PENDEKAR API DAN ES

PENDEKAR API DAN ES
TOTOKKAN TANPA WUJUD


__ADS_3

Terjadi benturan senjata berulang kali di udara, dengan bunga api berpijar pijar.


Fei Yang dan monyet besar, yang sangat ahli bermain senjata Toya emas.


Terlibat saling serang dengan dahsyat, tidak ada yang bersedia mengalah, ratusan jurus berlalu.


Tapi tidak ada tanda tanda siapa yang akan memenangkan pertarungan tersebut.


Serangan Toya monyet itu, mengingatkan Fei Yang pada Yeti, yang pernah di hadapi nya di puncak Himalaya.


Cuma monyet emas ini kelihatannya jauh lebih kuat dan sempurna permainan Toya nya.


Perubahan jurus toya nya sangat cepat dan tidak beraturan, tidak mengikuti ilmu silat dasar.


Hanya mengikuti insting dan kegunaannya, sehingga Fei Yang belum bisa menduga arah serangan maupun titik lemah jurus toya lawannya itu.


Sebaliknya monyet itu juga tidak berhasil membongkar pertahanan Fei Yang yang rapat cepat dan kuat.


Setelah melewati pertempuran jarak dekat tanpa hasil, monyet itu melayang mundur.


Lalu dia melompat mundur, sambil memutar mutar Toya ke kiri kekanan dengan deras.


Pergerakan ini menimbulkan sinar emas melesat bagaikan peluru laser menembaki Fei Yang secara terus menerus.


Fei Yang membentuk perisai bergambar Pat Kwa, yang mengeluarkan cahaya merah dan biru.


Untuk menangkis serangan sinar emas yang datang menyerang nya.


"Blarr,..!Blarr,..!Blarr,..!Blarr,..!Blarr,..!


Blarr,..!Blarr,..!Blarr,..!Blarr,..!Blarr,..!"


Semua serangan sinar emas tidak ada yang berhasil mendekati Fei Yang, semuanya tertahan oleh perisai yang Fei Yang ciptakan.


Ledakan berulang ulang menimbulkan ledakan api di perisai ciptaan Fei Yang.


Tapi perisai tersebut tidak bergeming.


"Jutaan pedang kembali ke leluhur,..!!"


teriak Fei Yang sambil membalas menyerang kearah monyet besar itu.


Jutaan cahaya pedang merah biru melesat menerjang kearah monyet besar itu.


Monyet besar itu, menghentikan serangannya, dia menghilang dari posisinya berpindah tempat melayang di udara.


Tapi serangan Fei Yang tidak berhenti mengejarnya, jutaan energi pedang berbelok arah mengejar monyet besar yang berpindah tempat itu.


Berulang kali monyet besar itu menghilang dan muncul kesana kemari.

__ADS_1


Tapi jutaan pedang itu tidak pernah berhenti mengejarnya.


Karena tidak punya pilihan, monyet besar itu memutar tongkatnya seperti titiran, untuk melindungi seluruh tubuhnya dari serangan energi pedang Fei Yang.


Gulungan cahaya keemasan terus menangkis jutaan energi pedang yang tidak pernah berhenti datang menyerangnya.


Semakin kuat terpental, dia akan semakin kuat datang menyerang.


Monyet besar itu mempercepat putaran Toya emasnya, hingga tercipta gulungan pusaran yang menarik seluruh energi pedang.


.


Tertarik masuk kedalam arus pusaran Toya nya, kemudian dia mereturnya kembali kearah Fei Yang.


Tapi seluruh tenaga returan itu terserap habis oleh putaran perisai Pat Kwa merah biru ciptaan Fei Yang.


Tubuh Fei Yang melesat keatas langit, lalu melepaskan dua tapaknya yang mengeluarkan cahaya merah biru yang membentuk naga api dan es saling berbelit jadi satu menerjang ke arah langit.


Melihat aksi Fei Yang, monyet itu juga menyusul terbang keudara, menggunakan jurus Runtuhnya Gunung Thai San.


Monyet itu mengemplangkan Toya emasnya dari atas kebawah menghantam kearah Fei Yang yang sedang merapal jurusnya


Suara bergemuruh dahsyat menggetarkan seluruh arena pertempuran seolah olah ada gempa bumi dahsyat.


Kilatan.petir menyertai Toya emas yang akan di lepas kan oleh si monyet besar kearah Fei Yang.


Serangan monyet besar itu tertahan oleh energi perisai Pat Kwa tanpa batas.


terjadi ledakan dahsyat di udara, dengan kesudahan, Monyet besar di buat terpental oleh tenaga tangkisan perisai ciptaan Fei Yang.


Dia berjumplitan kebelakang, berusaha membuang tenaga dorongan dari perisai Pat Kwa tersebut.


Tapi sebelum sempat membenahi posisi nya, 8 pedang bercahaya ungu turun dari langit, langsung menerjang kearah monyet besar itu.


Monyet besar itu sedikit kelabakan, saat menyadari adanya serangan yang datang mengejarnya dengan kekuatan yang jauh lebih dahsyat.


Tapi dia tidak kehabisan akal dia memutar mutar ujung tongkatnya, hingga membentuk arus pusaran yang menyedot ke 8 energi pedang ungu masuk kedalam arus pusaranya.


Setelah itu dia lontarkan untuk di kembalikan kearah Fei Yang sendiri.


"Duaarrr,...!"


terjadi ledakan dahsyat, diudara.


Kini perisai Fei Yang pecah tidak kuat menahan serangan retur ke 8 pedang cahaya ungu.


Fei Yang sendiri ikut terpental mundur cukup jauh, sebelum akhirnya dai berhasil menyerap ke 8 energi pedang kedalam tubuh nya sendiri.


Setelah berhasil menyerap dan menetralisir kekuatan serangan nya sendiri.

__ADS_1


Fei Yang merubah dirinya menjadi sebatang pedang berwarna ungu, melesat kearah monyet besar itu.


Monyet besar itu langsung membentuk putaran pusaran Toya untuk menetralisir serangan Fei Yang.


Tapi saat batang pedang itu tergulung kedalam pusaran, Fei Yang memutar tubuhnya dengan arah berlawanan dengan arus pusaran.


Sehingga pedang ungu berputar-putar berlawanan arah, meledakkan energi.pusaran Toya dan terus meluncur deras menerjang kearah monyet besar itu.


Monyet besar itu mendorong Toya nya kedepan untuk menyambut pedang ungu yang datangnya seperti mata bor.


"Cringgg,..!Cringgg,..!Cringgg,..!


Cringgg,..!Cringgg,..!Cringgg,..!"


Bunga api berpijar pijar saat energi pedang ungu berbenturan dengan tongkat emas di tangan monyet besar itu.


Monyet besar berusaha mengempos seluruh kekuatannya mati matian bertahan dari serangan pusaran pedang ungu yang seperti mata bor.


Sedangkan Fei Yang mengerahkan seluruh kekuatan nya untuk berusaha memecahkan pertahanan monyet besar itu.


Perlahan-lahan monyet besar itu mulai terdorong mundur, turun keatas tanah.


Kuda kudanya menancap diatas tanah terseret mundur kebelakang menimbulkan garis cukup dalam.


Hingga tiba di undakan tangga, kaki belakangnya tertahan di sana.


Hanya perlahan-lahan tubuhnya yang sedikit demi sedikit terus mendoyong kebelakang.


Monyet besar itu terlihat mulai kalah kuat dengan tenaga dorongan dari Fei Yang.


Di detik detik terakhir monyet itu menyeringai ganas kearah Fei Yang, dengan menembakkan cahaya emas kearah Fei Yang yang berada di balik energi pedang ungu.


Fei Yang yang tidak mau terkena sambaran cahaya emas yang sangat kuat itu.


Dia terpaksa menarik kembali daya tekan serangannya, kemudian cepat cepat bersalto menghindar.


Tapi sambil bersalto menghindar, Fei Yang menyentil ujung jarinya yang mengandung energi tanpa wujud untuk menotok tubuh monyet besar itu.


Monyet besar itu terlambat menyadarinya, saat dia sadar dan ingin menggerakkan tubuhnya, tubuhnya sudah tidak bisa di gerakkan sama sekali.


Dengan tatapan marah dia menatap Fei Yang dan berkata,


"Bangsat licik, kamu berani mencurangi ku..!!"


Fei Yang tersenyum mengejek dan berkata,


"Siapa yang licik siapa yang jujur, saat ini apa masih ada gunanya..?"


"Yang jelas kini kamu kalah, kalau aku ingin memenggal kepala mu, itu semudah membalikkan telapak tangan.."

__ADS_1


"Kamu tunggu di sini, aku akan melihat lihat kedalam sana.."


__ADS_2