
"Ular Derik adalah ular yang ekornya mengeluarkan suara berderik derik, dan yang kita cari adalah ular Derik yang berkulit perak."
"Kalajengking biru dan ular Derik perak hidup di daerah Gurun Gobi, gurun Gobi terletak di pedalaman Mongolia, antara Padang stepa dan kaki gunung Altai."
ucap Tabib Hua memberikan penjelasan.
"Kedua macam penawar tadi meski sulit, tapi masih ada harapan.
Tapi yang satu ini, ini adalah pekerjaan mustahil yang bagaikan mendaki langit.."
ucap Tabib Hua termenung.
Fei Yang menatap Tabib Hua dengan penuh penasaran, dan menunggu Tabib Hua meneruskan ceritanya.
Setelah menarik nafas panjang, Tabib Hua baru melanjutkan ceritanya,
"Untuk memperoleh racunnya tidak terlalu sulit, di setiap hembusan api Naga hitam, di dalam nya terkandung racun yang sangat kuat itu."
"Tapi yang sulit adalah memperoleh penawarnya, penawarnya adalah buah Naga Hitam."
"Buah naga hitam hanya berbuah 1000 tahun sekali, buah itu hanya bisa bertahan 7 hari, di hari ke 7 naga hitam akan memakannya.."
"Pohon dan buah ini tumbuh di suatu tempat rahasia yang di jaga oleh Naga Hitam sepanjang waktu."
"Untuk menemukan Naga Hitam, kamu harus mendaki puncak gunung Chomolungma, bila berjodoh kamu akan menemukannya di sana.."
Tabib Hua menghela nafas panjang dan berkata,
"Fei Yang aku tahu niat baik dan rasa penasaran jiwa muda mu, yang haus petualangan dan tantangan."
"Tapi aku tetap akan mengingatkan ulang pada mu, sebaiknya lupakan lah tentang penawar itu..'
"Percayalah Nona Hong Yi kini tidak membutuhkan itu, saat ini yang dia butuhkan adalah kehadiran mu, di mana setiap detik setiap waktu kamu bisa selalu ada di sisinya..'
Mendengar ucapan Tabib Hua, Fei Yang jadi teringat dengan Xue Lian, apa maksud tabib Hua,.? kak Hong Yi akan seperti Xue Lian.
Di mana saat mereka harus berpisah, Xue Lian terlihat begitu sedih dan terluka hatinya.
Apa maksud nasehat tabib Hua tadi adalah menyangkut hal ini.
Aku terlalu baik pada mereka,
Sehingga saat harus berpisah tanpa di sadari, aku malah melukai perasaan mereka dengan dalam..
Benar pasti inilah maksud dari nasehat tabib Hua tadi, tabib Hua benar,.. aku harus lebih bisa menjaga sikap ku, saat berdekatan dengan wanita.
__ADS_1
Agar tidak terulang peristiwa seperti yang di alami oleh Xue Lian dan kak Hong Yi.
Batin Fei Yang dalam hati, sambil mengingatkan dirinya sendiri.
Fei Yang termenung dan terus berpikir,
Aku jelas tidak mungkin bisa setiap saat setiap waktu terus berada di sisi mereka.
Bagi ku mereka semua hanya teman baik ku saja, sehingga wajar ada pertemuan, tentu akan ada perpisahannya.
Aku belum siap melangkah dan kepikiran tentang menjadikan mereka sebagai pasangan hidup ku.
Aku masih menginginkan kebebasan, belum siap terikat dengan perasaan pria dan wanita seperti itu.
pikir Fei Yang di dalam hati, dia sedikit merasa bergidik membayangkan hal itu.
Di mana dia kemana mana akan di ikuti oleh Hong Yi dan Xue Lian dengan sekumpulan anak kecil yang berisik.
Teringat hal itu Fei Yang tubuhnya langsung bergidik, seperti orang habis pipis.
Lalu dia buru-buru menggedekkan kepalanya, untuk menghilangkan pikiran yang menyeramkan menurut pikirannya saat ini.
"Fei Yang kamu kenapa ? sudahlah kita lupakan saja soal penawar itu.."
"Itu adalah wajar, bagaimana mungkin sebagai manusia awam kita sanggup menghadapi mahluk legenda setengah dewa itu.."
Fei Yang yang sudah sadar dari lamunannya, dia segera berkata,
"Aku tidak apa-apa, silahkan tabib Hua, apa penawar keempat dan di mana tempatnya..?"
Tabib Hua menggelengkan kepalanya, menyaksikan sikap Fei Yang yang keras kepala, akhirnya dia kembali melanjutkan ceritanya,
"Konon teratai iblis tumbuh di sebuah kolam, yang terletak di puncak Khanchenjunga."
"Akar dari teratai iblis itulah, yang merupakan obat dari penawar racun teratai iblis tersebut.."
"Tapi untuk bisa mencapai tempat ini sangat tidak mudah, karena perjalanan menuju tempat itu sangat berat.."
"Setiap jam selalu ada longsoran salju, yang datang menerjang kearah lereng gunung tersebut."
"Sehingga hampir mustahil ada orang yang mampu mencapai tempat tersebut."
"Selain itu kolam yang menjadi habitat teratai iblis itu, tempat nya agak misterius dan tersembunyi, sangat tidak mudah untuk di temukan.."
"Konon tempat itu juga di jaga mahluk legenda, yang berbentuk seperti manusia salju raksasa, mahluk itu oleh penduduk setempat di panggil Yeti."
__ADS_1
'Tinggi mahluk itu mencapai 3 meter lebih, sekujur tubuhnya yang tertutup bulu putih kebal senjata..'
"Itulah cerita yang pernah ku dengar dari desas.desus orang, yang pernah mencoba berkunjung ke puncak Khanchenjunga."
"Tapi tidak ada yang berhasil, mereka semua selalu kembali dengan tangan hampa.."
"Sedangkan mereka yang nekad dan berani naik kepuncak itu, tidak pernah ada yang bisa berhasil pulang dengan selamat, setelah mereka berani memaksa diri untuk mencoba naik kepuncak itu.."
ucap Tabib Hua mengakhiri cerita nya.
Tabib Hua membiarkan Fei Yang mencerna sendiri semua cerita nya tadi.
Dia sendiri kembali kedalam pondok, untuk mempersiapkan barang barang miliknya yang akan dia bawa pindah bersama nya.
Karena mereka menempuh perjalanan berempat, Fei Yang tidak mungkin bisa membawa mereka terbang di udara.
Mereka pun hanya bisa menempuh perjalanan dengan menggunakan kereta kuda milik Tabib Hua.
Perjalanan menjadi lebih lambat dua hari di bandingkan dengan berlari diudara, menggunakan ilmu ringan tubuh nya.
Sepanjang perjalanan Fei Yang bersikap lebih hati-hati, saat berdekatan dengan Hong Yi.
Tapi demi menjaga perasaan Hong Yi, yang terlanjur dekat dengan nya, Fei tidak berani mengambil sikap ekstrim berjaga jarak darinya.
Fei Yang hanya mengambil sikap, untuk tidak sembarangan pergi menyentuh ataupun memeluk Hong Yi.
Tapi bila yang memulai adalah Hong Yi, Fei Yang tidak berani menolaknya.
Dia berusaha bersikap senatural mungkin, agar tidak menyinggung perasaan Hong Yi.
Sebagai wanita, yang memiliki perasaan yang lebih halus, tentu saja sedikit perubahan yang di tunjukkan oleh Fei Yang.
Langsung di sadari oleh Hong Yi, meski sedikit rada kecewa, tapi Hong Yi juga malu untuk menunjukkan rasa kecewanya.
Dia juga tidak enak hati untuk mengungkapkan, apa yang dia rasakan ke Fei Yang.
Bagaimana pun dia menyukai dan mengagumi Fei Yang, dia juga harus tetap ingat batasan.
Status Fei Yang meski usianya.jauh lebih muda.
Tapi Fei Yang tetaplah adalah paman gurunya.
Setelah menempuh perjalanan menggunakan kereta selama 4 hari.
Akhirnya mereka tiba di lereng gunung Xuan Wu, yang tidak mungkin di lanjutkan perjalanan nya dengan kereta kuda.
__ADS_1
Dari sini Fei Yang pun menggendong Tabib Hua dan Lung er, berlompatan ringan mengimbangi Hong Yi naik kepuncak Xuan Wu.