PENDEKAR API DAN ES

PENDEKAR API DAN ES
TIDAK ADA KAPOKNYA


__ADS_3

Pelayan itu sepasang matanya langsung berbinar binar saat melihat uang emas di dalam genggaman tangannya.


Dia buru buru memberi hormat kearah Fei Yang dan berkata,


"Baik tuan terimakasih banyak, saya akan segera mengurusnya."


"Serahkan semua pada saya,.."


ucap pelayan itu sambil membungkuk kan tubuhnya dalam dalam.


Setelah itu dia langsung buru-buru menghampiri kedua wanita yang duduk di pangkuan pemuda itu dan berkata,


"Kalian berdua cepat tinggalkan tempat ini, kalian telah salah orang.."


"Dia orang kere, jasa kalian tidak ada yang bayar.."


Mendengar ucapan pelayan itu, kedua wanita penghibur itu sangat kaget.


Mereka langsung melayangkan tamparan mereka kearah wajah pemuda tirus itu.


Tapi pemuda tirus itu bisa bergerak cepat menarik wajahnya kebelakang, sehingga tamparan mereka meleset.


Kedua wanita itu bangkit berdiri, menunjuk kearah pemuda itu, mengomel dan memaki makinya.


Tapi pemuda itu sangat menyebalkan dan tidak tahu malu, dia terus tertawa-tawa nakal menanggapi kemarahan kedua wanita penghibur itu.


"Sudah kalian berdua, jangan buang buang air ludah kalian di sini, cepat ikut aku, atau bonus pun kalian gak dapat..'


ucap pelayan itu mengingatkan.


Kedua wanita terpaksa menahan kesal mengikuti pelayan itu meninggalkan perahu.


Tapi saat berpapasan dengan Fei Yang, kedua wanita itu tidak bisa menutupi tatapan mata kagum mereka.


Melihat wajah Fei Yang yang begitu ganteng dan jantan.


Mereka sedikit menyesal, kenapa yang booking mereka bukan Fei Yang, bila Fei Yang gratis sekalipun mereka tidak akan masalah.


Fei Yang tidak menanggapi mereka sebaliknya dia berjalan masuk kedalam menghampiri pemuda itu dan berkata,


"Sudah cukup kamu bikin onar di sini ? kalau sudah cepat lah pergi.."


Pemuda itu tertawa santai dan berkata,


"Tenang teman tak perlu emosi nanti cepat tua.."


"Aku kan hanya menagih hutang mu saja, kenapa harus begitu kesal.."


"Kapan aku pernah berhutang pada mu,.. bicara jangan sembarangan..!"


bentak Fei Yang, yang kembali mulai tersulut emosi nya.


Pemuda itu menanggapi kemarahan Fei Yang dengan tersenyum santai dan berkata,


"Pelupa atau pura pura bodoh ?"


"Baik biar ku ingatkan ulang, kamu memberikan ayam yang ku ambil dengan susah payah ke mereka.."

__ADS_1


"Tentunya kamu wajib dong gantiin ayam itu ke aku, nah sekarang saya menagihnya kembali.."


"Itu sudah sangat adil bukan.."


"Kamu,...!"


ucap Fei Yang sambil menunjuk pemuda itu kesal, tapi dia kehabisan kata-kata, akhirnya dia hanya bisa menarik tangannya kembali dan menghempas nya ke bawah dengan kesal.


"Kamu kenapa, ? gak bisa ngomong kan,.. makanya kalau tidak mau barang mu diambil tanpa ijin, jangan ambil barang orang lain tanpa ijin.."


ucap pemuda itu sambil tersenyum mengejek.


Fei Yang sudah malas bicara, dia mengambil tempat duduk dan berkata,


"Baiklah sekarang sudah impas, cepat tinggalkan perahu ku, disini tidak menyambut kehadiran mu.."


Pemuda itu malah tertawa dan berkata,


"Aku tidak perlu kamu sambut, mau pergi atau tinggal itu urusan ku, bukan urusan mu..'


"Kenapa aku harus dengarkan kamu ?"


Fei Yang menoleh menatap dingin ke pemuda itu dan berkata,


"Kamu jangan memancing ku,.. katakan apa mau mu ? atau jangan salahkan aku, bila kamu ku lempar ke tenga,h danau sana, buat santapan ikan..!"


"Takut,.. ihhh,.. aku takut..ha,..ha,..ha..!"


"Kamu mau nakutin anak kecil, mau lempar lempar aja siapa takut..!"


"Ayo lempar,.. lempar,.. kalau berani lempar,..!'


Fei Yang jadi ragu, dan bergeser mundur, tapi sesaat kemudian dia benar menangkap kerah baju pemuda itu.


Sekali dia ayunkan tangannya kedepan,..


"Syuutt..!"


"Byuurr,..!!"


"Ahh tolong,.. ! tolong,..! aku tidak bisa berenang,..!


"Blupp,..! Blup,..!"


Teriak orang itu sambil melambai-lambaikan tangannya keatas.


Perlahan-lahan tubuhnya tenggelam kebawah, tinggal sepasang tangannya yang bergoyang goyang di atas.


Melihat hal ini Fei Yang menjadi tidak tega, bagaimana pun mengesalkan.


Tapi orang itu tak layak mati di tangannya,


Di antara mereka tidak ada permusuhan sama sekali, bahkan saling kenal pun tidak.


Berpikir sampai di sini Fei Yang menghela nafas kesal.


Sekali menjejakkan kaki nya keatas kapal, tubuhnya sudah melayang kearah tengah danau..

__ADS_1


Fei Yang menyambar telapak tangan yang masih ada di atas permukaan air danau.


Dengan sekali sentak tubuh itu pun tertarik keluar dari dalam air.


Fei Yang menapak pelan kakinya, di atas permukaan air danau, tubuhnya sudah melayang ringan kembali keatas perahu .


Fei Yang menjungkir balikkan tubuh pria muda itu, dengan kaki di atas kepala di bawa.


Fei Yang menghentak hentakan tubuhnya sambil menendang punggung pria itu.


Sehingga air mulai keluar dari mulutnya.


Akhirnya pria itu batuk batuk dan memuntahkan air yang cukup banyak dari mulutnya.


Melihat pria itu sudah tertolong, Fei Yang yang masih kesal, dia pun melemparkan begitu saja pria itu jatuh di bagian depan perahu.


Tanpa menghiraukan nya, Fei Yang berjalan masuk kembali ke dalam bilik perahu.


Duduk santai di pinggir jendela yang menghadap ke arah danau.


Fei Yang duduk menikmati pemandangan perahu yang berhilir mudik ditengah danau, sambil minum arah Hang Zhou yang masih tersegel, belum di buka oleh pria menyebalkan itu.


Dari 6 yang di pesan, kini hanya tersisa 3 yang masih tersegel rapi.


Sedangkan pria itu setelah terjatuh kedalam danau kotoran di wajahnya malah jadi tercuci bersih.


Menampilkan sebentuk wajah yang sangat tampan, dengan kulit muka yang begitu putih halus kemerahan.


Boleh di bilang, dia lebih pantas di sebut cantik daripada tampan.


Pria itu sambil mengomel panjang pendek mengutuki Fei Yang, dia membuka topinya yang dekil.


Memeras rambutnya yang basah kuyup.hingga setengah kering.


Lalu dia juga memeras topinya yang juga basah kuyup, setelah itu dia baru kenakan kembali.


"Ha,..Ha,..hachii..!"


"Haachii .!!"


"Haachii .!!"


Pria itu berbangkis karena tidak tahan dengan cuaca dingin di danau dan pakaian nya juga masih basah kuyup, hal ini membuatnya semakin kedinginan.


Fei Yang yang di bilik perahu mendengar suara orang berbangkis.


Dia Mengibaskan tangan nya kedepan, serangkum angin panas menerjang keluar dari bilik perahu.


Saat melewati tubuh pemuda itu, dengan ajaib, seluruh pakaian baik luar dalam hingga rambut dan topi nya, semua langsung kering.


3 botol berisi arak Hang Zhou jatuh tergeletak berderet di depan pemuda itu.


Dari bilik.perahu terdengar suara Fei Yang,


"Minumlah arak arak bekas mu itu, bisa membantu menghangatkan tubuh.."


"Setelah itu pergilah jangan ganggu aku lagi, atau aku tidak akan sungkan dengan mu.."

__ADS_1


Pria itu tidak terlihat takut, dia membawa tiga botol yang tidak penuh itu, lalu dia gabung jadi satu.


Setelah itu dia membawa botol yang masih berisi arak, berjalan santai kembali masuk kedalam bilik perahu.


__ADS_2