bisa menolak niat tulus mu.."


"Mungkin kamulah orang yang berjodoh dan akan membantu mengatasi petaka yang akan menimpa dunia kecil ini.."


"Di sini ada kitab pengendalian kekuatan alam jagad raya.."


"Kamu boleh pelajari, di dalam sini ada cara pengendalian 5 elemen, Yin Yang, termasuk Api dan Es Surgawi.."


"Tapi untuk menguasai kekuatan Api dan Es surgawi, kamu harus menggunakan nya secara bersamaan.."


"Kekuatan batu kristal panca warna, akan membantu mu mengatasi kedua kekuatan itu.."


ucap Wu Ming Lao Jen, sambil memberikan sebuah gulungan kecil ke Nan Thian.


Nan Thian menerimanya dengan penuh hormat dan berkata,


"Terimakasih banyak senior.."


"Mohon petunjuk dari senior, di mana, saya akan bisa menemukan mahluk bernama Gong Gong itu .?"


Wu Ming Lau Jen tersenyum sabar dan berkata,


"Setahuku, mahluk berambut merah, bertubuh manusia, dengan bagian bawah tubuhnya, membentuk ekor Naga.."


"Dia tinggal di laut timur, hanya saja di sebelah mana persisnya dia tinggal, aku sendiri juga kurang jelas.."


"Mungkin itu semua bergantung pada jodoh mu, bila berjodoh pasti akan bertemu.."


"Bila tidak berjodoh, sampai matipun kamu mencari nya, tetap saja tidak bakal bertemu."


Nan Thian mengangguk gembira dan memberi hormat dengan sepasang tangan di tangkupkan di depan dada.


Kim Kim juga mengikutinya dari belakang.


Kim Kim tidak berani bersuara, pancaran aura lembut yang keluar dari tubuh Wu Ming Lau Jen.


Membuat dirinya tidak leluasa bergerak, ada rasa segan juga takut yang menghinggapi hatinya.


Dia seperti merasa sedang bertemu dengan seorang Chi Le Thian, tuhan yang menjadi penguasa dunianya.


Wu Ming Lau Jen sendiri meski tahu Kim Kim adalah Seekor Naga Emas.


Bukan ras yang datang dari bumi ini, berasal dari tata Surya lain.


Dia tidak berkata apa-apa.


Wu Ming Lau Jen hanya menatap sekilas kearah Kim Kim, lalu dia kembali menatap kearah Nan Thian.


"Thian Er kamu pegang lah telapak tangan ku.."


"Aku akan wariskan jurus pedang tanpa nama yang kelima pada mu.."


"Kemarilah.."


ucap Wu Ming Lau Jen lembut, sambil mengulurkan telapak tangannya kearah Nan Thian.

__ADS_1


Nan Thian maju menyentuh telapak tangan kakek itu, sepasang telapak tangan mereka saling menempel.


Telapak tangan Nan Thian menghadap kebawah, bertemu dengan telapak tangan Wu Ming Lau Jen yang menghadap keatas.


Begitu saling menempel, Wu Ming Lau Jen berkata,


"Pejamkan mata mu, atur pernafasan mu.."


"Ya betul seperti itu rileks saja."


Itu adalah kata kata terakhir yang Nan Thian dengar.


Sesaat kemudian semua pun terasa hening.


Hingga terdengar suara Wu Ming Lau Jen berkata,


"Anak muda bukalah mata mu.."


Nan Thian membuka kembali matanya.


Tapi yang dia lihat saat ini adalah, keadaan di sekitarnya gelap gulita.


Hanya tempat dirinya berdiri yang terang, seperti terkena lampu sorot dari atas.


Tidak terlihat apapun di luar area tempatnya berdiri.


Sesaat kemudian sedikit jauh di depan sana, terlihat muncul cahaya yang sama seperti tempatnya berdiri.


Dia melihat Wu Ming Lau Jen berdiri di sana dan berkata,


"Anak muda ini adalah jurus tebasan pedang tanpa awal tanpa akhir.."


"Perhatikan baik baik.."


ucap Wu Ming Lao Jen,


Beberapa saat kemudian Wu Ming Lau Jen pun berhenti bergerak dan berkata,


"Bagaimana paham."


Nan Thian mengangguk dan berkata,


"Kulitnya bisa, intinya belum.."


"Bagus kamu memang berbakat.."


ucap Wu Ming Lau Jen.


Lalu dia menghilang, tempat itu kembali gelap gulita.


Dari kegelapan kembali terdengar suara Wu Ming Lau Jen.


"Anak muda, untuk mencapai tingkat tertinggi dari kemampuan mu, agar kamu bisa menyelami inti jurus kelima tadi."


"Kamu harus kalahkan iblis hati mu sendiri.."


"Selamat mencobanya.."


ucap Wu Ming Lau Jen.


Baru suara itu hilang, kini di depan nya muncul ayah ibu dan kakaknya, mereka sedang menatapnya dengan tatapan mata sedih dan kecewa.


"Ayah Ibu kakak,..!"


"Kenapa kalian kemari..?"


tanya Nan Thian dengan suara bergetar.

__ADS_1


Mereka bertiga tidak menjawabnya, hanya menatap ke arah nya dengan wajah sedih.


Lalu mereka bertiga menghilang kedalam kegelapan.


"Ayah Ibu kakak..!"


teriak Nan Thian sambil mengulurkan tangannya kedepan.


Tapi mereka sudah menghilang, tiba tiba Nan Thian mendengar suara tawa mengejek dari kakaknya.


"Dasar bodoh dan lemah,.. rasakan ini.!"


Tiba-tiba kakaknya muncul di belakang Nan Thian menyerangnya dengan ilmu 8 Tapak Naga Langit.


Terlihat sepasang Naga Emas Emas menghantam kearah punggungnya.


Tentu saja Nan Thian bergerak otomatis, dengan langkah ajaibnya.


Tubuhnya mendoyong ke kiri dan ke kanan sehingga kedua Naga Emas lewat di sampingnya.


Begitu serangannya gagal kakak Nan Thian menggerakkan sepasang tangannya.


Memanggil balik kedua ekor Naga Emas, yang melakukan gerakan membalik dengan kekuatan dua kali lipat.


"Kakak hentikan,..!"


"Jangan di teruskan,..!"


"Aku tidak ingin melawan mu..!"


Bentak Nan Thian menghindar dengan langkah ajaib, di padu dengan ilmu ringan tubuh Wu Ti Sen Tong, terbang bebas di udara tanpa bayangan.


Tapi serangan sepasang naga ganas itu, terus menerus mengejarnya.


Bahkan kini berubah menjadi enam ekor Naga Emas yang mengurung diri nya.


Melihat hal itu, Nan Thian kembali berteriak,


"Kakak cukup..!"


Seluruh tubuh Nan Thian di lindungi tenaga sakti Qian Kun Im Yang Sen Kung.


Sebuah perisai cahaya berwarna merah biru, membentuk sebuah kubah menahan serangan yang datang.


Perlahan lahan cahaya merah biru itu berubah, membentuk gambar Pat Kwa.


Bayangan enam Naga Emas terserap kedalam hilang tak berbekas.


Tiba-tiba kakak Nan Thian datang dari 18 arah, menyerangnya dengan 18 ekor Naga Emas meluncur ganas kearahnya.


Masih dengan Qian Kun Im Yang Sen Kung, tubuh Nan Thian juga membelah diri menjadi 18 orang.


Setiap orangnya menyambut dengan tapak Es membekukan datangnya serangan Naga emas.


Lalu menghancurkan nya dengan Tapak api.


"Blaarrr,..!" Blaarrr,..!" Blaarrr,..!"


"Blaarrr,..!" Blaarrr,..!" Blaarrr,..!"


"Blaarrr,..!" Blaarrr,..!" Blaarrr,..!"


"Blaarrr,..!" Blaarrr,..!" Blaarrr,..!"


Terjadi ledakan beruntun sebanyak 18 kali di 18 titik.


Bayangan 18 Naga lenyap, hanya tersisa Yue Lin yang tergeletak tidak bergerak.

__ADS_1


__ADS_2