
Satu suap menjadi dua suap dan begitu seterusnya.
Akhirnya dia dan Fei Yang berbagi makan sepiring berdua, saat piring itu sudah kosong.
Dengan wajah merah menahan malu, Xue Lian berkata,
"Maaf, aku..."
Fei Yang tersenyum dan berkata,
"Tidak apa-apa, kamu suka masakan ku, aku malah sangat senang."
"Besok aku masih harus renovasi rumah lama mu, mungkin butuh waktu 3 hari baru bisa selesai.."
"Bila sudah selesai, aku akan punya banyak waktu bebas memasak untuk mu..."
Xue Lian mengangguk malu malu, tanpa berkata apa-apa lagi, dia buru-buru membantu Fei Yang membereskan mangkuk piring dan sumpit untuk di bawa pergi cuci.
Mereka berdua duduk berdampingan sambil mencuci peralatan makan yang mereka gunakan tadi.
Sambil mencuci,.diam diam Fei Yang memperhatikan wajah Xue Lian dari samping.
Fei Yang terpesona oleh kecantikan wajah Xue Lian, yang begitu imut dan cantik
Tiba-tiba Fei Yang terkejut, saat wajahnya terciprat air, yang sengaja di cipratan oleh Xue Lian.
"Apa yang sedang kamu pikirkan ? mengapa terus memandangi ku seperti tadi..?"
ucap Xue Lian sambil menahan senyum.
Fei Yang langsung gelagapan, tindakan nya ketahuan, dia sangat malu dan bingung tidak tahu mau jawab apa.
"Maaf Xue Lian,.. aku..aku tidak sengaja,.. aku..aku.."
Fei Yang yang kesulitan menjawab, tiba-tiba muncul ide nakal ingin mengerjai Xue Lian.
Sambil pura-pura bingung, tiba-tiba dia menciptakan air kearah Wajah Xue Lian, lalu berkata,
"Maaf,. itu karena kamu terlalu cantik,..ha..ha..ha...!"
"Hei...!"
jerit Xue Lian kaget.
"Fei Yang,..!"
"Awas...kamu ya..!"
jerit Xue Lian kaget dan marah...
Tapi Fei Yang sudah lari menjauhinya sambil tertawa tawa.
__ADS_1
Melihat Fei Yang sudah menghilang dari hadapan nya.
Xue Lian yang tadinya marah, kini dia malah terlihat tersenyum sendiri.
Sambil menyentuh wajahnya sendiri dia terus melihat kearah pantulan wajahnya di atas air.
"Fei Yang kamu nakal,.. tapi aku suka.."
ucap Xue Lian bergumam pelan sambil tersenyum.
Setelah menyelesaikan cuciannya, Xue Lian membawa semua peralatan makan nya dan menyimpannya kembali ke dapur.
Saat hendak menyimpan peralatan makan, Xue Lian melihat diatas meja makan ada setumpuk buah yang diletakkan di sebuah piring.
Di bawah piring ada selembar kertas.
Dengan penasaran Xue Lian mengambil kertas tersebut dan membacanya..
"Maaf Xue Lian, bercanda ku tadi sedikit kelewatan dan membuat mu kesal.."
"Buah buahan ini anggap saja sebagai permintaan maaf dari ku.."
Selesai membacanya Xue Lian pun tersenyum seorang diri di sana.
Saat keluar dari dapur hendak masuk ke dalam pondok baru nya, Xue Lian sambil tersenyum, dia menatap kagum kearah Fei Yang, yang terlihat sedang sibuk merenovasi rumah lamanya.
Sejak kehadiran Fei Yang di sana kehidupan Xue Lian terjadi perubahan besar.
Hidupnya terasa lebih berwarna dan tidak kesepian lagi.
Wajah Xue Lian menjadi jauh lebih ceria, tidak kaku dan dingin seperti mereka pertama kali bertemu.
Fei Yang sendiri setelah selesai merenovasi rumah Xue Lian,.dia menghabiskan waktunya dengan berkebun memasak dan terus berlatih ilmu ilmu peninggalan Wu Ti Sin Tong.
Setelah berhasil menembus tehnik pengendalian api dan es semesta hingga level 10.
Fei Yang mulai melanjutkan melatih ilmu terbang di udara tanpa bayangan.
Ilmu ini membuat Fei Yang bisa terbang dengan bebas di udara, muncul dan hilang sesuka hati.
Hal ini membuat Fei Yang semakin berlatih semakin antusias dan sangat tertarik.
Berkat dasar ilmu ringan tubuh, yang pernah di ajarkan oleh Malini,.dan ilmu langkah ajaib dari Li Sian Sian.
Fei Yang tanpa terlalu banyak kesulitan akhirnya berhasil menguasai ilmu ini, dengan cukup baik dan lancar.
Dengan ilmu ini gerakan Fei Yang menjadi lebih cepat puluhan kali lipat ketimbang dulu.
Setelah berhasil menamatkan ilmu terbang di udara tanpa bayangan.
Fei Yang melanjutkan dengan berlatih Ilmu tapak Naga es dan Phoenix api yang terdiri dari 10 jurus.
__ADS_1
Ilmu ini sangat rumit sehingga dalam waktu sebulan lebih, Fei Yang hanya berhasil menguasai dua jurus saja.
Tanpa terasa Fei Yang sudah menghabiskan waktu selama 3 bulan tinggal bersama Xue Lian.
Sebenarnya Fei Yang cukup betah tinggal di tempat ini, dia juga sudah sangat dekat dan akrab dengan Xue Lian.
Meninggalkan tempat ini berarti harus berpisah dari Xue Lian, hal ini sebenarnya cukup berat baginya.
Tapi di sisi lain dia juga tidak bisa menahan keinginan dirinya, untuk mencari tahu tentang keadaan saudara seperguruannya yang lain di Xu San.
Dia cukup mengkhawatirkan keadaan mereka, kini gurunya sudah tiada, seluruh tenaganya sudah di wariskan ke dirinya.
Tentu saja Fei Yang secara tidak langsung memiliki tanggung jawab besar terhadap saudara seperguruannya yang lain.
Dia juga harus mencari tahu siapa penghianat, yang berani meracuni gurunya.
Belum lagi permasalahan di kerajaan Xi Xia yang penuh dengan penghianat.
Suatu hari Fei Yang tetap harus kembali kesana, untuk mencegah pamannya Li Yuan Hao dan putranya Li Yung yang ambisius itu.
melaksanakan niatnya mencelakai kedua orang tuanya, dalam usahanya merebut tahta demi ambisi pribadi.
Selain tugas tugas yang di embannya, Fei Yang, juga sulit menahan hasrat ingin bertualang keseluruh pelosok negeri, menambah wawasan.dan pengetahuan nya.
Pagi itu Fei Yang tidak pergi berkebun seperti biasanya, dia dari semalam sudah bolak balik berpikir dan menimbang nimbang, akhirnya dia mengambil keputusan pagi ini dia akan berbicara dengan Xue Lian.
Xue Lian saat keluar dari pondoknya sangat heran dan terkejut, melihat Fei Yang duduk termenung di depan halaman pondoknya.
Hal ini agak berbeda dari biasanya,
biasanya setiap pagi sebelum dia bangun, Fei Yang pasti ada didapur menyiapkan sarapan pagi, setelah itu, Fei Yang baru pergi berkebun.
Xue Lian dengan heran berjalan menghampiri Fei Yang, Fei Yang yang mendengar langkah kaki Xue Lian, dia segera menoleh kebelakang.
Sambil tersenyum Fei Yang berkata,
Xue Lian aku ingin mengajak mu main keatas sana, kamu mau..?"
Fei Yang berbicara sambil menunjuk kearah puncak tebing di mana air terjun berasal.
"Tempat itu sangat tinggi, aku tidak punya kemampuan membawa mu naik kesana.."
ucap Xue Lian ragu.
Fei Yang tersenyum dan berkata,
"Aku yang mengajak mu kesana, tentunya aku yang akan cari akal membawa mu naik keatas sana.."
Xue Lian tersenyum dan berkata,
"Asal kamu yakin bisa naik, aku gak masalah kita main keatas sana.."
__ADS_1
"Tapi demi keamanan sebaiknya kamu naik lebih dulu, aku akan menjagamu.."
"Bila kamu sudah berhasil sampai di atas sana, aku baru akan menyusul mu.."