
"Kami dan Putri kami sudah berunding, dia sama sekali tidak keberatan, bila Nak Yue Feng ingin memilki selir selain dirinya.."
"Kami juga mengerti adalah wajar seorang pria punya lebih dari satu istri.."
"Apalagi nak Yue Feng juga termasuk keturunan bangsawan.."
Ye Hong Yi yang bersembunyi di balik batu, sepasang matanya berkilat marah kearah Nyonya Guo yang berkata seperti itu.
Dia juga terus diam diam menatap kearah Yue Feng dengan tatapan sedikit kecewa.
Yue Feng menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Maaf Nyonya Guo, orang lain mungkin berpikiran seperti itu.."
"Tapi bagi kami keluarga Yue, di mulai dari kakek ku, istri hanya satu, negara hanya satu, junjungan pun hanya satu.."
"Ini sesuai dengan tato yang diberikan oleh buyut ku kepada kakek ku, setia, loyal, membalas Budi pada negara.."
"Kesetiaan di mulai dari keluarga, pasangan hidup kita, bila itu tidak mampu, bagaimana mau setia pada negara, yang godaannya jauh lebih besar dan berat..?"
"Pengajaran dari kakek ku ini sudah membekas di jiwa ku.."
"Jadi terhadap niat baik Nyonya Guo Yue Feng hanya bisa menyimpannya di dalam hati.."
"Harap Pangeran dan Nyonya Guo, bisa memaklumi keputusan Yue Feng.."
ucap Yue Feng sambil menjatuhkan diri berlutut dan memberi hormat.
Mendengar ucapan dan sikap yang diambil Yue Feng, sepasang mata Ye Hong Yi meski sedikit berkaca kaca, tapi jelas menyiratkan rasa bahagia di sana.
Pangeran Zhao Heng dan Nyonya Guo saling pandang, kemudian mereka berdua menghela nafas.
Pangeran Zhao Heng membungkuk menyentuh kedua pundak Yue Feng membangunkan nya, sambil berkata,
"Adik Yue Feng bangunlah, tak perlu seperti ini.."
"Kami mengerti dan menghargai keputusan mu, adalah kami yang kurang beruntung tidak bisa mendapatkan menantu baik seperti kamu.."
ucap Pangeran Zhao Heng sambil menghela nafas kecewa.
"Maafkan Yue Feng yang tidak tahu di untung pangeran."
"Yue Feng hanya bisa berdoa dan berharap, semoga tuan putri akan menemukan pasangannya, yang jauh lebih baik dari Yue Feng.."
Pangeran Zhao Heng dan istrinya mengangguk dan berkata,
"Meski itu sulit tapi semoga saja.."
Yue Feng tersenyum lega dan berkata,
"Pangeran dan Nyonya Guo, harus optimis, tidak usah jauh jauh, adik ku Li Fei Yang saja.."
"Dia adalah putra mahkota kerajaan Xi Xia,.di dunia persilatan terkenal dengan nama Ping Huo Ta Xia, kemampuannya jangan ditanya."
__ADS_1
"Bila di bandingkan dengannya Yue Feng hanya sebutir pasir di bandingkan daratan bumi yang maha luas."
"Mendapatkan dia sama dengan mendapatkan dunia.."
ucap Yue Feng penuh semangat.
Mendengar ucapan Yue Feng, pangeran Zhao dan istrinya saling pandang dengan kaget.
Mereka tidak sangka pemuda yang jauh dari serius itu, ternyata memiliki reputasi sehebat itu.
Sepasang mata mereka langsung berbinar binar mendengar informasi dari Yue Feng yang kelepasan bicara.
Tiba tiba terdengar suara Fei Yang berkata,
"Kakak Feng bagus ya,.demi meloloskan diri sendiri, kamu menarik narik nama ku kedalamnya.."
Yue Feng sangat terkejut mendengar ucapan Fei Yang, dia buru buru membalikkan badannya kebelakang.
Benar saja kini di belakangnya, kini Fei Yang sedang berdiri menatap kearah mereka semua sambil tersenyum lebar.
Yue Feng menjadi canggung dan tidak enak hati,.sambil tersenyum canggung, dia berkata,
"Adik Fei Yang kapan tiba nya ?"
Fei Yang sambil tersenyum berkata,
"Tidak cepat tidak lambat masih sempat mendengar pujian mu, yang sedang menyodorkan ku kepada yang mulia.."
"Bila nak Fei Yang berminat,.kami tentu akan merasa sangat beruntung.."
Fei Yang buru buru menggoyangkan kedua tangannya kedepan dan berkata dengan panik,
"Pangeran dan Nyonya Guo jangan salah paham, jangan dengarkan ucapan kakak Yue yang tidak benar itu.."
"Fei Yang masih terlalu muda, belum siap untuk itu, lagi pula tugas yang diemban Fei Yang masih sangat banyak.."
"Kedatangan Fei Yang adalah untuk mengucapkan terima kasih atas bantuan informasi Nyonya Guo yang sangat membantu.."
"Selain itu Fei Yang juga ingin mohon pamit, karena Fei Yang ada urusan lain yang sangat penting harus segera di kerjakan.."
Pangeran Zhao dan istrinya sangat kaget mendengar penjelasan Fei Yang.
Kedua orang itu saling pandang dengan kecewa.
Pangeran Zhao buru buru berkata,
"Nak Fei Yang kita bahkan belum sempat mengucapkan terimakasih dan menjamu mu, mengapa nak Fei Yang begitu terburu buru ingin pergi.."
"Apa karena ucapan bercanda ku tadi, yang menakuti nak Fei Yang, bila karena itu, aku akan minta maaf dan menariknya kembali..?"
"Benar sekali itu nak Fei Yang, lagipula aku sudah menyebarkan mata mata keseluruh pelosok negeri ini.."
"Paling lama 3 bulan lagi, tentu ada jawaban yang memuaskan,. untuk nak Fei Yang.."
__ADS_1
ucap Nyonya Guo cepat, berusaha menahan permata di depan matanya ini jangan sampai lepas.
Tapi mereka berdua kembali harus kecewa, karena Fei Yang dengan tegas menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Bukan karena itu pangeran dan Nyonya Guo jangan salah paham.."
"Fei Yang harus segera pergi, karena sudah menemukan sedikit petunjuk, keberadaan orang orang yang sedang Fei Yang cari.."
"Mengenai hal lainnya bila ada jodoh, suatu hari kita akan bertemu lagi.."
Yue Feng tidak berani banyak bersuara, dia sudah kelebihan bicara.
Dia merasa malu dan tidak enak hati dengan Fei Yang.
"Kak Hong Yi kenapa masih terus bersembunyi di sana ? mau sembunyi sampai kapan ?"
ucap Fei Yang sambil tersenyum lebar melihat kearah batu gunung tempat Hong Yi bersembunyi.
Hong Yi sambil tersenyum malu dengan wajah merah padam berjalan keluar dari balik batu.
Yue Feng Pangeran Zhao dan Nyonya Guo sangat kaget, melihat kehadiran Hong Yi di sana.
Terutama Yue Feng dia terus menatap kearah Hong Yi dengan tatapan tak percaya dan heran.
Fei Yang sambil tersenyum berkata,
"Kamu mau terus menatapnya sampai kapan kakak Feng.?"
"Kami sudah akan segera berangkat, kamu mau tinggal jadi mantu pangeran atau cepat cepat bersiap siap ikut dengan kami."
"Cepat putuskan kami tidak bisa menunggu.."
ucap Fei Yang sambil tersenyum nakal menggoda Yue Feng.
Yue Feng sangat kaget mendengar ucapan Fei Yang, dia buru buru memberi hormat kearah Pangeran Zhao dan istrinya.
Lalu hendak berlari kearah kamarnya mengambil buntalan pakainya.
"Kakak Feng tunggu,..! ini buntalan mu ada di sini bersama ku.."
teriak Hong Yi malu malu.
Yue Feng seketika menghentikan langkahnya, buru buru berbalik kearah Hong Yi dan berkata,
"Nona Hong Yi,.. terimakasih.."
Yue Feng menerima buntalan nya dari Hong Yi dan menatap kearah Hong Yi dengan mesra.
Melihat kelakuan Yue Feng dan Hong Yi, Fei Yang menggeleng gelengkan kepalanya dan berkata,
"Hari sudah siang,..masih banyak waktu untuk kalian teruskan di jalan.."
"Ayo berangkat.."
__ADS_1