PENDEKAR API DAN ES

PENDEKAR API DAN ES
KEDATANGAN KELUARGA NAN THIAN


__ADS_3

Sepasang burung putih yang menjadi pusat kekaguman mereka berdua.


Kini mengalami nasib tragis hilang tak berbekas, sebagai gantinya muncul seekor naga emas yang sedang bersendawa lega.


"Kau...!"


Bentak Zi Zi marah.


Dia sudah melompat berdiri, siap melepaskan energi Liu Mai Sen Cien, menyerang naga emas, yang bukan lain adalah Kim Kim.


Tapi pergerakan Zi Zi keburu di tahan dengan lembut oleh Nan Thian, yang juga sebenarnya sangat kesal.


Tapi Nan Thian juga tidak bisa berbuat sembarangan, karena dia mengenali di atas punggung Kim Kim kini duduk tiga orang yang sangat dia segani.


Pertama adalah ayahnya kedua adalah ibunya, ketiga adalah kakak kandungnya Yue Lin yang sudah lama dia rindukan.


Yue Lin yang memilki wajah sangat mirip dengan Nan Thian kini terlihat sangat gagah luar biasa.


Dengan pakaian panglima perangnya yang berlapis emas.


Pakaian itu terlihat berkilauan indah, saat tertimpa cahaya matahari sore.


Ketiga orang itu terlihat tersenyum gembira menatap kearah Nan Thian dengan penuh rindu.


Yue Lin yang terlihat paling gembira, dia terus melambaikan tangannya kearah Nan Thian sambil tersenyum lebar.


"Kenapa kak..?"


tanya Zi Zi heran saat melihat sikap Nan Thian yang terlihat canggung.


Nan Thian sambil memegang lembut tangan Zi Zi dia berkata pelan,


"Bibi mereka orang tua dan kakak kandung ku.."


"Hah.."


Zi Zi kaget hingga lupa menutup mulutnya.


Tapi sesaat kemudian, saat sadar dia langsung buru buru melambaikan tangannya kearah keluarga Nan Thian, sambil memberikan senyuman nya yang paling manis.


Hong Yi yang melihat hal itu sangat gembira, dia buru buru membalas melambaikan tangannya kearah Zi Zi.


Dengan satu manuver ringan, Kim Kim sudah mendarat di puncak Yu Ni Feng.


Dia mendekam keatas tanah, agar tamu undangan nya, bisa melompat turun dari atas punggung nya, dengan lebih mudah.


Dengan gerakan ringan ketiga tamu undangannya, satu persatu melayang turun dari atas punggung Kim Kim.


Begitu ketiga penumpang nya turun, Kim Kim pun langsung berubah menjadi seorang gadis cantik.


Berjalan mengikuti di belakang ketiga penunggang nya tadi.


Nan Thian dan Zi Zi saling bergandengan tangan maju menghampiri keluarga Nan Thian.


"Ayah Ibu maafkan Thian Er.."


ucap Nan Thian sambil berlutut di hadapan kedua orang tua nya.


"Paman, Bib,i kakak Lin, terimalah salam hormat dari Li Meng Zi.."

__ADS_1


ucap Zi Zi sopan dan malu malu.


Zi Zi terlihat memberi hormat sambil berlutut, dia mengikuti yang Nan Thian lakukan.


Nan Thian hanya tersenyum canggung saat melihat apa yang Zi Zi lakukan.


Secara peraturan harusnya Zi Zi sejajar dengan kedua orang tua nya tak perlu ikut berlutut dengan nya.


Tapi sebagai calon pendampingnya, tentu saja Zi Zi wajib ikut dengan nya, memberi hormat.


Untungnya Yue Feng bertindak cepat, maju membangunkan mereka berdua, sambil berkata,


"Kalian berdua bangunlah, tak perlu banyak peradatan.."


"Thian Er bagaimana keadaan mu sekarang ?"


tanya Yue Feng penuh perhatian.


"Thian Er baik baik saja ayah."


"Bagaimana dengan keadaan ayah ibu dan kakak ? apa juga baik baik saja ?"


tanya Nan Thian dengan kepala tertunduk.


Hong Yi maju kedepan dan berkata,


"Bagaimana kami bisa baik baik saja,?"


"Bila kami punya anak yang lebih suka memilih bersembunyi di sini, daripada pulang menemui kami sebagai orang tuanya..?"


Yue Feng langsung memegang tangan istrinya dan berkata,


"Nanti kalau tidak bertemu pagi siang malam selalu menangis karenanya.."


Yue Feng menegur istrinya sambil tersenyum lembut.


Nan Thian maju untuk berlutut di depan kaki ibunya, dia mencium ujung sepatu ibunya dan berkata,


"Maafkan kebodohan Thian Er yang selalu hanya bisa membuat ibu bersedih.."


"Ibu,.. terimalah sembah sujud dari putra mu, yang tidak berbakti dan tidak berguna ini.."


Hong Yi terlihat berdiri gemetar diam disana, sepasang matanya yang indah mulai terlihat basah.


tangan nya yang putih halus dia gunakan untuk menutupi mulutnya yang sedang menahan suara Isak tertahan nya


"Ibu,.. bila ibu belum juga bisa memaafkan Thian Er, ambillah nyawa yang pernah ibu berikan untuk Thian Er.."


"Thian Er tidak akan ada keluhan.."


ucap Nan Thian penuh rasa sesal.


"Anak bodoh, bangunlah ibu mana mungkin tega lakukan itu pada mu.."


"Kamu adalah bagian dari darah daging yang di keluarkan dari tubuhku, mana mungkin ibu bisa tega lakukan itu nak.."


"Harimau ganas pun tidak makan anaknya, apalagi ibu.."


ucap Hong Yi sambil membantu Nan Thian berdiri, dia lalu memeluk erat tubuh putranya sambil menangis dengan sedih.

__ADS_1


Di sela sela suara Isak tertahan nya, Hong Yi kembali berkata,


"Ibu waktu itu hanya sedang kesal dan mengeluarkan ucapan emosi.."


"Mengapa kamu begitu bodoh tidak mengerti maksud ibu.."


"Mengapa ku tidak juga paham maksud hati ibu .."


ucap Hong Yi melepaskan semua beban kesedihannya yang tertahan selama ini.


"Maafkan Thian er ibu.."


"Maafkan Thian Er.."


Hanya kata-kata itu yang bisa keluar dari mulut Nan Thian, yang merasa sangat menyesal dan bersalah.


Zi Zi ikut bercucuran air mata, melihat pemandangan mengharu , yang kan terjadi di hadapannya.


"Bibi cukuplah tangisannya, bukankah kini semua sudah berkumpul kembali.."


"Lebih baik simpan sedikit tenaga, untuk pergi bertemu calon besan."


"Agar segera bisa di bicarakan masalah yang lebih penting buat kakak bodoh ku ini.."


ucap Kim Kim tiba tiba dari belakang sambil menahan tawa nakalnya.


Zi Zi yang sedang terharu, tiba tiba wajahnya langsung semburat merah di buat ucapan Kim Kim yang selalu ceplas ceplos.


Hong Yi seperti baru di sadarkan, dia buru-buru melepaskan pelukannya dari putranya.


Sambil menghapus sisa airmatanya, dan memaksakan diri untuk tersenyum manis.


Dia buru-buru beralih menghampiri Zi Zi dan berkata,


"Nona muda, kamu bernama Li Meng Zi, apa kamu serius mencintai putra bodoh ku ini..?"


Zi Zi dengan kepala tertunduk dalam dalam dan wajah terlihat merah seperti kepiting rebus.


Tanpa berani mengangkat kepalanya ataupun melirik keatas, sepasang tangannya terus memilin ujung bajunya sendiri.


Dia akhirnya mengangguk pelan, dengan suara setengah berbisik dia berkata pelan,


"Ya bibi, aku serius mencintai kakak tampan.."


"Ha..ha..ha..ha..! bibi kamu hanya membuat nya malu dan takut, "


"Lihat gaya dan ucapan nya juga sudah tahu dia sangat mencintai putra mu.."


"Selain dia mana adalagi gadis yang akan memanggil putra idiot mu itu, kakak tampan.."


ucap Kim Kim sambil menahan tawa .


"Kau...!"


bentak Zi Zi kesal sambil menunjuk kearah Kim Kim yang berani mengatai prianya pemuda idiot.


Tapi Kim Kim sambil tertawa nakal dia berlindung di belakang Yue Lin dan berkata,


"Kenapa ? mau main pukul ? pukul lah kemari, kalau berani..? wekkk.."

__ADS_1


Zi Zi tentu saja tidak berani sembarangan bertindak, didepan keluarga Nan Thian dia jadi mati kutu.


__ADS_2