
Alunan musik yang lembut merdu dan memancarkan cahaya emas.
Membentuk sebuah kubah raksasa', melingkupi seluruh arena pertempuran.
Sehingga efek ledakan pertemuan, adu kekuatan raksasa, yang di lepaskan oleh Fei Yang dan kakek tua.
Kini hanya menimbulkan kerusakan di dalam kubah cahaya emas, tidak lagi menyebar dan meluas ke area lain nya.
Cahaya emas dan alunan musik lembut, juga melemahkan daya pergerakan roh hitam. di dalam tanah.
Mereka kembali masuk kedalam tanah, berusaha menjauhi asal suara yang sangat menyiksa bagi mereka.
Demikian. pula sinar aura hitam yang terpancar dari tubuh kakek tua, perlahan-lahan mulai memudar.
Kakek tua terlihat kurang nyaman, tapi dia sedang menekan Fei Yang, tak mungkin membagi konsentrasi mengurus suara si pemilik suling itu.
"Kalian berdua ingin bertempur, mengapa tidak di lakukan dalam alam dimensi..?"
"Bukankah kalian sudah pada mampu membuatnya..?"
"Apa kalian tidak sadar pertempuran kalian di sini bisa merusak keseimbangan alam semesta..?"
ucap si pemilik suara itu, penuh teguran.
Dia menggunakan pesan pengiriman suara untuk menyampaikan pesannya.
Sedangkan bibirnya sendiri masih terus menerus meniupkan suara alunan irama lembutnya.
Dia kembali berkata setelah beberapa saat membiarkan Fei Yang dan kakek tua itu, untuk mencerna kata-katanya.
"Terutama kamu Wu Hui, usia mu juga sudah tidak kecil, mengapa masih saja tidak bisa menghilangkan nafsu fana mu..?"
"Bahkan sampai berkoloni dengan iblis, kamu sungguh memalukan, dan tidak pantas lagi menjadi yang kekal abadi, dan ada sebelum bumi dan planet lainnya ada."
"Sungguh patut di sayangkan dan di sesalkan, mengapa kamu tidak meniru kakak mu senior Wu Ming..?"
Kakek tua itu sambil menekan Fei Yang akhirnya dia buka mulut.
"Wu Song kamu si suling jelek, anjing penjaga pintu Yu Se Thian Cun.."
"Kamu dengar baik baik, bila tidak sedang menghadapi dia, kamu pikir kamu bisa sesumbar seperti itu.."
"Bahkan Tuan mu sekalipun harus berhati-hati, bila berbicara dengan ku.."
"Kau tunggu saja giliran mu..!"
bentak Kakek Wu Hui tidak terima dengan sindiran Wu Song.
Fei Yang di bawah sana, yang sangat terbantu oleh suara irama lembut Wu Song.
__ADS_1
Kondisi Fei Yang mulai stabil, kekuatannya perlahan-lahan mulai bangkit kembali.
Fei Yang hanya berpura-pura tertekan agar kakek itu lengah, dan pergi melayani percakapan dengan Wu Song.
Benar saja umpan Fei Yang berhasil di sambar oleh kakek tua itu.
Mengira Fei Yang sudah habis, kakek itu pun pergi melayani pembicaraan di dengan Wu Song.
Hal ini semakin menambah peluang bagi Fei Yang untuk mempercepat pemulihan dan menstabilkan keadaan nya.
Saat tiba gilirannya, tiba-tiba Fei Yang memberontak sambil berteriak keras.
"Hyahhhh..!!"
Fei Yang berhasil mendorong mundur Wu Hui Lao Jen, yang sedang menekannya.
Fei Yang terbang keluar dari dalam lubang tanah di mana dirinya terbenam.
Dia melesat keatas, dari ketinggian sana Fei Yang melakukan serangkai tebasan keempat jurus sekaligus.
Sebelum dirinya sendiri melesat turun kebawah, berubah menjadi pusaran cahaya 6 warna, seperti mata bor yang ujung pedangnya diarahkan ke kakek Wu Hui Lao Jen.
Kakek Wu Hui Lao Jen yang sempat terdorong mundur oleh kekuatan terobosan Fei Yang.
Dia langsung sadar, dirinya telah terjebak oleh pancingan Wu Song dan Fei Yang.
Fei Yang tidak selemah dugaannya, Fei Yang masih menyimpan kekuatan yang berbahaya.
Kini mau menyesal juga terlambat, Wu Hui Lao Jen hanya bisa mempersiapkan diri menyambut serangkaian serangan Fei Yang dari udara.
Wu Hui Lao Jen memutar golok Hijaunya berubah menjadi segulung sinar yang rapat bagaikan tembok, untuk menangkis serangkaian tebasan dari Fei Yang.
Serangkaian ledakan dahsyat terjadi, kubah emas ciptaan Wu Song pun hampir terbelah, tidak kuat menahan getaran adu kekuatan kedua orang di dalam sana.
Wu Song harus meningkatkan kekuatan nya, baru kubah emas itu bisa merapat dan pulih kembali seperti semula.
Tebasan Pedang Tanpa Wujud Rupa dan Bentuk, berhasil Wu Hui Lao Jen tangkis dengan sempurna.
Menimbulkan efek ledakan yang tertahan oleh kubah pelindung emas.
Begitu pula dengan Tebasan Pedang Tanpa Perasaan, tebasan tersebut bernasib sama dengan tebasan jurus pertama tadi.
Baru pada tebasan pedang jurus ketiga Wu Hui Lao Jen tergetar mundur.
Sedangkan putaran golok Naga Hijau sedikit melambat.
Tiba tebasan jurus keempat selain tubuh Wu Hui Lao Jen terseret mundur puluhan langkah kebelakang.
Golok Naga Hijau putarannya terhenti sepenuhnya, Wu Hu Lao Jen harus menggunakan kedua tangannya, untuk menahan Golok Naga Hijau nya, agar tidak terlepas dari pegangan tangannya.
__ADS_1
Setelah berhasil menahan jurus keempat, Wu Hui Lao Jen sambil mengerahkan seluruh kekuatan nya.
Dia berubah menjadi sebuah cahaya hijau berbentuk Golok Naga Hijau melesat keatas.
Semburan api hijau dan kabut es, di sertai tembakan laser hijau juga di lepaskan.
Saat terjadi pertemuan benturan di udara.
Semua kekuatan di kerahkan oleh Wu Hui Lao Jen, untuk menyambut
pusaran cahaya 6 warna.
Untuk menahan kekuatan semburan dan sinar laser hijau dari sepasang mata Wu Hui Lao Jen.
Fei Yang membentuk sebuah perisai Pat Kwa putih biru di dorong kan kedepan khusus untuk menekan dan menyambut serangan aneh tersebut.
Sedangkan dirinya tetap menyatu dengan pedang nya membentuk pusaran terus menerjang Kearah Wu Hui Lao Jen.
"Blaarrr,...!!"
Benturan keras terjadi di udara, saat kedua kekuatan itu bertemu.
Selanjutnya di susul dengan ledakan dahsyat terjadi di bawah sana, akibat efek benturan dahsyat itu.
Baik Fei Yang maupun Wu Hui Lao Jen terlihat sama sama tertahan di udara.
Tubuh mereka berdua sempat sama sama terdorong mundur.
Sebelum kemudian sama sama melesat maju kembali meneruskan, puncak serangan mereka.
"Blaarrr,..!
Kembali terdengar ledakan yang jauh lebih dahsyat berkali kali lipat.
Hingga Kubah emas pelindung mengalami retakan besar di mana mana.
Wu Song kembali menambah kekuatan tiupan suling nya, sehingga retakan berhasil di pulihkan kembali.
Di dalam kubah sendiri, setelah bayangan cahaya hijau dan bayangan cahaya 6 warna lenyap.
Kini di udara terlihat tubuh Wu Hui Lao Jen terbelah menjadi 6 bagian jatuh melayang keatas tanah.
Golok Naga Hijau juga terlihat patah menjadi 6 potong berserakan di atas tanah.
Fei Yang yang juga terjatuh bergedebuk diatas tanah, menimbulkan debu pasir dan tanah berhamburan.
Di dalam kabut debu asap terlihat Fei Yang yang sedang berusaha.
Untuk bangkit duduk dengan bagian dada hingga ke perut mengalami luka robek yang cukup parah.
__ADS_1
Beberapa kali dia juga memumtahkan darah segar dari mulutnya.